12/10/2017

Pengetahuan Seputar Air Ketuban yang Wajib Ibu Hamil Mengerti

Firdaus45.com - Air ketuban atau cairan amnion adalah tempat bagi janin untuk bertumbuh kembang di dalam rahim seorang ibu. Air ketuban memiliki fungsi yang sangat penting bagi perkembangan janin di dalam rahim. Beberapa fungsi air ketuban diantaranya yaitu melindungi janin dari benturan luar, melindungi janin dari infeksi, menjaga suhu tubuh janin agar tetap hangat. 

Bagaimanakah proses pembentukan air ketuban?
Pembentukan air ketuban belum diketahui secara pasti berasal dari mana. Namun ada beberapa teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan dari mana air ketuban itu berasal. 

Beberapa teori mengatakan bahwa air ketuban itu berasal dari lapisan amnion, terutama pada bagian plasenta.

Beberapa perkiraan lainnya mengenai asal dari air ketuban adalah sebagai berikut :
1. Urin janin (fetal urine).
2. Transudasi dari darah ibu.
3. Sekresi dari epitel amnion.
4. Asal campuran (mixet origin).

Fungsi Air Ketuban Bagi Janin di dalam Kandungan.
Air ketuban memiliki beragam manfaat untuk perkembangan janin di dalam kandungan Anda. Beberapa fungsi air ketuban diantaranya sudah disebutkan di atas.

Berikut ini adalah beberapa fungsi air ketuban untuk perkembangan janin.
  1. Menjaga janin dari benturan
  2. Mencegah janin dari infeksi (Selaput ketuban dengan air ketuban di dalamnya merupakan penahanan janin dan rahim terhadap kemungkinan infeksi.)
  3. Menjaga suhu janin agar tetap hangat
  4. Menyediakan nutrisi bagi janin
  5. Mencegah pelekatan janin dan amnion. 
  6. Menjaga janin agar dapat bergerak dengan bebas
  7. Menambah suplai cairan janin dengan jalan ditelan atau diminum dan kemudian dikeluarkan melalui BAK janin 
  8. Dapat membersihkan jalan lahir pada bayi pada saat pecah ketuban karena janin  memiliki kemampuan sebagai densifektan dan juga bisa melicinkan jalan lahir.
  9. Menjaga tali pusat janin dari kekeringan. (Kekeringan tali pusat dapat mengakibatkan tali pusat mengerut yang pada akhirnya dapat menghambat penyaluran oksigen dari darah ibu ke janin).
  10. Membantu sistem pencernaan janin, sistem otot dan tulang kerangka, serta sistem pernapasan janin, agar berkembang dengan baik.
  11. Pada saat kehamilan, air ketuban juga dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan yang dialami janin, khususnya yang berhubungan dengan kelainan kromosom.
  12. Kandungan lemak dalam air ketuban dapat menjadi penanda janin sudah matang atau lewat waktu.
Itulah beberapa fungsi dari air ketuban yang sangat istimewa. Oleh karena itu ketika wanita sedang hamil harus terus menjaga agar air ketuban dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Kelaian Cairan Amnion / Air Ketuban

Perlu anda ketahui bahwa air ketuban akan bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada kondisi normal, jumlah air ketuban di usia kehamilan 10-20 minggu berkisar antara 50-250 ml. Sedangkan bila jumlah air ketuban lebih dari 2 liter dinamakan polihidramnion, sedangkan bila air ketuban kurang dari 500cc itu dinamakan oligohidramnion atau kekurangan air ketuban. Kelebihan atau kekurangan air ketuban merupakan salah satu kelainan air ketuban yang dapat dialami oleh sebagian ibu hamil.
1. Ketuban Pecah Dini
Ketuban pecah dini adalah keluarnya cairan melalui V*g1n* setelah kehamilan melewati usia 22 minggu. Dikatakan ketuban pecah dini bila air ketuban keluar sebelum proses persalinan berlangsung (belum waktunya melahirkan).  

Faktor apa sajakah yang membuat ketuban pecah dini?
Pada umumnya air ketuban pecah pada usia kehamilan lebih dari 37 minggu. Namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibu hamil mengalami pecah ketubah pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu.


Berikut ini adalah beberapa faktor resiko yang menyebabkan ibu hamil mengalami ketuban pecah dini
  1. Kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya
  2. Pernah atau sedang mengalami infeksi seperti pneumonia, penyakit seksual menular, dll
  3. Pernah melakukan operasi pada leher rahim atau omniosentesis
  4. Benturk uterus yang dimiliki ibu hamil abnormal, atau leher rahim yang dimiliki terlalu pendek
  5. Pernah mengalami perdarahan pada trimester kedua dan ketiga 
  6. Kurang menjaga kesehatan, kekurangan gizi, sering minum alkohol, atau kecanduan rokok.
Penangan umum yang dilakukan ketika ketuban pecah dini pertama kali adalah konfirmasi usia kehamilan menggunakan alat USG. Selanjutnya melakukan pemeriksaan inspekulo (dengan spekulum DTT) untuk menilai cairan ketuban yang keluar (jumlahnya, warnanya, dan juga baunya), selanjutnya dibedakan dengan urin.

Bila Bunda mengeluh perdarahan pada akhir kehamilan setelah usia kehamilan 22 minggu, jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital. Mengecek ada tidaknya infeksi dan juga mengecek tanda-tanda inpartu (tanda melahirkan)
2. Polihidramnion / hidromnion
Cairan ketuban yang berlebihan dihasilkan oleh produksi air seni janin. Janin minum air ketuban dalam jumlah seimbang dengan air seni yang dihasilkan nya. Volume air ketuban mestinya tidak sejenis tidak persis sama dariwaktu ke waktu. Volume ini mengalami puncak di kehamilan sekitar 33 minggu, yakni sekitar 1-1,5 liter yang diangsur berkurang mendekati kehamilan cukup bulan (40 minggu). Pada kasusu hidramnion, volume bisa mencapai 3-5 liter yang umumnya terjadi setelah umur kehamilan mencapai 22 minggu(sekitar 5 bulan).
Penyebab air ketuban berlebihan
  1. Produksi air seni janin berlebihan
  2. Ada kelainan pada janin yang menyebabkan cairan ketuban menumpuk, yaitu hidrosefalus, atresia saluran cerna, kelainan ginjal dan saluran kencing kongenital.
  3. Ada sumbatan atau penumpukan saluran cerna pada janin sehingga ia tidak dapat menelan air ketuban. Akhirnya volume air ketuban meningkat drastis.
  4. Kehamilan kembar, karena ada 2 janin yang menghasilkan air seni
  5. Ada proses infeksi.
  6. Ada hambatan pertumbuhan atau kecacatan yang menyangkut sistem saraf pusat sehingga fungsi gerakan menelan  mengalami kelumpuhan.
  7. Ibu hamil menderita diabetes yang tidak terkontrol.
  8. Inkompatibilitas atau ketidak cocokan rhesus.

3. Kekurangan Air Ketuban (oligohidramnion) 
Cairan ketuban dikatakan kurang bila volumenya lebih sedikit dari 500 cc. Ibu harus curiga jika ada cairan yang keluar secara berlebih atau sedikit tetapi terus-menerus melalui vagina. Biasanya berbau agak anyir, warnanya jernih, dan tidak kental. Sangat mungkin itu adalah cairan yang keluar/merembes karena ketuban mengalami perobekan.

Tanda lainnya adalah gerakan janin menyebabkan perut ibu terasa nyeri. Segera konsultasikan dengan dokter/bidan untuk memastikan apakah itu cairan ketuban atau bukan. Salah satu kemungkinan penyebab terjadinya ketuban pecah dini adalah infeksi vagina/jalan lahir. Dengan demikian untuk mencegah terjadinya ketuban pecah dini, ibu harus berupaya menjaga kebersihannya agar tidak terkena infeksi jalan lahir.

Loading...

Artikel Menarik Lainnya