12/12/2017

Beginilah Cara Mengatasi Bila Bayi Panas Setelah Imunisasi

Bayi Panas Setelah Imunisasi - Sekarang ini, banyak sekali para ibu menolak memberikan vaksin atau imunisasi kepada si kecil dengan berbagai alasan. 

Padahal, Imunisasi atau vaksin merupakan salah cara yang sangat ampuh untuk menjaga si kecil dari serangan beberapa jenis penyakit.

Pemberian vaksin atau imunisasi sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil terhadap beberapa penyakit yang dapat membahayakan kesehatan si kecil.

Kondisi daya tahan tubuh bayi yang masih rentan dikhawatirkan akan mudah sekali terserang beberapa penyakit, melalui imunisasi, kekhawatiran ini dapat diminimalisir.

Namun, yang disayangkan adalah, di Indonesia banyak praktik kotor dari beberapa ahli medis dan juga kesehatan yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan memberikan vaksin palsu. Hal yang tidak berkeprimanusiaan yang seringkali membuat ibu-ibu dirumah enggan memberikan imunisasi atau vaksin kepada sang buah hati.

Banyak orang tua yang merasa khawatir bila mendapati si kecil kemudian demam tinggi setelah imunisasi. Padahal, sejatinya itu adalah reaksi yang normal. Namun terkadang tindakan-tindakan yang kurang tepat dalam upaya menurunkan panas si kecil dapat membuat kondisi kesehatan si kecil semakin memburuk, misalnya seperti demam yang disertai kejang. (Baca juga: Kenali Panas Bayi Anda)

Mengapa bayi demam setelah imunisasi? 



Seperti yang telah disebutkan di atas tadi bahwa, tujuan imunisasi adalah untuk melindungi tubuh dari beberapa penyakit berbahaya sebelum terjadi kontak dengan si kecil.

Mekanisme dari imunisasi adalah memanfaatkan pertahanan atau daya tahan tubuh secara alami untuk membentuk pertahanan tubuh yang secara spesifik dalam melawan beberapa infeksi maupun virus. 

Ketika bayi diimunisasi, vaksin yang sudah jinak dimasukkan ke dalam tubuh bayi. Selanjutnya, tubuh akan memproduksi atau menunjukkan respon imun sepertihalnya ketika si kecil sedang terkena penyakit. Bedanya adalah respon yang ditunjukkan tidak sama dengan respon yang ditunjukkan ketika bayi sedang terkena penyakit. Kemudian bila si kecil terkena penyakit yang sama di kemudian hari, secara spontan dan cepat sistem imun tubuh akan mencegah dan menghambat penyakit tersebut untuk berkembang di dalam tubuh.

Demam bayi yang ditunjukkan pasca imunisasi adalah proses pembentukan imunitas tubuh. Selain demam biasanya akan menunjukkan beberapa gejala seperti gatal, nyeri pada bekas suntikan. Ketika tubuh sedang membentuk sistem imun tubuh akan menyebabkan suhu tubuh meningkat.

Namun tidak semua imunisasi memberikan respon seperti demam. Hanya beberapa saja yang menyebabkan demam, seperti halnya imunisasi campak dan DPT (dipteri, pertusis, dan tetanus). Dan tidak semua bayi menunjukkan gejala demam ketika diberikan imunisasi campak dan DPT.

Pemberian vaksin yang mengalami peningkatan suhu tubuh sering kali membuat anda panik, serba salah bahkan ikut menangis tak tega dengan kondisi bayi. Walaupun sebelumnya anda akan diberi tahu pasca imunisasi perubahan yang dialami oleh bayi, anda dapat meminta obat penurunan panas untuk antisipasi peningkatan panas sewaktu-waktu. Pada panas bayi mencapai 38 derajat celcius tidak membutuhkan obat penurun panas.

Cara Mengatasi Bayi Demam Setelah Imunisasi




Berikut adalah cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi suhu badan yang tinggi pada bayi anda pasca imunisasi :
  1. Memberikan ASI sesering mungkin. Kandungan ASI memiliki zat yang dapat menggurangi peningkatan suhu badan.
  2. Mendekap bayi, dengan memberikan dekapan dari anda dapaet meningkatkan zat antinyeri sehingga menurunkan rasa sakitnya.
  3. Jangan menggunakan bedong atau selimbut tebal, gunakan baju yang mudah menyerap keringat.
  4. Kompres menggunakan air hangat sehingga menurunkan resiko kejang-kejang ketimbang menggunakan air dingin.
  5. Memberikan kompresan air hangat untuk mengurangi pembengkakan pasca suntikan. Kebanyakan bayi merasa nyeri ketika bekas suntikan tersentuh sehingga membuat tidak nyaman.
  6. Berikan pijatan halus agar bayi merasa nyaman
  7. Gunakan selalu alat pengukur panas (termometer) untuk melihat perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuhnya.
  8. Pada umumnya kenaikan suhu badan bayi anda akan meningkat berkisar 38- 40 derajat celcius, panas badan anda akan menurun dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari. Ketika bayi anda mengalami panas melebihi 38 derajat celcius dapat diberikan obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter. 

Related:
  1. Makanan yang Paling Cocok untuk Turunkan Panas atau Demam Bayi
  2. Mengatasi Demam Pada Bayi

Bila ternyata tips di atas tidak dapat menurunkan demam atau panas bayi, segeralah pergi ke dokter terdekat untuk memeriksakan kondisi bayi Anda. Dikhawatirkan demam yang dialami bukan karena efek imunisasi, melainkan memang bayi Anda sedang terkena penyakit. 

Artikel Menarik Lainnya