Showing posts with label ASI (Air Susu Ibu). Show all posts
Showing posts with label ASI (Air Susu Ibu). Show all posts
Agar ASI Lancar Saat Menyusui, Inilah Olahraga yang Disarankan untuk Ibu Menyusui

Agar ASI Lancar Saat Menyusui, Inilah Olahraga yang Disarankan untuk Ibu Menyusui

Olahgara untuk Memperlancar ASI - Air Susu Ibu atau sering disingkat dengan ASI merupakan asupan penting bagi bayi yang baru lahir. Pencernaan yang masih rentan membuat bayi tidak boleh diberikan sembarang makanan sebagai pemenuhan nutrisi bayi.

Saat baru lahir, bayi hanya bisa diberikan makanan dalam bentuk cair. Paling dianjurkan adalah memberinya ASI eksklusif setidaknya sampai usia enam bulan sebelum diberikan makanan pendamping ASI atau MPASI. Namun masalahnya akan berbeda bila setelah melahirkan ternyata ASI tidak lancar atau bahkan tidak keluar sama sekali. Susu formula terbaik mungkin jadi pilihan utama supaya kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.

Pada dasarnya, ASI yang tidak lancar disebabkan karena beberapa faktor seperti berikut ini,
  • Kurangnya Stimulasi Menyusui
  • Kelelahan, Stres & Penyakit Ibu
  • Terlalu banyak konsumsi kafein, rokok & alkohol
  • Obat & Pil KB Penyebab ASI Tidak Lancar 
  • Diet & Hamil Saat Menyusui
  • Riwayat Operasi Payudara
Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk selalu merawat payudara selama kehamilan agar ASI tetap lancar pasca melahirkan nanti.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melancarkan ASI setelah melahirkan. Selain dengan mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga juga dapat membantu Anda memperlancar ASI yang Anda miliki.

Berikut ini adalah beberapa olahraga untuk ibu menyusui agar ASI lancar

Manfaat jalan santai pada pagi atau sore hari untuk ibu menyusui




Bila Anda baru saja melahirkan, melakukan aktivitas jalan pagi atau sore hari secara rutin akan membantu Anda terhindar dari kegemukan. Selain itu, rutin berjalan pagi hari atau sore hari juga dapat membantu Anda memperoleh kembali kebugaran tubuh Anda.

Jalan kaki di pagi hari ataupun di sore hari secara rutin dapat membantu Anda terhindar dari kegemukan setelah melahirkan. Jalan kaki merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk ibu pasca melahirkan karena kondisi tubuh yang masih belum prima. Dan yang terpenting adalah jalan kaki secara rutin baik pagi ataupun sore hari akan membuat aliran darah menjadi lancar dan membuat ASI juga menjadi lancar.

Yoga




Jenis olahraga yang bisa dilakukan ibu menyusui yang kedua adalah yoga, olahraga yang satu ini bisa dikatakan seringkali kita dengar. Bahkan banyak ibu hamil disarankan untuk mengikuti yoga karena efeknya yang baik bagi ketenangan jiwa ibu hamil dan bisa memperbaiki posisi bayi. Ternyata yoga ini merupakan olahraga yang sangat aman untuk ibu menyusui, tidak hanya aman. Yoga juga membawa beberapa manfaat bagi ibu yang sedang menyusui seperti misalnya mengurangi rasa nyeri pada payudara bunda, menghilangkan stress berlebihan, dan juga meningkatkan rasa percaya diri. Bunda bisa melakukan yoga ini sendiri dnegan mencari contoh gerakannya di internet atau juga bisa mengikuti kelas yoga supaya lebih terlatih dan aman.

Aerobik

Mungkin sebagai ibu-ibu kita sudah tak asing dengan yang namanya senam aerobik. Bahkan mungkin dari beberapa ibu-ibu ada yang sudah pernah mengikuti senam aerobik bahkan sebelum hamil? Aerobik sendiri merupakan salah satu olahraga yang cukup populer di kalangan wanita, latihan aerobik ini merupakan olahraga kardiovaskuler yang bermanfaat untuk meningkatkan suplai oksigen ke dalam darah dan juga jantung. Olahraga ini juga baik bagi ibu menyusui karena selain bisa menurunkan berat badan juga bisa membuat tubuh menjadi bugar. Langkah pertama lakukan gerakan yang ringan, dan kalau bisa gunakan pendamping yang sudah mahir aerobik.

Berenang

Olahraga yang boleh dilakukan untuk ibu menyusui adalah olahraga yang masuk ke dalam golongan low impact atau artinya bukan olahraga yang berat dan tidak ekstrim. Olahraga yang boleh dilakukan selanjutnya adalah berenang, berenanglah jika memang sudah waktunya dan tubuh sudah siap untuk berolahraga. Renang bermanfaat untuk bisa mengontrol berat badan dan juga kalori, selain itu juga bisa melepaskan stress. Bahkan berenang aktif juga bisa mengurangi resiko sindrom baby blues pada ibu setelah melahirkan.

Angkat beban ringan

Banyak sekali ibu menyusui yang merasa strees dengan berat badan mereka, oleh karena itu banyak yang memilih diet. Jika bunda ingin diet maka wajib tahu mengenai cara diet ibu menyusui. Olahraga untuk ibu menyusui tidak hanya bisa dilakukan sendirian saja, namun bunda bisa membuatnya lebih menyenangkan yaitu berolahraga bersama buah hati kecil. Bunda bisa melakukan ini di rumah, yaitu angkat beban ringan. Bunda bisa berposisi terlentang kemudian mengangkat kedua kaki hingga lutut sejajar dengan wajah lalu letakkan bayi (sambil dipegangi) diatas kaki. Naikkan dan turunkan itu selama beberapa kali, olaharga ini bisa membantu ibu menguatkan otot kaki bunda.

Pilates

Apa bunda sudah pernah mendengar nama olahraga yang satu ini? Atau mungkin baru kali ini tahu ada olahraga yang namanya pilates? Sebenarnya pilates ini merupakan jenis dari yoga, bisa dikatakan serupa ya bunda. Pilates ini hampir sama, hanya saja pilates lebih bertujuan untuk menjaga stamina tubuh beda dengan yoga yang lebih menjaga kesehatan jiwa dan mental. Pilates ini cocok dilakukan oleh ibu yang sedang menyusui karena bisa melangsingkan badan bunda. Pastikan bunda mengikuti kelas pilates yang cocok.

Jogging

Olahraga untuk ibu menyusui yang selanjutnya adalah jogging. Ibu yang sedang menyusui bisa melakukan jogging pada pagi hari atau ketika hari minggu dan sabtu, jogging bermanfaat untuk ibu menyusui karena tidak akan mempengaruhi produksi ASI dan bermanfaat untuk membakar kalori sehingga berat badan bisa seimbang. Durasinya bisa dari 10 menit hingga 20 menit, asal jangan terlalu lelah ketika berolahraga ya bunda. Karena ibu yang sedang menyusui juga tidak boleh terlalu lelah berolahraga.

Senam

Tidak hanya senam aerobik saja, senam biasa pun ternyata juga aman untuk dilakukan oleh ibu yang sedang menyusui. Senam ini bisa bunda lakukan di rumah sendirian karena senam ternyata membawa beberapa manfaat untuk kesehatan, salah satunya adalah senam bisa meningkatkan daya tahan tubuh seseorang sehingga bunda tidak gampang terserang penyakit. Tentu itu juga akan membantu menjaga kesehatan si kecil secara tidak langsung bukan? Namun ketika bunda berolahraga selama menyusui harus diimbangi dengan makanan sehat untuk ibu menyusui sehingga tubuh tetap sehat.

Bersepeda

Bersepeda merupakan olahraga yang sangat menyenangkan, ketika kondisi bunda pasca melahirkan sudah pulih benar maka bunda bisa mulai bersepeda dengan mengelilingi kompleks. Bersepeda selain menyenangkan juga membawa manfaat yaitu bisa membakar kalori dan lemak yang menyebabkan berat badan menjadi melar. Selain itu juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh sehingga ibu tidak mudah sakit.

Pemanasan setiap pagi

Olahraga yang aman dilakukan oleh ibu hamil yang kesepuluh adalah pemanasan setiap paginya. Bunda bisa melakukan ini untuk membuat otot-otot supaya tidak tegang dan supaya sirkulasi darah menjadi lancar. Bunda bisa melakukan pemanasan setiap pagi yang ringan misalnya angkat satu kaki bergantian, gelengkan kepala ke kanan dan ke kiri bergantian, dan masih banyak gerakan yang lainnya.

Plank

Plank merupakan salah satu gerakan olahraga yang wajib Anda lakukan ketika ingin berolahraga selama kehamilan. Plank ini modelnya hampir sama seperti push up, kita diminta untuk menahan tubuh selama beberapa detik. Plank ini bermanfaat untuk mengencangkan otot kaki, perut, bokong, tangan. Selain itu gerakan plank bermanfaat untuk membakar kalori sehingga bisa membantu kita untuk mendapatkan tubuh yang langsing walau sedang menyusui buah hati tercinta.

Lari maraton

Lari maraton merupakan sebuah olahraga lari jarak panjang dimana kita berlari bersama banyak orang, nah olahraga yang satu ini juga bisa menjadi solusi bagi ibu yang sedang menyusui. Banyak sekali ibu yang sedang menyusui mengikuti lari maraton bersama suami atau anak mereka yang sudah besar sambil mendorong kereta dorong bayi kecil mereka. Selain menyehatkan bukankah ini bisa menjadi ajang refreshing?

Sit up

Olahraga selanjutnya yang aman dan bisa untuk ibu lakukan saat menyusui adalah sit up. Tentu saja bunda sudah tidak asing dengan gerakan sit up bukan? Sit up ini merupakan gerakan terlentang dimana nantinya kita akan mengangkat beban tubuh kita hingga setengah duduk. Latihan gerakan sit up ini baik untuk mengencangkan otot perut. Tapi olahraga ini tidak disarankan untuk ibu yang memiliki masalah pada otot dan organ reproduksi setelah melahirkan.

Jalan cepat

Olahraga yang boleh dilakukan untuk ibu hamil merupakan olahraga ringan hingga sedang. Tidak boleh olahraga yang terlalu ekstrim karena bisa membuat bunda malah tidak fit, terutama bagi bunda yang menjalani operasi itu sangat berbahaya dan beresiko. Bunda bisa olahraga jalan cepat saja, karena bermanfaat untuk memperlancar aliran darah dan mencegah terjadinya penggumpalan darah, sehingga produksi ASI akan menjadi baik dan berkualitas.

Menggendong bayi

Siapa bilang menggendong bayi bukan olahraga? Menggendong bayi merupakan salah satu olahraga ringan yang bisa bunda lakukan di rumah karena dengan menggendong bayi maka itu akan memperkuat otot tangan dan lengan bunda, maka dari itu sering-seringlah menggendong si kecil ya bunda. Ibu juga bisa mencoba menggendong bayi sambil berjalan setiap pagi dan sore. Kegiatan ini bisa membantu meningkatkan hubungan dekat antara ibu dan bayi.

Senam kegel

Yang terakhir adalah senam kegel, untuk gerakannya bunda bisa mencari di internet ya. Senam kegel ini bisa bunda lakukan jika bunda saat ini sedang menyusui, selain bisa membuat tubuh Anda semakin kuat. Senam kegel ini bermanfaat untuk menguatkan otot panggul, dan juga menguatkan rahim. Bahkan senam ini bisa meningkatkan kesuburan sehingga kesehatan reproduksi ibu akan terjaga.

Itu dia beberapa informasi mengenai olahraga untuk ibu menyusui. Sebagai bunda yang sedang menyusui bunda wajib mengetahui tentang cara meningkatkan kualitas ASI supaya bayi kita mendaptkan nutrisi yang tepat. Jika ibu masih ragu, olahraga mana yang paling tepat maka bisa berkonsultasi dengan ahlinya.
Inilah Ciri dan Tanda ASI Perah Basi yang Harus Bunda Ketahui

Inilah Ciri dan Tanda ASI Perah Basi yang Harus Bunda Ketahui

Firdaus45.com - Bagi seorang ibu menyusui yang sedang bekerja kantoran, memberikan asi perah kepada bayi merupakan salah satu cara agar si kecil tetap menerima asi eksklusif.

Sebuah kewajiban dan tuntutan kerja yang membuat seorang ibu menyusui terpaksa memberikan asi perah kepada bayinya. Memberikan asi perah atau dengan memompa terlebih dahulu kemudian menaruhnya di botol susu memang terdengar merepotkan.



Kita harus meluangkan waktu hanya untuk memompa asi supaya nantinya dapat disimpan kemudian diberikan kepada si kecil ketika berangkat kerja.

Sebenarnya, ASI yang disimpan dengan baik akan dapat bertahan cukup lama. Namun bila penyimpanan ASI perah tidak bagus atau asal menyimpan saja, maka akan membuat ASI perah mudah sekali basi.  Untuk itu, bagi Anda yang bekerja kantoran, sebaiknya perhatikan dengan betul bagaimana cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar agar dapat tahan lama dan kualitas tetap terjaga.

Bagaimana cara menyimpan ASI perah dapat Anda baca pada artikel cara menyimpan asi perah.

Tanda tanda asi perah basi


Ketika seorang ibu harus memberikan asi dengan cara diperah, rasa khawatir seringkali muncul. Apakah ASI yang sudah diperah masih bagus ataukah sudah basi?

Pertanyaan tersebut seringkali muncul ketika melihat barisan bobot susu yang berisi ASI perah tersimpan cukup lama di lemari pendingin.

Biarpun ASI yang ditaruh di dalam Freezer mampu bertahan selama 3 bulan, tetap saja kita harus mengetahui bagaimana tanda dan ciri asi perah yang sudah basi.

Berikut ini adalah beberapa tanda asi perah basi yang dapat dihimpun Firdaus45.com agar para Ibu dirumah dapat membedakan antara asi perah yang masih bagus dengan asi perah yang sudah basi.

Aroma
Asi yang sudah basi biasanya memiliki aroma yang tidak sedap. Seperti bau anyir sedangkan ASI yang masih bagus biasanya berbau segar dan beraroma manis.

Bila asi berbau seperti sabun, itu karena terlalu lama disimpang di lemari pendingin. Bila ASI sudah terlalu lama disimpan, terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini karena adanya perubahan struktur lemak dalam ASI akibat proses pemanasan ASI perah dengan suhu yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memanaskan ASI perah menggunakan suhu yang terlalu panas.

Rasa
ASI perah yang sudah basi biasanya akan terasa tengik, pahit, dan terkadang terasa seperti sabun. Untuk mengetahui perbedaannya, ada baiknya pada saat selesai memerah ASI anda mencium atau sedikit mencicipi rasanya agar mengetahui bagaimana rasa dan aroma ASI yang masih bagus.

Perubahan rasa maupun aroma ASI perah pada umumnya disebabkan karena jumlah enzim lipase di dalam ASI jumlahnya berlebih.

Sebagai pencegahan agar ensim lipase berhenti bekerja, disarankan untuk memanaskan ASI perah hingga hampir mendidih. Pemanasan ini bertujuan untuk mencegah enzim lipase memecah lemak yang terdapat di dalam ASI.

Warna
Pada umumnya, ASI perah yang baru saja diperah memiliki warna seperti susu sapi. Ketika sudah cukup lama di masukkan ke dalam lemari pendingin, terkadang warna ASI akan berubah kekuning-kuningan.

Bila ibu mendapati ASI perah yang sudah mengalami perubahan rasa aroma ataupun warnanya, sangat disarankan untuk membuangnya.

Untuk itu, sangat disarankan bagi setiap ibu menyusui yang terkendala kerja kantoran agar menyimpan ASI perah sesuai saran dan anjuran agar ASI perah dapat bertahan lama.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Ibu yang sedang menyusui namun terkendala kerja kantoran.

Jangan lupa share agar semua ibu menyusui mengetahui hal ini. Baca juga: Tips agar bayi cerdas sejak dalam kandungan
Tips Agar ASI Tetap Lancar Saat Berpuasa

Tips Agar ASI Tetap Lancar Saat Berpuasa

Agar ASI Tetap Lancar Saat Berpuasa - Saat seseorang sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan kebutuhan cairan juga akan semakin meningkat. Hal ini akan menjadikan tubuh menjadi cepat lelah karena dehidrasi. Terlebih lagi bila yang sedang menjalankan ibadah puasa adalah seorang ibu yang sedang menyusui, hal ini pastilah akan terasa berat.

Banyak yang percaya bahwa ketika seorang ibu menyusui menjalankan ibadah puasa maka ASI yang dimilikinya menjadi tidak lancar lagi.

Padahal, proses pembentukan asi pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor stress, obat-obatan, dan juga operasi. Faktor-faktor tersebutlah yang sebenarnya membuat asi menjadi tidak lancar.

Oleh karena itu, banyak dokter yang menyarankan agar tetap tenang pada saat awal menyusui bila asi yang dimilikinya tidak kunjung keluar.



Nah untuk itu, usahakan agar tetap dalam kondisi tenang dan jangan panik apabila sudah masuk bulan ramadhan tetapi anda sedang menyusui. Meskipun sebenarnya anda boleh tidak berpuasa karena sedang menyusui, dengan mengganti di lain hari.

Tapi, bagi anda yang berniat tetap menjalankan ibadah puasa jangan pernah lupa untuk terus memenuhi kebutuhan gizi. Jangan pernah lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter.

Berikut ini adalah beberapa tips bagi anda agar dapat memberikan ASI dengan lancar saat sedang berpuasa.


1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh.
Tidak makan dan minum selama sehari penuh memang akan membuat orang dehidrasi. Selain badan lemas, kekurangan cairan juga akan mempengaruhi volume asi yang terkandung di dalam payudara anda.

Dan apabila volume asi anda tetap banyak, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh agar tidak lemas karena sebagian cairan tubuh dialirkan menuju payudara untuk produksi asi.

Nah, cara yang paling baik dalam memenuhi kebutuhan cairan saat berpuasa yaitu pada saat sahur. Mengakhirkan sahur dengan gizi yang lengkap dan minum air yang cukup akan membuat anda terhindar dari rasa lelah atau dehidrasi yang berlebihan.

2. Selalu konsumsi sayuran segar selama berpuasa
Mengkonsumsi sayuran hijau selama berpuasa akan membuat pencernaan anda terhindar dari masalah.

Rajin mengkonsumsi sayuran hijau baik selama puasa ataupun tidak akan sangat bagus bagi ibu menyusui. Beberapa sayuran hijau memang memiliki manfaat untuk meningkatkan produksi asi. Salah satu contohnya adalah sayur katu yang sudah sejak dulu dipercaya sangat ampuh dalam meningkatkan produksi asi.

Jangan lupa untuk selalu mencuci bersih sayuran yang hendak dimasak karena ditakutkan ada cairan pestisida atau telur cacing yang masih menempel pada sayuran.

Masaklah dengan benar agar kandungan gizinya tidak hilang pada saat dimasak.

3. Usahakan selalu menjaga kondisi badan.
Menjaga kondisi badan menjadi sangat penting bagi anda yang sedang menyusui. Usahakan untuk tidak sakit selama menjalani ibadah puasa.

Terkadang sakit juga akan membuat asi anda menjadi tidak lancar, bahkan sebagian orang pernah mengalami setelah selesai sakit asinya sudah tidak lagi berproduksi.

Meskipun demikian, usahakan agar tetap tenang selama menjalani ibadah puasa.

4. Hindari menu sahur yang berminyak
Makanan yang berminyak akan membuat anda mudah merasa haus. Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi makanan berminyak juga akan membuat anda mudah sakit tenggorokan.

Untuk itu, saat santap sahur usahakan jangan makan makanan yang berminyak banyak

5. Konsumsilah makanan yang sehat.
Meskipun kelihatannya segar dan alami, namun beberapa makanan seperti ikan terkadang terkontaminasi dengan merkuri.

Bukan rahasia lagi bahwa merkuri adalah senyawa yang sangat berbahaya bila masuk ke dalam tubuh. Terutama bagi ibu menyusui, mengkonsumsi makanan yang tercemar merkuri akan mengganggu kesehatan yang pada akhirnya berdampak pada kelancara produksi asi.

6.Cukupi kebutuhan gizi
Mencukupi kebutuhan gizi adalah hal mutlak yang harus dilakukan oleh ibu menyusui, tidak hanya saat berpuasa saja.

Usahakan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang dapat melancarkan asi dan juga dapat meningkatkan produksi asi. 

7. Hindari stress

Stress merupakan salah satu faktor yang menjadi penyebab asi menjadi tidak lancar. Saat jenuh, ada baiknya bila pergi jalan-jalan keluar mencari udara segar agar kondisi mental anda tetap terjaga.

Penuhi juga jam istirahat anda pada siang ataupun malam hari. Bila sulit mendapatkan jam tidur di malam hari, ada baiknya untuk menggantinya di siang hari.

8. Saat terjadi keluhan, segeralah konsultasi ke dokter.
Berpuasa pada saat menyusui merupakan tantangan besar bagi ibu menyusui. Selain harus memenuhi kebutuhan gizinya sendiri, dia juga harus memenuhi asupan gizi si kecil.

Maka wajar bila terkadang terjadi masalah seperti asi tidak lancar saat menyusui bila ibu memaksakan tetap berpuasa sambil menyusui bayi anda.

Jika terjadi hal demikian, maka segeralah berkonsultasi ke dokter agar dapat segera diketahui apa yang menjadi permasalahannya.
Punya bayi tapi kerja kantoran? Inilah Cara Menyimpan ASI perah yang harus kamu ketahui

Punya bayi tapi kerja kantoran? Inilah Cara Menyimpan ASI perah yang harus kamu ketahui

Firdaus45.com - ASI merupakan kebutuhan pokok bayi dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saat bayi berusia 0-6 bulan, memang seharusnya tidak boleh lepas dengan ASI. Oleh karena itu, banyak ibu saat ini mulai sadar dan berlomba-lomba untuk tetap memenuhi kebutuhan ASI si kecil meskipun sedang bekerja kantoran.

Bekerja kantoran bukanlah menjadi alasan untuk tidak memberikan ASInya kepada si kecil. Karena banyak cara agar si kecil tetap meskipun sedang sibuk bekerja. Salah satunya adalah dengan menyiapkan ASI perah.



Bila Anda berniat memberikan ASI perah selama bekerja, maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara memijat ASI agar dapat keluar, karena tidak jarang ibu yang merasa kesulitan dalam memerah ASInya sendiri tanpa bantuan alat.

Baca juga: Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

Selain itu, cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar juga harus mendapat perhatian agar kualitas ASI perah tetap terjaga.

Bila Anda bingung bagaimana cara melakukannya, simak penjelasan berikut ini sampai habis dan jangan terlewatkan.

1. Memerah ASI dengan tangan.
Ketika Anda ingin memerah asi dengan tangan, sebaiknya kompres payudara Anda dengan air hangat agar semua otot yang ada di payudara melunak.

Jangan lewatkan:
  1. Benjolan di payudara yang harus diwaspadai
  2. Cara mendeteksi tumor payudara sendiri
  3. Memahami bagaimana pembentukan kelenjar payudara
  4. Tips dan cara memperlancar asi
  5. Proses pembentukan ASI 

Biasakan untuk selalu mencuci bersih tangan Anda agar kuman pada tangan tidak ikut masuk ke wadah penyimpanan asi yang dapat menyebabkan si kecil diare ataupun mengalami masalah lain seperti sembelit.

Bagaimana cara memerah asi, berikut langkah-langkahnya.
  1. Pegang payudara Ibu dengan sebelah tangan lalu lakukan pemijatan dari bagian atas payudara menuju puting. Pijat menyeluruh, termasuk bagian bawah payudara.
  2. Selanjutnya, tekan perlahan-lahan pada area areola (kulit berwarnya gelap disekitar puting susu) dengan ibu jari dan telunjuk.
  3. Tekan kedua jari bersamaan, lalu tekan ke arah pucuk puting agar mengeluarkan ASI Ibu. Tekanlah sewajarnya jangan sampai puting susu terasa sakit.
  4. Bila ASI tidak keluar, kemungkinan cara memencet Anda salah. Ulangi dengan merubah letak Anda memencet areola sampai ASI benar-benar keluar. (banyak ibu yang salah memencet bagian ini sehingga pada akhirnya mereka menganggap payudara mereka tidak dapat memproduksi asi)

2. Cara Menyimpan Asi
Bila proses memerah ASI sudah selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana cara menyimpan ASI yang baik dan benar. 

Cara terbaik menyimpan asi agar dapat awet adalah dengan menaruhnya di lemari es baik di bawah freezer atau di freezernya. Bila asi sudah dihangatkan dan terdapat sisa, sebaiknya sisa asi yang sudah dihangatkan dibuang dan diganti dengan yang baru.

Alangkah baiknya untuk selalu memberikan tanggal pada setiap kemasan asi perah yang dibekukan. ASI yang diletakkan di dalam lemari pendingin dapat bertahan selama 72 jam.

Jika ASI ditempatkan di dalam freezer maka akan tahan selama 3 bulan. Tapi harus diingat, bila sudah dipanaskan dan tersisa, sebaiknya sisanya dibuang saja.

Semoga ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu semua yang selalu memperhatikan kebutuhan gizi si kecil.
Tips dan Cara Memperlancar ASI Agar Cepat Keluar Sebelum dan Setelah Melahirkan

Tips dan Cara Memperlancar ASI Agar Cepat Keluar Sebelum dan Setelah Melahirkan

Tips dan cara memperlancar ASI. Setelah seorang ibu selesai melalui proses persalinan, tugas mulia yang harus dilakukan adalah memberikan asi eksklusif kepada bayi yang baru dilahirkan. Pemberian asi secara eksklusif adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Karena tidak mungkin bayi yang baru dilahirkan langsung diberi makanan seperti nasi dan lainnya. Kondisi organ percernaan bayi yang masih rentan yang mewajibkan seorang ibu membrikan asi secara eksklusif kepada bayi.

Akan tetapi terkadang harapan seseorang tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi. Niat baik seorang ibu menyusui yang ingin memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya tidak berjalan sesuai harapan karena asi yang dimiliki tidak dapat dikeluarkan / ASI tidak lancar.

Atau karena beberapa masalah menjadi penyebab asi tidak dapat dikeluarkan. Untuk itu diperlukan berbagai macam persiapan mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan, sehingga setelah nanti bayi dilahirkan seorang ibu menyusui bisa memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya.



Beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum persalinan agar ASI lancar saat menyusui diantaranya:

Merawat Payudara Ketika Hamil

Perawatan payudara penting sekali dilakukan sejak dalam masa kehamilan. Payudara yang tidak terawat juga akan membuat proses pembentukan asi terhambat. Memasuki usia kehamilan 6-8 pekan terjadi perubahan pada payudara berupa pembesaran payudara yang terasa lebih padat, kencang, sakit, dan tampak jelas gambaran pembuluh darah dipermukaan kulit yang bertambah serta melebar. Kelenjar Montgomery daerah areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting) tampak lebih nyata dan menonjol.

Perawatan payudara yang diperlukan sebagai berikut :
  • Ukuran payudara yang semakin membesar memaksa ibu hamil untuk segera mengganti ukuran BH. Menggunakan ukuran BH yang besar bertujuan dapat menopang perkembangan payudara yang semakin membesar, karena dikhawatirkan bentuk payudara akan mengendur jika tidak ditopang dengan BH.

  • Lakukan latihan gerakan otot badan yang berfungsi untuk mengencangkan otot penopang payudara agar tidak mengendur setelah masa menyusui selesai. Jenis latihan yang dapat anda lakukan juga cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Gerakan yang dapat anda lakukan adalah dengan duduk sila di lantai. Tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri (dekat siku), tangan kiri memegang lengan bawah kanan. Angkat kedua siku hingga sejajar pundak. Tekan pegangan tangan kuat-kuat ke arah siku sehingga terasa adanya tarikan pada otot dasar payudara.

  • Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan terutama pada bagian payudara khususnya pada bagian puting dan areola. Ketika mandi, usahakan juga untuk tidak di beri sabun mandi pada areola dan puting agar kelembapan pada area itu tetap terjaga dan tidak kering.

  • Usahakan puting agar lentur ketika tiba waktu menyusui dan upayakan agar tidak ada sumbatan dengan cara mengkompres dengan minyak atau air selama 2-3 menit. Tarik dan putar puting ke arah luar 20 kali, ke arah dalam 20 kali untuk masing-masing puting. Pijat daerah areola untuk membuka saluran susu. Bila keluar cairan, oleskan ke puting dan sekitarnya. Bersihkan payudara dengan handuk lembut.

  • Mengoreksi puting yang datar atau terbenam agar menyembul keluar dengan bantuan pompa puting pada pekan terakhir kehamilan sehingga siap untuk disusukan pada bayi, atau bisa juga secara manual (menarik puting keluar menggunakan tangan).
 Artiket terkait mengenai payudara yang perlu anda baca untuk menambah wawasan diantaranya: Cara mempertahankan payudara tetap kencang dan Tips memilih bra yang sehat

Supaya Sehat dan ASI Lancar pada saat Menyusui

Menjaga kesehatan selama kehamilan dengan banyak mengkonsumsi makanan kaya gizi, karena tidak semua wanita dapat dengan lancar menyusui bayinya ketika lahir. Makanan yang dikonsumsi dan tidak dikontrol sewaktu masa kehamilan menyebabkan produksi ASI tidak lancar. Olehkarenanya, pilihlah jenis-jenis makanan yang dapat memperbanyak produksi asi dan memperlancar keluarnya asi. Tidak hanya nutrisi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil, tidur yang cukup juga diperlukan bagi ibu hamil untuk menjaga kondisi badan tetap bugar. Bagi anda yang bekerja, aturlah jadwal cuti hamil dan bersalin sebanyak mungkin. Pastikan anda kembali bekerja setelah kondisi badan anda benar-benar sehat. Kembalilah bekerja setelah anda dapat memberikan asi eksklusif kepada bayi yang baru saja anda lahirkan.

Menghindari rokok, baik rokok aktif maupun pasif, minum alkohol, minuman bersoda karena semua jenis makanan tersebut dapat mengambat kerja usus dalam menyerap kalsium dan zat besi yang diperlukan selama masa kehamilan dan masa menyusui.

Pada saat kontrol kehamilan, gunakanlah kesempatan tersebut untuk bertanya apa saja sebanyak-banyaknya terkait kehamilan, persalinan dan menyusui. Saat anda memahami semua permasalahan, mulailah lakukan planing dan antisipasi agar mudah dalam penanganannya. Tanyakan secara detail mengenai tahapan dalam melakukan  Inisiasi Menyusu Dini IMD untuk meningkatkan keberhasilan menyusui dan demi mendapatkan banyak manfaat dari proses IMD itu sendiri.

Memperhatikan dan memeriksakan diri bila ada keluhan pada daerah gigi dan mulut karena dapat menjalar pada organ lain dan mengganggu kehamilan. Memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan pakaian nyaman saat di dalam rumah, yaitu yang longgar, ringan, mudah dipakai dan menyerap keringat.

Terkait memperlancar ASI, mungkin juga perlu membaca: faktor yang mempengaruhi produksi ASI dan Memahami bagaimana proses pembentukan ASI

Pahami Tehnik Menyusui yang Benar

Berikut ini beberapa langkah yang perlu diketahui ketika menyusui bayi :

  • Usahakan selalu dalam kondisi tenang ketika sedang menyusui. Usahakan untuk tidak dalam keadaan haus dan lapar ketika menyusui.

  • Pilihlah tempat yang nyaman dalam memberikan asi kepada bayi.

  • Bersihkan tangan agar saat memegang puting tidak terkena kuman.

  • Ketika akan menyusui, tekan daerah areola di antara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2-3 tetes ASI kemudian oleskan ke seluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaik adalah bila ibu melepaskan kedua payudara dari pemakaian BH.

  • Posisi ibu dan bayi yang benar saat menyusui dapat dicapai bila bayi menyusui dengan tenang dan badannya menempel betul pada ibu. Menyusui yang baik dan benar adalah ketika mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara dan mulut bayi membuka lebar sehingga sebagian besar areola tertutup mulut bayi. Dengan posisi itu, bayi akan leluasa mengisap ASI pelan-pelan tapi kuat dan ibu pun tidak merasa kesakitan. Sebaiknya posisi puting dan lengan bayi berada pada satu garis lurus.

  • Berikan ASI sesuka bayi (on demand) dan tidak usah dijadwal. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2-3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian, masing-masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi terakhir yang disusui sebelumnya. Berikan ASI sampai payudara terasa kosong.

  • Untuk mencegah lecet, setelah selesai menyusui segera oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara, baru kemudian BH dipakai kembali. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi supaya bersendawa.

  • Tegakkan punggung bayi dan dekatkan pada dada ibu supaya bayi bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.
Baca juga artikel mengenai bagaimana cara memberikan ASI pada bayi yang baik dan benar atau juga mengenai cara alami meningkatkan produksi ASI

Apakah Bayi Cukup Mendapatkan ASI?

Seorang bayi dikatakan mendapatkan asi yang cukup apabila berat badan lahir pulih kembali setelah bayi berusia 2 pekan, kenaikan berat dan tinggi badan sesuai dengan kurva pertumbuhan, bayi banyak mengompol (sampai 6 kali atau lebih dalam sehari), bayi menyusu dengan kuat kemudian melemah hingga tertidur, dan payudara ibu terasa lunak setelah menyusui dibanding sebelum disusukan.

Tetap Memenuhi Kebutuhan Asi si Kecil Ketika Harus Bekerja

Pada saat bayi sedang tahap pemberian asi eksklusif, usahakan sebisa mungkin agar bayi tidak diberi asupan gizi selain asi. Jika memang terpaksa, karena alasan kesibukan, tetap berikan asi anda kepada bayi anda. Pemberian asi dapat dilakukan dengan memeras kemudian disimpan dan suruhlah pengasuh anda untuk memberikan asi yang sudah diperas ketika anda sedang bekerja. Usahakan wadah tempat penyimpanan asi perahan dalam keadaan steril dan terbebas dari kuman.

ASI perahan dapat bertahan lama ketika:
  • 4-8 jam bila disimpan pada suhu 19-25°C.
  • 1-2 hari bila disimpan di dalam lemari es pada suhu 0-4°C (bukan freezer).
  • 2 bulan di dalam freezer lemari es satu pintu.
  • 3-4 bulan di dalam freezer (pintu terpisah).

Yang Harus Diperhatikan Ketika Menyusui

Kondisi kesehatan ibu menyusui juga dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas gizi dari ASI yang dimilikinya. Penurunan berat badan pasca melahirkan sebaiknya diperhatikan, jangan sampai berat badan turun secara drastis. Bukan hanya kebutuhan nutrisi bayi saja yang terus diperhatikan, gizi ibu menyusui juga harus diperhatikan. Selama menyusui usahakan untuk selalu memperhatikan asupan nutrisi pada setiap makanan yang akan dikonsumsi oleh ibu menyusui. Setidaknya makanan ibu menyusui akan dikonsumsi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Khusus bagi ibu menyusui yang bermasalah dengan ASInya, konsumsilah makanan yang mampu merangsang produksi ASI seperti halnya daun katu dan daun pepaya.

Jumlah cairan ibu menyusui juga harus diperhatikan, karena dalam masa menyusui cairan seorang ibu menyusui keluar lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Ibu menyusui dianjurkan minum air 8-12 gelas sehari.

Ibu menyusui tentunya mengeluarkan tenaga yang tidak sedikit, apalagi terkadang ibu harus terbangun malam karena bayi menangis dan meminta ASI. Oleh karena itulah ibu menyusui membutuhkan istirahat dan tidur cukup supaya tenaganya pulih kembali.

Ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter (tenaga kesehatan) karena ada beberapa obat yang tidak boleh diberikan pada ibu menyusui.
Ibu bisa melakukan pijat payudara menggunakan minyak kelapa atau zaitun untuk memperbaiki aliran ASI agar lancar. Tahap-tahap pijat payudara sebagai berikut :

  • Gunakan jari-jari untuk mengusap payudara secara lembut dengan arah menjauhi puting.

  • Pijat lembut payudara seolah menguleni, menggunakan gerakan mengangkat dan menekan.

  • Gunakan tangan secara lembut dan hati-hati untuk memuntir payudara searah dan berlawanan arah jarum jam.

  • Gunakan kedua tangan untuk menekan secara perlahan daerah sekitar areola payudara untuk mengeluarkan cairan susu. Kemudian oleskan sebagian cairan susu ke puting payudara.

Anjurkan ibu yang mengalami masalah ketika menyusui untuk berkonsultasi pada tenaga terlatih di pusat pelayanan kesehatan. Suami, keluarga, dan orang-orang terdekat hendaknya selalu memberi dukungan moral supaya ibu bisa melalui masa-masa menyusui dengan baik.

Hindari stres karena stres akan mempengaruhi produksi ASI. Seorang ibu harus percaya diri bahwa ASI saja sudah cukup, tidak perlu ditambah susu formula. Berikan pengertian kepada orang-orang di sekitar ibu (suami, orangtua, mertua) bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Karena dukungan dari orang sekitar sangat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI.
MPASI dan Menyapih

Makanan selain ASI (MPASI/Makanan Pendamping ASI) hendaknya diberikan mulai usia bayi 6 bulan. Bila ibu bekerja, hendaknya makanan pendamping ASI diberikan pada jam kerja sehingga ASI dapat tetap diberikan pada saat ibu ada di rumah. Setelah bayi cukup mendapatkan ASI selama 2 tahun, bayi bisa disapih secara bertahap dengan meningkatkan frekuensi makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI dalam kurun waktu 2-3 bulan (jangan dihentikan mendadak).

Banyak faktor yang menentukan keberhasilan seorang ibu ketika menyusui. Persiapan menyusui perlu dilakukan sejak ibu masih di awal kehamilan sampai menjelang persalinan. Persiapan yang matang dan kesiapan mental seorang ibu insyaallah akan banyak membantu ketika melakukan aktivitas menyusui. Sebaiknya ibu banyak bertanya dan belajar tentang masalah menyusui. Jangan lupa untuk memperbanyak do’a supaya proses menyusui berjalan lancar.

Ingin Bayi Anda Sehat dan Menjaga Tumbuh Kembangnya? Inilah Makanan Untuk Ibu Menyusui yang Wajib Dikonsumsi

Ingin Bayi Anda Sehat dan Menjaga Tumbuh Kembangnya? Inilah Makanan Untuk Ibu Menyusui yang Wajib Dikonsumsi


Firdaus45 - Menjadi seorang ibu baru memanglah membuat hati seorang wanita / istri bahagia karena dapat memberikan buah hati kepada sang suami. Menjadi seorang ibu baru berarti bertambah tugas anda sebagai ibu. Menyusui adalah tugas seorang ibu yang harus dilakukan agar bayi yang baru dilahirkannya menjadi sehat. Untuk menunjang kegiatan ibu menyusi, hal yang perlu diperhatikan adalah makanan untuk ibu menyusui agar kandungan asi baik untuk makanan bayi.

Jika setelah melahirkan badan anda berubah menjadi tambah gemuk, dalam benak anda yang terfikir mungkin adalah bagaimana cara cepat menurunkan berat badan setelah melahirkan. Itu merupakan hal yang wajar apabila seorang wanita berusaha menurunkan berat badan setelah melahirkan karena jika tidak segera ditangani, berat badan seorang wanita setelah melahirkan akan cenderung stabil. Akan tetapi lebih bijaknya jika anda juga memperhatikan kebutuhan nutrisi ibu menyusui yang harus dipenuhi. Diet setelah melahirkan dirasa kurang begitu tepat karena pada kubutuhan nutrisi setelah melahirkan justru semakin besar untuk pemulihan. Mengkonsumsi makanan untuk ibu menyusui secara teratur akan membantu anda untuk memperoleh energi yang dapat anda gunakan untuk menyusui bayi yang baru dilahirkan.

Perlu menjadi perhatian bagi ibu menyusui bahwa kualitas asi harus tetap terjaga. Akan tetapi manakan ibu menyusui tidak begitu mempengaruhi kualitas asi. Saat makanan ibu menyusui kurang nutrisi, tubuh akan tetap memenuhi nutrisi yang diambil dari cadangan makanan yang disimpan dalam tubuh. Jadi untuk kesehatan Anda juga, pastikan Anda mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi Anda dengan mengonsumsi makanan bergizi.

makanan untuk ibu menyusui, kandungan asi, Firdaus45 - Menjadi seorang ibu baru memanglah membuat hati seorang wanita / istri bahagia karena dapat memberikan buah hati kepada sang suami. Menjadi seorang ibu baru berarti bertambah tugas anda sebagai ibu. Menyusui adalah tugas seorang ibu yang harus dilakukan agar bayi yang baru dilahirkannya menjadi sehat. Untuk menunjang kegiatan ibu menyusi, hal yang perlu diperhatikan adalah makanan untuk ibu menyusui agar kandungan asi baik untuk bayi.

Makanan untuk ibu menyusui lebih tepatnya digunakan untuk memulihkan energi pasca melahirkan dan juga sebagai energi tambahan ketika masa menyusui. Oleh karena itu, makanan untuk ibu menyusui penting kiranya untuk terus dikonsumsi selama masa menyusui belum usai. Berikut ini adalah daftar makanan untuk ibu menyusui yang wajib dikonsumsi

Ikan salmon

Setiap jenis makanan pasti memiliki kandungan yang berbeda. Setiap makanan juga memiliki keunggulan masing-masing. Tidak ada makanan yang memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang sempurna, jika ada itu kadarnya hanya beberapa persen saja dari yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu mengkonsum banyak variasi makanan akan menjadi lebih bagi bagi ibu menyusui.

Ikan salmon mengandung lemak terbaik yang dibutuhkan oleh ibu menyusui. Dalam daging salmon terdapat salah satu jenis lemak DHA yang sangat bagus untuk perkembangan sistem saraf bayi. Di dalam cairan asi juga terdapat DHA. Akan tetapi tingkat nutrisi penting jenis ini lebih tinggi kadarnya dalam ASI wanita yang mendapatkan DHA tambahan dari makanan mereka.

DHA dalam ikan salmon juga dapat membantu mood Anda, sehingga mengurangi resiko terkena baby blues.

Produk susu rendah lemak

Yoghurt, susu, atau keju, yang manapun anda sukai tidak masalah, produk susu adalah bagian penting dari menyusui sehat. Selain menyediakan protein, vitamin B, dan vitamin D, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Jika Anda menyusui, susu yang sarat dengan kalsium untuk membantu tulang bayi Anda berkembang, sehingga penting bagi Anda untuk makan kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Salah satu cara untuk melakukannya adalah untuk menyertakan setidaknya tiga cangkir susu setiap hari sebagai bagian dari menu makanan Anda.

Daging sapi tanpa lemak

Bila Anda sedang mencari makanan untuk meningkatkan energi Anda sebagai ibu baru, carilah makanan kaya zat besi, seperti daging tanpa lemak. Kekurangan zat besi dapat menguras tingkat energi Anda, sehingga sulit bagi Anda untuk bersaing dengan tuntutan bayi yang baru lahir.

Juga, ketika Anda menyusui, Anda perlu makan protein tambahan dan vitamin B-12. Daging sapi tanpa lemak merupakan sumber yang sangat baik untuk keduanya.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, terutama yang berwarna gelap seperti kacang hitam dan kacang merah, adalah makanan untuk ibu menyusui yang sangat bermanfaat, terutama untuk vegetarian. Bukan saja mereka kaya akan zat besi tapi juga kaya akan protein berkualitas non-hewani, dengan harga yang tidak menguras kantong

Bluberi

Ibu menyusui harus mendapatkan dua atau lebih porsi buah atau jus setiap hari. Bluberi, kaya akan antioksidan, adalah pilihan yang sangat baik untuk membantu Anda memenuhi kebutuhan Anda. Buah ini kaya akan vitamin dan mineral dan karbohidrat dalam dosis yang sehat untuk menjaga tingkat energi Anda.

Beras coklat atau beras merah

Jika Anda ingin segera menurunkan berat badan setelah melahirkan, anda pasti akan mengurangi asupan karbohidrat Anda. Tapi kehilangan berat badan terlalu cepat menyebabkan Anda menghasilkan lebih sedikit ASI dan membuat Anda merasa lesu. Makanlah jenis karbohidrat yang sehat seperti beras coklat / beras merah atau roti gandum untuk menjaga tingkat energi anda.

Jeruk

Mudah ditemukan dimana-mana dan bergizi, jeruk sangat penting karena ibu menyusui membutuhkan vitamin C dosis tinggi, bahkan lebih banyak daripada ibu hamil. Tidak dapat menemukan waktu untuk duduk untuk mengupas jeruk? Minum jus jeruk memberikan manfaat yang sama. Beberapa jus jeruk yang dijual di supermarket sekarang bahkan telah diperkaya dengan kalsium, sehingga anda dapat memperoleh manfaat ganda.

Kuning Telur

Kuning merupakan sumber vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan tulang anda. Pada saat wanita sedang hamil, keluhan sakit pada tulang belakang seringkali dijumpai. Untuk menghindari terjadinya keropos tulang, atau nyeri pada persendian tulang cara terbaik adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh kesehatan tulan, salah satunya adalah kuning telur.

Rajing mengkonsumsi telur dengan jumlah yang sesuai takaran akan membantu anda memenuhi kebutuhan protein harian Anda. Cukup dengan menyiapkan telur dadar atau rebus untuk pendamping sarapan Anda bersama roti gandum atau tambahkan pada soto saat makan siang.

Roti gandum (whole wheat bread)

Roti gandum merupakan salah satu makanan untuk ibu menyusui yang wajib dikonsumsi. Gandum merupakan salah satu makanan yang mengandung sumber asam folat terbaik, selain itu gandum juga menyumbang kebutuhan serat dan zat besi dalam tubuh anda. Seperti kita ketahui bahwa asam folat adalah salah satu senyawa yang sangat penting keberadaannya untuk perkembangan janin pada tahap awal kehamilan. Mencukupi kebutuhan asam folat selama masa kehamilan akan membantu anda menghindari cacat bayi pada saat persalinan. Kekurangan asam  Asam folat juga berdampak pada kondisi psikis anak.

Sayuran berwarna hijau

Banyak manfaat sayuran berwarna hijau seperti bayam, kangkung dan brokoli. Mereka sangat kaya dengan vitamin A, yang perlu bayi dapatkan dari ASI. Sayuran juga merupakan sumber kalsium non susu, vitamin C, zat besi, antioksidan dan rendah kalori.

Sereal / bubur gandum

Sarapan sehat dengan sereal gandum mampu membantu memberikan energi yang dibutuhkan setelah malam-malam panjang bergadang menjaga bayi. Tambahkan susu rendah lemak dan buah-buahan ke dalam sereal anda untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian anda.

Air

Dehidrasi menurunkan tingkat energi seseorang secara drastic. Untuk menjaga tingkat energi Anda dan produksi ASI, pastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik. Variasikan pilihan Anda dalam memenuhi kebutuhan cairan dengan minum jus dan susu, tapi hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh. Bila terpaksa, minum maksimum 2-3 cangkir saja. Kafein akan memasuki ASI anda dan bayi anda akan menjadi sulit tidur.

Meskipun dalam sehari tidak semuanya dapat dikonsumsi, akan tetapi setidaknya dalam sehari makanan untuk ibu menyusui mengandung beberapa makanan yang terdapat dalam daftar diatas.

Hormon yang Mempengaruhi Proses Keluarnya Air Susu Ibu


Firdaus45.com - Hormon yang Mempengaruhi Proses Keluarnya Air Susu Ibu - Bayi yang baru dilahirkan tentunya memiliki sistem pencernaan yang masih sangat rentan sekali. Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan untuk diberikan kepada bayi yang baru saja dilahirkan. Pemenuhan gizi bayi baru lahir cukup hanya dengan pemberian asi secara eksklusif.

Akan tetapi, pernahkah anda bertanya-tanya dari mana asalnya ASI itu diproduksi? Kenapa ASI hanya bisa keluar pada saat setelah melahirkan? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya produksi ASI. Proses pembentukan ASI pada dasarnya dimulai sejak bulan ketiga kehamilan. Beberapa hormon yang dapat mempengaruhi produksi ASI diantaranya adalah:

Progesteron dapat berfungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Setelah melalui proses persalinan, jumlah progesteron dalam tubuh akan mengalami penurunan. Hal ini akan menstimulasi produksi ASI secara besar-besaran.

Estrogen dapat berfungsi sebagai stimulus untuk memperlebar saluran ASI. Hormon estrogen ini jumlahnya akan menurun saat persalinan usai dan kemudian jumlahnya menjadi stabil untuk beberapa bulan kedepan selama proses menyusui. Bagi ibu yang menjalani program KB yang bersifat hormonal, sebaiknya dihentikan terlebih dahulu selama pemberian ASI eksklusif masih berlanjut. Terlalu banyak hormon estrogen dapat mengurangi jumlah produksi ASI.

Hormon Prolaktin dapat berperan untuk memperbesar alveoli. Prolaktin adalah hormon hasil sekresi dari glandula pituitari yang berperan penting dalam produksi ASI. Prolaktin akan meningkat dalam tubuh seorang wanita selama masa kehamilan. Kadar hormon progesteron dan estrogen akan berangsung-angsur menurun pada saat peristiwa keluarnya plasenta dari dalam tubuh pada saat proses persalinan.

Jumlah hormon esterogen dan prolaktin akan terus menurun sampai hormon prolaktin dapat dilepaskan atau diaktifkan. Ovulasi akan terhambat sebagai akibat dari peningkatan hormon prolaktin. Pada wanita normal, kadar paling tinggi jumlah prolaktin adalah pada waktu malam hari.

Hormon Oksitosin: Berfungsi untuk mengencangkan otot dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya, oksitosin ini juga bekerja pada saat wanita mencapai puncak kenikmatan. Perannya dalam proses pembentukan ASI, oksitosin berperan untuk mengencangkan otot halus yang berada disekitar alveoli.

Pengencangan otot yang berada disekitaran alveoli berfungsi untuk memudahkan bayi dalam memeras ASI melalui hisapan, karena alveoli dapat melancarkan ASI keluar menuju saluran susu.

Human Placental Lactogen (HPL): Terbentuk sejak bulan kedua masa kehamilan. HPL banyak dijumpai di dalam plasenta. HPL pada masa kehamilan digunakan untuk memperbesar payudara, puting susu, dan areola sebelum proses persalinan tiba. Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI.

Baca juga:
Faktor yang mempengaruhi produksi ASI
Cara Alami Meningkatkan Air Susu Ibu
Memahami Bagaimana Proses Pembentukan Kelenjar Payudara
Langkah Sehat Agar ASI Lancar Saat Menyusui