Showing posts with label Susu Formula. Show all posts
Showing posts with label Susu Formula. Show all posts
Tanda dan Gejala Bayi Alergi Susu Sapi, Berikut Cara Mengatasinya

Tanda dan Gejala Bayi Alergi Susu Sapi, Berikut Cara Mengatasinya

Tanda dan Gejala Bayi Alergi Susu Sapi – Bila Bunda memberikan susu formula kepada bayi kemudian pada kulit muncul bintik kemerahan atau rasa gatal, ada kemungkinan bahwa bayi Bunda mengalami alergi terhadap susu yang Bunda berikan. 

Sebelumnya, perlu bunda ketahui bahwa alergi susu sapi itu berbeda dengan intoleransi laktosa.

Alergi susu sapi merupakan suatu kondisi dimana sisitem imun anak yang memiliki respon tidak normal dengan kandungan protein di dalam susu yang dikonsumsi oleh bayi Anda. Bila si kecil mengalami alergi terhadap susu sapi, biasanya akan menunjukkan beberapa gejala seperti yang akan dibahas di bawah ini.

Sedangkan untuk intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi dimana orang tersebut tidak mampu mencerna laktosa atau tipe gula alami yang terkandung di dalam susu. Gejala yang ditimbulkan bisa mirip dengan gejala ketika bayi alergi susu sapi. Biasanya gejala ini akan muncul 30 menit – 2 jam setelah mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Kasus bayi alergi terhadap susu formula memang jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa diantara bayi yang baru lahir atau sudah berusia diatas 6 bulan mengalami alergi terhadap jenis susu tertentu. 

Alergi bayi terhadap susu formula disebabkan lebih karena akibat sistem kekebalan tubuh bayi yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi.

Bila bayi Anda ternyata mengalami alergi susu formula dari hewani, Bunda bisa menggantinya dengan susu soya yang terbuat dari protein kacang-kacangan seperti kedelai.

Bayi yang mengalami alergi terhadap susu formula, pada umumnya akan hilang ketika usia bayi sudah melewati 4 tahun. Jarang sekali alergi susu formula hingga usia dewasa.

Bagi Bunda yang bayinya meminum susu formula, sangat wajib mengetahui bagaimana ciri-ciri atau tanda bayi alergi terhadap susu formula.

Hal yang terjadi pada bayi apabila alergi susu formula.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala bayi bila alergi terhadap susu formula.
Bayi sulit bernafas, terkadang beberapa diantara mereka nafasnya berbunyi
Sulit bernafat dan nafas berbuyi merupakan gejala yang paling umum terjadi apabila bayi alergi terhadap susu formula.

Kenapa sampai bayi bisa sulit bernapas dan terkadang napas berbunyi? Nafas bayi berbunyi ketika alergi susu formula karena saluran pernafasan memiliki banyak lendir sehingga akan dengan cepat memberikan reaksi terhadap alergi.

Apabila saluran pernafasan terlalu banyak menghasilkan lendir dikarenakan alergi, maka pernafasan bayi juga akan terganggu sehingga membuat mereka kesulitan untuk bernafas.

Bila hal ini dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan bayi akan mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti asma dan gangguan saluran pernafasan lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan secara medis sebelum terlambat.

Ciri-ciri bayi alergi susu formula berikutnya adalah batuk-batuk
Ketika masih bayi, hampir seluruh bagian tubuh bayi masih sangat sensitif dan sangat rentan sekali terkena kuman, bakteri dan juga virus. 

Begitu juga dengan susu formula, ketika bayi alergi terhadap susu formula, beberapa diantara mereka akan menimbulkan reaksi seperti batuk. Batuk ini lebih dikarenakan tubuh bayi menolak zat asing yang terkandung di dalam susu formula. 

Batuk yang terjadi pada bayi akibat susu formula dapat menyebabkan bayi mengalami batuk kering dan batuk berdahak. Mungkin pada awalnya bayi tidak langsung batuk, melainkan diawali dengan perubahan suara yang semakin serak yang membuat bayi merasa tidak nyaman dan terkadang sulit untuk tidur nyenyak.

Bayi selalu menangis ketika menelan air susu
Menangis merupakan reaksi bayi ketika mereka alergi terhadap susu formula. Beberapa diantara bayi mungkin menangis sebagai bentuk ungkapan penolakan terhadap susu formula karena mungkin rasanya yang tidak enak.

Namun, sebagian dari beberapa bayi mungkin juga menangis dikarenakan rasa sakit pada tenggorokan ketika menelan air susu formula tersebut. 

Saluran pernafasan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap bahan kimia tertentu dalam sapi, termasuk protein yang dihasilkan. Jadi bayi akan sulit untuk menelan susu dan menjadi menangis saat minum susu.

Reaksi bayi alergi susu formula selanjutnya adalah Diare
Tidak hanya batuk dan sulit bernafas, ketika bayi alergi terhadap susu formula juga dapat menyebabkan diare pada bayi.

Bayi yang mengalami diare setelah minum susu dikarenakan kondisi pencernaan bayi yang belum siap menerima makanan lain selain ASI. Bisa juga karena saluran pencernaan bayi tidak bisa menerima bahan gula alami atau senyawa yang dihasilkan dalam susu sapi. Beberapa susu sapi juga mengandung bahan pemanis buatan dalam kadar yang normal namun kondisi ini tidak bisa diterima untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi.

Perut kembung pada bayi
Ketika bayi tidak bisa menerima susu sapi maka kondisi pencernaan bayi akan marah atau tidak nyaman. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi terkena perut kembung yang bisa memicu bayi mual atau muntah. Perut kembung pada bayi menyebabkan bayi tidak bisa buang gas sehingga perut menjadi lebih besar dan jika Anda ketuk pelan maka ada suara nyaring dari perut. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi tidak nyaman sehingga akan lebih sering rewel dan tidak mau minum susu lagi. Jika sudah parah maka bayi bisa muntah-muntah dan tidak bisa menerima makanan dengan baik.

Bintik merah pada kulit bayi
Ciri ciri bayi alergi susu sapi juga bisa menyebabkan bayi terkena gatal atau bintik merah pada kulit bayi. Bayi yang baru lahir bisa menerima dampak yang berat karena kulit bayi yang baru lahir memang masih sangat sensitif. Bintik merah pada bayi akibat alergi susu sapi berbeda dengan bintik merah akibat biang keringat. Terkadang bintik merah akibat alergi susu sapi bisa menyebabkan rasa gatal yang parah sehingga ruam merah seperti menumpuk pada kulit bayi. Reaksi ini bisa terjadi dengan cepat setelah bayi minum susu sapi.

Mata berair
Beberapa bayi yang mengalami reaksi kuat terhadap susu sapi juga bisa menyebabkan mata bayi berair dan merah. Beberapa orang tua menganggap jika kondisi ini bisa terjadi akibat serangga atau debu yang mengotori mata bayi. Namun reaksi mata bayi berair ini juga bisa memicu rasa gatal pada daerah mata sehingga bayi cenderung tidak tenang. Jika mata bayi yang berair tidak dirawat dengan tepat maka bisa berkembang menjadi mata bengkak. Terkadang beberapa bayi juga bisa terkena mata bintitan sehingga bayi akan sering menangis.

Kondisi fisik bayi menjadi sangat lemah 
Reaksi alergi susu sapi pada bayi bisa menyebabkan bayi menjadi sangat lemah. Kondisi ini bisa disebabkan karena bayi mengalami penurunan tekanan darah dan terkadang jika sudah parah maka bayi bisa pingsan. Kondisi ini juga termasuk salah satu gejala alergi susu sapi yang sangat berat sehingga terkadang bayi bisa kehilangan banyak cairan dan perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Jika bayi sering menangis berlebihan setelah minum susu sapi maka kondisi ini juga bisa berhubungan. Jadi perhatikan semua tanda yang sering menyebabkan bayi lebih lemah setelah minum susu sapi. 

Bayi tidak lagi mau minum susu
Ketika bayi Anda menjadi tidak nyaman setelah minum susu mungkin bayi Anda juga tidak akan menunjukkan reaksi secara langsung. Beberapa bayi tidak memiliki gejala fisik seperti perut kembung, mual, muntah atau ruam pada kulit. Namun bayi cenderung tidak mau minum susu sapi yang sudah Anda berikan. Bayi Anda bisa saja hanya tertarik dengan ASI dan ini menjadi tanda trauma pada bayi. Bayi Anda mungkin juga tidak akan menangis seperti gejala lain, namun bayi Anda hanya trauma sehingga ketika Anda memberikan susu sapi maka bayi akan langsung menolak. Jika seperti ini maka jangan memaksa bayi untuk minum susu sapi karena bisa berbahaya untuk tubuh bayi. 

Bayi terkena kolik atau Gumoh
Kolik pada bayi juga bisa disebabkan oleh alergi susu sapi. Kolik akan menyebabkan bayi menjadi marah namun ditunjukkan dengan reaksi seperti menangis terus menerus, perut kembung dan gejala tidak nyaman pada tubuh bayi. Banyak ibu yang tidak menyadari jika kolik pada bayi bisa terjadi akibat alergi susu sapi. Sehingga ketika bayi Anda kolik maka perhatikan apakah Anda memberikan susu sapi pada bayi. Hentikan pemberian susu sapi jika bayi Anda sering kolik agar tubuh bayi lebih nyaman.

Eksim pada kulit bayi
Kulit bayi memang masih sangat sensitif, terlebih jika bayi terkena alergi susu sapi. Beberapa bayi bisa mengembangkan eksim yang sangat parah sehingga bayi menjadi tidak nyaman. Awal dari eksim mungkin akan terlihat seperti ruam merah bisa. Kemudian gejala menjadi lebih parah setelah eksim menjadi bagian ruam yang menumpuk pada kulit bayi. Bagian kulit yang terkena eksim akan menjadi merah, keras dan sangat gatal. Bayi Anda juga tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Untuk perawatan eksim yang parah maka Anda bisa meminta bantuan dokter anak.

Terjadi pembengkakan pada wajah
Susu sapi bisa menyebabkan alergi yang sangat buruk untuk tubuh bayi. Beberapa bayi bisa mengalami kondisi yang sangat mengerikan terkait dengan anafilaksis akibat susu sapi. Anafilaksis termasuk salah satu dampak alergi susu sapi yang paling mengerikan dan bisa menyebabkan kematian pada bayi. Gejala anafilaksis bisa membuat wajah bayi bengkak, merah, bayi menangis terus karena sulit bernafas, perut kembung, mual dan muntah. Reaksi alergi ini bisa berlangsung sangat cepat sehingga terkadang perawatan pada bayi terlambat dilakukan. Jika terkena kondisi ini maka bayi harus segera dibawa ke rumah sakit.

Itu merupakan beberapa tanda dan gejala ketika bayi alergi terhadap susu formula.

Mengapa seorang anak atau bayi bisa alergi susu?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bayi alergi terhadap susu formula karena akibat reaksi terhadap sistem kekebalan tubuh.

Ketika bayi mengonsumsi susu yang menyebabkan alergi, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menandai atau menanggapi protein yang masuk ke dalam tubuh sebagai zat yang berbahaya. Tubuh akan langsung menghasilkan imunoglobulin E (IgE), yaitu antibodi yang berfungsi untuk menangani alergi yang terjadi di dalam tubuh. 
Saat bayi mengonsumsi susu beberapa kali, maka IgE sudah mengenali protein yang dianggap berbahaya tersebut sehingga memberikan sinyal ada tubuh untuk mengeluarkan histamin dan berbagai zat kimia lain yang dapat menimbulkan gatal-gatal, kemerahan pada kulit, dan berbagai gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Apakah anak saya berisiko memiliki alergi susu sapi?

Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko kejadian alergi susu pada anak, yaitu:
  1. Alergi terhadap hal lain. Banyak anak-anak yang alergi terhadap susu juga alergi dengan zat atau benda lain. Namun, biasanya alergi susulah yang menyebabkan alergi terhadap zat lain muncul.
  2. Eksim atopik, yaitu kelainan kulit yang kronis atau menahun, berupa gatal-gatal dan kemerahan pada berbagai bagian tubuh. Anak yang memiliki atopic dermatitis, berpeluang lebih besar untuk mempunyai alergi terhadap makanan, termasuk susu.
  3. Riwayat keluarga. Anak yang memiliki anggota keluarga yang mempunyai riwayat alergi terhadap suatu jenis makanan, berpeluang lebih besar untuk alergi terhadap susu
  4. Usia. Alergi terhadap susu sering terjadi pada anak-anak. Seiring dengan pertumbuhannya, sistem pencernaan anak akan berkembang dan menjadi matang, sehingga pada akhirnya mereka dapat beradaptasi terhadap protein yang ada di dalam susu.

Apakah alergi terhadap susu akan menimbulkan komplikasi pada kesehatan anak?

Anak yang memiliki alergi terhadap susu, berpeluang untuk mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti:
  1. Alergi terhadap jenis makanan lain, seperti telur, kedelai, kacang-kacangan, atau bahkan daging.
  2. Hay fever atau alergi terhadap serbuk bunga dan debu, sama seperti alergi-alergi lainnya, alergi ini terjadi akibat adanya gangguan terhadap sistem kekebalan tubuh anak.

Cara Mengatasi Bayi yang Alergi Terhadap Susu Sapi

Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi, Disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Guna memastikan diagnosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Baik pemeriksaan darah, feses, atau tes alergi pada kulit si Kecil. Caranya adalah dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein susu di bawah permukaan kulit anak Anda.

Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan susu kepada anak saat di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah anak Anda mengalami alergi susu. Jangan panik jika ternyata hasilnya positif, lakukanlah beberapa hal ini.

Hindari memberikan susu sapi ataupun makanan yang mengandung susu sapi.

Anda juga perlu menghindari produk susu dan olahannya jika Si Kecil masih meminum ASI. Karena protein susu yang menyebabkan alergi dapat menyatu ke dalam ASI, dan akan berbahaya jika terminum olehnya.

Jika Anda memberikan Si Kecil susu formula, ganti susu anak dengan menggunakan susu formula berbahan dasar kedelai.

Jika Si Kecil alergi terhadap susu kedelai, biasanya dokter akan memberikan susu formula hypoallergenic. Pada susu formula ini, protein dipecahkan ke dalam partikel kecil sehingga kecil kemungkinannya untuk memicu alergi.

Siasati Nutrisinya dengan Cara Ini

Sebagian penelitian memang menunjukkan, bahwa anak yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Tapi sebenarnya tidak perlu khawatir, Anda bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan yang dapat menggantikan nutrisinya. Seperti memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, kalsium, serta protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain adalah bayam, brokoli, produk olahan kedelai, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur.

Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak bermain di luar agar terpapar sinar matahari. Hal inilah yang dapat membantu anak Anda mendapatkan vitamin D. Karena pada saat terpapar UV-B, tubuh kita akan menciptakan vitamin D. Namun, perhatikan juga berapa lama anak terpapar matahari dan pada jam berapa. Dengan hanya terpapar tiga kali seminggu selama 10-15 menit, sebenarnya sudah cukup untuk membuat anak Anda mendapatkan cukup vitamin D.

Sekalipun anak terdiagnosis memiliki alergi susu sapi, janganlah menyerah dalam memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Cobalah untuk lebih kreatif dalam memberikan alternatif atau makanan pengganti untuknya. Agar kesehatan anak Anda terjaga dan anak tumbuh dengan tulang yang kuat.
Inilah Efek dan Dampak Buruk Bila Bayi Minum Susu Formula Basi

Inilah Efek dan Dampak Buruk Bila Bayi Minum Susu Formula Basi

Firdaus45.com - Ketika masih usia 0-6 bulan, tentunya makanan yang paling baik bagi adalah Air Susu Ibu (ASI). Di dalam asi banyak terkandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi selama masa perkembangan dan pertumbuhan.


Beberapa kandungan nutrisi ASI diantaranya terdiri dari Immunoglobulin A (IgA), Ganfliosida (GA), protein, dan lemak (meliputi DHA, ALA, LA, dan AA).

Akan tetapi, permasalahan yang terkadang dialami oleh sebagian ibu melahirkan adalah payudara yang dimiliki tidak mampu memproduksi ASI dengan lancar, hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Sehingga dengan terpaksa mereka memberikan susu formula sebagai pengganti ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. (Baca: Cara Melancarkan ASI)

Padahal, aturan pemberian susu formula sebaiknya diberikan pada saat usia bayi lebih dari 6 bulan sebagai pendamping ASI. Ketika memberikan susu formula kepada bayi, hal harus diperhatikan adalah bagaimana memilih susu formula terbaik, selain itu juga aturan penyajian juga harus benar.

Baca juga: Takaran pemberian susu formula yang baik dan benar

Ketika Anda memberikan susu formula, hal yang harus Anda ingat adalah sebaiknya susu diberikan tidak lebih dari dua minggu. Aturan semacam ini akan Anda jumpai ketika Anda membeli susu formula pada toko-toko yang menyediakan layanan konsumen seputar susu formula, keluhan bayi dll.

Selain itu, jangan berikan susu formula yang habis diseduh bila sudah melebihi 2 jam. Susu yang terlalu lama dibiarkan akan memicu perkembangan bakteri, virus atau beberapa parasit lainnya yang dapat mengganggu kesehatan bayi. Karena bila si kecil minum susu formula basi, akan menimbulkan beberapa gejala penyakit seperti keracunan.

Berikut ini adalah beberapa ciri dari susu formula yang basi, yaitu
  1. Susu berubah warna menjadi agak kuning
  2. Terdapat gumpalan-gumpalan kecil
  3. Berbau tengik
  4. Berubah rasa (tidak lagi segar)

Ciri-ciri tersebut mirip dengan ciri asi basi.

Nah, bila tidak sengaja kita memberikan susu formula basi kepada si kecil, berikut ini beberapa efek yang mungkin terjadi bila bayi minum susu formula basi:

1. Mual
Mual merupakan dampak buruk yang paling mungkin terjadi. Kuman yang masuk ke dalam tubuh membuat rasa yang tidak nyaman, serta dapat menginfeksi usus si kecil bila jumlahnya terlalu banyak. Bila usus terkena infeksi, hal ini akan memicu peradangan yang membuat bayi merasa mual.

Yang menjadi permasalahan adalah, usia bayi 0-6 bulan belum dapat berkomunikasi dengan baik. Mereka hanya bisa menangis sebagai ungkapan ada hal yang tidak beres di badannya.

2. Diare
Dampak selanjutnya dari minum susu formula basi yakni diare. Keracunan susu formula mempengaruhi proses pencernaan dalam tubuh. Mikroorganisme akan menginfeksi dinding usus menyebabkan meningkatnya frekuensi buang air besar. Tekstur tinja juga menjadi encer. Diare ini bisa berlangsung selama beberapa hari.

3. Nyeri Perut
Efek lain yang tak kalah menyiksa adalah nyeri perut. Bayi akan merasakan perutnya melilit. Hal ini dikarenakan adanya aktvitas bakteri dalam perut sehingga bayi akan terus-menerus menangis dan cenderung memegang perutnya.

4. Rewel
Ada banyak faktor yang memicu seorang bayi menjadi rewel. Misalnya saja saat bayi merasa capek, lapar, ngompol atau mungkin sakit. Tugas ibu adalah memastikan penyebab bayi rewel. Biasanya jika rewel tidak kunjung berhenti dan diikuti gejala lain seperti suhu badan naik, diare, tubuh berkeringat dingin maka kemungkinan si kecil mengidap penyakit tertentu. Dan bisa jadi disebabkan keracunan makanan.

5. Muntah-muntah
Sebenarnya efek yang ditimbulkan dari mengonsumsi susu formula basi berbeda-beda bergantung pada tingkat keparahannya. Apabila susu tersebut sudah sangat rusak (dalam artian basi selama berjam-jam) dan si kecil mengonsumsinya dalam volume besar maka efeknya juga lebih ekstrim. Salah satu yang mungkin adalah muntah-muntah.

Muntah tak selalu menjadi tanda buruk. Justru dengan muntah maka racun akan dikeluarkan dari tubuh. Dan hal ini bisa membuat kondisi membaik. Disarankan ibu untuk segera membawa si kecil ke dokter guna mendapatkan penanganan tepat.

6. Kehilangan nafsu makan
Efek bayi minum susu formula basi berikutnya adalah kehilangan nafsu makan. Keracunan makanan membuat perut bayi terasa sakit, badannya lemas bahkan mengalami diare. Biasanya bayi juga cenderung sulit makan atau mungkin menolak ASI. Apabila kondisi ini dibiarkan saja maka bayi bisa kekurangan gizi. Maka itu harus segera diperiksakan ke dokter.

7. Badan lemas dan menggigil
Keracunan susu formula juga membuat badan bayi jadi lemas, tampak lesu dan tidak bergairah. Biasanya bayi jadi malas beraktivitas. Ia cenderung rewel dan tidak mau tidur. Bahkan tak jarang tubuh ikut menggigil. Sebaiknya ibu berikan selimut. Tempatkan si kecil di ruang yang nyaman dan tidak terlalu ramai. Apabila suhu badannya terlalu tinggi maka periksakan ke dokter.

Baca juga: Cara menurunkan panas pada bayi

8. BAB dengan darah
Gejala yang cukup mengkhawatirkan yakni si kecil buang air besar (BAB) dengan diikuti keluarnya darah. Apabila bayi mulai menunjukkan gejala tersebut berarti kondisinya sudah parah. Segera bawa ke dokter sebelum keadaannya semakin memburuk.

Baca juga: Cara mengatasi sembelit pada bayi

9. Sesak nafas
Sesak nafas tidak selalu menjadi tanda dari penyakit asma. Seorang bayi yang keracunan susu formula juga memungkinkan menunjukkan gejala sesak nafas apabila ia mengonsumsi susu tersebut dalam volume besar. Sebaiknya ibu waspada dan segera membawa bayi berobat ke dokter.

10. Dada terasa nyeri
Efek selanjutnya yang mungkin terjadi adalah dada terasa nyeri. Apabila mikroorganisme telah menyebarkan infeksi secara berlebihan maka bayi akan mengalami rasa tertekan pada dadanya. Untuk mengatasinya sebaiknya periksakan bayi pada dokter.

11. Wajah pucat
Wajah pucat juga menjadi tanda bayi keracunan akibat minum susu formula basi. Infeksi menyebabkan bayi mengalami diare yang pada akhirnya meningkatkan risiko dehidrasi. Apabila si kecil mengalami dehidrasi maka kulitnya cenderung pucat. Cukupi cairan tubuh bayi dengan memberikan oralit (untuk bayi berusia diatas 6 bulan) atau berkonsultasilah dengan dokter.

12. Gangguan irama jantung
Mengonsumsi susu formula basi juga dapat memicu gangguan irama jantung. Keadaan ini rentan terjadi saat susu basi mulai meracuni tubuh dan bakteri menginfeksi, sehingga efeknya detak jantung menjadi tak beraturan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus ibu ketahui ketika memberikan susu formula kepada bayi.
Setiap orang tua pasti inginkan yang terbaik untuk Anaknya. Oleh karena itu, wajib bagi kita sebagai orang tua untuk memenuhi seluruh kebutuhan bayi, termasuk makanannya.

Dalam memberikan susu formula ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya yaitu: 

Susu formula mudah basi (membusuk)
Pada dasarnya, sifat susu formula itu mudah membusuk atau basi. Susu yang busuk menjadi media perkembangan mikroorganisme yang paling baik. Menurut penelitian, perkembangan bakteri dalam susu formula basi berlangsung cepat setiap 20 menit sekali.

Susu formula yang telah diseduh tidak boleh dikonsumsi lebih dari 2 jam
Susu formula yang telah diseduh dengan air hangat disarankan untuk segera dikonsumsi. Tidak boleh lebih dari 2 jam. Terlebih lagi jika bayi telah menghisapnya, lalu susu dibiarkan dalam ruang terbuka maka kondisi tersebut mempercepat perkembangan bakteri dan pembusukan.

Susu formula yang telah diseduh tidak boleh dipanaskan
Apabila si kecil mengonsumsi susu formula dan masih ada sisanya, maka sebaiknya dibuang saja. Jangan sekali-kali memanaskan susu formula yang telah diminum. Tindakan tersebut hanya mempercepat penyebaran dan perkembangan bakteri. Maka itu, susu formula tidak perlu dipanaskan ataupun di masukkan dalam kulkas.

Cuci tangan sebelum menyeduh susu formula
Untuk meminimalisir risiko infeksi bakteri, pastikan ibu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan susu formula bagi bayi. Ingat, tangan kita adalah media paling rentan perkembangan mikroorganisme. Dan sistem imun bayi cenderung lemah. Maka itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan.

Mencuci botol dengan sikat
Untuk pencucian botol susu sebaiknya gunakan sikat khusus yang berbentuk panjang sehingga bisa menjangkau seluruh bagian. Pastikan sikat telah direndam dengan air panas sebelumnya. Dengan begitu sikat bisa lebih steril dan bersih.

Sterilisasi peralatan botol susu
Botol susu perlu disterilisasi untuk menghindari perkembangan bakteri di dalamnya. Proses sterilisasi harus dilakukan secara benar. Tidak cukup hanya mencuci botol dengan air dingin. Sebaiknya rendam botol dengan air panas yang mendidih. Umumnya bakteri akan mati pada suhu 70 derajat celcius.

Untuk proses perendamannya bisa dilakukan dalam panci. Tambahkan air dan masukkan semua peralatan (botol dan dot). Tutup panci. Kemudian nyalakan api dan didihkan selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, ibu bisa mengambilnya pelan-pelan. Lalu keringkan. Jika tidak digunakan simpan di tempat yang bersih dan aman.

Apabila membeli susu, pastikan melihat tanggal kadaluwarsa
Ini juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Dalam membeli susu formula pastikan ibu mengecek tanggal kadaluwarsa (expired) produk tersebut. Jangan membeli susu yang batas expirednya hanya beberapa bulan saja. Kemasan yang rusak juga jangan diterima. Demi kesehatan si kecil baiknya ibu membelikan susu formula yang berkualitas dan masih baru. Tak perlu takut mahal bila untuk anak sendiri. Sebab mengobati penyakit pun biayanya juga tidak murah.

Itulah beberapa kemungkinan dampak buruknya bila bayi meminum susu formula yang telah basi. Keracunan pada tahap parah yang tidak segera diatasi juga bisa memicu kematian. Untuk itu, segera periksakan bayi Anda ke dokter bila menunjukkan beberapa gejala keracunan, karena pada usia 0-6 bulan, keracunan dapat menyebabkan kematian.

Tak Seburuk Seperti yang Dikira, Mitos Seputar Susu Formula


Firdaus45.com - Mitos Seputar Susu Formula. Memberikan ASI secara eksklusif memang akan memberikan banyak manfaat, baik bagi ibu dan juga bagi bayi. Pemberian ASI secara eksklusif memang sangat dianjurkan. Banyak ajakan berupa brosur dan banner yang terdapat pada klinik rumah sakit, puskesmas dan juga klinik bersalin mengajak agar para ibu memberikan asi secara eksklusif untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Akan tetapi bagaimana dengan ibu yang tidak dapat menyusui? Apakah susu formula tidak bagus untuk perkembangan bayi? Apakah bayi yang tidak diberikan asi secara eksklusif tidak mampu bertahan hidup dengan waktu yang lama?

Sebenarnya, tidak selamanya susu formula akan berdampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Memberikan susu formula bagi ibu yang benar-benar tidak dapat menyusui karena terkendala dengan tidak ada asi di kedua payudaranya merupakan solusi terbaik untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana memilih susu formula terbaik untuk bayi yang baru saja dilahirkan



Adakah makanan lain selain asi yang dapat diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi? Pada zaman dahulu sebelum adanya susu formula, para ibu sering menggunakan air tajin sebagai pendamping asi. Bahkan, mereka sudah biasa memberikan air tajin kepada bayi yang baru saja dilahirkan. Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, diketahui bahwa pemberian makanan selain asi pada bayi yang baru saja dilahirkan akan berdampak buruk pada pencernaan bayi.

Lantas, benarkah anggapan-anggapan yang ramai dimasyarakat seputar susu formula? Yuk simak penjelasannya.

Bayi yang mengkonsumsi susu formula akan memiliki berat badan yang berlebih.
Anggapan ini pada dasarnya tidak 100% benar. Kegemukan atau obesitas yang terjadi pada bayi Anda karena ada faktor lain yang juga ikut berperan. Beberapa faktor tersebut diantaranya gula yang Ibu berikan ketika membuatkan susu formula terlalu banyak. Mungkin saja ibu telah memilih susu formula untuk tambah berat badan bayi sehingga membuat bayi ibu cepat gemuk

Bayi yang malas bergerak, atau tidak aktif juga dapat menyebabkan kegemukan. Ditambahlagi dengan selera makan bayi yang tidak dapat dibendung oleh orang tua. Biasanya orang tua yang menginginkan anaknya sehat akan memberikan makan yang terlampau banyak. Akibatnya, bayi akan keterusan memiliki hobi makan.

 Baca: Cara ampuh meningkatkan berat badan bayi

Bayi yang mengkonsumsi susu formula akan lebih sering sakit ketimbang bayi yang diberikan asi eksklusif
Asi pertama yang diberikan seorang ibu kepada bayinya setelah dilahirkan dipercaya akan menjaga daya tahan tubuh bayi terhadap serangan penyakit. Dalam dunia medis, asi yang pertama kali keluar disebut dengan istilah kolostrum. Hal ini telah dipercaya oleh banyak ibu. Oleh karena itu wajar bila setiap ibu berlomba-lomba untuk dapat memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya.

Kekebalan tubuh bayi pada dasarnya tidak hanya disebabkan karena konsumsi kolostrum saat pertama kali menyusu. Tidak jarang kita jumpai bayi yang mengkonsumsi asi eksklusif lebih sering sakit ketimbang bayi yang mengkonsumsi susu formula.

Banyak variabel atau faktor yang mempengaruhi kekebalan tubuh bayi. Agar lebih jelas, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara medis untuk mengetahui kondisi bayi secara menyeluruh.

Bayi yang mengkonsumsi susu formula akan lebih sering kentut
Sebenarnya bersendawa dan buang kentut adalah hal yang wajar terjadi. Bayi yang mengkonsumsi asi secara eksklusif juga sering mengeluarkan kentut dan bersendawa ketika makanan ibu menyusui tidak diperhatikan dengan baik.

Bila bayi Anda sering buang kentut dan gas ketika minum susu formula, maka sebaiknya ganti susu formula yang biasa Anda berikan dengan merk susu formula yang lain.

Penggunaan botol dan porsi yang diberikan kepada bayi juga menjadi salah satu penyebab bayi Anda sering buang kentut dan bersendawa.

Bayi yang minum susu formula tidak sepandai bayi yang minum asi secara eksklusif
Dalam hal kepandaian bayi Anda, banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Anak yang memiliki IQ tinggi jika tidak rajin belajar juga tidak mengerti (pandai). Melihat kepandaian bayi atau anak Anda tidak dapat dilihat hanya dari nilai-nilai yang diperolehnya. Setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Bisa jadi anak Anda dalam hal akademik memiliki nilai yang jelek, akan tetapi pada praktiknya, anak Anda jauh lebih unggul dari pada anak yang hanya mampu berteori.

Sebagai orang tua, kewajiban Anda untuk mencari tau potensi anak Anda dan berikan dukungan kepadanya untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Baca: Mencerdaskan bayi

Ikatan batin antara bayi dan ibu kurang terjalin bila minum susu formula
Ikatan batin antara ibu dan bayi terbentuk tidak hanya pada saat menyusui. Ketika Anda memberikan susu formula dengan menggendong, mencium, memeluk, atau sambil mengajaknya berbicara, ikan batin juga akan tetap terjalin.

Meskipun Anda memberikan asi secara eksklusif, bila hal itu diberikan lewat botol susu dan orang lain yang memberikan, mana mungkin ikatan batin akan terjalin? Malah akan mengurangi ikatan batin antara ibu dan anak.

Jadi jangan pernah salah paham mengenai ikatan batin antara ibu dan anak.

Meskipun anggapan mengenai susu formula tidak semuanya benar, pemberian asi secara eksklusif tetap menjadi pilihan utama ketimbang susu formula. Selain ekonomis dan higienis, masih banyak lagi manfaat ketika ibu memberikan asi secara eksklusif.

Bagi Anda yang tidak dapat memberikan asi secara eksklusif kepada bayi Anda, tidak usah berkecil hati. Tetap berikan susu formula dan pilihlah susu formula terbaik untuk bayi Anda. Berikan perhatian dan kasih sayang Anda dan ajarkanlah yang terbaik untuk bayi Anda.

Semoga dapat bermanfaat dan bagikanlah bila Anda rasa ibu yang lain juga harus mengetahui hal ini

Baca juga:
1. Sufor Terbaik untuk Bayi
2. Tips Memilih Sufor 
3. Sufor untuk Tambah Berat Badan Bayi 
4. Takaran Pemberian Sufor 
5. Fungsi AA dan DHA
Takaran Pemberian Susu Formula yang Benar dan Tepat untuk Bayi

Takaran Pemberian Susu Formula yang Benar dan Tepat untuk Bayi

Firdaus45.com  - Takaran susu formula yang pas untuk bayi - Pada dasarnya, pemenuhan nutrisi yang pas untuk bayi usia di bawah 6 tahun adalah asi eksklusif. Sedangkan untuk bayi usia 6 bulan -1 tahun pemberian asi secara eksklusif harus tetap berjalan sampai usia bayi menginjak 2 tahun. Namun, pada bayi usia 6 bulan - 2 tahun membutuhkan tambahan makanan untuk membuatnya merasa kenyang dan nutrisinya terpenuhi. Meskipun asi memiliki banyak nutrisi, namun saat bayi sudah melewati 6 bulan, bayi tidak bisa merasa kenyang jika hanya mengkonsumsi asi.

Pada dasarnya, asi adalah makan terbaik untuk perkembangan bayi anda. Selain itu, asi memiliki kandungan gizi yang tidak dapat dan tidak terdapat pada makanan lain yang ada di dunia. Keajaiban asi yang lain adalah, asi akan selalu menyesuaikan kebutuhan gizi sesuai dengan usia bayi. Namun, memang terkadang ada beberapa masalah bagi ibu menyusui terkait asi yang dimilikinya. Sehingga kebutuhan susu formula untuk memuhi kebutuhan gizi harian bayi tidak dapat dihindarkan. 



Takaran susu formula yang dibutuhkan setiap bayi berbeda-beda. Pemberian susu formula bergantung pada kondisi badan dan umur bayi. Bayi yang baru saja dilahirkan atau masih berumur di bawah 6 bulan, biasanya mengkonsumsi sekitar 30 ml susu setiap 2-3 jam. Bayi berumur sekitar 1-2 bulan mengonsumsi 30-60 ml setiap 3-4 jam. Saat bayi memasuki usia 2-6 bulan, biasanya mengonsumsi susu sebanyak 60-90 ml. Sedangkan, bayi berusia 6 bulan ke atas biasanya membutuhkan 90 ml atau lebih. Perhitungan tersebut bukanlah perhitungan yang baku jika bayi menginginkan asupan susu yang lebih maka ibu bisa berikan 30-60 ml susu sebagai tambahan.

Jika Anda kebingungan menentukan takaran susu formula yang pas untuk bayi Anda, sebaiknya gunakan botol susu bayi yang sesuai dengan umur bayi. Anda juga dapat menentukan takaran susu untuk bayi Anda dengan menggunakan rumus berikut: berat badan bayi x 2 x 2,2 x 30 ml. Dari hasil perhitungan tersebut akan diketahui berapa nilainya dan itu merupakan kebutuhan susu total dalam satu hari. Karena mungkin jumlahnya terlalu banyak untuk diminum dalam satu kali minum, Anda bisa membaginya dalam beberapa kali minum menggunakan botol susu sebagai penakarnya.

Takaran Saji Dari Semua Merk Susu Formula 

Susu SGM 0-6 Bulan



Seperti yang terlihat pada gambar, disitu sudah dijelaskan berapa takaran yang seharusnya kita berikan kepada bayi dalam setiap penyajiannya.
  1. Untuk bayi usia 0 - 0,5 sebanyak 3 sendok takar dengan air matang 90 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 7x dalam sehari dengan jumlah yang sama.
  2. Untuk bayi usia 0,5 - 1 sebanyak 4 sendok takar dengan air matang 120 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 6x dalam sehari dengan jumlah yang sama.
  3. Untuk bayi usia 2 bulan sebanyak 4 sendok takar dengan air matang 120 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 6x dalam sehari dengan jumlah yang sama
  4. Untuk bayi usia 3 bulan sebanyak 5 sendok takar dengan air matang 150 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 5x dalam sehari dengan jumlah yang sama. 
  5. Untuk bayi usia 4 bulan sebanyak 7 sendok takar dengan air matang 210 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 4x dalam sehari dengan jumlah yang sama. 
  6. Untuk bayi usia 5 bulan sebanyak 7 sendok takar dengan air matang 210 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 4x dalam sehari dengan jumlah yang sama.


Penting untuk menjadi perhatian dalam memberikan susu formula kepada bayi Anda. Sebelum memutuskan untuk memberikan susu formula kepada bayi Anda, terlebih dahulu sebaiknya Anda menyeleksi susu formula yang benar-benar cocok untuk bayi Anda. Ada beberapa kasus bahwa bayi alergi terhadap susu formula. Hal ini wajar terjadi karena alat pencernaan bayi dan kekebalan tubuh bayi yang masih rentan menjadikan bayi mudah terkena alergi dan penyakit. Memberikan susu formula jangan asal bayi senang dan kenyang. Susu formula yang bagus adalah susu formula yang mengandung kebutuhan gizi harian bayi, seperti AA dan DHA yang masih sangat dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi. Percuma saja Anda memberikan susu formula dengan merk termahal namun kebutuhan gizinya tidak tercukupi.

Susu Lactogen 2

Susu lactogen 2 adalah susu yang diperuntukkan untuk bayi usia 6-7 bulan ke atas. Susu lactoge merupakan salah satu susu formula terbaik untuk bayi. Karena susu lactogen ini membantu pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Susu lactogen 2 memiliki kandungan prebiotik FOS, kalsium dan zat besi. Di mana semua kandungan ini sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Menyajikan susu lactogen 2 sebenarnya cukup mudah. Anda tinggal mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Berikut ini adalah petunjuk penggunaan takaran susu lactogen 2 yang dapat Bunda terapkan di rumah.

Jika melihat petunjuk pada gambar, pemberian susu lactogen 2 dibedakan menjadi dua kategori usia. Pertama untuk usia 6 bulan dan yang kedua untuk usia 7 bulan ke atas.

Takaran Susu Lacotgen 2 untuk usia 6 bulan

Siapkan air hangat sebanyak 210 ml dan campurkan dengan 7 sendok takar yang telah disediakan pada kemasan. Takaran ini untuk sekali minum. Saran pemberian untuk bayi usia 6 bulan adalah sebanyak 5 kali dalam sehari dengan takaran seperti yang disebutkan tadi. Jangan lupa untuk memberikan selingan makanan sebnyak 1-2 kali dalam sehari. Pemberian makanan pendamping boleh disesuaikan dengan kondisi bayi.


Takaran Susu Lacotgen 2 untuk usia 7 bulan ke atas

Siapkan air hangat sebanyak 210 ml dan campurkan dengan 7 sendok takar yang telah disediakan pada kemasan. Takaran ini untuk sekali minum. Saran pemberian untuk bayi usia 6 bulan adalah sebanyak 4-3 kali dalam sehari dengan takaran seperti yang disebutkan tadi. Jangan lupa untuk memberikan selingan makanan sebnyak 1-2 kali dalam sehari.

Atau jika Anda dapat menggunakan takaran yang diberikan dalam setiap kemasan susu formula. Biasanya, pada kemasan tercantum informasi mengenai takaran untuk setiap jenis susu sesuai dengan golongan usia. Namun jika Anda ragu, lebih baik berkonsultasi dengan dokter Anda.

Baca juga:
1. Tips memilih susu terbaik untuk bayi
2. Sufor Terbaik untuk Bayi 
3. Sufor untuk Tambah Berat Bayi 
4. Fungsi AA dan DHA Bagi Perkembangan Bayi 
5. Tips Memilih Dot dan Botol Susu untuk Bayi
Tips Memilih Dot Botol Susu untuk Bayi

Tips Memilih Dot Botol Susu untuk Bayi

Firdaus45.com - Memilih Dot dan Botol Susu Bayi - Dot dan botol susu digunakan apabila ibu tidak memiliki cukup asi untuk memenuhi nutrisi bayi. Dot dan botol susu juga digunakan ketika bayi sudah tidak lagi mengkonsumsi asi atau telah disapih karena sudah 2 tahun masa menyusui.

Dot dan botol susu sekarang ini sangat beragam jenisnya yang terkadang membuat kita kesulitan memilih mana yang baik digunakan oleh bayi. Kenapa kita harus selektif memilih dot dan botol susu yang akan digunakan sebagai tempat susu bayi? Selektif dalam memilih disebabkan karena tidak semua bahan plastik atau silikon yang digunakan untuk membuat dot dan botol susu layak digunakan oleh bayi, apalagi digunakan untuk menaruh makanan yang masuk ke dalam pencernaan bayi. Bisa menjadi bahaya apabila partikel-partikel yang terdapat botol susu terlepas dan ikut masuk ke dalam tubuh bersama dengan susu yang diminum bayi.


Dot dan Botol Susu untuk Bayi

Berikut ada beberapa tips ketika Anda hendak memilih dot dan botol susu untuk bayi.
  •  pilihlah dot dengan bahan dasar silikon, penggunaan karet untuk dot dapat menyebabkan alergi pada bayi
  • pilihlah dot yang sesuai dengan ukuran makan bayi. Ada berbagai macam ukuran dot, ada yang memiliki lobang dot kecil dan ada juga dot yang berlubang besar
  • untuk botol susu, pilihlah yang berbahan kaca atau produk yang telah tersertifikasi BPA-free.
  • pilih botol susu dengan bentuk yang mudah dibersihkan. Botol susu dengan bentuk yang aneh-aneh akan menyulitkan Anda dalam membersihkannya. Ketika botol susu tidak dibersihkan dengan baik, dikhawatirkan sisa-sisa susu akan menimbulkan alergi pada bayi. Dampak buruk lainnya dapat menyebabkan diare dan gangguan pencernaan pada bayi karena adanya kuman pada botol susu.
  • pilihlah botol susu yang memiliki katup udara sehingga bayi Anda tidak mudah tersedak ketika sedang minum susu dengan botol susu miliknya.
  • pilihlah dot yang memiliki bentuk seperti payudara 
Baca juga:
1. Tips memilih susu terbaik untuk bayi
2. Sufor Terbaik untuk Bayi 
3. Sufor untuk Tambah Berat Bayi 
4. Fungsi AA dan DHA Bagi Perkembangan Bayi 
5. Takaran Pemberian Sufor yang baik 

    Pentingnya AA dan DHA Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi

    Firdaus45.com - Fungsi AA dan DHA Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi - Bagi sebagian orang, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah AA dan DHA yang ramai beredar saat iklan susu di televisi. Banyak merk susu dan makanan khusus untuk bayi mencatumkan label yang menyebutkan bahwa di dalam kemasan tersebut mengandung AA dan DHA. Mungkin Anda bertanya, sebenarnya untuk apa fungsi AA dan DHA bagi bayi?

    Sekilas Mengenai AA dan DHA
    AA atau asam arakidonat (arachidonic acid ) dan DHA atau asam dekosaheksaenoat (docosahexaenoic acid) merupakan asam lemak rantai panjang. DHA memiliki rantai karbon 22 dengan 6 ikatan rangkap yang juga termasuk ke dalam kelompok asam lemak omega 3. Sedangkan AA memiliki rantai karbon 20 dengan 4 ikatan rangkap yang termasuk ke dalam kelompok asam lemak omega 6. Penamaan omega sebenarnya didasarkan pada ikatan rangkap atom C yang terdapat di dalam suatu senyawa atau zat. Dikatakan omega 3 berarti di dalam rantai karbon terdapat ikatan rangkap atom C pada nomor 3 begitu juga halnya dengan Omega 6.

    Pentingnya AA dan DHA bagi Perkembangan Otak Bayi dan Janin - Republika.co.id

    Dalam tubuh manusia, DHA merupakan bagian penyusun utama dari otak dan retina. Hampir sekita 97% penyusun otak merupakan asam lemak omega 3. Sedangkan pada retina, hampir 93% asam lemak omega 3 menjadi penyusun utama. Lebih jelasnya dapat anda penjelasannya pada laman eurekalert.org. Sehingga jelas bagi kita bahwa kebutuhan DHA bagi tubuh seseorang sangat penting, khususnya bagi ibu hamil dan bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan sangat membutuhkan DHA tersebut. Dengan memenuhi kebutuhan DHA selama masih dalam kandungan dan selama masa perkembangan setelah melahirkan akan menjaga perkembangan otak bayi Anda.

    Sama halnya dengan DHA, AA juga merupakan senyawa yang memiliki peranan penting dalam perkembangan otak. Selain itu AA juga berperan dalam pembentukan senyawa yang mirip hormon yang bernama eicosanoids. Eicosanoids berfungsi sebagai zat imunitas yang menjaga dari berbagai penyakit, pembekuan darah, dan fungsi vital lainnya dalam tubuh.

    Tips Memenuhi Kebutuhan AA dan DHA pada ibu hamil dan bayi. 
    Memenuhi kebutuhan AA dan DHA dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan dengan menu yang beragam dan kaya akan gizi. Beberapa sumber makanan yang memiliki kandungan DHA diantaranya
    1. Algae - algae merupakan sumber utama DHA yang ada pada ikan. Ikan yang mengkonsumsi algae akan menjadikan ikan tersebut menjadi kaya akan DHA.
    2. Ikan salmon, makarel, tuna, halibut,
    3. Minyak ikan
    4. Unggas
    5. Kuning telur
    Kacang walnut merupakan sumber ALA (Alpha linolenic acid) dan bukan merupakan sumber DHA. ALA adalah zat penyusun DHA yang diubah di dalam tubuh menjadi DHA. Pengubahan ALA menjadi DHA dipengaruhi oleh faktor usia, kesehatan, gender, dan pola makan. Sehingga tubuh setiap orang memiliki perbedaan masing-masing dalam kecepatan mengubah zat ALA menjadi DHA. Sedangkan beberapa sumber makanan yang kaya akan kandungan AA diantaranya adalah daging, telur dan susu.

    Kandungan AA dan DHA dalam Susu Formula
    Dari hasil sebuah penelitian mengemukakan bahwa AA dan DHA secara alami terkandung di dalam ASI. Oleh karena itu, pemberian asi secara eksklusif sangat penting sekali mengingat kebutuhan AA dan DHA bagi perkembangan otak, retina dan kekebalan tubuh bayi usia 0 - 2 tahun. Pemberian asi secara eksklusif saat bayi berusia 0 - 6 bulan dan dilanjutkan sampai usia bayi menginjak 1 tahun sangat penting sekali. Pada bayi usia 0 -  1 tahun kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi hanya dengan memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. Ketika usia bayi mulai beranjak dari 1 - 2 tahun, jangan berhenti dalam memberikan asi. Meskipun harus memberikan makanan pendamping asi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi bayi, pemberian asi jangan dihentikan. Pemberian asi boleh dihentikan ketika bayi sudah melewati usia 2 tahun.

    Permasalahan yang muncul ketika seorang ibu yang baru saja melahirkan tidak dapat memproduksi asi, maka langkah yang paling tepat adalah dengan memberinya susu formula yang sesuai dengan kondisi tubuh bayi (Baca: susu formula yang sesuai dengan kondisi bayi). Tidak semua susu formula bagus untuk bayi, ada sebagian bayi yang alergi terhadap susu formula karena kandungan yang terdapat di dalam susu formula tersebut.

    Penting untuk diingat! bahwa susu formula tidak dapat menggantikan peran asi secara eksklusif.
    Pembuatan susu formula berasal dari susu sapi dengan kandungan AA dan DHA tidak setinggi AA dan DHA yang terdapat di dalam ASI. Oleh karena sebab itu, banyak produsen susu yang sengaja menambahkan kandungan AA dan DHA sebanyak 0,2 sampai 0,5% dalam susu formula kemasan yang beredar di pasaran. Pemberian AA dan DHA dalam susu formula untuk bayi seharusnya sesuai proporsinya mendekati asi supaya memberikan efek yang optimal untuk perkembangan otak, dan kekebalan tubuh janin, bukan malah menimbulkan efek yang negatif ketika dikonsumsi oleh bayi.

    Meskipun memiliki kandungan yang hampir mirip, susu formula tetap bukan menjadi rekomendasi utama pengganti asi. Banyak sekali manfaat yang diperoleh ketika seorang ibu memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya. Salah satu manfaat yang diperoleh adalah kedekatan batin yang semakin erat antara ibu dan bayi. Sehingga bila asi anda tidak keluar, tetaplah menyodorkan asi Anda untuk dihisap bayi Anda. Untuk lebih jelas bagaimana proses pembentukan asi, dapat Anda baca pada artikel Proses pembentukan asi. Jika Anda ingin mengetahui mengapa Anda harus memberikan asi secara eksklusif pada bayi Anda, baca artikel mengenai Segudang manfaat pemberian asi secara eksklusif. Semoga artikel ini dapat membantu Anda

    Artikel Seputar susu formula lainnya
    1. Sufor Terbaik untuk Bayi
    2. Tips Memilih Susu Formula 
    3. Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi
    4. Tips Memilih Dot dan Botol Susu untuk Bayi 
    5. Takaran Pemberian Susu Formula