1/15/2018

Bila Darah Haid Sedikit, Jangan Panik! Beginilah Cara Melancarkannya!


Melancarkan darah haid yang sedikit - Menstruasi bagi wanita adalah yang wajar terjadi, karena ini merupakan suatu kodrat sebagai seorang wanita. Menjadi pertanyaan besar bila seorang wanita tidak mengalami haid, pastilah disitu ada gangguan yang sedang dialami wanita tersebut. Banyak cara yang dapat dilakukan agar memperoleh siklus haid yang normal.

Normalnya, haid seorang wanita berlangsung selama 3 sampai 8 hari dengan waktu tunggu untuk periode haid berikutnya berkisar 21 hingga 31 hari hingga memperoleh masa haidnya kembali.

Rentang waktu itu bisa kita anggap sebagai tolak ukur menstruasi normal seorang wanita. Dan bila datangnya haid pada diri Anda tidak sesuai dengan waktu-waktu itu, apakah datang lebih awal atau malah tak kunjung datang, bisa jadi Anda sedang mengalami gangguan menstruasi.

Perlu Anda ketahui bahwa, barometer atau patokan ketidaknormalan haid dapat diukur dengan cara lain selain menghitung lama hari masa haid. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk mengetahui apakah Anda mengalami haid yang normal atau tidak yaitu dengan mengukur jumlah darah yang keluar pada saat menstruasi.

Pada umumnya, darah menstruasi normal akan keluar sebanyak kurang lebih 20 - 60 ml setiap harinya. Dan apabila jumlah darah menstruasi yang Anda keluarkan kurang atau lebih dari rentangan itu, dapat Anda jadikan suatu pertanda bahwa Anda sedang mengalami masalah menstruasi. Bila menjumpai hal demikian, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter agar dapat dipastikan dengan jelas apa penyebabnya.

Penyebab Darah Haid Sedikit

Sebelum berkonsultasi kepada dokter, beberapa faktor penyebab darah haid sedikit berikut ini mungkin dapat menambah wawasan Anda mengenai darah haid yang sedikit itu.

1. Faktor Psikologis
Volume keluarnya darah yang dikategorikan kedalam kondisi tidak normal biasa disebabkan oleh faktor psikologis. Ada beraneka ragam pemicu suasana psikologi wanita di antaranya: ketakutan yang berlebih, amarah memuncak dan tidak terkontrol, cemas saat menstruasi berkunjung.

Keadaan psikis ini dapat mempengaruhi kondisi fisik wanita yang merangsang pada perubahan hormon yang tidak stabil sehingga memicu keluarnya darah menstruasi yang sedikit.

2. Faktor Kurang Istirahat
Istirahat yang tidak teratur kerap kali disepelekan oleh umumnya manusia. Padahal, istrahat yang cukup sangat berpengaruh pada kondisi tubuh yang sehat dan bugar dalam melaksanakan segala aktivitas.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pola istrahat yang tidak teratur berpengaruh pada gangguan sistem hormon di dalam tubuh manusia. Saat tubuh mengalami gangguan tersebut, penyakit pun berdatangan. Salah satunya mendorong darah menstruasi keluar dalam jumlah yang relatif sedikit.

3. Faktor Berat Badan
Selain karena faktor psikis dan istrahat yang kurang, berat badan berlebih juga dapat berpangaruh pada volume darah menstruasi yang sedikit. Hal tersebut dipengaruhi oleh kadar hormone enerogen dalam tubuh wanita tidak berjalan beriringan dengan metabolism tubuh.

4. Genetik.
Faktor genetik juga dapat mempengaruhi jumlah darah haid yang keluar. Untuk itu ada baiknya bila Anda menanyakan kepada Ibu atau sodara perempuan apakah mereka juga mengalami hal yang sama. Bila ternyata mereka juga mengalami hal yang sama, ada kemungkinan bahwa yang menyebabkan darah haid Anda sedikit adalah faktor hormon.

Bila demikian, cobalah periksakan ke dokter ahli dan tanyakan apakah hal itu normal ataukah perlu perhatian khusus?

5. Faktor pola hidup
Pola hidup yang tidak sehat juga dapat mempengaruhi jumlah darah haid yang keluar. Seperti terlalu keras berolahraga, berat badan yang naik turun secara drastis itu semua akan mempengaruhi keseimbangan hormon yang memicu jumlah darah yang dikeluarkan pada saat haid.

6. Pemakaian alat kontrasepsi
Alat kontrasepsi juga dapat mempengaruhi jumlah darah haid yang keluar. Seperti bila Anda menggunakan pil KB, pada umumnya, orang yang baru pertamakali menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB akan berdampak pada jumlah darah haid yang keluar.

7. Aspek umur.
Menstruasi sedikit normal terjadi pada kelompok yang barusan alami pubertas, serta pada kelompok yang sebentar lagi mencapai umur menopause.

Dua kelompok ini bisa alami hypomenorrhea lantaran pada umur itu saat terjadinya proses ovulasi belum atau tak teratur serta perubahan susunan endometrial (dinding dalam rahim) alami masalah.

8. Masalah tiroid
Kelenjar tiroid bisa membuahkan hormon yang bisa melindungi metabolisme tubuh. Namun, produksi hormon pada tiroid mungkin alami masalah hingga beresiko pada menstruasi Anda.

Bila Anda menanggung derita hipertiroid (penambahan kandungan hormon tiroid didalam darah), mungkin saja Anda bakal alami darah menstruasi yang sedikit. Pasien hipotiroid (kandungan hormon tiroid didalam darah yang alami penurunan dapat juga alami menstruasi tidak teratur ini.

9. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
Keadaan ini terjadi saat ovarium ditumbuhi oleh kista-kista dalam ukuran amat kecil. Pasien PCOS bisa alami menstruasi sedikit lantaran proses ovulasi alami masalah.

10. Asherman’s syndrome
Keadaan ini bisa bikin dinding sisi dalam rahim (endometrium) meradang, hingga kurangi volume rongga rahim. Tidak hanya menstruasi sedikit, masalah ginekologis ini bisa ditandai juga dengan timbulnya tanda-tanda kram serta nyeri perut.

Cara Alami Mengatasi Darah Haid Sedikit

Berikut ini adalah beberapa cara untuk melancarkan darah haid bila Anda mengalami darah haid yang keluar jumlahnya sedikit.

a Kunyit
  • Siapkan beberapa bahan yang akan diracik sebagai ramuan herbal. Bahan tersebut antara lain adalah 2 kunyit, 2 biji cengkeh, 4 kapulaga, 3 lembar daun srigading, serta ketumbar, jinten hitam, dan juga pala secukupnya.
  • Setelah semua bahan tersedia, cucilah semuanya dengan menggunakan air bersih.
  • Tumbuk bersama sampai dengan halus.
  • Jika tumbukan telah halus, seduhlah tumbukan tersebut dengan menggunakan air panas kurang lebih satu gelas.
  • Saring campuran air dan tumbukan tersebut, kemudian minumlah ramuan herbal ini secara rutin beberapa hari sekitar 1 sampai dengan 2 kali dalam sehari.

b. Calincing
  • Siapkan 30 gr calincing segar yang 10 gr diantaranya adalah calincing kering
  • Siapkan 20 gr jahe dan iris tipis
  • Cucilah dengan bersih calincing dan jahe yang telah disiapkan
  • Usai itu rebus semua bahan dengan air sebanyak 400 cc sampai dengan mendidih dan hanya menyisakan kurang lebih 200 cc air saja
  • Saringlah kemudian minum secara teratur

c. Daun Dewa
  • Pertama-tama siapkan terlebih dahulu 15 gr daun dewa dan juga 5 gr bunga pacar air yang berwarna putih
  • Cucilah kedua bahan menggunakan air bersih
  • Rebus dengan air sebanyak 500 cc sampai mendidih dan berkurang serta menyisakan sebanyak 200 cc saja
  • Saring ramuan dan minumlah

d. Lidah Buaya
Lidah buaya adalah tanaman yang telah terbukti memiliki banyak khasiat. Salah satu khasiat dari lidah buaya adalah mengatasi siklus menstruasi abnormal, alias tidak lancar.

Bagi anda yang mengalami siklus menstruasi tidak lancar dan juga darah yang keluar saat menstruasi sedikit, cobalah untuk memanfaatkan daun lidah buaya untuk dijadikan jus yang kemudian diminum secara teratur. Mengonsumsinya secara teratur akan bermanfaat untuk melancarkan siklus menstruasi.

e. Istirahat yang cukup
Kurang istirahat merupakan salah satu faktor yang menyebabkan darah menstruasi keluar dalam volume yang kecil. Nah, oleh karena itu diperlukan istirahat yang cukup agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Luangkan sedikit waktu untuk mengistirahatkan pikiran dari kejenuhan dengan cara berlibur atau melakukan hobi yang membuat hati gembira. Jauhkan beberapa kegiatan yang dapat menimbulkan perasaan stress.

Imbangi cara mengatasi dara haid sedikit ini dengan pola hidup sehat dengan mengkomsmsi buah dan sayuran. Mudahan bermanfaat

Baca juga: Cara mengatasi telat haid