Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts
Struktur dan Fungsi Sentriol

Struktur dan Fungsi Sentriol




Firdaus45.com - Sentriol adalah bagian sel yang memiliki bentuk silinder. Sentriol terdiri dari tabulin yang ditemukan hampir pada semua sel eukariotik.

Sentriol memiliki peran dalam pembelahan sel dan uga pembentukan silia dan flagela.

Sentriol adalah perkembangan dari sentrosom, yakni sebagai pusat sel, daerah dari sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan inti sel.

Sentriol terdapat di gamet jantan charophytes, bryophytes, tumbuhan berpembuluh tanpa biji, sikas, dan ginko. Ia tidak terdapat pada tumbuhan berpembuluh, berbunga dan jamur.

Edouar van Benden (1883) dan Theodor Boveri (1888) adalah peneliti pertama yang mengamati sentriol

Sedangkan untuk pola sentriol ketika melakukan duplikasi pertama kali diteliti oleh Etienne de Haven dan Joseph G Gall di tahun 1950.

1. Struktur Sentriol
Sepasang sentriol yang saling terkait, yang dikelilingi oleh masa yang padat, itu yang biasa disebut dengan pericentriolar atau PCM, kemudian terbentuklah sebuah senyawa yang biasa disebut dengan sentrosom.

Umumnya sentriol terdiri dari sembilan set mikrotubulus 3 buah yang kemudian membentuk silinder.  Penyimpangan dari struktur ini biasanya ada pada kepiting dan embrio Drsophila melanogaster, dengan sembilan ganda, dan sel-sel sperma dan embrio awal caenorhabditis elegans, dengan sembilan tunggal. Untuk melihat struktur ini, bisa menggunakan dengan mikroskop elektron.

2. Peran dan Fungsi Sentriol dalam Pembelahan Sel
Sel memiliki fungsi dan peranan dalam membentuk kutub-kutub pada proses pembelahan sel

Selain itu, sentriol juga berperan dalam proses mitosis dan penyelesaian sitokinesis.

Sentriol juga sangat dibutuhkan untuk proses pembentukan mitosis pada hewan. Pada hasil penelitian lebih lanjut, sel-sel sentriol yang telah dihapus menggunakan lases ternyata masih dapat berkembang sebelum sentriol bisa disintesis.

Sedangkan untuk mutan lalat yang kekurangan sentriol dapat berkembang normal, walaupun sel-sel lalat dewasa kekurangan flagela dan silia, yang akhirnya mereka mati segera setelah lahir.

3. Peran dan Fungsi Sentriol dalam Organisme Seluler
Sentriol adalah salah satu bagian terpenting dari sentrosom dalam hal pengorganisiran mikrotubulus di dalam sitoplasma.

Posisi dari sentriol menentukan posisi inti sel dan sangat membantu untuk memainkan peran penting dalam susunan sel spasial.

Buehler pernah mensugesti bahwa sentriol bisa membentuk sebuah "mata" penunjuk arah, yang sifatnya sensitif terhadap panjang gelombang tertentu pada spektrum inframerah. Ia telah menunjukkan bahwa sel dapat bereaksi satu sama lain di kejauhan, meskipun dipisahkan oleh sebuah kaca film.

4. Siliogenesis
Didalam organisme dengan flagela dan silia, posisi organel sangat ditentukan oleh ibu sentriol yang menjadi tubuh basal. Ketidakmampuan sel untuk menggunakan sentriol untuk membuat silia fungsional & flagela sudah dikaitkan dengan beberapa penyakit genetik. Kalau dilihat secara khusus, ketidakmampuan sentriol untuk bermigrasi sebelum  perakitan siliaris baru-baru ini telah dikaitkan sindrom Meckel-Gruber.

5. Duplikasi Sentriol
Sel yang ada didalam G0 dan G1 biasanya memiliki dua centrioles yang lengkap. Yang lebih tua dari kedua itu yang biasa disebut dengan ibu sentriol, sedangkan untuk yang lebih muda disebut dengan putri sentriol. Selama siklus pembelahan sel, sentriol baru tumbuh dari masing-masing sentriol yang ada. Setelah sentriol tersebut berduplikasi, dua pasangan tadi tetap melekat satu sama lain sampai mitosis, mereka akan berpisah menggunakan enzim separase.

Sentriol pada sentrosom terhubung satu sama lain oleh protein teridentifikasi. Ibu sentriol sudah memancar di distal akhir dan melekat ke putri sentriol lain. Setiap sel putri dibentuk setelah terjadi pembelahan sel dimana akan mewarisi salah satu diantara pasangan ini(salah satu yang lebih tua dan yang lebih baru). Proses duplikasi dimulai ketika transisi G1/s dan akan berakhir sebelum mitosis

6. Asal Sentriol
Asal dari semua makhluk hidup bersel satu adalah sel bersilia dengan sentriol. Beberapa keturunan bersel satu seperti tumbuhan, tidak memiliki sentriol kecuali pada gamet jantan. Sentriol benar-benar menghilang di semua sel tumbuhan berpembuluh dan tumbuhan berbunga yang tidak memiliki silia atau gamet berfagela.

Asal mula semua makhluk hidup bersel satu adalah sel bersilia dengan sentriol. Beberapa keturunan bersel satu seperti tumbuhan, tidak mempunyai sentriol, kecuali pada gamet jantan. Sel tidak dapat ditemukan pada semua sel tumbuhan berpembuluh dan tumbuhan berbunga yang tidak mempunyai silia atau gamet berfagela.

Baca juga: Struktur dan Fungsi Lisosom

Yuk Pelajari Apa itu Sintesis Protein

Firdaus45.com - Sintesis Protein (Biosintesis) -  Sintesis protein adalah proses pembentukan protein yang melibatkan sintesis RNA yang dipengaruhi oleh DNA. DNA memiliki peran sebagai sumber pengkodean asam nukleat untuk menjadi asam amino yang menyusun protein. Akan tetapi, DNA tidak terlibat secara langsung pada proses sintesis protein tersebut.

Pada proses sintesis protein, molekul DNA yang terdapat dalam satu sel ditranskripsi menjadi molekur RNA. Pada sintesis protein, sebenarnya RNA lah yang dirubah bentuknya menjadi asam amino sebagai penyusun protein. Oleh karena itu, RNA lah yang secara langsung terlibat dalam pembentukan protein pada proses sintesis protein.

Sintesis Protein - sifaazmi-susilowati.blogspot.com

Hubungan antara DNA, RNA, dan asam amino dalam proses sintesis protein disebut dengan istilah "Dogma Sentral Biologi" yang secara sederhana dijabarkan dengan rangkaian proses DNA membuat DNA dan RNA, RNA membuat protein, yang dinyatakan dalam persamaan DNA >> RNA >> Protein. Seperti kebanyakan dogma, terdapat pengecualian pada proses pembentukan protein berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan setelahnya, sehingga dogma ini akhirnya disebut sebagai aturan.

Aspek yang paling penting pada proses sintesis protein adalah

  1. lokasi berlangsungnya sintesis protein pada sel
  2. mekanisme berpindahnya Informasi atau hasil transformasi dari DNA ke tempat terjadinya sintesis protein; dan 
  3. mekanisme asam amino penyusun protein pada suatu sel berpisah membentuk protein-protein yang spesifik. 
Sintesis protein berlangsung di dalam ribosom dengan menghasilkan protein yang non-spesifik atau sesuai dari m-RNA yang di translasi.
Pengertian dan Fungsi Lisosom

Pengertian dan Fungsi Lisosom

Pengertian dan Fungsi Lisosom

Firdaus45 - Lisosom merupakan organel yang terdapat didalam sel berupa kantong yang terikat dengan membran sel, dimana didalamnya terdapat enzim hidrolitik yang berperan dalam mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Cristian de Duve adalah orang yang pertama kali menemukan Lisosom pada tahun 1950. Pada penemuannya, lisosom dapat dijumpai hampir disemua sel eukariotik. Terdapat lebih dari 40 jenis enzim hidrolik asam didalam lisosom, seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, maupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

Lisosom yang terletak pada sel tumbuhan lebih dikenal dengan Vakoula. Dalm sel tumbuhan, vakuola berfungsi untuk mencerna lisosom (vakoula) juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan senyawa organik yang dihasilkan oleh tanaman melalui proses fotosintesis.



Komposisi Penyusun Lisosom

Lisosom tersusun atas dua komponen penting, yaitu:

Membran Lisosom
Membran lisosom ini berfungsi untuk mempertahankan pH azam bagi enzim hidrolitik karena membran lisosom ini memiliki pompa H+ yang bekerja dengan menggunakan energi dari hidrostatis AP. Membran lisosom juga sangat terglikosilasi yang dikenal dengan lysosomal-associated membrane proteins (LAMP)

Enzim Hidrolitik
Enzim hidrolitik dibuat pada retikulum endoplasma, yang mengalami pemaketan di badan Golgi dan kemudian ke endosom lanjut yang nantinya akan menjadi lisosom. Untuk prosesnya ini, enzim ini mempunyai molekul penanda unik, yaitu manosa 6-fosfat (M6P) yang berikatan dengan oligosakarida terikat-N.

Seluruh glikoprotein yang ditransfer oleh retikulum endoplasma ke cis Golgi memiliki rantai oligosakarida terikat-N yang identik, dengan manosa di ujung terminalnya. Untuk membentuk manosa 6-fosfat, cis Golgi membutuhkan situs pengenalan, yang disebut signal patch, yang memiliki situs H3N+–COO−

Pembentukan M6P ini memerlukan dua buah enzim, yaitu GlcNac fosfotransferase yang berfungsi untuk mengikat enzim hidrolitik secara spesifik dan menambah GlcNac-fosfat ke enzim. Kemudian terdapat enzim kedua yang memotong GlcNac sehingga membentuk M6P. Satu enzim hidrolitik mengandung banyak oligosakarida sehingga dapat mengandung banyak residu M6P. Setelah itu, dari cis Golgi, enzim hidrolitik ini akan ditransfer ke trans Golgi.

M6P yang terikat pada enzim hidrolitik akan berikatan pada reseptor protein M6P yang berada pada jaringan trans Golgi. Reseptor ini terikat pada membran dan berguna untuk pemaketan enzim hidrolitik dengan memasukkan enzim tersebut ke vesikel clathrin coats, dan nantinya vesikel tersebut dikirim ke endosom lanjut. Pemaketan ini terjadi pada pH 6,5–6,7, dan dikeluarkan pada pH 6.

Pada endosom, enzim hidrolitik akan terlepas dari reseptor M6P karena adanya penurunan pH (menjadi 5). Setelah terlepas, reseptor M6P akan dibawa oleh vesikel transpor dari endosom kembali ke membran trans Golgi untuk digunakan kembali. Transpor, baik menuju endosom atau kebalikannya, membutuhkan peptida penanda (signal peptide) yang terdapat pada ekor sitoplasmik dari reseptor M6P. Namun, tidak semua molekul dengan M6P dikirim ke lisosom; ada yang 'lolos' dari pengepakan dan ditransfer ke luar sel. Reseptor M6P juga terdapat di membran plasma, yang berguna untuk menangkap enzim hidrolitik yang lolos tersebut dan membawanya kembali ke endosom.

Fungsi Lisosom

Kehadirannya didalam sel, lisosom memiliki tiga fungsi utama, yaitu:

Endositosis

Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

Autofagi

Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.

Fagositosis

Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfungsi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

Pengertian, Fungsi dan Struktur Ribosom

Pengertian, Fungsi dan Struktur Ribosom

Pengertian, Fungsi dan Struktur Ribosom


Firdaus45.com - Ribosom merupakan organel yang berada di dalam sel dan tersusun dari protein ribosom (riboproteins) dan asam ribonukleat (ribonucleoprotein). Ukuran ribosom sangat kecil dengan garis tengah 17-20 mikron, yang terletak didalam sitoplasma. Ribosom hanya dapat dilihat apabila menggunakan mikroskop elektron. Ribosom hampir terdapat pada semua sel hidup. Ribosom berfungsi untuk sintesis protein,yang selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan,perkembang biakan atau perbaikan sel rusak.Pada sel sel aktif dalam sintesis protein,ribosom dapat berjumlah 25% dari bobot kering sel.

Ribosom tersusun atas protein RNA ribosomal (RNAr). Ribosom bebas tersebar di dalam sitoplasma berfungsi untuk sintesis protein. Sedangkan ribosom yang melekat pada permukaan retikulum endoplasma (RE) berfungsi untuk sintesis protein dimana hasilnya akan di teruskan ke Lumen RE

Protein dari lumen RE akan diproses di badan golgi hasilnya berupa protein untuk fungsi structural misalnya protein integral atau protein peripheral yang ditempatkan pada membrane plasma. Hasil lainnya dapat berupa protein fungsional yang berfungsi sebagai enzim




Fungsi Ribosom

Fungsi ribosom dalam sel adalah untuk mensintesis protein dan membuat protein. Setiap sel setidaknya membutuhkan ratusan protein hasil dari produksi ribosom. Pada proses pembuatan protein untuk memenuhi kebutuhan protein dalam sel, diperlukan petunjuk dalam pembuatannya. Petunjuk yang diperlukan oleh ribosom berasal dari inti yang berbentuk RNA. RNA Messenger (mRNA) mengandung kode-kode khusus yang bertindak seperti sebuah resep untuk memberitahu ribosom bagaimana membuat protein. (Baca: Sintesis Protein)

Pada proses sintesis protein, ribosom mengelompok menjadi polisom. Sebagian besar protein hasil sintesis protein yang dihasilkan oleh ribosom bebas akan berfungsi saat masuk ke dalam sitosol. Sedang ribosom terikat umumnya membuat protein yang dimasukkan ke dalam membran, untuk pembungkusan dalam organel tertentu seperti lisosom atau dikirim ke luar sel.

Ribosom bebas maupun terikat secara struktural identik dan dapat saling bertukar tempat. Sel dapat menyesuaikan jumlah relatif dari masing-masing jenis ribosom begitu metabolismenya berubah.

Proses translasi
Translasi merupakan proses pengambilan informasi dari MRNA dan mengubahnya menjadi dalam bentuk protein
Pada proses translasi, ribosom membutuhkan gabungan dari RNA dan kedua subunit. Selanjutnya, ketika ribosom telah menemukan startet tempat yang tepat pada RNA atau disebut dengan kodon kemudian RNA menuju kebawah untuk membaca petunjuk tentang asam amino apa untuk melekatkan protein. Setiap tiga huruf pada RNA merupakan asam amino baru, huruf-huruf tersebut dapat membantu Ribosom menempelkan asam amino untuk membangun protein. Ribosom akan berhenti membangun protein ketika mencapai kode “stop” yang menandakan bahwa protein telah siap.

Berikut ini adalah beberapa tahapan atau langkah ribosom dalam membuat atau mensintesis protein
  1. Kedua subunit digabungkan bersama dengan MRNA (Messenger RNA).
  2. Ribosom menemukan starter (memulai) tempat yang benar pada RNA disebut Kolon.
  3. Ribosom bergerak kebagian bawah RNA, kemudian membaca petunjuk tentang asam amino untuk melekatkan protein. Setiap tiga huruf tersebut pada RNA merupakan asam amino baru.
  4. Ribosom akan menempel pada asam amono untuk membentuk dan membangun protein.
  5. Ribosom akan berhenti membentuk protein ketika sudah mencapai kode “stop” dalam RNA ini akan mengatakan bahwa protein sudah siap.
Baca juga:

Struktur ribosom

Ribosom terbagi menjadi dua komponen utama yang disebut sub unit besar dan sub unit kecil. Pada saat proses pembuatan protein baru, keduanya datang bersama-sama membentuk protein baru tersebut. Kedua unit ini berisi untaian RNA dan protein yang beragam.

  • Subunit besar – subunit besar berisi lokasi di mana ikatan baru yang dibuat saat membuat protein. Hal ini disebut “60S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel prokariotik.
  • Subunit Kecil – Subunit kecil sebenarnya tidak terlalu kecil, hanya sedikit lebih kecil dari subunit besar. Hal ini bertanggung jawab untuk aliran informasi selama sintesis protein. Hal ini disebut “40S” dalam sel eukariotik dan “50S” dalam sel prokariotik.
  • Huruf “S” dalam nama subunit adalah satuan ukuran dan singkatan unit Svedberg.