Bila Memberikan ASI Lewat Botol. Ketahuilah Bagaimana Cara Mensterilkan Botol Susu Bayi

Bila Memberikan ASI Lewat Botol. Ketahuilah Bagaimana Cara Mensterilkan Botol Susu Bayi

Cara Membersihkan dan Mensterilkan Botol Susu - Botol susu adalah salah satu perlengkapan bayi yang paling sering digunakan. Oleh karena itu menjaga kebersihan dari botol susu juga harus diperhatikan agar si kecil tidak terkena diare.

Membeli botol susu seharusnya disesuaikan dengan usia bayi agar bayi dapat dengan mudah beradaptasi dengan botol susunya. Karena setiap botol susu memiliki ukuran masing-masing, baik dari segi jumlah, lobang dot, dan kelenturannya.

Selain itu, perhatikan juga bahan dasar pembuatan botol susu. Bila Anda memilih botol susu berbahan plastik, pastikan bahwa plastik yang digunakan sebagai bahan dasar botol susu tidak membahayakan bagi kesehatan bayi. 

Jenis plastik yang paling aman dan sesuai untuk botol susu bayi adalah Polypropylene atau PP karena dinilai paling aman dari segi bahan kimia yang terkandungnya. Untuk menentukan jenis plastiknya anda dapat melihat kode yang tertera di botol susu bayi yang akan anda pilih. Selain memperhatikan jenis bahan plastik yang digunakan dalam botol susu bayi penting untuk anda dalam memperhatikan cara dalam mensterilkan botol susu bayi.

Rutin membersihkan botol susu merupakan salah satu bentuk kasih sayang kita sebagai orang tua kepada si kecil. Namun, membersihkan saja tidak cukup, karena tidak menutup kemungkinan cara kita membersihkan botol susu tidak cukup bersih untuk menghilangkan kuman-kuman penyebab diare yang masih menempel di botol susu meskipun telah dibersihan.

Imunitas tubuh bayi yang masih rentan adalah alasan utama buat para orang tua untuk sensitif dengan masalah-masalah seperti ini. 

Pada umumnya ada beberapa cara yang dapat anda lakukan dalam mensterilkan botol susu bayi yaitu :

1. Metode Perebusan
Ketika anda memilih untuk mensterilkan botol susu bayi dengan cara merebus yang harus perhatikan terlebih dahulu adalah jenis plastik botol bayi karena jenis Polikarbonat (PC) akan melepaskan residu senyawa kimia apabila direbus. Plastik jenis ini akan melepaskan residu yang berbahaya bagi kesehatan bayi anda yaitu jenis bisfanol yang akan membahayakan sistem hormon tubuh. Apabila jenis plastik botol susu anda memang aman untuk dilakukan strelisasi dengan cara perebusan maka hal yang dapat anda lakukan adalah dengan menyediakan panci besar dengan penutupnya. Isi panci dengan air secukupnya yaitu ketika botol susu bayi sudah tenggelam di dalam panci tersebut. Pastikan tidak ada gelembung udara yang terperangkap di dalam botol dan dot, kemudian tutup panci dan didihkan kurang lebih 10 menit.

2. Mengunakan Microwave
Banyak botol susu bayi dapat disterilisasi menggunakan microwave. Hanya dibutuhkan waktu 90 detik untuk mensterilkan botol susu bayi anda dalam menggunakan microwave. Jangan menutup botol susu selama melakukan sterilisasi microwave karena tekanan dapat terjadi di dalamnya.Hati-hati saat melepas tutup microwave pada saat strealisasi uap karena masih menyimpan panas setelah strealisasinya. Keuntungan utama dari sterilisi microwave adalah tidak ada bau atau rasa tersisa setelah metode ini. Selain itu jika anda dapat menyimpan dengan cara yang tertutup akan membantu dalam menjaga botol susu anda dalam keadaan steril selama 3 jam.

3. Metode Air Dingin 
Anda dapat membeli peralatan sterilisasi khusus untuk sterilisasi air dingin atau anda dapat menggunakan wadah plastik dengan tertutup. Jika Anda menggunakan ember atau wadah untuk menstrerilkan botol susu periksa bahwa peralatan yang anda gunakan bersih. Hal yang harus anda perhatikan selanjutnya adalah tidak ada gelembung udara yang tersisa di botol dan menjaga semuanya terendam selama minimal 30 menit untuk mensterilkan secara optimal. Bagi anda yang akan mensterilkan botol susu hal yang penting yang terkadang luput dari perhatian anda adalah kebersihan tangan anda kemudian alat alat yang akan digunakan seperti sikat botol dan juga cara membilasnya, pastikan deterjen yang anda gunakan bersih dan tidak membekas di botol susu.


Itulah beberapa cara yang dapat Bunda pilih untuk mensterilkan botol susu bayi kita. Semoga bermanfaat.
Tanda dan Gejala Bayi Alergi Susu Sapi, Berikut Cara Mengatasinya

Tanda dan Gejala Bayi Alergi Susu Sapi, Berikut Cara Mengatasinya

Tanda dan Gejala Bayi Alergi Susu Sapi – Bila Bunda memberikan susu formula kepada bayi kemudian pada kulit muncul bintik kemerahan atau rasa gatal, ada kemungkinan bahwa bayi Bunda mengalami alergi terhadap susu yang Bunda berikan. 

Sebelumnya, perlu bunda ketahui bahwa alergi susu sapi itu berbeda dengan intoleransi laktosa.

Alergi susu sapi merupakan suatu kondisi dimana sisitem imun anak yang memiliki respon tidak normal dengan kandungan protein di dalam susu yang dikonsumsi oleh bayi Anda. Bila si kecil mengalami alergi terhadap susu sapi, biasanya akan menunjukkan beberapa gejala seperti yang akan dibahas di bawah ini.

Sedangkan untuk intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi dimana orang tersebut tidak mampu mencerna laktosa atau tipe gula alami yang terkandung di dalam susu. Gejala yang ditimbulkan bisa mirip dengan gejala ketika bayi alergi susu sapi. Biasanya gejala ini akan muncul 30 menit – 2 jam setelah mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Kasus bayi alergi terhadap susu formula memang jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa diantara bayi yang baru lahir atau sudah berusia diatas 6 bulan mengalami alergi terhadap jenis susu tertentu. 

Alergi bayi terhadap susu formula disebabkan lebih karena akibat sistem kekebalan tubuh bayi yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi.

Bila bayi Anda ternyata mengalami alergi susu formula dari hewani, Bunda bisa menggantinya dengan susu soya yang terbuat dari protein kacang-kacangan seperti kedelai.

Bayi yang mengalami alergi terhadap susu formula, pada umumnya akan hilang ketika usia bayi sudah melewati 4 tahun. Jarang sekali alergi susu formula hingga usia dewasa.

Bagi Bunda yang bayinya meminum susu formula, sangat wajib mengetahui bagaimana ciri-ciri atau tanda bayi alergi terhadap susu formula.

Hal yang terjadi pada bayi apabila alergi susu formula.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala bayi bila alergi terhadap susu formula.
Bayi sulit bernafas, terkadang beberapa diantara mereka nafasnya berbunyi
Sulit bernafat dan nafas berbuyi merupakan gejala yang paling umum terjadi apabila bayi alergi terhadap susu formula.

Kenapa sampai bayi bisa sulit bernapas dan terkadang napas berbunyi? Nafas bayi berbunyi ketika alergi susu formula karena saluran pernafasan memiliki banyak lendir sehingga akan dengan cepat memberikan reaksi terhadap alergi.

Apabila saluran pernafasan terlalu banyak menghasilkan lendir dikarenakan alergi, maka pernafasan bayi juga akan terganggu sehingga membuat mereka kesulitan untuk bernafas.

Bila hal ini dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan bayi akan mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti asma dan gangguan saluran pernafasan lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan secara medis sebelum terlambat.

Ciri-ciri bayi alergi susu formula berikutnya adalah batuk-batuk
Ketika masih bayi, hampir seluruh bagian tubuh bayi masih sangat sensitif dan sangat rentan sekali terkena kuman, bakteri dan juga virus. 

Begitu juga dengan susu formula, ketika bayi alergi terhadap susu formula, beberapa diantara mereka akan menimbulkan reaksi seperti batuk. Batuk ini lebih dikarenakan tubuh bayi menolak zat asing yang terkandung di dalam susu formula. 

Batuk yang terjadi pada bayi akibat susu formula dapat menyebabkan bayi mengalami batuk kering dan batuk berdahak. Mungkin pada awalnya bayi tidak langsung batuk, melainkan diawali dengan perubahan suara yang semakin serak yang membuat bayi merasa tidak nyaman dan terkadang sulit untuk tidur nyenyak.

Bayi selalu menangis ketika menelan air susu
Menangis merupakan reaksi bayi ketika mereka alergi terhadap susu formula. Beberapa diantara bayi mungkin menangis sebagai bentuk ungkapan penolakan terhadap susu formula karena mungkin rasanya yang tidak enak.

Namun, sebagian dari beberapa bayi mungkin juga menangis dikarenakan rasa sakit pada tenggorokan ketika menelan air susu formula tersebut. 

Saluran pernafasan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap bahan kimia tertentu dalam sapi, termasuk protein yang dihasilkan. Jadi bayi akan sulit untuk menelan susu dan menjadi menangis saat minum susu.

Reaksi bayi alergi susu formula selanjutnya adalah Diare
Tidak hanya batuk dan sulit bernafas, ketika bayi alergi terhadap susu formula juga dapat menyebabkan diare pada bayi.

Bayi yang mengalami diare setelah minum susu dikarenakan kondisi pencernaan bayi yang belum siap menerima makanan lain selain ASI. Bisa juga karena saluran pencernaan bayi tidak bisa menerima bahan gula alami atau senyawa yang dihasilkan dalam susu sapi. Beberapa susu sapi juga mengandung bahan pemanis buatan dalam kadar yang normal namun kondisi ini tidak bisa diterima untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi.

Perut kembung pada bayi
Ketika bayi tidak bisa menerima susu sapi maka kondisi pencernaan bayi akan marah atau tidak nyaman. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi terkena perut kembung yang bisa memicu bayi mual atau muntah. Perut kembung pada bayi menyebabkan bayi tidak bisa buang gas sehingga perut menjadi lebih besar dan jika Anda ketuk pelan maka ada suara nyaring dari perut. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi tidak nyaman sehingga akan lebih sering rewel dan tidak mau minum susu lagi. Jika sudah parah maka bayi bisa muntah-muntah dan tidak bisa menerima makanan dengan baik.

Bintik merah pada kulit bayi
Ciri ciri bayi alergi susu sapi juga bisa menyebabkan bayi terkena gatal atau bintik merah pada kulit bayi. Bayi yang baru lahir bisa menerima dampak yang berat karena kulit bayi yang baru lahir memang masih sangat sensitif. Bintik merah pada bayi akibat alergi susu sapi berbeda dengan bintik merah akibat biang keringat. Terkadang bintik merah akibat alergi susu sapi bisa menyebabkan rasa gatal yang parah sehingga ruam merah seperti menumpuk pada kulit bayi. Reaksi ini bisa terjadi dengan cepat setelah bayi minum susu sapi.

Mata berair
Beberapa bayi yang mengalami reaksi kuat terhadap susu sapi juga bisa menyebabkan mata bayi berair dan merah. Beberapa orang tua menganggap jika kondisi ini bisa terjadi akibat serangga atau debu yang mengotori mata bayi. Namun reaksi mata bayi berair ini juga bisa memicu rasa gatal pada daerah mata sehingga bayi cenderung tidak tenang. Jika mata bayi yang berair tidak dirawat dengan tepat maka bisa berkembang menjadi mata bengkak. Terkadang beberapa bayi juga bisa terkena mata bintitan sehingga bayi akan sering menangis.

Kondisi fisik bayi menjadi sangat lemah 
Reaksi alergi susu sapi pada bayi bisa menyebabkan bayi menjadi sangat lemah. Kondisi ini bisa disebabkan karena bayi mengalami penurunan tekanan darah dan terkadang jika sudah parah maka bayi bisa pingsan. Kondisi ini juga termasuk salah satu gejala alergi susu sapi yang sangat berat sehingga terkadang bayi bisa kehilangan banyak cairan dan perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Jika bayi sering menangis berlebihan setelah minum susu sapi maka kondisi ini juga bisa berhubungan. Jadi perhatikan semua tanda yang sering menyebabkan bayi lebih lemah setelah minum susu sapi. 

Bayi tidak lagi mau minum susu
Ketika bayi Anda menjadi tidak nyaman setelah minum susu mungkin bayi Anda juga tidak akan menunjukkan reaksi secara langsung. Beberapa bayi tidak memiliki gejala fisik seperti perut kembung, mual, muntah atau ruam pada kulit. Namun bayi cenderung tidak mau minum susu sapi yang sudah Anda berikan. Bayi Anda bisa saja hanya tertarik dengan ASI dan ini menjadi tanda trauma pada bayi. Bayi Anda mungkin juga tidak akan menangis seperti gejala lain, namun bayi Anda hanya trauma sehingga ketika Anda memberikan susu sapi maka bayi akan langsung menolak. Jika seperti ini maka jangan memaksa bayi untuk minum susu sapi karena bisa berbahaya untuk tubuh bayi. 

Bayi terkena kolik atau Gumoh
Kolik pada bayi juga bisa disebabkan oleh alergi susu sapi. Kolik akan menyebabkan bayi menjadi marah namun ditunjukkan dengan reaksi seperti menangis terus menerus, perut kembung dan gejala tidak nyaman pada tubuh bayi. Banyak ibu yang tidak menyadari jika kolik pada bayi bisa terjadi akibat alergi susu sapi. Sehingga ketika bayi Anda kolik maka perhatikan apakah Anda memberikan susu sapi pada bayi. Hentikan pemberian susu sapi jika bayi Anda sering kolik agar tubuh bayi lebih nyaman.

Eksim pada kulit bayi
Kulit bayi memang masih sangat sensitif, terlebih jika bayi terkena alergi susu sapi. Beberapa bayi bisa mengembangkan eksim yang sangat parah sehingga bayi menjadi tidak nyaman. Awal dari eksim mungkin akan terlihat seperti ruam merah bisa. Kemudian gejala menjadi lebih parah setelah eksim menjadi bagian ruam yang menumpuk pada kulit bayi. Bagian kulit yang terkena eksim akan menjadi merah, keras dan sangat gatal. Bayi Anda juga tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Untuk perawatan eksim yang parah maka Anda bisa meminta bantuan dokter anak.

Terjadi pembengkakan pada wajah
Susu sapi bisa menyebabkan alergi yang sangat buruk untuk tubuh bayi. Beberapa bayi bisa mengalami kondisi yang sangat mengerikan terkait dengan anafilaksis akibat susu sapi. Anafilaksis termasuk salah satu dampak alergi susu sapi yang paling mengerikan dan bisa menyebabkan kematian pada bayi. Gejala anafilaksis bisa membuat wajah bayi bengkak, merah, bayi menangis terus karena sulit bernafas, perut kembung, mual dan muntah. Reaksi alergi ini bisa berlangsung sangat cepat sehingga terkadang perawatan pada bayi terlambat dilakukan. Jika terkena kondisi ini maka bayi harus segera dibawa ke rumah sakit.

Itu merupakan beberapa tanda dan gejala ketika bayi alergi terhadap susu formula.

Mengapa seorang anak atau bayi bisa alergi susu?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bayi alergi terhadap susu formula karena akibat reaksi terhadap sistem kekebalan tubuh.

Ketika bayi mengonsumsi susu yang menyebabkan alergi, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menandai atau menanggapi protein yang masuk ke dalam tubuh sebagai zat yang berbahaya. Tubuh akan langsung menghasilkan imunoglobulin E (IgE), yaitu antibodi yang berfungsi untuk menangani alergi yang terjadi di dalam tubuh. 
Saat bayi mengonsumsi susu beberapa kali, maka IgE sudah mengenali protein yang dianggap berbahaya tersebut sehingga memberikan sinyal ada tubuh untuk mengeluarkan histamin dan berbagai zat kimia lain yang dapat menimbulkan gatal-gatal, kemerahan pada kulit, dan berbagai gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Apakah anak saya berisiko memiliki alergi susu sapi?

Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko kejadian alergi susu pada anak, yaitu:
  1. Alergi terhadap hal lain. Banyak anak-anak yang alergi terhadap susu juga alergi dengan zat atau benda lain. Namun, biasanya alergi susulah yang menyebabkan alergi terhadap zat lain muncul.
  2. Eksim atopik, yaitu kelainan kulit yang kronis atau menahun, berupa gatal-gatal dan kemerahan pada berbagai bagian tubuh. Anak yang memiliki atopic dermatitis, berpeluang lebih besar untuk mempunyai alergi terhadap makanan, termasuk susu.
  3. Riwayat keluarga. Anak yang memiliki anggota keluarga yang mempunyai riwayat alergi terhadap suatu jenis makanan, berpeluang lebih besar untuk alergi terhadap susu
  4. Usia. Alergi terhadap susu sering terjadi pada anak-anak. Seiring dengan pertumbuhannya, sistem pencernaan anak akan berkembang dan menjadi matang, sehingga pada akhirnya mereka dapat beradaptasi terhadap protein yang ada di dalam susu.

Apakah alergi terhadap susu akan menimbulkan komplikasi pada kesehatan anak?

Anak yang memiliki alergi terhadap susu, berpeluang untuk mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti:
  1. Alergi terhadap jenis makanan lain, seperti telur, kedelai, kacang-kacangan, atau bahkan daging.
  2. Hay fever atau alergi terhadap serbuk bunga dan debu, sama seperti alergi-alergi lainnya, alergi ini terjadi akibat adanya gangguan terhadap sistem kekebalan tubuh anak.

Cara Mengatasi Bayi yang Alergi Terhadap Susu Sapi

Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi, Disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Guna memastikan diagnosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Baik pemeriksaan darah, feses, atau tes alergi pada kulit si Kecil. Caranya adalah dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein susu di bawah permukaan kulit anak Anda.

Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan susu kepada anak saat di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah anak Anda mengalami alergi susu. Jangan panik jika ternyata hasilnya positif, lakukanlah beberapa hal ini.

Hindari memberikan susu sapi ataupun makanan yang mengandung susu sapi.

Anda juga perlu menghindari produk susu dan olahannya jika Si Kecil masih meminum ASI. Karena protein susu yang menyebabkan alergi dapat menyatu ke dalam ASI, dan akan berbahaya jika terminum olehnya.

Jika Anda memberikan Si Kecil susu formula, ganti susu anak dengan menggunakan susu formula berbahan dasar kedelai.

Jika Si Kecil alergi terhadap susu kedelai, biasanya dokter akan memberikan susu formula hypoallergenic. Pada susu formula ini, protein dipecahkan ke dalam partikel kecil sehingga kecil kemungkinannya untuk memicu alergi.

Siasati Nutrisinya dengan Cara Ini

Sebagian penelitian memang menunjukkan, bahwa anak yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Tapi sebenarnya tidak perlu khawatir, Anda bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan yang dapat menggantikan nutrisinya. Seperti memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, kalsium, serta protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain adalah bayam, brokoli, produk olahan kedelai, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur.

Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak bermain di luar agar terpapar sinar matahari. Hal inilah yang dapat membantu anak Anda mendapatkan vitamin D. Karena pada saat terpapar UV-B, tubuh kita akan menciptakan vitamin D. Namun, perhatikan juga berapa lama anak terpapar matahari dan pada jam berapa. Dengan hanya terpapar tiga kali seminggu selama 10-15 menit, sebenarnya sudah cukup untuk membuat anak Anda mendapatkan cukup vitamin D.

Sekalipun anak terdiagnosis memiliki alergi susu sapi, janganlah menyerah dalam memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Cobalah untuk lebih kreatif dalam memberikan alternatif atau makanan pengganti untuknya. Agar kesehatan anak Anda terjaga dan anak tumbuh dengan tulang yang kuat.
Inilah Efek dan Dampak Buruk Bila Bayi Minum Susu Formula Basi

Inilah Efek dan Dampak Buruk Bila Bayi Minum Susu Formula Basi

Firdaus45.com - Ketika masih usia 0-6 bulan, tentunya makanan yang paling baik bagi adalah Air Susu Ibu (ASI). Di dalam asi banyak terkandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi selama masa perkembangan dan pertumbuhan.


Beberapa kandungan nutrisi ASI diantaranya terdiri dari Immunoglobulin A (IgA), Ganfliosida (GA), protein, dan lemak (meliputi DHA, ALA, LA, dan AA).

Akan tetapi, permasalahan yang terkadang dialami oleh sebagian ibu melahirkan adalah payudara yang dimiliki tidak mampu memproduksi ASI dengan lancar, hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Sehingga dengan terpaksa mereka memberikan susu formula sebagai pengganti ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. (Baca: Cara Melancarkan ASI)

Padahal, aturan pemberian susu formula sebaiknya diberikan pada saat usia bayi lebih dari 6 bulan sebagai pendamping ASI. Ketika memberikan susu formula kepada bayi, hal harus diperhatikan adalah bagaimana memilih susu formula terbaik, selain itu juga aturan penyajian juga harus benar.

Baca juga: Takaran pemberian susu formula yang baik dan benar

Ketika Anda memberikan susu formula, hal yang harus Anda ingat adalah sebaiknya susu diberikan tidak lebih dari dua minggu. Aturan semacam ini akan Anda jumpai ketika Anda membeli susu formula pada toko-toko yang menyediakan layanan konsumen seputar susu formula, keluhan bayi dll.

Selain itu, jangan berikan susu formula yang habis diseduh bila sudah melebihi 2 jam. Susu yang terlalu lama dibiarkan akan memicu perkembangan bakteri, virus atau beberapa parasit lainnya yang dapat mengganggu kesehatan bayi. Karena bila si kecil minum susu formula basi, akan menimbulkan beberapa gejala penyakit seperti keracunan.

Berikut ini adalah beberapa ciri dari susu formula yang basi, yaitu
  1. Susu berubah warna menjadi agak kuning
  2. Terdapat gumpalan-gumpalan kecil
  3. Berbau tengik
  4. Berubah rasa (tidak lagi segar)

Ciri-ciri tersebut mirip dengan ciri asi basi.

Nah, bila tidak sengaja kita memberikan susu formula basi kepada si kecil, berikut ini beberapa efek yang mungkin terjadi bila bayi minum susu formula basi:

1. Mual
Mual merupakan dampak buruk yang paling mungkin terjadi. Kuman yang masuk ke dalam tubuh membuat rasa yang tidak nyaman, serta dapat menginfeksi usus si kecil bila jumlahnya terlalu banyak. Bila usus terkena infeksi, hal ini akan memicu peradangan yang membuat bayi merasa mual.

Yang menjadi permasalahan adalah, usia bayi 0-6 bulan belum dapat berkomunikasi dengan baik. Mereka hanya bisa menangis sebagai ungkapan ada hal yang tidak beres di badannya.

2. Diare
Dampak selanjutnya dari minum susu formula basi yakni diare. Keracunan susu formula mempengaruhi proses pencernaan dalam tubuh. Mikroorganisme akan menginfeksi dinding usus menyebabkan meningkatnya frekuensi buang air besar. Tekstur tinja juga menjadi encer. Diare ini bisa berlangsung selama beberapa hari.

3. Nyeri Perut
Efek lain yang tak kalah menyiksa adalah nyeri perut. Bayi akan merasakan perutnya melilit. Hal ini dikarenakan adanya aktvitas bakteri dalam perut sehingga bayi akan terus-menerus menangis dan cenderung memegang perutnya.

4. Rewel
Ada banyak faktor yang memicu seorang bayi menjadi rewel. Misalnya saja saat bayi merasa capek, lapar, ngompol atau mungkin sakit. Tugas ibu adalah memastikan penyebab bayi rewel. Biasanya jika rewel tidak kunjung berhenti dan diikuti gejala lain seperti suhu badan naik, diare, tubuh berkeringat dingin maka kemungkinan si kecil mengidap penyakit tertentu. Dan bisa jadi disebabkan keracunan makanan.

5. Muntah-muntah
Sebenarnya efek yang ditimbulkan dari mengonsumsi susu formula basi berbeda-beda bergantung pada tingkat keparahannya. Apabila susu tersebut sudah sangat rusak (dalam artian basi selama berjam-jam) dan si kecil mengonsumsinya dalam volume besar maka efeknya juga lebih ekstrim. Salah satu yang mungkin adalah muntah-muntah.

Muntah tak selalu menjadi tanda buruk. Justru dengan muntah maka racun akan dikeluarkan dari tubuh. Dan hal ini bisa membuat kondisi membaik. Disarankan ibu untuk segera membawa si kecil ke dokter guna mendapatkan penanganan tepat.

6. Kehilangan nafsu makan
Efek bayi minum susu formula basi berikutnya adalah kehilangan nafsu makan. Keracunan makanan membuat perut bayi terasa sakit, badannya lemas bahkan mengalami diare. Biasanya bayi juga cenderung sulit makan atau mungkin menolak ASI. Apabila kondisi ini dibiarkan saja maka bayi bisa kekurangan gizi. Maka itu harus segera diperiksakan ke dokter.

7. Badan lemas dan menggigil
Keracunan susu formula juga membuat badan bayi jadi lemas, tampak lesu dan tidak bergairah. Biasanya bayi jadi malas beraktivitas. Ia cenderung rewel dan tidak mau tidur. Bahkan tak jarang tubuh ikut menggigil. Sebaiknya ibu berikan selimut. Tempatkan si kecil di ruang yang nyaman dan tidak terlalu ramai. Apabila suhu badannya terlalu tinggi maka periksakan ke dokter.

Baca juga: Cara menurunkan panas pada bayi

8. BAB dengan darah
Gejala yang cukup mengkhawatirkan yakni si kecil buang air besar (BAB) dengan diikuti keluarnya darah. Apabila bayi mulai menunjukkan gejala tersebut berarti kondisinya sudah parah. Segera bawa ke dokter sebelum keadaannya semakin memburuk.

Baca juga: Cara mengatasi sembelit pada bayi

9. Sesak nafas
Sesak nafas tidak selalu menjadi tanda dari penyakit asma. Seorang bayi yang keracunan susu formula juga memungkinkan menunjukkan gejala sesak nafas apabila ia mengonsumsi susu tersebut dalam volume besar. Sebaiknya ibu waspada dan segera membawa bayi berobat ke dokter.

10. Dada terasa nyeri
Efek selanjutnya yang mungkin terjadi adalah dada terasa nyeri. Apabila mikroorganisme telah menyebarkan infeksi secara berlebihan maka bayi akan mengalami rasa tertekan pada dadanya. Untuk mengatasinya sebaiknya periksakan bayi pada dokter.

11. Wajah pucat
Wajah pucat juga menjadi tanda bayi keracunan akibat minum susu formula basi. Infeksi menyebabkan bayi mengalami diare yang pada akhirnya meningkatkan risiko dehidrasi. Apabila si kecil mengalami dehidrasi maka kulitnya cenderung pucat. Cukupi cairan tubuh bayi dengan memberikan oralit (untuk bayi berusia diatas 6 bulan) atau berkonsultasilah dengan dokter.

12. Gangguan irama jantung
Mengonsumsi susu formula basi juga dapat memicu gangguan irama jantung. Keadaan ini rentan terjadi saat susu basi mulai meracuni tubuh dan bakteri menginfeksi, sehingga efeknya detak jantung menjadi tak beraturan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus ibu ketahui ketika memberikan susu formula kepada bayi.
Setiap orang tua pasti inginkan yang terbaik untuk Anaknya. Oleh karena itu, wajib bagi kita sebagai orang tua untuk memenuhi seluruh kebutuhan bayi, termasuk makanannya.

Dalam memberikan susu formula ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya yaitu: 

Susu formula mudah basi (membusuk)
Pada dasarnya, sifat susu formula itu mudah membusuk atau basi. Susu yang busuk menjadi media perkembangan mikroorganisme yang paling baik. Menurut penelitian, perkembangan bakteri dalam susu formula basi berlangsung cepat setiap 20 menit sekali.

Susu formula yang telah diseduh tidak boleh dikonsumsi lebih dari 2 jam
Susu formula yang telah diseduh dengan air hangat disarankan untuk segera dikonsumsi. Tidak boleh lebih dari 2 jam. Terlebih lagi jika bayi telah menghisapnya, lalu susu dibiarkan dalam ruang terbuka maka kondisi tersebut mempercepat perkembangan bakteri dan pembusukan.

Susu formula yang telah diseduh tidak boleh dipanaskan
Apabila si kecil mengonsumsi susu formula dan masih ada sisanya, maka sebaiknya dibuang saja. Jangan sekali-kali memanaskan susu formula yang telah diminum. Tindakan tersebut hanya mempercepat penyebaran dan perkembangan bakteri. Maka itu, susu formula tidak perlu dipanaskan ataupun di masukkan dalam kulkas.

Cuci tangan sebelum menyeduh susu formula
Untuk meminimalisir risiko infeksi bakteri, pastikan ibu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan susu formula bagi bayi. Ingat, tangan kita adalah media paling rentan perkembangan mikroorganisme. Dan sistem imun bayi cenderung lemah. Maka itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan.

Mencuci botol dengan sikat
Untuk pencucian botol susu sebaiknya gunakan sikat khusus yang berbentuk panjang sehingga bisa menjangkau seluruh bagian. Pastikan sikat telah direndam dengan air panas sebelumnya. Dengan begitu sikat bisa lebih steril dan bersih.

Sterilisasi peralatan botol susu
Botol susu perlu disterilisasi untuk menghindari perkembangan bakteri di dalamnya. Proses sterilisasi harus dilakukan secara benar. Tidak cukup hanya mencuci botol dengan air dingin. Sebaiknya rendam botol dengan air panas yang mendidih. Umumnya bakteri akan mati pada suhu 70 derajat celcius.

Untuk proses perendamannya bisa dilakukan dalam panci. Tambahkan air dan masukkan semua peralatan (botol dan dot). Tutup panci. Kemudian nyalakan api dan didihkan selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, ibu bisa mengambilnya pelan-pelan. Lalu keringkan. Jika tidak digunakan simpan di tempat yang bersih dan aman.

Apabila membeli susu, pastikan melihat tanggal kadaluwarsa
Ini juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Dalam membeli susu formula pastikan ibu mengecek tanggal kadaluwarsa (expired) produk tersebut. Jangan membeli susu yang batas expirednya hanya beberapa bulan saja. Kemasan yang rusak juga jangan diterima. Demi kesehatan si kecil baiknya ibu membelikan susu formula yang berkualitas dan masih baru. Tak perlu takut mahal bila untuk anak sendiri. Sebab mengobati penyakit pun biayanya juga tidak murah.

Itulah beberapa kemungkinan dampak buruknya bila bayi meminum susu formula yang telah basi. Keracunan pada tahap parah yang tidak segera diatasi juga bisa memicu kematian. Untuk itu, segera periksakan bayi Anda ke dokter bila menunjukkan beberapa gejala keracunan, karena pada usia 0-6 bulan, keracunan dapat menyebabkan kematian.

Inilah Fakta yang Perlu Remaja Ketahui Saat Menstruasi (Menarche) Petamanya




Firdaus45.com - Fakta Seputar Menstruasi Pertama | Setiap remaja mungkin akan memiliki perbedaan kapan mereka pertama kali merasakan menstruasi. Namun yang jelas, setiap wanita pasti akan mengalami menstruasi, meskipun waktunya berbeda-beda. Menstruasi pertama seorang gadis akan diperoleh ketika beberapa tanda atau gejala sudah mulai dirasakan, seperti 
  1. Perubahan payudara
  2. Tumbuhnya bulu pada area tertentu
  3. Adanya bercak noda pada celana dalam
Baca selengkapnya: Tanda Haid Pertama Pada Remaja

Itu adalah beberapa tanda bahwa menstruasi pertama akan segera datang, bila tanda itu sudah muncul maka si gadis harus mengetahui apa saja persiapan yang harus dilakukan dalam menghadapi menstruasi pertama. (Baca: Hal yang wajib dilakukan ketika haid pertama berkunjung)

Menstruasi yang baru pertama kali dirasakan oleh wanita disebut dengan istilah menarche. Bila seorang gadis sudah mengalami menarche, itulah tanda bahwa gadis tersebut sudah memasuki usia puber.

Berikut ini adalah beberapa fakta seputar menarche yang harus diketahui oleh setiap gadis. 

1. Waktu Menstruasi
Normalnya, menstruasi pertama terjadi pada usia 11-14 tahun, namun ada sebagian gadis yang mengalami menstruasi pada usia 9 tahun, ada juga yang mengalaminya ketika usia 20 tahun.

Perbedaan waktu dalam mengalami menstruasi pertama setiap gadis ini adalah permasalahan yang normal terjadi. Banyak faktor yang menjadi penyebab perbedaan menstruasi pertama pada setiap gadis. Beberapa faktor diantaranya yaitu, pola makan, stress, dan aktivitas fisik. 

Jadi kamu tidak perlu merasa bahwa ada yang tidak normal pada diri kamu bila lebih awal atau lebih akhir mengalami menstruasi dibanding teman-teman sebayamu. Karena itu adalah hal wajar saja terjadi. Hal yang harus kamu ketahui adalah faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya menstruasi pertama.

2. Faktor yang mempengaruhi menstruasi pertama
Beberapa faktor, seperti faktor lingkungan dan sosial, bisa memengaruhi terjadinya menarche dini, seperti:
  1. Anak perempuan yang obesitas dan kurang melakukan olahraga
  2. Ketegangan atau stres yang berasal dari keluarga
  3. Anak perempuan yang lahir dengan berat badan rendah
  4. Anak perempuan yang sudah mengenal rokok
  5. Ibu yang mengalami preeklampsia saat kehamilan anaknya tersebut

Selain itu, beberapa faktor dibawah ini juga dapat mempengaruhi menarche yang terlambat bagi sebagian wanita. 
  1. Kadar lemak tubuh berada di bawah 15-22% dari total berat badan. Tidak saja memengaruhi menarche yang lebih lambat, kadar lemak tubuh yang sangat rendah juga dapat memengaruhi lonjakan pertumbuhan (growth spurt).
  2. Anak perempuan dengan diabetes mellitus tipe 1

3. Hal yang terjadi pada saat menstruasi pertama
Ketika menstruasi pertama baru menghampiri, seorang anak gadis mungkin akan merasa tegang dan lebih emosional sehingga mereka lebih mudah marah ataupun menangis. Perubahan emosi pada setiap gadis ini terjadi tanpa ada alasan yang jelas.

Bagi sebagian wanita, menstruasi pertama yang berkunjung mungkin akan membuat berat badannya menurun, perut merasa kembung, kram pada bagian pertu, punggung, atau kaki. Payudara juga akan terasa menjadi lebih lembut. Hal ini biasanya disebut dengan premenstrual syndrome (PMS).

Baca juga: Mengatasi Perut Kembung Saat Haid

Beberapa bulan sebelum menarche, anak perempuan juga biasanya mengalami keputihan. Hal ini adalah normal terjadi sebagai persiapan untuk terjadinya menarche. Kemudian, pada saat sistem reproduksi anak perempuan sudah matang, Anda akan mengalami menarche.

Pada saat menarche, anak perempuan akan menemukan darah di celana dalamnya. Darah ini keluar dari v4gina. Darah ini berwarna kecoklatan dan baru keluar dalam jumlah sedikit pada beberapa hari pertama menarche, kemudian akan berubah menjadi merah dan jumlahnya bertambah banyak pada hari-hari berikutnya. Pada saat ini, anak perempuan harus memakai pembalut untuk membantu menampung darah yang keluar.

Pada periode pertama, biasanya menarche atau menstruasi terjadi secara tidak teratur. Menstruasi akan mulai teratur memasuki tahun kedua. Pada menstruasi yang terjadi di tahun-tahun awal juga biasanya lebih lama berlangsung dan lebih banyak.

Baca juga: Cara mengatasi telat haid

Periode menarche atau menstruasi biasanya akan berlangsung selama 3-7 hari setiap bulannya. Namun, jangan khawatir, menstruasi setiap bulan tidak akan menghalangi Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Anda sudah dapat DIHAMILI (Jadi berhati-hatilah dengan laki-laki hidung belang) 
Ya, menarche juga berarti anak perempuan sudah bisa hamil jika sudah melakukan hubungan seksual. Jika ada yang bilang bahwa melakukan hubungan seksual pertama kali tidak akan menyebabkan kehamilan, maka ini salah. Hamil tidak berhubungan dengan sudah berapa kali Anda melakukan hubungan seksual. Hamil bisa terjadi saat sel telur dari perempuan dilepaskan oleh ovarium bertemu dengan sperma dari laki-laki. Jika Anda berhubungan seksual mendekati waktu sel telur dilepaskan, maka kemungkinan hamil bisa terjadi.

Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa anak perempuan yang baru mendapat menarche belum bisa hamil karena tubuhnya belum siap untuk hamil. Anggapan ini salah besar! Berapa pun usia anak perempuan, 11 tahun, 12 tahun, 13 tahun, lebih muda, atau lebih tua dari ini, jika ia sudah mendapatkan menarche, maka ia sudah bisa untuk hamil, walaupun tubuhnya belum cukup matang untuk hamil. Anak perempuan yang sudah menarche, setiap bulan ia akan melepaskan sel telur, yang jika bertemu dengan sperma maka kehamilan bisa terjadi, dan jika sel telur ini tidak dibuahi oleh sperma, maka menstruasilah yang akan terjadi.

Semoga dapat bermanfaat buat kalian para gadis yang mungkin sedang menunggu menstruasi pertamanya atau yang sedang mencari-cari informasi seputar menstruasi pertama. Tetap jaga diri dan kesucian anda, jangan biarkan burung kutilang bernyanyi pada daearah kewanitaan anda yang suci itu. Tetap jaga lapisan tipis supaya tidak robek sampai nanti kamu menikah nanti.

Resep Soto Ayam Gurih dan Lezat, Cocok untuk Anak Saat Demam



Resep Soto Ayam Gurih Lezat - cooking.nytimes.com
Firdaus45 - Soto ayam adalah salah satu makanan yang paling cocok disajikan ketika anak demam. Senyawa Carnosine yang ditemukan pada dada ayam dan kaldu berguna untuk membantu tubuh menghambat peradangan oksida nitra. Oksida nitra ini biasanya datang bersamaan dengan gejala flu yang menyerang si kecil. 

Nah bila bunda dirumah belum terbiasa memasak soto ayam, berikut ini adalah resep masakan soto ayam yang gurih dan lezat, pas untuk dijadikan makanan saat anak demam. Yuk simak bagaimana cara membuatnya.

Resep dan Bahan Membuat Soto Ayam
  • 1 ekor daging ayam
  • 200 gram tauge / kecambah (direbus sebentar)
  • 200 gram kol / kubis
  • 50 gram soun (direndam dalam air air panas)
  • 2 buah tomat
  • 4 buah kentang (bisa direbus / digoreng)
  • 3 buah telur rebus
  • 2 liter air
  • Bawang goreng secukupnya

Bumbu yang dibutuhkan untuk memasak soto ayam
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai
  • 1 batang daun bawang
  • 25 gram lengkuas
  • 2 sendok makan minyak goreng

Bahan-bahan yang perlu dihaluskan
  • 5 gram kunyit
  • 15 gram jahe
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 4 buah kemiri
  • 2 sendok makan garam
  • ½ sendok teh merica

Selanjutnya adalah Cara Membuat Soto Ayam Gurih dan Lezat, yuk simak
  1. Pertama yang harus dilakukan adalah menumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi hingga tercium aroma harum.
  2. Setelah bumbu selesai ditumis, rebus ayam dalam panci bersamaan dengan bumbu yang telah ditumis.
  3. Tambahkan lengkuas, daun salam, daun jeruk dan daun serai ke dalam rebusan ayam
  4. Rebus ayam kurang lebih 30 menit hingga daging ayam menjadi empuk
  5. Jangan lupa dicampurkan dengan garam dan merica, sesuai selera Anda,
  6. Selanjutnya adalah pisahkan daging ayam dengan tulangnya bila sudah matang, (langkah ini opsional saja, bila ingin makan bersamaan dengan tulangnya sebaiknya tidak usah dipisahkan)
  7. Tambahkan potongan daun bawang dan tunggu hingga kuah mendidih
  8. Siapkan sayuran pendamping sesuai selera misalnya kol, tomat, selada, tauge, kentang goreng, telur dan apa saja sesuai dengan selera
  9. Siram bahan-bahan yang sudah disiapkan dalam piring dengan kuah soto yang telah mendidih
  10. Oh iya, bila mau boleh ditambahkan dengan mi soun dan lontong atau dimakan bersama nasi
  11. Untuk menghias soto ayam agar terlihat menggoda dan cantik, bisa dengan menaburkan bawang goreng serta irisan jeruk nipis di atasnya sesuai selera Anda
  12. Dan soto ayam spesial siap untuk dihidangkan 

Soto ayam yang gurih dan lezat ini sangat pas bila dinikmati selagi hangat. Terlebih bila kondisi cuaca sedang dingin, sehingga akan terasa nikmat bila menyantap soto ayam spesial ini bersama dengan keluarga.

Selamat mencoba ya bun? 

Bila Si Kecil Batuk, Beginilah Cara Meredakan Batuk yang Paling Efektif


Cara Meredakan Batuk Pada Bayi - Suhu yang berubah terlalu cepat dan drastis dapat membuat kondisi tubuh seseorang menjadi tidak vit, bukan hanya bayi saja, orang dewasa bila mengalami hal demikian juga akan merasakan hal yang sama. Sehingga beberapa jenis penyakit seperti batuk dan pilek dengan mudah menyerang kita dan juga si kecil.

Bila mendapati hal semacam ini tidak usah khawatir, karena ini adalah kondisi yang sangat umum terjadi apalagi di Indonesia. 

Saat kondisi bayi seperti ini, biasanya bayi menjadi tidak nafsu makan, sulit bernapas, susah tidur, tidak mau menyusu. Bila sudah seperti ini, peran orang tualah yang harusnya cepat tanggap dalam menghadapi setiap permasalahan si kecil.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk meredakan batuk pada bayi Anda. 

1. Jemur Dibawah Sinar Matahari Pagi
Membiarkan bayi terkena sinar matahari pagi sangat baik untuk mengurangi batuk bayi. Selain itu, sinar matahari pagi juga dapat menyehatkan kulit karena tubuh akan mendapatkan asupan vitamin D secara alami.

Jemur dengan melepaskan baju si kecil sambil Anda memijat-mijat bagian punggung dan dada bayi. Pijatlah dengan lembut agar si kecil tidak kesakitan. Bila bayi terasa ingin muntah, mungkin karena dahak yang ada di tenggorokannya ingin keluar. Bila dahak bisa dikeluarkan, batuk dan pilek si kecil perlahan akan mereda.

Jangan terlalu lama menjemur bayi, karena bila terkena paparan sinar matahari justru akan merusak kulit si kecil
  
2. Menguap bayi dengan minyak esensial
Bila cara pertama tidak dapat meredakan batuk si kecil, Anda dapat mencoba memberikan sedikit uap kepada si kecil. Namun yang perlu Anda ketahui adalah cara menguap untuk si kecil berbeda dengan cara menguap untuk orang dewasa.

Bila ingin menguap bayi untuk meredakan batuknya, berikan beberapa tetes minyak esensial di kamar mandi atau di bak mandi bayi Anda. Kemudian letakkan air panas di ember atau baskom agar uap dari baskom dapat bercampur dengan minyak esensial.

Selanjutnya, bawa bayi Anda ke dalam kamar mandi dan tutup pintunya. Reaksi pertama mungkin bayi Anda akan terbatu-batuk, namun tenang saja, karena ini hal yang wajar. Uap yang dihirup si kecil akan menyebabkan dahak keluar dan bayi akan merasa lebih nyaman.

3. Pijat Bayi dengan Daun Kemangi 
Batuk bayi akan membuat ibu merasa sangat sedih karena bayi pasti merasa sangat tersiksa. Ada banyak cara alami untuk menyembuhkan batuk bayi dan tidak menyebabkan efek samping. Jika Anda memiliki daun kemangi maka gunakan daun kemangi untuk memijat bayi. Aroma kemangi dan senyawa dalam daun kemangi akan melonggarkan batuk dan membantu mengeluarkan dahak. Caranya sebagai berikut:
  1. Ambil beberapa lembar daun kemangi segar yang baru dipetik kemudian cuci hingga bersih.
  2. Hancurkan daun kemangi dengan tangan Anda.
  3. Lalu pijatkan ke bagian dada dan punggung bayi secara lembut.
  4. Jangan memberikan daun kemangi terlalu banyak karena bisa menyebabkan efek panas untuk kulit bayi.
  5. Segera bersihkan bekas daun kemangi dengan lap atau handuk bersih.

4. Pijat Bayi dengan Bawang Merah 
Bawang merah memiliki senyawa kimia yang akan meringankan batuk dan melegakan tenggorokan. Anda tidak perlu memberikan bawang merah untuk makanan bayi, karena cukup memijat bayi dengan bawang merah. Lakukan beberapa cara dibawah ini:
  1. Hancurkan beberapa bawang merah yang sudah dikupas dan dicuci dengan parutan keju.
  2. Tambahkan sedikit air hangat dan pijat di dada atau punggung bayi.
  3. Bayi Anda mungkin akan menangis karena bawang merah bisa menyebabkan efek panas untuk mata dan kulit.
  4. Hapus bekas pijatan dengan lap atau handuk bersih.

5. Ibu Menyusui Makan Bawang Putih 
Ibu yang menyusui bayi juga bisa membantu mengatasi batuk dengan cara yang sangat alami. Ibu bisa mengkonsumsi  bawang putih mentah atau sayur yang menggunakan kaldu bawang putih. Bawang putih bisa membantu bayi mengembangkan kekebalan tubuh yang baik. Bayi yang menyusui akan menerima asupan terbaik dari ASI. Jadi berbagai makanan yang dikonsumsi ibu juga akan sampai ke tubuh bayi. Bawang putih juga termasuk salah satu jenis makanan untuk memperbanyak ASI.

6. Sering Memijat pada Dada Bayi 
Batuk bisa menyebabkan dada menjadi nyeri, sakit dan terkadang menjalar hingga ke perut. Jika bayi sering batuk maka daerah perut dan dada bisa menjadi tidak nyaman. Untuk membantu mengatasi batuk maka Anda bisa memberikan pijatan pada bagian dada, punggung dan perut. Pijat bayi Anda dengan menggunakan minyak kelapa yang sudah dihangatkan. Jangan memijat dengan tekanan yang kuat, karena tekanan yang lembut sudah bisa membuat bayi menjadi lebih nyaman. Sementara Anda memijat bayi maka ajak bicara bayi sehingga bayi akan lebih nyaman.

7. Buat Suasana Kamar Tidur Bayi Menjadi Nyaman 
Ruangan tidur sangat penting untuk membuat bayi bisa beristirahat dengan baik. Anda bisa membuat suasana kamar tidur menjadi lebih nyaman untuk bayi dan mengurangi batuk secara alami. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
  1. Ganti semua perlengkapan tidur bayi sehingga bayi lebih nyaman, lakukan sesering mungkin ketika bayi sedang batuk.
  2. Buka jendela kamar bayi ketika pagi hari sehingga udara segar bisa masuk ke kamar bayi.
  3. Keluarkan semua benda-benda dikamar bayi yang bisa menjadi pemicu batuk seperti boneka dan benda lain yang bisa menjadi tempat debu.
  4. Gunakan humidifier untuk membuat udara di kamar bayi menjadi lebih nyaman.
  5. Atur posisi tidur bayi yang baik sehingga bayi lebih nyaman.

8. Pijat Bayi dengan Minyak Bawang Putih 
Bahan lain yang bisa membantu mengurangi batuk bayi adalah minyak bawang putih. Anda bisa membuat minyak bawang putih sendiri sehingga jauh lebih alami. Caranya adalah dengan cara sangrai tanpa minyak beberapa siung bawang putih. Jika sudah mengeluarkan aroma yang harum, maka angkat dan hancurkan dengan tangan. Bawang putih akan mengeluarkan minyak dan gunakan untuk memijat dada atau punggung bayi. Cara ini bisa membantu menyembuhkan batuk secara alami.

9. Tinggikan Bantal Bayi 
Jika bayi Anda tidur dengan posisi yang sangat rendah, maka bisa menyebabkan bayi mengalami batuk yang parah. Terlebih jika bayi juga mengalami hidung tersumbat dan pilek. Untuk mengatasi batuk pada saat bayi tidur, maka tinggikan posisi tidur bayi dan buat bayi merasa lebih nyaman. Tidur dengan posisi yang lebih tinggi juga bisa membuat bayi bisa bernafas dengan baik. Beberapa saat setelah tertidur mungkin posisi bayi sudah tidak sama, sehingga Anda perlu memeriksa beberapa kali.

Baca juga: Bolehkah Bayi Tidur Menggunakan Bantal?

10. Harumkan Ruangan dengan Minyak Kayu Putih atau Vicks 
Kulit bayi Anda mungkin akan merasa panas jika diolesi dengan salep Vicks dan minyak kayu putih. Perawatan ini memang lebih baik untuk orang dewasa. Namun Anda tetap bisa menggunakan kedua bahan ini dengan cara yang sangat aman. Caranya adalah dengan memberikan minyak kayu putih atau Vicks pada kain atau handuk lembut. Kemudian letakkan kain atau handuk lembut ini di ruangan bayi. Ingat bahwa minyak kayu putih dan Vicks bisa menyebabkan bayi panas atau keracunan jika sampai tertelan. Jadi pastikan Anda meletakkan kain atau handuk yang sudah diberi minyak kayu putih dan Vicks jauh dari jangkauan tangan bayi Anda.

11. Berikan Banyak Cairan / ASI 
Bayi yang mengalami batuk biasanya akan sangat rewel. Untuk mengatasi batuk secara alami sebenarnya obat yang paling mujarab untuk bayi adalah ASI. Ibu yang merawat bayi yang batuk harus banyak mengkonsumsi bahan-bahan yang bisa menyembuhkan batuk. Meningkatkan kekebalan tubuh bayi bisa melewati ASI dengan kandungan gizi yang seimbang pada ibu. Beberapa makanan yang wajib dikonsumsi ibu menyusui untuk menghasilkan ASI berkualitas seperti sayuran hijau (brokoli, bayam, kale, daun pepaya dan daun singkong), kembang kol, kacang-kacangan dan biji-bijian. Ibu juga harus banyak mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin. (Baca: Tujuan dan Manfaat ASI Eksklusif)

Baca juga: Cara memberikan asi yang baik dan benar

12. Angkat Kepala Bayi Saat Tidur 
Jika bayi mengalami serangan batuk yang parah pada saat tidur, maka Anda bisa mencoba meredakan batuk. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengangkat kepala bayi dan biarkan bersandar pada lengan Anda. Cara ini akan membuat bayi bisa bernafas dengan baik. Sentuhan ibu ketika bayi sedang batuk juga bisa menenangkan bayi. Setelah bayi merasa tenang, maka Anda bisa menidurkan bayi kembali dengan posisi bantal yang lebih tinggi.

13. Beri Madu 
Anda juga bisa membantu mengatasi batuk bayi dengan memberikan madu. Madu sangat baik terutama untuk bayi yang sudah berusia lebih dari 1 tahun. Namun untuk bayi yang berusia kurang dari 1 tahun bisa mengalami hal yang buruk seperti sakit perut. Berikan sedikit madu sebelum tidur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi Anda. Namun hindari memberi madu untuk bayi yang baru lahir karena bisa menyebabkan bahaya madu bagi bayi baru lahir.

Baca juga:
  1. Manfaat Madu untuk Ibu Hamil 
  2. Bahaya memberi madu kepada bayi di bawah 1 tahun
  3. Botulisme dan pencegahannya

14. Berikan Pakaian yang Hangat 
Batuk pada bayi biasanya disertai dengan berbagai gejala lain seperti flu dan badan yang lelah. Untuk mengatasi agar badan bayi kuat dan batuk cepat sembuh, maka berikan pakaian yang hangat untuk bayi Anda. Setelah mandi pagi dan mandi sore maka berikan pakaian hangat yang akan membungkus tubuh bayi. Jangan biarkan bayi terkena udara luar lebih sering karena tubuh bayi rentan dan mudah terkena virus. Istirahat di dalam rumah adalah cara yang sangat baik untuk menghangatkan tubuh bayi Anda.

Cara Mencegah Batuk dan Pilek pada Bayi

  1. Jika ada anggota keluarga Anda dan tinggal bersama dalam satu rumah, kemudian mereka terkena pilek dan batuk, maka jaga jarak dengan bayi Anda. Cara ini bisa mengurangi resiko bayi terkena virus yang menyebabkan batuk dan pilek.
  2. Orang dewasa yang ingin mengajak bayi sebaiknya sebaiknya mencuci tangan dan kaki dengan baik. Cara ini akan mencegah resiko bayi tertular virus atau sumber penyakit yang lain.
  3. Ibu yang merawat bayi juga harus selalu menjaga kebersihan diri. Ibu sebaiknya mencuci tangan sebelum memegang bayi atau akan merawat bayi. Segera cuci tangan setelah mengganti popok bayi dan kegiatan lain yang kurang steril.
  4. Ibu yang merawat bayi hendaknya membiasakan diri untuk tidak terlalu sering menyentuh daerah mata, hidung dan mulut. Area ini menjadi daerah yang sangat dekat dengan infeksi penularan sumber penyakit.
  5. Semua orang dewasa yang batuk atau bersin di dekat bayi sebaiknya segera menutup mulut ketika batuk atau bersin. Cara ini akan mencegah penularan batuk dan pilek ke bayi Anda.
  6. Selalu usahakan menggunakan berbagai perlengkapan bayi secara khusus, jangan bercampur dengan anak atau orang dewasa yang lain. Semua keperluan pribadi bayi sebaiknya hanya dipakai oleh bayi untuk mencegah bayi tertular penyakit.
  7. Jaga kebersihan semua perlengkapan tidur bayi, pakaian bayi dan semua benda yang ada di kamar bayi termasuk mainan. Semua benda ini bisa menjadi tempat kuman, virus atau bakteri sehingga bayi mudah sakit.
  8. Jauhkan binatang peliharaan terutama seperti anjing atau kucing yang bisa menyebabkan bayi mengalami alergi. Jika bayi mengalami alergi terhadap bulu binatang, maka mereka juga lebih sering batuk. Ketahui, apakah bayi Anda mengalami alergi dengan berkonsultasi ke dokter anak. 

Bila si kecil batuk, memang akan membuat panik orang tua, pengetahuan mengenai bagaimana cara mengatasi batuk bayi secara alami atau bisa dikatakan pertolongan pertama saat bayi batuk memang perlu dikuasi oleh setiap orang tua.

Namun bila batuk bayi tidak kunjung membaik atau bahkan malah memburuk, sebaiknya segeralah bawa si kecil dokter akan mendapatkan perawatan medis atau obat-obatan yang tepat sasaran.

Cara alami adalah tindakan pencegahan atau pertolongan pertama ketika bayi menunjukkan gejala-gejala akan mulai batuk.

Semoga tips di atas dapat membantu Anda meredakan batuk si kecil, tetaplah jadi ibu yang pintar lagi bijak

Tips Untuk Anda dalam Menghadapi Morning Sickness


Morning Sickness - healthymummy.com

Firdaus45.com - Menghadapi Morning Sickness | Mengalami kehamilan merupakan suatu hal yang istimewa, namun bila setiap pagi harus berhadapan dengan rasa mual, tentu akan membuat ibu hamil merasa lelah.

Menurut Dr. Marjorie Greenfield, ob-gyn dan penulis The Working Woman's Pregnancy Book, setidaknya 70% dari wanita hamil mengalami mual atau morning sickness dan sekitar 50% mengalami muntah-muntah. Morning sickness dapat dimulai sejak enam minggu kehamilan dan cenderung mencapai puncak sekitar minggu kedelapan dan sembilan, menurut Greenfield. Meskipun pada umumnya morning sickness akan menghilang dengan sendirinya setelah 12 sampai 14 minggu.

Anda mengalaminya? Bila iya, simak 15 tips berikut ini untuk menghadapi dan mengatasi morning sickness Anda.

1. Ambil Cuti Kerja dan Pergilah Berlibur Agar Suasana Hati Tenang dan Nyaman
Biarkan tubuh anda beristirahat dari pekerjaan yang mungkin berat anda lakukan saat hamil. Biarkan tubuh Anda menumbuhkembangkan bayi yang ada di dalam kandungan. 

Greenfield menyarankan agar para ibu hamil untuk pergi liburan di awal kehamilan (trimester pertama) dimana morning sickness lebih sering berkunjung. Dengan melakukan liburan, itu akan membantu anda menyembuhkan kebugaran tubuh juga mental anda.

2. Hiruplah aroma-aroma yang menyegarkan dan membuat anda merasa nyaman
Morning sickness biasanya dipengaruhi oleh aroma yang anda hirup, karena ada sebagian ibu hamil yang merasa lebih peka terhadap aroma. Oleh karena itu, ada baiknya bila anda menhindari aroma-aroma yang memang tidak anda suka pada saat awal kehamilan. Gantilah dengan aroma-aroma yang membuat anda nyaman ketika menghirupnya. 

Bila perlu, bawalah ekstrak lemon atau rose marry ke dalam tas anda. Jadi anda bisa menghirupnya kapan saja ketik anda mulai merasa tidak nyaman dengan aroma lingkungan sekitar.

3. Ungkapkanlah Semua keluan Anda kepada pasangan.
Pasangan Anda mungkin tidak tahu apa yang sedang Anda rasakan. Mungkin parfum atau sabun mandi yang pasangan Anda gunakan menimbulkan aroma yang kurang anda suka walaupun dulu sebelum hamil anda tidak masalah. 
Bicarakanlah semuanya yang menjadi keluhan Anda agar pasangan menjadi lebih mengerti mengenai peruban-perubahan kecil yang terjadi pada Anda selama kehamilan.

4. Lacak Semua yang menjadi penyebab mual
Selama kehamilan, mual memang seringkali datang dan pergi begitu saja tanpa seizin kita. Oleh karena itu ada baiknya Anda mengetahui kapan dan mengapa anda mulai merasa mual.

Bila Anda sudah mengetahui apa yang menjadi penyebab anda mual, maka segeralah cari solusi, misalnya dengan aroma wangi, berlibur, beristirahat dan lainnya

5. Jaga asupan cairan dalam tubuh
Menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh merupakan salah satu menghindari mual pada awal kehamilan. Menurut Greenfield semakin Anda dehidrasi, maka anda semakin merasa mual. 

Untuk itu tetaplah jaga kebutuhan cairan Anda, setidaknya 8 gelas dalam sehari. Jangan ngemil makanan yang terlalu asin, karena makanan asin seperti keripik, keju dan sejenisnya akan membuat anda mudah merasakan haus.

6. Konsumsilah makanan yang benar-benar bermanfaat dan tidak membuat Anda mual
Selama hamil, memang disarankan untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang benar-benar bermanfaat, baik bagi janin Anda dan juga kesehatan Anda.

Pemberian asupan yang kaya nutrisi merupakan salah satu cara mencerdaskan bayi sejak dalam kandungan. Oleh karena itu pilihlah beberapa makanan yang memiliki manfaat tinggi.

Namun, ada kalanya seorang wanita yang tengah hamil mudah merasa aneh dengan jenis makanan tertentu, padahal sebelumnya tidak bermasalah dengan jenis makanan tersebut. Maka, hindarilah beberapa jenis makanan tersebut agar tidak memicu mual dan gantilah dengan makanan lain namun yang memiliki kandungan gizi yang sama atau bahkan lebih bagus.

7. Makanlah sedikit tapi sering
Wanita hamil sebenarnya akan lebih mudah merasa lapar, oleh karenanya ngemil bisa dibilang keharusan agar ibu hamil tidak mudah lelah.

Ketika bangun tidur, lambung masih terasa kosong, hal ini yang sebenarnya membuat anda merasa mual. Oleh karena itu, biasakan untuk memakan beberapa cemilan ringan pada saat bangung tidur agar perut tidak kosong. Jangan terlalu kenyan dan usahakan agar perut selalu merasa kenyang, ini merupakan salah satu cara untuk melawan morning sickness yang seringkali melanda wanita hamil

Mengkonsumsi beberapa cemilan ringan yang sehat pada saat bangun tidur juga dapat menjaga gula darah anda selama kehamilan.

8. Buatlah Minuman ringan dengan campuran jahe
Sudah sejak lama jahe dikenal sebagai obat alami dalam mengatasi sakit perul atau mual.

Bila anda tidak terbiasa minum minuman jahe, anda bisa menggantinya dengan permen jahe atau minuman jahe yang dicampur dengan teh

9. Jangan terlalu lama memandangi layar komputer
Bagi kamu yang terbiasa bermain-main dengan layar komputer selama hamil, usahakan agar tidak terlalu lama melihat layar komputer.

Layar yang terlalu cerah dan terlalu lama memandanginya akan membuat kepala terasa pusing dan ini akan memicu anda mengalami morning sickness.

Sumber: parents.com

Ragam Manfaat Semangka untuk Ibu Hamil



Manfaat Semangka untuk Ibu Hamil - Saat hamil, tubuh membutuhkan nutrisi tambahan untuk perkembangan janin yang ada di dalam rahim. Selain itu, ibu hamil membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak.
Karena kebutuhan cairan meningkat sekitar 350 ml. Nah, semangka merupakan salah satu asupan yang baik untuk ibu hamil.

Konsumsi semangka untuk ibu hamil dapat membantu menjaga tubuh dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik saat cuaca panas, karena mengandung lebih dari 90 persen air. Semangka juga merupakan buah yang kaya akan kalium. Kalium bermanfaat untuk pembentukan tulang janin dan menguatkan persendian pada tubuh ibu hamil. (Baca: Dampak Buruk Dehidrasi)

Di samping itu, semangka mengandung vitamin A, C, beta-carotene, likopen (lycopene), zat besi, zink, dan zat gizi lainnya.

Likopen yang merupakan antioksidan penting bagi tubuh untuk melawan radikal bebas dan membantu mencegah penyakit jantung, kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi sensitivitas kulit.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Gynecology and Obstetrics menemukan bahwa likopen yang terkandung di dalam buah semangka dapat mengurangi preeklampsia pada ibu hamil hingga 50 persen.

Sementara itu, American Pregnancy Association merekomendasikan ibu hamil mengonsumsi tiga buah semangka per hari.

Sedangkan zat besi pada semangka berperan dalam meningkatkan energi tubuh dan menjaga stamina. Kekurangan zat besi di dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit anemia. (Baca: Anemia Pada Ibu Hamil)

Di samping itu, semangka juga berperan dalam mengurangi beberapa efek samping kehamilan yang tidak nyaman. Mengonsumsi semangka bisa membantu meredakan mulas yang mungkin terjadi selama kehamilan.

Mengkonsumsi semangka sebagai cemilan saat hamil juga dapat membantu ibu hamil dalam meringankan perasaan mual dan gejala morning sickness. Beberapa zat seperti kalium dan magnesium yang terdapat di dalam buah semangka juga mampu mengurangi kram otot pada ibu hamil yang biasanya terjadi pada trimester ke tiga.

Baca juga: Tips Menghadapi Morning Sickness

Jadi, itulah beragam manfaat semangka untuk ibu hamil. Semua nutrisi yang terdapat di semangka tidak hanya baik untuk ibu hamil, tetapi juga bermanfaat bagi sistem otak, saraf, dan kekebalan janin.

Namun jangan mengonsumsi semangka yang sudah dikupas cukup lama, sebab hal ini akan memicu mual dan gangguan lambung lainnya.

Psoriasis dan Solusi Penanganan Psoriasis (Peradangan Kulit Menahun)


Firdaus45 - Psoriasis adalah peradangan pada kulit yang terjadi selama bertahun-tahun (radang kulit yang menahun). Tanda umum psoriasis adalah adanya ruam merah pada kulit bagian siku, lutut dan kepala. Seringkali juga disertai dengan rasa gatal.

Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bagian kulit yang lain dapat terserang psoriasis bila kondisinya sudah sangat parah. 

Perlu Anda ketahui bahwa serpihan kering seperti sisik kulit pada area psoriasis merupakan hasil dari proliferasi sel kulit yang terlalu cepat. Proliferasi sel kulit dipicu oleh peradangan akibat bahan kimia yang diproduksi oleh sel darah putih yang disebut dengan limfosit.

Psoriasis ini dianggap sebagai suatu kondisi peradangan kulit yang menahun dan tidak bisa disembuhkan. Terkadang kondisi kulit penderita psoriasis akan membaik dalam beberapa waktu, kemudian kembali memburuk. Penderita psoriasis divonis tidak dapat sembuh secara spontan, banyak dari mereka mengalami kondisi kulit yang semakin memburuk apabila cuaca sedang dingin, seperti musim hujan, musim dingin.

Psoriasis menyerang hampir pada semua ras manusia dan juga semua jenis kelamin. Mulai dari bayi hingga lansia semuanya memiliki kemungkinan terkena psoriasis (peradangan kulit yang menahun).




Hasi riset baru-baru ini menyatakan bahwa penderita psoriasis cenderung memiliki penyakit diabetes, kolesterol, penyakit kardiovaskular dan beberapa penyakit peradangan lainnya. Dimana hal ini menandakan bahwa tubuh penderita psoriasis tidak mampu menanggulangi peradangan di dalam tubuhnya.

Faktor apa sajakah yang menyebabkan Psoriasis?

Secara pasti, psoriasis tidak dapat diketahui apa penyebabnya. Namun, faktor genetik dan lingkungan diindikasikan menjadi penyebab persebaran peradangan kulit yang menahun ini. Hal ini disebabkan karena penderita psoriasis juga akan ditemukan pada anggota keluarga yang sama. 

Sisitem kekebalan tubuh dalam melawan peradangan dalam tubuh disinyalir memainkan peran yang cukup penting dalam menekan pertumbuhan psoriasis ini. Selama kurang lebih 30 tahun terakhir menunjukkan bahwa psoriasis merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi misteri, baik penyebab serta penyembuhannya.

Fakta Seputar Psoriasis

  1. Psoriasis adalah penyakit kulit kronis yang meradang.
  2. Psoriasis plak adalah bentuk psoriasis yang paling umum.
  3. Penderita Obesitas, diabetes dan penyakit jantung merupakan yang lebih sering mengalami psoriasis
  4. Psoriasis dimulai oleh pemicu lingkungan tertentu
  5. Psoriasis diwariskan melalui gen
  6. Meskipun gejala dan tanda bervariasi, itu termasuk plak merah, penskalaan gatal, kulit tinggi yang mempengaruhi siku, lutut dan kulit kepala.
  7. Psoriasis tidak menular.
  8. Psoriasis menjadi lebih baik dan lebih buruk secara spontan dan dapat memiliki remisi berkala (kulit bening).
  9. Psoriasis dapat dikontrol dengan pengobatan.
  10. Psoriasis saat ini tidak bisa disembuhkan.
  11. Ada banyak terapi baru yang menjanjikan, termasuk obat biologis baru.

Tipe Psoriasis

Pengobatan psoriasis sangat bergantung pada jenis-jenis psoriasis yang diderita. Berikut ini adalah beberapa jenis atau tipe psoriasis yang seringkali diderita seseorang.

1. Psoriasis Plak
Psoriasis tipe ini adalah yang paling umum dijumpai. Bagian kulit yang memiliki warna merah secara berkala akan terangkat sehingga menimbulkan serpihan putih. Psoriasis jenis ini pada umumnya muncul di daerah kepala, siku, lutut, dan juga punggung bawah.

Solusi penangan yang dapat Anda lakukan untuk mencegah psoriasis yaitu:


1. Gunakan krim pelembab
Penggunaan krim yang tebal seperti jeli minyak atau pelembab lainnya dapat menahan air tetap berada pada kulit. Hal ini dapat membantu Anda mengurangi kemerahan pada kulit.

2. Gunakan Cuka Apel untuk Kulit Kepala
Gunakan cuka apel pada kulit kepala setidaknya 2-3 kali dalam seminggu.

Boleh dicampur air atau hanya cuka apel. Penggunaan cuka apel ini dapat melegakan kulit kepala Anda. Bilas kulit kepala anda bila minyaknya sudah terasa mengering.

Jangan gunakan cuka apel pada saat kulit kepala anda sedang terluka, karena anda akan merasakan sensasi terbakar bila terkena daerah yang terluka.

3. Berjemur di Pagi hari
Sinar Ultraviolet B dapat membantu Anda melawan Psoriasis yang Anda milkki.

Berjemurlah kuranglebih 5-10 menit sehari. Jangan lupa gunakan krim tabir surya pada area kulit yang tidak terkena psoriasis, jangan terlalu lama berjemur karena bila terlalu lama, resiko kanker kulit juga akan semakin meningkat.
Sumber:
  1. https://www.medicinenet.com/psoriasis/article.htm
  2. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/psoriasis/ss/slideshow-home-remedies-for-psoriasis

Inilah Jenis Makanan yang Dapat Menyembuhkan Panas (Demam) Si Kecil, Bunda Perlu Mencobanya

Firdaus45.com - Pada umumnya, obat penurun panas adalah pilihan utama bagi para ibu ketika mendapati si kecil sedang terkena demam. Padahal, tanpa obat penurun panas, demam bayi dapat mereda ketika si kecil mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang daplat menurunkan demam.

Demam yang mendera si kecil dapat membuat mereka kehilangan keceriaan mereka beberapa waktu, terkadang juga membuat mereka harus melewatkan kegiatan belajarnya di sekolah. Tentu ini akan merugikan bagi si kecil, karena sakit juga dapat menghambat tumbuh kembang si kecil.


Meskipun begitu, obat bukanlah menjadi pilihan terakhir dalam meredakan demam, karena disini ada beberapa jenis makanan yang telah kami himpun dapat meredakan demam bayi.  

Berikut ini adalah beberapa makanan super yang terbukti dapat mengurangi flu, batuk, sakit kepala dan demam:

1. Sup Ayam


Sup Ayam untuk Redakan Demam Si Kecil - prokal.co

Dari hasil sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Therapeutics, mengatakan bahwa sup ayam memiliki kemampuan untuk menolong system imun tubuh kita untuk melawan gejala flu. 

Senyawa Carnosine yang ditemukan pada dada ayam dan kaldu berguna untuk membantu tubuh menghambat peradangan oksida nitra. Oksida nitra ini biasanya datang bersamaan dengan gejala flu yang menyerang si kecil. 

Penelitian lain dari double blind juga mengatakan bahwa uap sup ayam yang terkena aliran udara dan lendir di hidung pasien, dapat membantu meredakan hidung tersumbat.

2. Madu


Para peneliti mengatakan madu dapat menjadi salah satu obat alami yang terbaik untuk mengobati batuk di malam hari. Sebuah penelitian dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa anak-anak yang memakan 2 sendok the madu 30 menit sebelum tidur frekuensi dan tingkat parahnya batuk pada malam hari mereka berkurang dan mereka dapat tidur dengan lebih baik sepanjang malam dibandingkan dengan mereka yang tidak meminum madu.


Dan penelitian dari double blind oleh peneliti Iran menemukan bahwa kombinasi antara madu dan kopi menjadi lebih efektif daripada obat steroid dan palesbo untuk menghilangkan gejala pada orang dewasa yang menderita batuk secara terus-menerus selama 3 minggu.

3. Kacang Almond Beserta Kulitnya


Segenggam almond ternyata memiliki kemampuan pencegahan yang baik dan terapi untuk penyakit pilek, dengan memakannya sekaligus. Sebuah penelitian dalam jurnal Microbiology Letters menemukan bahwa senyawa polifenol yang ditemukan pada kulit almod dapat meningkatkan sensitivitas sel-sel darah putih yang dikenal sebagai Sel T Helper yang dapat membantu dalam perlawanan virus.

Selain itu, kacang Almond juga memiliki kemampuan seperti vaksin alami yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh .

4. Tiram


Kerang Tiram - pakrudi.com
Banyak penelitian yang sudah dilakuikan dalam mengukur efek seng di dalam gejala demam dengan hasil penelitian yang beragam. Namun hasil yang paling terbaru yang diterbitkan di dalam The Cochrane Library menyimpulkan bahwa memenuhi mineral khususnya dalam beberapa hari mengalami gejala kemungkinan dapat mengurangi tingkat parah dan lamanya sakit.

Misalnya dalam satu penelitian yang dilakukan oleh double-blind , pasien yang mengkonsumsi zinc pada setiap beberapa jam memperlihatkan gejala-gejala yang mulai menghilang tiga hari lebih awal daripada pasien yang diberikan dengan placebo. Cobalah ambil beberapa tiram, tiram adalah sumber alami zinc terbaik.

5. Kiwi


 Buah Kiwi - tribunnews.com

Penelitian yang dilakukan oleh British Journal of Nutrition menyarankan untuk mengemil buah kiwi dapat membantu mengurangi gejala demam dan bahkan mempercepat penyembuhan. Penelitian yang mengambil sebanyak 132 orang dewasa dan menempatkan setengahnya dalam diet yang termasuk mengkonsumsi empat buah kiwi dan dua buah pisang perhari.

Mereka yang memakan kiwi memiliki sakit tenggrokkan sembuh selama tiga hari lebih awal dan sakit kepala yang sembuh hanya dalam hampir empat hari lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang hanya memakan pisang.

Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa kandungan di dalam buah kiwi emas dapat meningkatkan konsentrasi dalam peningkatan eritrosit yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam sel darah merah.

Itulah beberapa jenis makanan yang terbukti dapat meredakan demam ataupun panas bayi. Jangan lupa dicoba ya Bun?

Baca juga: Bolehkah Memandikan Bayi Saat Demam?

Tetap selalu waspada bila demam atau panas bayi tidak segera turun dalam 2-3 hari ke depan. Atau bila suhu badan si kecil mendadak meningkat secara drastis, segeralah bawa ke dokter untuk penanganan medis.
Perkembangan Janin Pada Trimester Pertama Kehamilan

Perkembangan Janin Pada Trimester Pertama Kehamilan

Perkembangan Janin pada Trimester Pertama Kehamilan - Kehamilan merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh sepasang suami istri. Bila wanita telah mendapai tanda kehamilan, rasa bahagia akan selalu terpancar dari wajahnya.

Bila tanda kehamilan sudah didapati, hal yang selalu menjadi perhatiannya adalah perkembangan janin yang ada di dalam perutnya. Setiap ibu hamil pasti akan selalu antusias melihat perkembangan janin yang sedang dikandungnya.

Segala daya dan upaya pasti akan mereka lakukan agar janin di dalam kandungan tetap sehat. Buat anda yang penasaran, berikut ini adalah gambaran perkembangan janin dari minggu ke minggu pada trimester pertama masa kehamilan. Baca perlahan-lahan agar anda makin mencintai janin dan Allah dengan segala keagungan-Nya.

Perkembangan janin dari minggu ke minggu pada trimester pertama kehamilan



Minggu 1 dan 2 Kehamilan 
Pada minggu pertama dan kedua ini tidak ada foto untuk perkembangan janin Anda. Pada minggu 1 dan 2, proses terjadinya kehamilan sedang berlangsung. Dimulai dari sel telur yang sudah siap dibuahi, pertemuan sel sperma dengan sel telur dan kemudian bersama-sama menuju rahim. 

Bila sel telur yang telah sampai rahim tidak mendapati sel sperma membuahi dirinya, maka rahim akan mengeluarkan sel telur beserta selaputnya keluar rahim. Keluarnya sel telur dari rahim inilah yang kemudian disebut dengan istilah menstruasi atau haid.

Minggu ke 3 kehamilan 
Pada minggu ke 3, merupakan awal dari kehamilan anda benar-benar dimulai. Setelah sperma dan sel telur bertemu dan akhirnya bersama-sama menuju rahim. Pada minggu ini, sel mulai membelah dengan cepat sehingga pada minggu depan atau minggu ke 4, anda sudah mulai dapat melihat janin anda melalui USG.

Minggu ke 4 kehamilan

Perkembangan janin pada minggu ke 4 kehamilan

Pada minggu ke 4, tes kehamilan akan selalu menunjukkan hasil positif karena pada minggu ini hasil pembuahan mulai memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin – HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.

Meskipun telah dinyatakan hamil akan tetapi ukuran janin belum dapat diketahui secara pasti. Bagi Anda yang melihat hasil USG mungkin merasa bingung mana janin Anda yang sebenarnya. Karena hasil USG hanya menunjukkan satu titik hitam. Titik hitam atau kantung kecil itu adalah sejenis kepompong bayi yang disebut kantung kehamilan.

Pada minggu ini, sel-sel yang ada di dalam kantung kehamilan tersebut akan memulai perannya masing-masing. Beberapa sel akan menjadi plasenta, membentuk kantung amnion (air ketuban). Sel lainnya ditakdirkan nantinya untuk membentuk segala sesuatu mulai dari bulu mata halus hingga otot dan kulit. Tapi itu masih jauh sekali.

Minggu ke 5 Kehamilan

Perkembangan janin usia 5 minggu

Pada minggu ke 5, ukuran janin berkisar antara 1/18 sampai 1/16 inci (kira-kira ukuran titik pena).

Pada minggu ini akan terbentuk 3 lapisan yang nantinya kan membentuk bagian-bagian dari organ tubuh janin.

3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm.

Ectoderm merupakan lapisan paling atas yang nantinya akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut.

Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung janin, pinggang, tulang dan organ reproduktif.

Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.

Jika Anda melihat pada gambar USG kehamilan minggu ke 5, terlihat area gelap itu adalah cairan yang mengisi kantung kehamilan. Nantinya, kantung ini akan berisi cairan amnion (air ketuban).

Lingkaran putih di dalam cairan disebut kantung kuning telur. Sebelum plasenta terbentuk sepenuhnya, kantung kuning telur berperan dalam menyediakan semua nutrisi yang diperlukan janin untuk tumbuh dengan sehat.

Berdekatan dengan kantung kuning telur, tanda + kecil menunjukkan embrio yang sangat awal. Sang sonografer mengukur panjang embrio (mahkota-pantat panjang atau CRL) untuk mengkonfirmasi atau merevisi tanggal jatuh tempo yang diperkirakan dari LMP Anda, atau untuk mengevaluasi pertumbuhan embrio.

Minggu ke 6 kehamilan


Pada minggu ke 6 kehamilan ukuran janin sudah berkisar 1/6 sampai 1/4 inci.

Pada minggu ke 6 ini posisi janin sudah dapat terlihat seperti huruf C berurutan Kepala, kaki, dan tali pusat terbentuk.

Pada minggu ini, denyut atau detak jantung sudah dapat diukur darena adanya aktivitas jantung memompa darah.


Pada gambar USG 3D terlihat embrio yang sedang berkembang.

Kepala muncul di sisi kanan atas gambar. Kuncup kecil bisa dilihat dimana lengan dan kaki akhirnya akan berkembang.

Apa yang Anda Lihat: Di sini, ahli nifas menunjukkan detak jantung bayi yang sedang berkembang. Bagian atas gambar menunjukkan penempatan alat ukur pada mesin USG yang disebut M-mode melalui gambar jantung pemukulan. Alat ini menunjukkan pergerakan dari waktu ke waktu, yang ditampilkan di bagian bawah gambar. Gambar di bagian bawah menunjukkan bagaimana denyut jantung bayi dihitung. 

Minggu ke 7 kehamilan


Ukuran Janin: 1/4 sampai 1/3 inci panjangnya, atau sekitar kuku jari kelingking Anda.

Pada minggu ke 7 kehamilan ini, kepala janin mulai tumbuh lebih besar, dan struktur yang akan membentuk otak bisa dikenali. Lubang hidung dan lensa mata berkembang.

Selama minggu pertama trimester pertama, Anda dapat melihat calon bayi berkembang dalam gelembung di dalam kantung kehamilan. Gelembung di sekitar embrio adalah rongga ketuban yang penuh dengan cairan amnion. Lingkungan cair ini memberi ruang bayi Anda tumbuh dan berkembang dan bergerak. Cairan ketuban juga melindungi bayi Anda dari tekanan eksternal di perut. Daerah hitam di dalam kepala adalah bagian dari tabung saraf yang berkembang.

Minggu ke 8 kehamilan
Ukuran Janin: Panjang, 0,6 inci; berat badan, 0,04 ons.

Pada minggu ke 8 ini, bagian tangan dan kaki janin sedang berkembang. Jari-jari sudah mulai terbentuk akan tetapi masih menyatu.

Siku dan telinga mulai terbentuk. Tubuh, lengan dan kaki bayi menjadi lebih panjang. Gerakan kecil tersendat (terlihat pada sonogram).

Dalam gambar ini, embrio terbaring telentang dengan kepala di sebelah kanan layar. Dalam bentuk c yang sekarang dikenal, Anda dapat melihat bahwa kepala calon bayi menjadi lebih besar selama bagian trimester pertama ini untuk mengakomodasi otaknya yang sedang tumbuh. Otaknya dibagi menjadi tiga bagian utama: otak depan, otak tengah dan otak belakang. Seperti pada minggu sebelumnya, hindbrain dapat dilihat sebagai area gelap di bagian belakang kepala embrio.

Minggu 9 Kehamilan
 Ukuran Janin: Panjang, hampir 3/4 inci; berat, 2 gram

Wajah seperti kelopak mata dan telinga terus berkembang. Dahi bayi besar, dan dagu terbelakang. Jari kaki bayi disatukan.

Embrio muncul di bagian bawah gambar dengan kepala di sebelah kiri. Lengan dan tungkai tidak terlihat dari sudut ini, tapi tali pusar dapat terlihat membentang dari perut bayi saat menuju ke plasenta. Sang sonografer telah menandai panjang mahkota mahkota (CRL) embrio, yang akan membantu mengkonfirmasi atau merevisi tanggal jatuh tempo yang diperkirakan dari LMP. Cairan amnion (area gelap) mengelilingi bayi yang sedang berkembang.

Gambar ini memberi Anda sedikit gambaran tentang interaksi antara ibu dan bayi selama trimester pertama. Embrio terbaring telentang dengan kepala di sisi kanan. Hatinya adalah daerah yang biru. Tali pusar membentang dari perut bayi yang sedang tumbuh ke plasenta, dan warna merah dan biru di dalam kabelnya mewakili darah yang masuk ke dan dari plasenta, di mana ia mengambil oksigen dan nutrisi.

Minggu 10 Kehamilan
Ukuran Janin: Panjang, 1,22 inci; berat, 0,14 ons

Kelopak mata berkembang, dan telinga bayi terbentuk sepenuhnya (namun belum dalam posisi). Leher terbentuk. Jari-jari tangan dan kaki menjadi lebih jelas.

Anda dapat melihat dalam gambar ini bahwa calon bayi Anda terlihat lebih dan lebih seperti bayi yang baru lahir. Lengan dan kakinya terlihat, dan profil yang bisa dikenali bisa dilihat. Daerah putih terang di profil adalah tulang wajah.

Pada minggu ke 10 kehamilan, bentuk rudimenter dari semua organ hadir, dan tulang rawan mulai mengeras dan berubah menjadi tulang.

Pada akhir minggu ini, embrio Anda menjadi janin.

Seperti yang dapat Anda lihat pada citra 3-D bayi Anda yang sedang berkembang ini menunjukkan bagaimana manusia terlihat pada usia dini ini. Perhatikan bahwa terselip dalam bentuk c, dengan kepala ke arah perutnya dan lengan dan kakinya menonjol keluar. Tali pusar terlihat dari perut bayi ke plasenta.

Minggu 11 Kehamilan
Ukuran Janin: Panjang, 1,61 inci; berat badan, 0,25 ons.

Pada minggu ini, leher sedang berkembang. Fitur wajah menjadi lebih jelas. Telinga bayi bergerak lebih tinggi di kepala. Jari tangan dan kaki sekarang terlihat pada ultrasound. Alat kelamin bayi terbentuk tapi tidak terlihat dengan ultrasound.

Baby berbaring telentang dengan kepala di sisi kiri gambar dan kakinya mengarah ke atas. Dari gambar ini, Anda bisa melihat bahwa lehernya tumbuh, memisahkan kepalanya yang besar dari bagian tubuhnya yang lain.

Kepalanya masih membentuk lebih dari 50% ukuran tubuhnya, yang normal. Tulang wajah kembali terlihat sebagai area putih cerah di profil.

Dalam gambar 3-D ini, perhatikan bahwa fitur wajah Baby yang halus lebih terlihat. Otot dan tulang terbentuk di lengan dan kaki bayi. Bayi itu telah memasukkan tali pusar di atas satu bahu. Tampak dekat juga mengungkap jari dan jari kaki mungil. Jika gambar itu hidup, Anda akan bisa melihat gerakan tersentak bayi yang sedang berkembang.

Minggu 12 Kehamilan
Ukuran Janin: Panjang, mahkota 2,13 inci sampai pantat; berat badan, 0,49 ons.

Kuku dan kuku kaki mulai terbentuk. Genitalia terus berkembang juga, meski tidak terlihat pada ultrasound. Ginjal mulai berfungsi. Dan bayi mungkin mengisap jempolnya!

Dengan melihat hasil gambar USG bayi di profil dan kepala di sisi kanan, Anda dapat melihat bahwa profil wajah menjadi lebih dan lebih seperti yang Anda harapkan dapat Anda lihat pada bayi yang baru lahir. Bayi yang sedang berkembang memiliki satu tangan di depan wajah seolah-olah dia melindungi matanya.

Minggu ke 13 kehamilan
Ukuran Janin: Panjang, hampir 3 inci mahkota untuk pantat; berat, hampir 1 ons.

Pada minggu terakhir trimester pertama, Ginjal dan saluran kemih berfungsi. Sidik jari bayi telah terbentuk dan dia terus menghisap jempolnya. Kuncup gigi sekarang berkembang.

Cobat anda perhatikan gambar usg tersebut, calon bayi berbaring dengan pantatnya di sisi kiri gambar dan kepalanya ke kanan. (Meskipun janin disebut sebagai "dia" di sini, ahli nifas mungkin atau mungkin tidak dapat mengidentifikasi jenis kelamin bayi pada saat ini) Kakinya terlihat jelas terangkat, lutut ditekuk. Garis di tengah profil adalah ukuran sonographer dari mahkota mahkota (CRL). Dengan pengukuran ini, sang sonografer mampu menentukan usia bayi Anda.

Bolehkah Memandikan Bayi Saat Sedang Demam?


Memandikan Bayi Saat Demam - Demam atau panas merupakan kondisi yang seringkali dialami oleh bayi usia 0-12 bulan. Demam yang dialami bayi merupakan suatu tanda bahwa bayi anda sedang melawan infeksi yang menyerang tubuh. 

Ini merupakan suatu kondisi yang wajar dan normal terjadi, karena bisa jadi bahaya bila sedang terkena infeksi namun tidak terjadi reaksi apapun, seperti panas. Untuk itu penting bagi ibu mengenali panas bayi yang sedang dialami.

Meskipun demam merupakan respon pembentukan imun tubuh, namun tetap saja, orangtua sangat khawatir saat mengetahui bayinya terserang demam.




Saat bayi sedang demam ataupun panas, memang dibutuhkan penanganan khusus agar panas bayi dapat segera reda. Hal yang dapat dilakukan seorang ibu untuk meredakan demam salah satunya adalah dengan memandikan si kecil menggunakan air hangat.

Apakah boleh, bayi mandi saat sedang demam? 
Apakah benar madi dapat menurunkan demam?

Tidak ada yang melarang memandikan bayi saat demam. Bahkan para ahli terdahulu merekomendasikan agar bayi mandi saat demam. Namun begitu, tidak lagi untuk sekarang. Jika diperlukan, bayi demam boleh saja dimandikan dan boleh saja tidak dimandikan.

Bila ingin memandikan bayi saat demam, selalu gunakanlah air hangat, karena bila anda menggunakan air dingin, itu akan membuat bayi anda menggigil karena kedinginan. Gunakanlah air yang tidak terlalu panas dan segeralah berikan asi setelah selesai mandi agar si kecil tetap berada dalam kondisi hangat. 

Bila ternyata bayi tetap menggigil saat dimandikan menggunakan air hangat, segeralah angkat si kecil dari bak mandi dan berikan si kecil pakaian hangat. 

Meskipun menggunakan air hangat, jangan biarkan si kecil sampai menggigil dan kulit tangan mengerut. Menggigil hanya akan meningkatkan suhu tubuh bayi bukan membantu menurunkan suhunya. Atau, Anda juga bisa memandikan bayi dengan cara hanya membasuhnya dengan waslap yang telah dicelupkan air hangat. Cara ini mungkin lebih aman dilakukan.

Apakah mandi dapat menurunkan demam pada bayi?

Bila orang jaman dulu beranggapan bahwa memandikan bayi saat sedang demam dapat menurunkan panas bayi, namun ternyata cara semacam ini bukanlah cara terbaik dalam menurunkan panas atau demam bayi. 

Karena meskipun menggunakan air hangat, bayi tetap berpotensi menggigil dan itu akan membuat suhu tubuh bayi makin meningkat.

Bila memaksa ingin memandikan bayi, ada baiknya sebelum memandikan si kecil, berikan obat penurun panas terlebih dalu baru kemudian dimandikan dengan air hangat. Pilihan obat penurun panas banyak macamnya, misalnya paracetamol atau ibuprofen. Akan tetapi, anda konsultasikan dahulu atau bertanya pada dokter berapa dosis yang harus diberikan kepada si kecil sesuai dengan usia dan berat badan si kecil.

Setelah diberikan obat penurun panas, bayi Anda mungkin tidak akan menggigil setelah dimandikan. Sehingga, kombinasi dari pemberian obat penurun panas dan mandi air hangat dapat membantu menurunkan demam bayi lebih baik. Bayi yang tidak diberikan obat sebelum mandi mungkin akan menggigil karena tubuhnya akan mencoba untuk menaikkan suhunya lagi. Sehingga, hal ini dapat membuat demam menjadi lebih buruk.

Kapan bayi yang demam harus segera dibawa ke dokter?

Karena bayi usia 0-12 bulan memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih rentan, ada baiknya segeralah periksakan si kecil ke dokter bila bayi mulai demam (sekedar menanyakan panas yang sedang dialami si kecil, apakah bahaya atau tidak, tidak harus meminta obat bila anda ragu memberikan obat).

Bila si kecil memiliki riwayat dengan kondisi fisik yang lemah, atau masih sangat muda, jangan pernah mencoba-coba memandikan si kecil ketika sedang demam atau panas, karena akan membahayakan si kecil.

Inilah rentangan suhu badan bayi yang sebaiknya harus segera dibawa ke dokter. 
  1. Bayi usia kurang dari 3 bulan: suhu tubuh 38°C atau lebih
  2. Bayi usia 3-6 bulan: suhu tubuh 38,3°C atau lebih
  3. Bayi usia lebih dari 6 bulan: suhu tubuh 39,4°C atau lebih
Baca juga: Inilah penyebab bayi Anda sering demam