Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Psoriasis dan Solusi Penanganan Psoriasis (Peradangan Kulit Menahun)


Firdaus45 - Psoriasis adalah peradangan pada kulit yang terjadi selama bertahun-tahun (radang kulit yang menahun). Tanda umum psoriasis adalah adanya ruam merah pada kulit bagian siku, lutut dan kepala. Seringkali juga disertai dengan rasa gatal.

Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bagian kulit yang lain dapat terserang psoriasis bila kondisinya sudah sangat parah. 

Perlu Anda ketahui bahwa serpihan kering seperti sisik kulit pada area psoriasis merupakan hasil dari proliferasi sel kulit yang terlalu cepat. Proliferasi sel kulit dipicu oleh peradangan akibat bahan kimia yang diproduksi oleh sel darah putih yang disebut dengan limfosit.

Psoriasis ini dianggap sebagai suatu kondisi peradangan kulit yang menahun dan tidak bisa disembuhkan. Terkadang kondisi kulit penderita psoriasis akan membaik dalam beberapa waktu, kemudian kembali memburuk. Penderita psoriasis divonis tidak dapat sembuh secara spontan, banyak dari mereka mengalami kondisi kulit yang semakin memburuk apabila cuaca sedang dingin, seperti musim hujan, musim dingin.

Psoriasis menyerang hampir pada semua ras manusia dan juga semua jenis kelamin. Mulai dari bayi hingga lansia semuanya memiliki kemungkinan terkena psoriasis (peradangan kulit yang menahun).




Hasi riset baru-baru ini menyatakan bahwa penderita psoriasis cenderung memiliki penyakit diabetes, kolesterol, penyakit kardiovaskular dan beberapa penyakit peradangan lainnya. Dimana hal ini menandakan bahwa tubuh penderita psoriasis tidak mampu menanggulangi peradangan di dalam tubuhnya.

Faktor apa sajakah yang menyebabkan Psoriasis?

Secara pasti, psoriasis tidak dapat diketahui apa penyebabnya. Namun, faktor genetik dan lingkungan diindikasikan menjadi penyebab persebaran peradangan kulit yang menahun ini. Hal ini disebabkan karena penderita psoriasis juga akan ditemukan pada anggota keluarga yang sama. 

Sisitem kekebalan tubuh dalam melawan peradangan dalam tubuh disinyalir memainkan peran yang cukup penting dalam menekan pertumbuhan psoriasis ini. Selama kurang lebih 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa psoriasis merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi misteri, baik penyebab serta penyembuhannya.

Fakta Seputar Psoriasis

  1. Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang meradang.
  2. Psoriasis plak adalah bentuk psoriasis yang paling umum.
  3. Penderita Obesitas, diabetes dan penyakit jantung merupakan yang lebih sering mengalami psoriasis
  4. Psoriasis dimulai oleh pemicu lingkungan tertentu
  5. Psoriasis diwariskan melalui gen
  6. Meskipun gejala dan tanda bervariasi, itu termasuk plak merah, penskalaan gatal, kulit tinggi yang mempengaruhi siku, lutut dan kulit kepala.
  7. Psoriasis tidak menular.
  8. Psoriasis menjadi lebih baik dan lebih buruk secara spontan dan dapat memiliki remisi berkala (kulit bening).
  9. Psoriasis dapat dikontrol dengan pengobatan.
  10. Psoriasis saat ini tidak bisa disembuhkan.
  11. Ada banyak terapi baru yang menjanjikan, termasuk obat biologis baru.

Tipe Psoriasis

Pengobatan psoriasis sangat bergantung pada jenis-jenis psoriasis yang diderita. Berikut ini adalah beberapa jenis atau tipe psoriasis yang seringkali diderita seseorang.

1. Psoriasis Plak
Psoriasis tipe ini adalah yang paling umum dijumpai. Bagian kulit yang memiliki warna merah secara berkala akan terangkat sehingga menimbulkan serpihan putih. Psoriasis jenis ini pada umumnya muncul di daerah kepala, siku, lutut, dan juga punggung bawah.

Solusi penangan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah psoriasis yaitu:


1. Gunakan krim pelembab
Penggunaan krim yang tebal seperti jeli minyak atau pelembab lainnya dapat menahan air tetap berada pada kulit. Hal ini dapat membantu Anda mengurangi kemerahan pada kulit.

2. Gunakan Cuka Apel untuk Kulit Kepala
Gunakan cuka apel pada kulit kepala setidaknya 2-3 kali dalam seminggu.

Boleh dicampur air atau hanya cuka apel. Penggunaan cuka apel ini dapat melegakan kulit kepala Anda. Bilas kulit kepala anda bila minyaknya sudah terasa mengering.

Jangan gunakan cuka apel pada saat kulit kepala anda sedang terluka, karena anda akan merasakan sensasi terbakar bila terkena daerah yang terluka.

3. Berjemur di Pagi hari
Sinar Ultraviolet B dapat membantu Anda melawan Psoriasis yang Anda milkki.

Berjemurlah kuranglebih 5-10 menit sehari. Jangan lupa gunakan krim tabir surya pada area kulit yang tidak terkena psoriasis, jangan terlalu lama berjemur karena bila terlalu lama, resiko kanker kulit juga akan semakin meningkat.
Sumber:
  1. https://www.medicinenet.com/psoriasis/article.htm
  2. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/ss/slideshow-home-remedies-for-psoriasis
Abses Gigi dan Cara Mengobatinya

Abses Gigi dan Cara Mengobatinya

Firdaus45.com - Abses gigi adalah munculnya benjolan-benjolan yang berisi nanah pada gigi. Munculnya gumpalan nanah ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Abses gigi biasanya muncul pada ujung akar gigi (abses periapikal).

Abses gigi sering dijumpai pada orang yang kurang pandai dalam merawat kesehatan giginya. Misalnya jarang cuci mulut, sikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan. Bila tidak segera ditangani, kumpulan nanah tersebut akan membuat gigi terasa nyeri.

Sebenarnya, mencegah abses gigi ini sangat mudah sekali. Caranya yaitu menyikat gigi secara rutin atau membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi yang direkomendasikan.

Untuk perawatan lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kesehatan gigi anda ke dokter gigi untuk menghindari kerusakan gigi yang lebih parah lagi.

Bila seseorang menderita abses gigi biasanya akan menunjukkan gejala seperti berikut ini
  1. Demam
  2. Terasa nyeri atau nyilu pada saat mengunyah dan menggigit.
  3. Pipi dan wajah terasa membengkak
  4. Bila rasa nyeri sudah parah, akan terasa berdenyut dan dapat menyebar ke tulang rahan, leher maupun telinga
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian bawah rahang, dan leher yang disertai dengan rasa nyeri
  6. Adanya Aroma yang tidak enak ketika abses gigi pecah secara tiba-tiba. Bila terkena lidah, biasanya akan terasa rasa busuk serta rasa asin.
  7. Wajah dan mulut terlihat memerah.
  8. Sensitif pada perubahan suhu.


Penyebab dan Faktor Risiko Abses Gigi
Abses gigi dapat muncul dikarenakan adanya aktivitas bakteri pada rongga mulut yang berkembang tanpa terkendali. Bakteri ini perlahan akan menyebar ke jaringan lunak dan tulang wajah juga leher.

Bakteri masuk ke dalam pulpa gigi melalui rongga gigi atau retakan pada gigi penderita. Di dalam pulpa gigi sendiri terdapat beberapa pembuluh darah, saraf serta jaringan ikat.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan abses gigi pada seseorang menjadi lebih parah diantaranya yaitu:

  1. Konsumsi gula yang berlebihan. Gula yang dikonsumsi secara berlebihan baik yang terkandung di dalam makanan maupun minuman dapat menyebabkan gigi berlubang. Bila dibiarkan, lubang gigi akan menyebabkan abses gigi.
  2. Tidak dapat menjaga kebersihan gigi. Gigi atau gusi yang tidak dibersihkan dengan baik akan menyebabkan beberapa masalah gigi, misalnya gusi bengkak dan juga kemungkinan abses gigi.


Pengobatan dan Komplikasi Abses Gigi
Pada umumnya, bila seseorang menderita abses gigi akan diobati dengan beberapa langkah berikut ini:

  1. Membuat sayatan kecil pada benjolan yang disebabkan abses gigi. Sayatan ini akan dapat menghilangkan infeksi akibat bakteri.
  2. Pengeboran. Dokter akan mengebor ke bagian bawah gigi, mengangkat jaringan lunak yang menjadi pusat infeksi, serta mengeringkan abses. Cara ini dapat menghilangkan infeksi dan menyelamatkan gigi pasien.
  3. Konsumsi antibiotik. Antibiotik digunakan apabila infeksi akibat abses gigi telah menyebar ke gigi yang lainnya, atau sudah menimbulkan gejala lain. Penyuntikan antibiotik bertujuan agar bakteri tidak menyebar.
  4. Cabut gigi. Mencabut gigi adalah pilihan terakhir apabila gigi sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Bila tidak, maka gigi yang lain juga akan beresiko mengalami rusak yang sama.


Abses gigi yang tidak segera ditangani akan beresiko menyebabkan beberapa infeksi pada bagian rahang, leher maupun kepala. Dan yang lebih parah juga akan terkena sepsis. Infeksi mematikan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Segeralah periksakan diri anda apabila mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas. Atikel ini bukanlah diagnosis final untuk masalah gigi anda. Sehingga jangan lakukan sesuatu yang malah dapat menyebabkan masalah gigi anda menjadi semakin parah. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga: Cara menyembuhkan gusi bengkak
Kenali Gejala, dan Perawatan Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Kenali Gejala, dan Perawatan Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Apa itu Diabetes Tipe 2?


Firdaus45.com - Penyakit Diabetes tipe 2 merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, berapapun usianya. Gejala penyakit diabetes tipe 2 ini seringkali terlewatkan oleh penderita maupun keluarga. Hal ini disebabkan karena gejala diabetes tipe 2 yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan seperti flu, demam, sakit kepala dll.

Diperkirakan satu dari setiap tiga orang dalam tahap awal diabetes tipe 2 tidak sadar bahwa mereka memilikinya.

Diabetes mengganggu kemampuan tubuh untuk memetabolisme karbohidrat menjadi energi, yang menyebabkan kadar gula darah tinggi. Kadar gula darah tinggi secara kronis ini akan meningkatkan risiko seseorang terkena masalah kesehatan yang serius.



Beberapa masalah kesehatan yang disebabkan karena kadar gula dalam darah meningkat secara kronis diantaranya:

  • Masalah saraf
  • Kehilangan visi
  • Kelainan sendi
  • Penyakit kardiovaskular
  • Koma diabetes (mengancam jiwa)


Gejala Diabetes Tipe 2

Meskipun gejala diabetes tipe 2 hampir mirip dengan gejala penyakit biasa, namun ada beberapa gejala yang dapat diindikasikan bahwa seseorang sedang terkena diabetes tipe 2 diantaranya:

Haus
Meskipun gejala yang ditunjukkan tidak dapat diketahui secara spesifik, peningkatan rasa haus adalah salah satu tanda dan gejala yang menjadi ciri khas kondisi seseorang terkena penyakit diabetes.

Rasa haus yang meningkat bisa menyertai gejala lain seperti sering buang air kecil, perasaan lapar yang tidak biasa, mulut kering, dan kenaikan berat badan atau kerugian.

Baca juga: Dampak buruk dehidrasi bagi kesehatan tubuh

Sakit kepala
Gejala lain yang bisa terjadi jika kadar gula darah tinggi tetap ada adalah kelelahan, penglihatan kabur, dan sakit kepala.

Infeksi
Seringkali, diabetes tipe 2 hanya diidentifikasi setelah konsekuensi kesehatan negatifnya terlihat. Infeksi dan luka tertentu yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh adalah tanda peringatan. Tanda lain yang mungkin termasuk infeksi ragi sering atau infeksi saluran kemih dan kulit gatal.

Disfungsi Seksual
Masalah seksual bisa terjadi akibat diabetes tipe 2. Karena diabetes dapat merusak pembuluh darah dan saraf pada organ s3ks, sensasi berkurang bisa berkembang, berpotensi menimbulkan kesulitan dengan org4sm3. Kekeringan v4gin4 pada wanita dan impotensi pada pria adalah komplikasi diabetes lainnya. Perkiraan menunjukkan bahwa antara 35% dan 70% pria dengan diabetes akhirnya akan menderita impotensi. Statistik untuk wanita menunjukkan bahwa sekitar sepertiga wanita dengan diabetes akan memiliki beberapa jenis disfungsi seksual.



Faktor Resiko Apakah yang Menjadi Pemicu Diabetes Tipe 2?

Faktor risiko tertentu yang terkait dengan pilihan gaya hidup dan kondisi medis dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes tipe 2. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas, terutama di sekitar pinggang
  • Kurang latihan
  • Mengkonsumsi makanan yang tinggi dalam olahan daging, lemak, permen, dan daging merah
  • Trigliserida tingkat di atas 250 mg / dL
  • Kadar kolesterol HDL "baik" (di bawah 35 mg / dL)

Faktor Risiko Diabetes Tipe 2 yang Diwarisi
Beberapa faktor risiko diabetes tidak bisa dikendalikan. Orang Hispanik, penduduk asli Amerika, orang Asia, dan orang Afrika Amerika memiliki risiko lebih tinggi daripada rata-rata terkena diabetes. Memiliki riwayat keluarga (orang tua atau saudara kandung) dengan diabetes meningkatkan risiko Anda. Mereka yang berusia di atas 45 memiliki risiko diabetes tipe 2 lebih tinggi daripada orang muda.

Resiko Diabetes Tipe 2 Wanita
Wanita yang mengalami diabetes gestasional pada kehamilan memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari. Hal yang sama berlaku untuk wanita yang memiliki bayi lebih besar dari 9 kilogram.

Polycystic Ovary Syndrome
Sindrom ovarium polikistik adalah masalah kesehatan yang ditandai oleh banyak kista kecil di ovarium, periode tidak teratur, dan hormon androgen tingkat tinggi. Karena salah satu gejala sindrom ovarium polikistik adalah resistensi insulin, wanita dengan kondisi ini dianggap berisiko tinggi terkena diabetes juga.

Bagaimana Insulin Bekerja?
Insulin adalah hormon yang memungkinkan tubuh untuk secara efisien menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Setelah karbohidrat dipecah menjadi gula di perut, glukosa memasuki sirkulasi darah dan merangsang pankreas untuk melepaskan insulin dalam jumlah yang tepat. Insulin memungkinkan sel tubuh menyerap glukosa sebagai energi.

Baca juga: Inilah alasan mengapa hormon insulin sangat penting bagi tubuh

Resistensi Insulin
Pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh tidak dapat mengambil glukosa dengan benar, menyebabkan kadar glukosa dalam darah tinggi. Resistensi insulin berarti meski tubuh bisa memproduksi insulin, sel tubuh tidak merespon dengan benar terhadap insulin yang dibuat. Seiring waktu, pankreas mengurangi jumlah insulin yang dihasilkannya.

Bagaimana Diabetes Tipe 2 Didiagnosis
Tes hemoglobin A1c mengukur jumlah hemoglobin glikosilasi (hemoglobin yang terikat glukosa) dalam darah Anda dan memberikan informasi tentang kadar glukosa darah rata-rata Anda selama 2 sampai 3 bulan sebelumnya. Tingkat hemoglobin A1c lebih dari 6,5% merupakan gejala diabetes. Tes diagnostik lainnya adalah tes glukosa darah puasa. Jika tingkat glukosa darah puasa Anda lebih dari 126, ini menetapkan bahwa diabetes hadir. Kadar gula darah acak di atas 200 juga konsisten dengan diabetes.

Perawatan Diabetes Tipe 2


Diet
Menjaga kontrol yang baik terhadap kadar gula darah dapat membantu mengurangi risiko terkena komplikasi diabetes. Dokter Anda dapat merujuk Anda ke ahli gizi atau ahli diabetes yang terdaftar untuk membantu Anda merumuskan rencana makan yang sehat. Banyak orang dengan diabetes tipe 2 perlu memantau asupan karbohidrat dan mengurangi kalori. Menonton konsumsi lemak dan protein total juga dianjurkan.

Baca juga: Cara alami menurunkan berat badan

Olahraga
Olahraga teratur, termasuk berjalan kaki, bisa membantu penderita diabetes tipe 2 menurunkan kadar glukosa darahnya. Aktivitas fisik juga mengurangi lemak tubuh, menurunkan tekanan darah, dan membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Dianjurkan agar penderita diabetes tipe 2 mendapatkan 30 menit olahraga ringan setiap hari.

Baca juga: Olahraga penurun kolesterol tinggi

Mengurangi stres
Stres sangat mengkhawatirkan bagi penderita diabetes. Stres tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tapi juga bisa meningkatkan kadar glukosa darah. Banyak penderita diabetes menemukan bahwa teknik relaksasi dapat membantu mengatasi kondisi mereka. Contohnya adalah visualisasi, meditasi, atau latihan pernapasan. Mengambil keuntungan dari jaringan dukungan sosial juga sangat membantu, seperti berbicara dengan saudara atau teman, anggota pendeta, atau konselor.

Obat-obatan oral
Pengobatan oral direkomendasikan untuk penderita diabetes tipe 2 yang tidak dapat mengendalikan gula darah dengan baik dengan diet dan olah raga. Banyak jenis obat diabetes oral tersedia, dan ini dapat digunakan dalam kombinasi untuk hasil terbaik. Beberapa meningkatkan produksi insulin, yang lain memperbaiki penggunaan insulin tubuh, sementara yang lain sebagian memblokir pencernaan pati.

Insulin
Beberapa penderita diabetes tipe 2 juga mengkonsumsi insulin, terkadang dikombinasikan dengan obat oral. Insulin juga digunakan dalam "kegagalan sel beta", suatu kondisi di mana pankreas tidak lagi memproduksi insulin sebagai respons terhadap peningkatan kadar glukosa darah. Hal ini bisa terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Jika insulin tidak diproduksi, diperlukan penanganan insulin.

Suntikan Non-Insulin
Ada obat non-insulin lain yang diberikan dalam bentuk suntikan yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2. Contohnya adalah pramlintide (Symlin), exenatide (Byetta), dan liraglutide (Victoza). Obat ini merangsang pelepasan insulin.

Menguji Gula Darah Anda
Dokter Anda bisa menyarankan seberapa sering Anda harus menguji glukosa darah Anda. Pengujian dapat memberi gambaran bagus tentang sejauh mana diabetes Anda terkendali dan dapat memberi tahu Anda jika rencana pengelolaan Anda perlu diubah.

Waktu untuk Menguji Gula Darah

  • di pagi hari
  • Sebelum dan sesudah makan
  • Sebelum dan sesudah berolahraga
  • Sebelum tidur


Diabetes Tipe 2 dan Serangan Jantung
Sekitar dua dari setiap tiga orang penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung. Seiring waktu, kadar gula darah yang meningkat merusak pembuluh darah, yang menyebabkan peningkatan risiko penggumpalan darah. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung. Penderita diabetes juga berisiko tinggi terkena stroke karena kerusakan pembuluh darah.

Resiko Ginjal Terkait Diabetes Tipe 2
Risiko untuk mengembangkan penyakit ginjal kronis meningkat seiring dengan waktu pada penderita diabetes. Diabetes adalah penyebab paling umum gagal ginjal, yang merupakan sekitar 44% kasus. Menjaga diabetes terkendali dapat mengurangi risiko gagal ginjal. Obat juga digunakan untuk mengurangi risiko penyakit ginjal pada penderita diabetes.

Diabetes Tipe 2 dan Kerusakan Mata
Retinopati diabetik merusak pembuluh darah kecil di dalam retina mata karena kadar gula darah tinggi dari waktu ke waktu. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan progresif dan permanen. Retinopati diabetik adalah penyebab paling umum dari kebutaan baru pada orang berusia antara 20 dan 74. Gambar ini menunjukkan genangan darah, atau perdarahan, di retina.

Diabetes Tipe 2 dan Nyeri Saraf
Kesemutan, mati rasa, dan sensasi "pin dan jarum" adalah semua gejala neuropati diabetes, atau kerusakan saraf yang berkaitan dengan diabetes. Hal ini paling sering terjadi pada tangan, kaki, jari tangan, atau jari kaki. Mengontrol diabetes dapat membantu mencegah komplikasi ini.

Kerusakan Kaki dan Diabetes Tipe 2
Kerusakan saraf akibat diabetes bisa membuat sulit merasakan luka pada kaki. Pada saat bersamaan, kerusakan pembuluh darah bisa mengurangi sirkulasi di kaki penderita diabetes. Sakit yang sembuh buruk dan bahkan gangren adalah komplikasi diabetes yang bisa terjadi di kaki. Amputasi mungkin terjadi pada kasus yang parah.

Pencegahan Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 dapat dicegah pada banyak pasien. Paling tidak, adalah mungkin untuk mengurangi kejadian komplikasi diabetes dengan mengonsumsi makanan sehat, berolahraga sedang, dan menjaga berat badan yang sehat. Ini juga bermanfaat bagi orang-orang yang berisiko diskrining diabetes dan prediabetes, sehingga manajemen dapat dimulai sejak dini dalam perjalanan penyakit. Hal ini mengurangi risiko masalah jangka panjang.

Kenali Gejala DBD Pada Anak Sebelum Bertambah Parah


Gejala Demam Berdarah - Pengetahuan seputar DBD baik gejala dan penyebabnya penting sekali dimiliki oleh setiap orang tua di rumah.

Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang tergolong berbahaya dan seringkali menjadi ancaman di Indonesia.

DBD atau Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti.

Nyamuk aedes aegypti berkembang biak di air bersih yang menggenang, baik di dalam maupun di luar rumah. Nyamuk ini suka hinggap di baju-baju yang tergantung dan banyak bersarang di tempat-tempat yang sanitasinya buruk.

Di Indonesia, angka kejadian penderita DBD masih tergolong tinggi. Di Indonesia, penyakit DBD tersebar hampir di seluruh provinsi. Karena dianggap serius, pemerintah selalu mencanangkan pengendalian DBD, akan tetapi, penyakit ini masih sering muncul dan penderita yang paling banyak adalah pada usia anak-anak.



Kondisi tubuh dengan daya tahan tubuh yang masih lemah terhadap serangan virus membuat anak-anak lebih mudah terkena penyakit DBD. Pada kasus yang tidak ditangani dengan cepat dan sigap, DBD dapat menyebabkan kematian.

Kematian pada penyakit ini biasanya dikarenakan keterlambatan penanganan akibat kurang waspadanya keluarga maupun masyarakat dalam mengenali gejala awal demam berdarah. Padahal jika ditangani lebih awal, angka kematian akibat DBD sebenarnya sangat kecil.

Beberapa Gejala DBD pada Anak yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai

Pencegahan adalah obat paling mujarab dalam menjaga kesehatan keluarga. Oleh karena itu, sebagai orang tua sudah seharusnya selalu waspada terhadap semua gejala yang ditunjukkan pada anak.

Cepat tanggap dalam mengenali gejala penyakit DBD adalah kunci dari keberhasilan penanganan penderita DBD.

Berikut ini adalah gejala demam berdarah pada anak yang harus selalu Anda waspadai:

Demam
Ciri yang paling umum ditunjukkan dari gejala demam berdarah pada anak adalah demam. Demam sendiri merupakan respon alami dari tubuh dalam melawan virus dengue (virus yang menyebabkan DBD) yang ada di dalam tubuh. Demam itu sendiri diartikan sebagai kenaikan suhu tubuh yang melebihi suhu tubuh normal (lebih dari 38°C).

Setiap penderita demam berdarah biasanya akan mengalami demam secara tiba-tiba atau mendadak, padahal sebelumnya masih sehat-sehat saja. Bila pada balita, umumnya ditunjukkan dengan respon lesu atau tidak lagi banyak bersuara padahal sebelumnya masih ceria dan aktif.

Bila panas anak sudah lebih dari dua hari tidak turun meskipun sudah diberikan obat penurun panas, maka ada kemungkinan anak tersebut sedang mengalami demam berdarah. Pemeriksaan secara lanjut sangat dianjurkan agar dapat segera ditangani dengan baik.

Pola demam pada penyakit demam berdarah mirip seperti pelana kuda. Pada 3 hari pertama anak akan mengalami demam tinggi, kemudian hari ke-4 sampai ke-5 mengalami penurunan, dan hari ke-6 sampai ke-7 adalah fase penyembuhan. Yang harus diwaspadai adalah justru pada saat suhunya turun ini, karena jika suhu turun secara drastis dikhawatirkan merupakan tanda-tanda terjadinya syok. Oleh karena itu sebaiknya jangan ambil resiko, jika anak telah mengalami panas selama dua hari berturut-turut maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter atau ke sarana pelayanan kesehatan terdekat.

Demam yang diakibatkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes agypti sebenarnya tidak selalu menjadi demam berdarah. Jika seseorang memiliki ketahanan tubuh yang bagus, virus tersebut hanya akan menimbulkan DD (Demam Dengue) saja. Dan DD ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan atau perawatan khusus. Tetapi jika ketahanan tubuh seseorang sedang menurun, maka virus dengue dapat menimbulkan DBD karena telah terjadi kebocoran plasma darah. Kondisi inilah yang memerlukan penanganan medis segera. Sebab jika tidak cepat ditangani, DBD dapat meningkat statusnya menjadi DSS (Dengue Shock Syndrome) yang berpotensi menimbulkan kematian.

Baca juga:

  1. Pertolongan pertama saat bayi demam
  2. Kenali demam pada bayi


Pusing/sakit kepala
Pusing/sakit kepala juga merupakan gejala DBD pada anak yang sering dijumpai pada banyak kasus. Sakit kepala merupakan pertanda umum adanya perubahan fisiologis dari tubuh akibat masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh, dalam hal ini virus dengue yang ikut berpengaruh terhadap impuls pusat saraf sehingga menimbulkan pusing. Pusing biasanya disertai dengan rasa tidak nyaman pada badan sehingga harus banyak beristirahat.

Anak terlihat lemah dan pucat
Gejala DBD pada anak juga diperlihatkan dengan kondisinya yang lemah dan pucat. Anak biasanya langsung lesu, enggan beraktifitas, dan ingin selalu berbaring di tempat tidur. Badannya terasa lemah dan letih dengan wajah yang terlihat pucat. Pada usia balita, selain panas biasanya anak sering rewel dan selalu minta gendong ibu atau pengasuhnya. Ditambah lagi jika anak susah makan dan minum maka kondisinya akan semakin lemah.

Mual dan sakit perut
Mual dan sakit perut juga merupakan gejala DBD pada anak dikarenakan proses inflamasi virus di saluran pencernaan. Sakit perut yang sering dialami dalam berbagai kasus yaitu pada perut bagian atas atau sekitar ulu hati. Kondisi ini biasanya dibarengi dengan rasa mual atau muntah. Dengan adanya gejala ini pada umumnya nafsu makan anak menjadi sangat berkurang.

Ruam merah pada kulit atau terjadinya perdarahan
Ruam merah pada kulit adalah gejala DBD pada anak yang paling khas. Ruam merah ini merupakan tanda terjadinya perdarahan internal akibat kebocoran plasma darah di dalam tubuh. Jika masih fase awal, ruam merah ini biasanya agak susah dilihat sehingga perlu kejelian khusus untuk mengamatinya. Metode yang sering digunakan oleh tenaga kesehatan untuk melihat adanya ruam yang susah dilihat pada fase awal ini adalah dengan menggunakan test RL (Rumple Leed). Anda pun juga dapat mencobanya sendiri di rumah untuk memeriksanya, tetapi jika tidak merasa yakin maka sebaiknya diserahkan saja ke petugas kesehatan untuk melakukannya.

Cara melakukan test RL yaitu dengan menggunakan alat pengukur tensi darah (spygnomanometer), di mana penderita diukur dahulu tekanan darahnya, catat batas atasnya (sistole) dan batas bawahnya (diastole). Lalu tentukan angka pembendung/penahannya, yaitu ½ (sistole+diastole). Lalu naikkan lagi spygnomanometernya tetapi kali ini ditahan pada angka pembendung yang tadi telah dihitung. Tahan sampai sekitar 5 menit, lepaskan manset pada pengukur tensi, dan lihat di daerah sekitar lipatan sikunya apakah keluar ruam merah atau tidak. Cara merupakan metode manual untuk penjaringan (skrining) awal penderita DBD, untuk lebih validnya harus diikuti dengan test laboratorium.

Pada kasus yang lebih parah, ruam merah dapat terlihat jelas dan tersebar di sekujur tubuh penderita. Dapat pula terjadi perdarahan eksternal, misalnya terjadinya mimisan, muntah atau batuk disertai darah, atau BAB bercampur darah. Kondisi ini sangat membahayakan penderita dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis.

Syok
Syok adalah gejala demam berdarah pada anak dalam fase yang parah dan dapat menimbulkan kematian. Kondisi ini dinamakan sebagai DSS (Dengue Shock Syndrome) yang ditandai dengan suhu badan yang dingin (mudah dirasakan pada telapak tangan dan kaki), badan lemas, sianosis (kuku dan bibir membiru), dan terjadinya penurunan kesadaran.

Hasil laboratorium
Secara umum, baik pada anak maupun gejala DBD pada orang dewasa, dalam hasil laboratoriumnya biasanya ditemukan pemeriksaan trombosit darah yang kurang dari 100,000/ul, peningkatan hematokrit lebih dari 20% dibandingkan normal. Selain itu pada pemeriksaan antibodi (IgG dan IgM) ditemukan adanya virus dengue dalam darah penderita.

Pengobatan DBD adalah untuk memperbaiki kondisi pasien. Dokter biasanya akan merekomendasikan untuk rawat inap dengan tujuan utama untuk meningkatkan masukan cairan secara intensif, mengobati gejala/simptom, dan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya syok. Untuk penanganan awal gejala DBD pada anak, sebaiknya berikan anak minum sebanyak-banyaknya untuk menghindari terjadinya dehidrasi akibat kebocoran plasma darah, berikan obat penurun panas, dan setelah itu segera bawa ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan untuk penanganan medis lebih lanjut.
Waspadai Dampak Buruk Hipertensi Pada Kehamilan

Waspadai Dampak Buruk Hipertensi Pada Kehamilan

Firdaus45.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi pada saat hamil memang sangat beresiko dan membahayakan kehamilan. Akan tetapi, wanita hamil mengalami hipertensi juga banyak sekali dijumpai. Pada umumnya, ibu hamil yang mengalami hipertensi berusia di bawah 20 tahun dan di atas 40 tahun. (Baca: Kenali Penyebab, Gejala dan Langkah Pencegahan hipertensi)

Namun, dengan penanganan yang baik, hipertensi pada saat hamil tidak akan menimbulkan masalah yang serius. Sebaliknya jika hipertensi pada saat hamil dibiarkan begitu saja, akan menyebabkan praeklampasia.

Ibu hamil dikatakan sedang mengalami tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya di atas 140/90 mm Hg. (berarti 140 mmHg tekanan sistolik dan 90 mmHg tekanan diastolik)



Perlu diketahui beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan yang harus diwaspadai antara lain hipertensi kronik, hipertensi kronik dengan praeklamsia, hipertensi gestasional, praeklamsia dan eklamsia.

Dampak Buruk Apabila Hipertensi Tidak Segera Ditangani

Bila anda sedang hamil dan mengalami hipertensi, maka sebaiknya segeralah lakukan tindakan yang benar agar hipertensi anda tidak menimbulkan masalah bagi kehamilan anda.

Beberapa masalah yang berpotensi diakibatkan karena hipertensi tidak ditangani dengan serius diantaranya:

  • Berkurangnya aliran darah yang menuju plasenta. Bila kondisi ini dibiarkan saja akan membuat bayi dalam kandungan kekurangan oksigen dan nutrisi.
  • Tumbuh kembang janin akan terhambat. Bila janin kekurangan oksigen dan nutrisi akibat hipertensi, akan berpotensi memiliki berat badan yang kurang saat lahir sehingga menyebabkan bayi lahir prematur.
  • Bayi lahir prematur. Ketika bayi lahir secara prematur, ada kemungkinan para dokter menempuh jalan operasi caesar. Tujuannya adalah untuk mencegah eklamsia dan juga beberapa komplikasi lainnya.
  • Abrupsio plasenta. Ini merupakan suatu kondisi dimana plasenta terpisah dari dinding rahim sebelum proses persalinan tiba. Kondisi ini akan membuat plasenta anda rusak yang berujung pada pendarahan hebat. Kejadian semacam ini dapat membahayakan nyawa si Kecil dan juga Anda.
  • Bayi meninggal sebelum dilahirkan. Bayi meninggal dalam kandungan dapat terjadi pada saat usia kandungan memasuki bulan ke 5 atau bahkan lebih. Meninggalnya bayi ini lebih disebabkan karena kebutuhannya selama berada dalam kandungan tidak terpenuhi. Misalnya oksigen dan nutrisi. (Baca: Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan)
  • Meningkatnya resiko penyakit kardiovaskular. Bila hipertensi Anda sudah memasuki tahap praeklamsia, ada kemungkinan Anda juga akan terkena penyakit kardiovaskular (serangan jantung) setelah proses persalinan (Baca: tanda tanda melahirkan). Terlebih bagi ibu hamil yang melahirkan secara prematur kemungkinan ini menjadi akan lebih besar. Jika hal ini terjadi, langkah selanjutnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat agar penyakit kardiovaskular dapat diminimalisir
Bila mengalami hipertensi ketika hamil,

Lakukan pemeriksaan kandungan dan kesehatan tubuh secara rutin ke dokter agar kesehatan tetap terjaga sampai tanda melahirkan sudah dekat.

Bila menderita hipertensi pada waktu hamil, jangan takut untuk meminta obat kepada dokter, karena dokter akan meresepkan obat sesuai dengan kondisi tubuh anda, dan tentunya obat yang diresepkan aman untuk janin.

Minumlah obat yang telah diresepkan secara teratur sampai hipertensi yang anda alami benar-benar mereda dan hilang. 

Ingatlah selalu untuk menerapkan gaya hidup sehat baik selama hamil dan juga setelah hamil. Rajinlah berolahraga, konsumsi makanan yang kaya akan gizi dan nutrisi. Hindari makanan yang memiliki kandungan garam tinggi serta jangan merokok dan minum alkohol.

 Kenali Penyebab, Gejala dan Langkah Pencegahan Hipertensi

Kenali Penyebab, Gejala dan Langkah Pencegahan Hipertensi

Firdaus45.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis pada seseorang dimana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat.

Tekanan darah adalah kekuatan darah untuk mendorong darah dari jantung ke seluruh tubuh melalui arteri. Tekanan darah yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah dapat mengganggu sirkulasi darah di dalam tubuh. 

Hipertensi yang tidak segera ditangani dapat meningkatan resiko penyakit jantung bagi si penderita. Beberapa kemungkinan resiko penyakit apabila hipertensi tidak segera ditangani yaitu stroke dan penyakit jantung

Hipertensi dapat membunuh seseorang secara diam-diam. Hal ini dikarenakan tidak ada tanda-tanda atau gejala yang secara jelas terlihat atau dirasakan.

Salah satu cara yang paling tepat untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah tinggi adalah dengan melakukan pengukuran tekanan darah.



Gejala hipertensi
Pada umumnya, penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala yang serius. Namun apabila hipertensi yang dialami sudah terlanjur parah, maka kemungkinan gejala yang ditimbulkan diantaranya
  • Sakit kepala
  • penglihatan buram
  • detak jantung lebih cepat
  • mual
  • telinga berdenging
  • nyeri pada bagian dada
  • dan biasanya sering pingsan mendadak bila mengkonsumsi makanan yang bersifat menaikkan tekanan darah
Faktor Penyebab Hipertensi
Secara umum, penyebab hipertensi tidak diketahui secara pasti. Pada kasus dimana seseorang menderita hipertensi namun tidak diketahui penyebabnya secara jelas, maka hipertensi tersebut dikategorikan sebagai hipertensi primer.

Meskipun penyebab hipertensi pada umum tidak dapat diketahui, akan tetapi beberapa faktor berikut ini dapat menjadi salah satu pemicu seseorang mengalami tekanan darah tinggi.
  • Usia. Bukan rahasia lagi bila bertambahnya usia juga semakin menambah risiko seseorang menderita hipertensi. Hal ini dibuktikan dari berbagai kasus hipertensi dimana penderitanya adalah orang yang berusia diatas 30 tahun.
  • Faktor keturunan. Keturunan merupakan salah satu faktor seseorang mengidap hipertensi.
  • Merokok. Rokok. Keseringan merokok akan membuat dinding arteri menipis, sehingga membuat laju darah menjadi tidak normal. Seperti pada saat kita menyemprokan air menggunakan selang. Bila selang kita persempit maka air akan memancar sangat deras akibat lajunya terhambat.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.Peredaran darah juga membutuhkan oksigen yang cukup. Nutrisi yang cukup juga dibutuhkan untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh dengan lancar. Bila berat badan seseorang berlebih, maka dibutuhkan juga kadar oksigen dan nutrisi yang banyak. Untuk memenuhi hal ini, volume darah yang dibutuhkan juga semakin banyak. Peningkatan volume darah inilah yang akan meningkatkan tekanan darah pada penderita obesitas.
  • Kurang olahraga. Banyak pakar yang sependapat bahwa olahraga yang cukup mampur membuat sirkulasi darah berjalan dengan normal. Orang yang jarang berolahraga, cenderung memiliki detak jantung yang lebih cepat, sehingga jantung akan bekerja lebih keras. Kerja jantung lebih keras akan meningkatkan tekanan darah.
  • Kelebihan garam. Para orang tua sering mengeluh pusing setelah mengkonsumsi makanan yang terlalu asin. Kadar garam yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang kemudian akan meningkatkan tekanan darah.
  • Sering mengkonsumsi alkohol. Kandungan alkohol dalam minuman keras dapat memicu kerusakan pada organ jantung.
  • Stres. Tingkat stres yang tinggi berpotensi memicu peningkatan tekanan darah.

Diagnosis Hipertensi
Mengetahui tekanan darah seseorang dapat dilakukan dengan menggunakan tes tekanan darah. Tekanan darah seseorang dikatakan normal apabila di bawah 120/80 mmHg. Bila tekanan darah melebihi 130/80 mmHg, biasanya dokter mendiagnosis orang tersebut mengidap hipertensi (pada umumnya bagi penderita penyakit diabetes, ginjal dan beberapa penyakit lainnya). Bila orang tidak memiliki penyakit tersebut, dokter akan menyatakan memiliki tekanan darah tinggi bila melebihi 140/90 mmHg.

Bagi Anda yang ingin mengecek tekanan darah sendiri, sebaiknya beli alat pengukur tekanan darah digital. Karena Konsensus nasional telah merekomendasikan bahwa pengukur tekanan darah digital justru lebih akurat daripada alat manual (yang dilakukan oleh tenaga medis terlatih). Pada alat pengukur tekanan darah digital memiliki kemampuan menakar diastole lebih pasti bila dibandingkan alat manual.

Tekanan darah tinggi sendiri dibagi menjadi 3:
  • Hipertensi grade I yaitu ketika tekanan darah sistole di atas atau sama dengan 140 mmHg, dan tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 90 mmHg. Penegakkan hipertensi grade I itu apabila selama 2 kali pemeriksaan berturut-turut dalam rentang waktu seminggu pasien menunjukkan tekanan darah tersebut.
  • Hipertensi grade 2 yaitu ketika tekanan darah sistole di atas atau sama dengan 160 mmHg, dan tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 100 mmHg pada satu kali pemeriksaan.
  • Krisis hipertensi yaitu ketika tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 180 mmHg dan tekanan darah diastole di atas atau sama dengan 110 mmHg. Krisis hipertensi sendiri dibagi menjadi 2: hipertensi emergensi (jika terdapat kegagalan organ vital) dan hipertensi urgensi (jika belum terjadi kegagalan organ vital.

Berikut ini disajikan kategori tekanan darah untuk usia 18 tahun ke atas.
  


Pencegahan dan Pengobatan
Perubahan gaya hidup adalah hal mutlak yang harus dilakukan bila tidak ingin tekanan darah tinggi yang dialami membuat Anda menderita berbagai komplikasi penyakit.

Penggunaan obat anti-hipertensi juga perlu dilakukan, namun hal ini harus sesuai dengan anjuran dokter. Jangan asal beli obat-obatan bila tidak ingin fungsi hati dan ginjal anda terganggu.

Penggunaan obat-obatan bergantung pada seberapa tinggi tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.

Menurunkan hipertensi dengan cara perubahan gaya hidup memang tidak serta merta langsung stabil. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan sampai tahunan agar tekanan darah kembali normal.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
  • Konsumsi makanan yang rendah lemah dan gizi seimbang. 
  • Kurangi penggunaan garam yang berlebihan dalam setiap masakan.
  • Aktif dan rajin berolahraga agar kondisi fisik tetap bugar dan sirkulasi darah dalam tumbuh menjadi lancar
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Segera berhenti merokok
  • rajin konsultasi ke dokter
Selalu mengedepankan gaya hidup sehat akan memiliki dampak positif bagi kesehatan tubuh. Meskipun hasilnya tidak langsung terlihat, namun tidak hanya tekanan darah yang stabil, melainkan juga beberapa penyakit lainnya juga akan berangsur-angsur sembuh.

Penggunaan Obat
Selain menerapkan gaya hidup sehat, beberapa orang juga gemar mengkonsumsi obat anti-hipertensi

Dalam beberapa kasus hipertensi, pasien kadang perlu mengonsumsi obat-obatan seumur hidup. Namun, jika tekanan darah telah terkendali dalam bertahun-tahun, Anda mungkin boleh menghentikan pengobatan.

Ada juga sebagian penderita yang harus mengonsumsi lebih dari satu jenis obat. Kombinasi ini biasanya diperlukan untuk mengatasi hipertensi yang lebih sulit dikendalikan. Beberapa jenis obat yang umumnya diberikan adalah:

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor
Angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor adalah obat tekanan darah tinggi yang memperlebar pembuluh darah sehingga meningkatkan jumlah darah yang dipompa jantung dan pada akhirnya menurunkan tekanan darah.

Dengan membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, obat-obatan ACE inhibitor – penghambat enzim pengubah angiotensin – akan menurunkan tekanan darah.

Efek samping obat ini adalah batuk kering berkelanjutan. Jika efek samping ini sangat mengganggu, ada obat lain dengan fungsi sama seperti Antagonis reseptor angiotensin-2 yang kemungkinan akan disarankan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun selama mengonsumsi ACE inhibitor.

Calcium channel blockers
Calcium channel blockers adalah obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Obat ini bekerja dengan memperlambat gerakan kalsium ke dalam sel jantung dan dinding pembuluh darah, yang membuatnya lebih mudah bagi jantung untuk memompa dan memperlebar pembuluh darah.

Agar kalsium tidak memasuki sel-sel otot jantung dan pembuluh darah, obat-obatan calcium channel blockers (penghambat kanal kalsium) bisa digunakan. Obat ini akan mengendurkan arteri dan menurunkan tekanan darah. Risiko efek samping calcium channel Blockers akan meningkat jika Anda minum jus grapefruit selagi mengonsumsi obat ini.

Diuretik
Diuretik juga dikenal sebagai “pil air” yang berfungsi untuk membuang sisa air dan garam dari dalam tubuh melalui urine.

Beta-blockers
Beta-blocker adalah obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dengan cara memblokir efek dari sistem saraf simpatik pada jantung.

Jantung akan berdetak lebih lambat dan dengan tenaga lebih sedikit jika Anda mengonsumsi obat-obatan jenis beta-blockers (penghambat beta) sehingga akan mengurangi tingkat tekanan darah.

Senantiasa bicarakan dengan dokter Anda sebelum berhenti mengonsumsi beta-blockers. Efek samping yang berbahaya bisa muncul jika konsumsi dihentikan secara tiba-tiba. Contoh efek sampingnya adalah peningkatan tekanan darah atau serangan angina (angin duduk).

Alpha-blockers
Alpha-blockers (penghambat alfa) digunakan untuk melemaskan pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih mudah dalam pembuluh darah. Efek samping yang umumnya muncul meliputi pingsan saat penggunaan pertama, sakit kepala, pusing-pusing, kelelahan, serta pergelangan kaki membengkak.

Sekarang beta-blockers dan alpha-blockers dianggap kurang efektif dibandingkan obat lain untuk menangani hipertensi. Obat jenis ini hanya dipakai apabila metode pengobatan lain tidak menunjukkan dampak positif.

Angiotensin II Receptor Blockers (ARB)
Angiotensin II receptor blocker (ARB) memiliki efek yang sama seperti ACE inhibitor, tetapi bekerja dengan mekanisme yang berbeda.

Omega-3 suplemen minyak ikan
Dalam 10 tahun terakhir, banyak orang Amerika telah berpaling ke suplemen minyak ikan omega-3. Diet suplemen ikan dan minyak ikan memiliki manfaat bagi orang sehat dan juga orang-orang dengan penyakit jantung (dr. Ursula Penny)