3/29/2018

Mengenali Penyebab dan Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki bengkak saat hamil - atau disebut juga dengan istilah edema, merupakan suatu kejadian yang umum terjadi pada wanita hamil bila usia kandungan sudah memasuki trimester akhir.

Dalam istilah medis, pembengkakan pada kaki saat hamil disebut dengan istilah edema perifer. Edema perifer adalah pembengkakan yang terjadi pada area pergelangan kaki, betis, lengan dan tangan. Jadi edema tidak hanya terjadi pada area kaki saja, melainkan bisa juga terjadi pada bagian-bagian yang telah disebutkan tadi.

Kaki bengkak saat hamil disebabkan oleh beberapa faktor yaitu
  1. Kelebihan cairan di dalam tubuh.
  2. Sedang dalam pengobatan 
  3. Gagal Jantung - Jika Anda mengalami gagal jantung kongestif, satu atau kedua ruang bawah jantung Anda akan kehilangan kemampuan untuk memompa darah secara efektif. Sehingga mengakibatkan darah dari kaki yang seharusnya menuju jantung akan kembali lagi ke kaki dan juga pergelangan kaki yang menjadi penyebab kaki bengkak saat hamil. Gagal jantung kongestif juga bisa menyebabkan pembengkakan di perut Anda. Kadang-kadang, kondisi ini dapat menyebabkan cairan menumpuk di paru-paru Anda (edema paru), yang dapat menyebabkan sesak napas. 
  4. Penyakit ginjal - Ketika Anda memiliki penyakit ginjal, cairan ekstra dan natrium dalam sirkulasi Anda dapat menyebabkan edema. Edema yang terkait dengan penyakit ginjal biasanya terjadi di kaki Anda dan di sekitar mata Anda. Kerusakan pembuluh darah kecil yang menyaring di ginjal Anda dapat menyebabkan sindrom nefrotik. Pada sindrom nefrotik, penurunan kadar protein (albumin) dalam darah Anda dapat menyebabkan akumulasi cairan dan edema. 
  5. Kelemahan atau kerusakan pembuluh darah di kaki Anda. Jika Anda memiliki insufisiensi vena kronis, katup satu arah di vena kaki Anda melemah atau rusak, yang memungkinkan darah mengalir di vena kaki Anda dan menyebabkan pembengkakan. Tiba-tiba pembengkakan pada satu kaki disertai rasa sakit di otot betis Anda dapat disebabkan oleh gumpalan darah (deep vein thrombosis, atau DVT) di salah satu vena kaki Anda. Jika ini terjadi, segera dapatkan bantuan medis. 
  6. Sirosis hati - Cairan dapat menumpuk di rongga perut Anda (asites) dan di kaki Anda sebagai akibat dari kerusakan hati (sirosis).
  7. Sistem limfatik yang tidak memadai. Sistem limfatik tubuh Anda membantu membersihkan kelebihan cairan dari jaringan. Jika sistem ini rusak - misalnya, oleh operasi kanker - kelenjar getah bening dan pembuluh getah bening yang mengeringkan area mungkin tidak berfungsi dengan benar, dan edema dapat terjadi.
  8. Defisiensi protein jangka panjang yang parah. Kekurangan ekstrim (kekurangan), protein dalam diet Anda selama periode waktu yang panjang dapat menyebabkan akumulasi cairan dan edema.

Pada kasus yang ringan, kaki bengkak saat hamil bisa disebabkan karena
  1. Duduk atau berdiri terlalu lama
  2. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi 

Sedangkan kaki bengkak yang disebabkan karena efek samping beberapa obat seperti
  1. Obat tekanan darah tinggi
  2. Obat antiinflamasi nonsteroid 
  3. Obat steroid 
  4. Estrogen 
  5. Obat diabetes tertentu yang disebut thiazolidinediones 
Sedangkan pembengkakan pada kaki ibu hamil juga bisa disebabkan karena faktor kondisi kesehatan seperti berikut ini:

  1. Varises
  2. Diabetes
  3. Penggumpalan darah
  4. Penyakit ginjal
  5. Penyakit paru kronis, seperti bronkitis kronis, empisema, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  6. Gagal jantung
  7. Penyakit liver
  8. Arthritis atau radang sendi
  9. Penyakit tiroid
  10. Kista atau tumor


Seorang ibu hamil dikatakan mengalami edema atau pembengkakan kaki saat hamil bila menunjukkan tanda-tanda seperti berikut
  1. Kulit terasa membengkak
  2. Kulit mengkilap 
  3. Bila ditekan akan membentuk lubang yang pulihnya perlahan. 

Berikut ini adalah beberapa gejala yang harus segera ditangani dokter bila mengalami pembengkakan pada kaki saat hamil.
  1. Sesak napas
  2. Sulit bernapas 
  3. Sakit pada daerah dada 
Tanda tanda tersebut merupakan tanda dan gejala bahwa edema yang Anda derita adalah edema paru. Bila demikian, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Cara Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki bengkak yang dialami selama kehamilan disebut juga dengan istilah edema perifer. Edema perifer tidak hanya terjadi pada bagian kaki saja, melainkan bisa juga terjadi pada bagian tangan dan lengan,

1. Hindari posisi berdiri terlalu lama




Selain akan membuat kaki pegal-pegal, berdiri terlalu lama juga akan membuat cairan terkumpul pada daerah kaki. Pada saat berdiri, kaki akan menerima berat dari tubuh kita. Oleh karena itu, bila berdiri terlalu lama, kaki juga akan mengalami tekanan selama ibu hamil berdiri. Jadi usahakan untuk tidak terlalu lama berdiri ketika sedang hamil tua khususnya.

Bila sedang memasak atau aktivitas lainnya, siapkan kursi untuk duduk ketika sudah mulai terasa pegal-pegal pada bagian kaki.

2. Lakukan olahraga secara rutin dan tidak berlebihan


Peredaran darah yang tidak lancar selama kehamilan juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadi pembengkakan pada bagian kaki saat hamil.

Bila pembengkakan pada kaki disebabkan karena peredaran darah kurang lancar, maka cara mudah mengatasinya adalah melakukan olahraga secara teratur dan tidak berlebihan.

Lakukan olahraga yang memang dianjurkan untuk ibu hamil. Manfaat lain berolahraga atau melakukan aktivitas selama hamil adalah akan mempermudah pada saat nanti proses persalinan tiba.

Agar tidak terjadi cidera atau kesalahan dalam gerakan, sebaiknya gunakan instruktur senam yang sudah terlisensi.

Berikut ini adalah beberapa olahraga yang cocok untuk dilakukan oleh ibu hamil

  1. Senam hamil
  2. Yoga
  3. Peregangan
  4. Berenang
  5. Latihan beban
  6. Jalan kaki
  7. Relaksasi
  8. Senam kegel
  9. Senam pilates
  10. Senam aerobik


3. Tinggikan posisi kaki pada saat tidur



Aktivitas pada siang hari memang terkadang membuat wanita hamil kelelahan. Jadi ada baiknya bila pada saat tidur posisikan kaki lebih tinggi dari tubuh dan kepala. Gunakan pengganjal seperti bantal atau guling agar memperoleh posisi yang pas dan tidak membuat pinggang pegal.

Meninggikan kaki pada saat tidur akan membantu Anda melancarkan peredaran darah pada bagian kaki yang sering menjadi penyebab pembengkakan pada kaki saat hamil.

4. Jangan mengkonsumsi garam terlalu banyak bahkan sampai berlebihan



Mengkonsumsi garam pada saat hamil dan bila yang sedang hamil mengalami pembengkakan pada kaki, justru akan memperparah kondisi.

Selain pembengkakan pada kaki saat hamil, mengkonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih juga akan menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti:

  1. Hipertensi pada kehamilan
  2. Preeklampsia
  3. Penyakit jantung
  4. Gangguan pada sistem pencernaan
  5. Memperlambat pembentukan ginjal pada janin

5. Tidur dengan posisi miring

Bila tidur dengan meninggikan kaki pada saat hamil dirasa kurang enak, tidur dengan posisi mirin dapat Anda jadikan solusi untuk meredakan pembengkakan pada kaki saat hamil.

Posisi tidur miring yang pas juga dapat memperlancar peredaran darah pada kaki sehingga perlahan pembengkakan pada kaki perlahan akan mengempis.

Selain itu, posisi tidur miring terutama posisi miring ke kiri akan membuat janin di dalam kandungan memperoleh aliran darah dan nutrisi yang maksimal ke plasenta. Hal ini disebabkan karena ada vena besar (vena cava inferior ) dibagian belakang sebelah kanan svina yang mengembalikan aliran darah ke tubuh bagian bawah ke jantung. yang juga dapat membantu ginjal untuk membuang sisa produk dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki, pegelangan kaki dan tangan.

6. Jangan gunakan celana yang terlalu ketat, sebaiknya pilihlah celana yang longgar



Penggunaan celana yang ketat seperti jeans saat hamil dapat menghambat aliran darah yang menuju kaki. Darah yang tidak dapat mengalir dengan lancar menuju kaki ini yang dapat menyebabkan kaki bengkak saat hamil

Selain itu, penggunaan celana yang ketat pada saat hamil juga dapat menimbulkan infeksi pada bagian V4gi@ infeksi ragi V4gin@. Karena pada saat hamil, biasanya seorang wanita akan lebih sering mengeluarkan carian V4gin@ lebih banyak. Sehingga membuat daerah kewanitaan menjadi lebih lembab yang menyebabkan jamur dapat dengan mudah berkembang biak.

7. Memperbanyak konsumsi air putih



Meskipun pembengkakan pada kaki saat hamil disebabkan karena kelebihan cairan, bukan berarti bahwa ibu hamil harus mengurangi konsumsi air. Justru dengn memenuhi kebutuhan cairan di dalam tubuh akan dapat membantu melancarkan cairan yang mengumpul pada daerah kaki.

Banyak mengkonsumsi air mineral pada saat hamil juga dapat mencegah terjadinya dehidrasi pada saat hamil.

Loading...

Artikel Menarik Lainnya