2/07/2017

Leukimia, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Leukimia

Pengertian Leukimia - Leukimia atau kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang leukosit (sel darah putih) yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang. Peran leukosit dalam tubuh salah satunya untuk menjaga imun tubuh dari gangguan atau serangan bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui darah.

Selain sel darah putih, sumsum tulang belakang juga menghasilkan dua jenis darah lainnya yaitu sel darah merah (eritrosit), yang berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh dan platelet, yang berperan dalam proses pembekuan darah.



Pada tubuh manusia, keberadaan leukimia biasanya sudah ada sejak kita masih kecil. Pada kondisi normal, leukosit adak diproduksi apabila tubuh memberikan signal khusus yang menandakan bahwa tubuh sedang memerlukan kehadiran leukosit. Namun, pada kondisi abnormal, sumsum tulang belakang akan memproduksi leukosit yang dapat menjadikan seseorang mengalami kelebihan leukosit. Leukosit yang dihasilkan pada kondisi seperti ini adalah leukosit yang bersifat abnormal pula, sehingga sering disebut dengan istilah leukimia. Produksi leukosit yang berlebih dan tidak terkontrol oleh tubuh akan berakibat pada gangguan pada fungsi tubuh yang lainnya.  


Leukimia sendiri dibedakan menjadi dua jenis kelompok yaitu:
  1. Leukemia limfositik, yakni jenis leukimia yang mempengaruhi limfosit atau sel limfoid.
  2. Leukimia mielositik, yakni jenis leukimia yang mempengaruhi sel mieloid (seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil).

Dari dua jenis leukimia di atas, dibagi lagi menjadi 4 tipe leukimia :


  1. Leukimia Limfositik akut (LLA). Leukimia jenis ini paling banyak menyerang anak-anak. Disamping itu, LLA juga banyak menyerang orang dewasa dengan kisaran usia di atas 65 tahun.
  2. Leukimia mielositik akut (LMA). Jenis leukimia yang satu ini banyak menyerang orang dewasa. Dulu, LMA juga dikenal dengan nama leukimia nonlimfositik akut.
  3. Leukimia limfositik kronis (LLK). LLK banyak menginfeksi orang dewasa dengan kisaran usia di atas 55 tahun. Kasus LLK juga beberapa terjadi pada usia dewasa muda tapi tidak pada anak-anak.
  4. Leukimia mielositik kronis (LMK). Leukimia jenis ini kebanyakan terjadi pada orang dewasa. Pun jika ada kasus LMK pada anak-anak, jumlahnya masih sangat sedikit.

Penyebab Leukimia


Hingga kini, penyebab leukimia belum dapat diketahui secara jelas. Adapun beberapa faktor di bawah adalah hal-hal yang diduga dapat mempengaruhi resiko leukimia, yakni:

1. Radiasi
Hal ini dapat dibuktikan denga fakta bahwa orang yang bekerja di bidang radiologi banyak yang terkena leukimia. Disamping itu, pasien yang menjalani radioterapi juga memiliki resiko terhadap leukimia. Kasus leukimia juga banyak ditemukan pada korban hidup tragedi bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.

2. Leukemogenik
Resiko leukimia dapat meningkat jika dipicu oleh sejumlah zat kimia, seperti benzena yang terpapar sebagai racun lingkungan, insektisida dan bahan kimia industri lain yang berbahaya serta obat-obatan yang digunakan pada pasien yang menjalani kemoterapi.

3. Herediter
Faktor herediter juga memiliki keterkaitan dengan resiko leukimia. Contoh kasusnya adalah bahwa penderita Down Syndrom ternyata memiliki peluang terkena leukimia akut sebanyak 20 kali lebih besar daripada orang normal.

4. Virus
Ada beberapa macam virus yang dapat mengakibatkan leukimia, yaitu : feline, retrovirus, serta HTLV-1 (pada dewasa).

Feline Leukemia Virus (FeLV) adalah retrovirus yang menginfeksi kucing. FeLV dapat ditularkan dari kucing yang terinfeksi melalui air liur atau cairan hidung yang terkena. Jika sistem kekebalan tubuh hewan rendah, virus dapat menyebabkan penyakit yang dapat mematikan. Satu penyakit yang disebabkan oleh virus ini adalah bentuk kanker sel darah yang disebut limfosit (leukemia a). Feline leukemia virus (FeLV), dinamakan demikian karena cara tindakan dalam sel yang terinfeksi. Semua retrovirus, termasuk feline immunodeficiency virus (FIV) dan human immunodeficiency virus (HIV), menghasilkan enzim reverse transcriptase, yang memungkinkan mereka untuk memasukkan salinan genetik mereka sendiri ke dalam sel mereka yang terinfeksi. Meskipun saling terkait, FeLV dan FIV berbeda dalam banyak hal, termasuk bentuk mereka, FeLV lebih melingkar sementara FIV memanjang. Kedua virus juga cukup berbeda secara genetik, dan consituents protein mereka berbeda dalam ukuran dan komposisi. Meskipun banyak dari penyakit yang disebabkan oleh FeLV dan FIV yang sama, cara-cara khusus di mana mereka disebabkan berbeda

Beberapa tanda gejala seseorang terkena virus Feline atau FeLV yaitu hilangnya nafsu makan, anisocoria, infeksi pada kulit, kandung kemih dan saluran pernapasan, kejang, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening) , lesi kulit, kelelahan, demam, penurunan berat badan, stomatitis, gingivitis, anemia, diare dan penyakit kuning. Semua tanda-tanda tersebut akan terlihat sepanjang tahun, sehingga banyak yang menganggap bahwa dirinya sedang terkena penyakit menahun.

Jadi mulai sekarang, lebih baik hindarkan anak Anda dari kucing peliharaan Anda. Bila memang terpaksa, sebaiknya rajin-rajinlah mengecek kesehatan kucing Anda dan jangan lupa juga untuk selalu mengontrol kondisi kesehatan anak bila Anda merupakan pecinta kucing dan penyayang binatang.



Gejala Leukimia




Meskipun gejala-gejala yang muncul pada penderita leukimia dapat berbeda-beda, tapi secara umum gejala tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Anemia
Anemia adalah penyakit kekurangan darah merah. Gejala yang muncul adalah berupa:
  • Frekuensi nafas lebih cepat. Hal ini dikarenakan sel darah merah yang jumlahnya sedikit mengakibatkan pengurangan jumlah oksigen dalam tubuh, sehingga tubuh berusaha memenuhi kekurangan tersebut dengan cara bernafas lebih cepat.
  • Cepat merasa lelah
  • Pucat

b. Pendarahan
Saat sel darah putih mendominasi, maka produksi sel pembeku darah (platelet) akan otomatis berkurang. Hal ini akan mengakibatkan pendarahan di jaringan kulit yang akan tampak sebagai jentik-jentik merah pada jaringan kulit, baik yang berukuran kecil maupun lebar.

c. Infeksi
Salah satu fungsi sel darah putih adalah untuk melakukan perlindungan terkait dengan daya tahan tubuh, termasuk perannya dalam  melawan infeksi. Sedangkan sel darah putih pada penderita leukimia adalah bersifat abnormal yang mana tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini tentunya mengakibatkan tubuh pasien lebih rentan terhadap serangan infeksi virus maupun bakteri. Gejala yang muncul umumnya berupa demam, hidung meler dan batuk.

d. Nyeri Sendi dan Tulang
Hal ini dikarenakan sel darah putih mendesak padat sumsum tulang.

e. Nyeri Perut
Hal ini diakibatkan oleh terkumpulnya sel leukimia pada organ-organ di area perut, seperti ginjal, hati dan empedu. Organ-organ tersebut kemudian akan mengalami pembesaran sehingga timbulkan rasa nyeri. Nyeri perut ini biasanya mengakibatkan berkurangnya nafsu makan si penderita.

f. Pembengkakan Pada Kelenjar Limpa
Fungsi dari kelenjar limpa adalah menyaring darah. Sel leukimia yang terkumpul di area ini dapat mengakibatkan pembengkakan. Pembengkakan pada kelenjar limpa biasanya terletak di bawah lengan, leher, dada dan yang lainnya.

g. Mengalami Dyspnea
Dyspnea merupakan gejala kesulitan bernafas. Selain Dyspnea, penderita juga biasanya mengalami gejala nyeri dada. Jika hal ini terjadi, maka pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Diagnosa Penyakit Leukimia
Penyakit leukimia dapat diagnosa dengan menjalani beberapa pemeriksaa, yakni :
  •     Biopsy
  •     Pemeriksaan darah, yaitu berupa CBC (complete blood count)
  •     CT scan atau CAT scan
  •     MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  •     X-ray
  •     Ultrasound
  •     Spinal tap/lumbar puncture

Pengobatan dan Upaya Penanganan Penyakit Leukimia

Penanganan pertama untuk penyakit leukimia biasanya dilakukan berdasarkan gejala yang muncul, seperti pendarahan, infeksi atau anemia. Tapi secara umum penanganan penyakit leukimia dapat dilakukan dengan metode-metode di bawah ini :
  •     Kemoterapi atau intrathecal.
  •     Terapi radiasi. Metode yang satu ini sangat jarang sekali dilakukan pada pasien Leukimia.
  •     Transplantasi (pencangkokan) sumsum tulang.
  •     Konsumsi obat tablet dan suntik.
  •     Transfusi sel darah merah (eritrosit) atau platelet.

Penanganan yang sering dilakukan terhadap pasien leukimia biasanya adalah berupa gabungan antara kemoterapi dan pemberian obat-obatan yang berfungsi untuk menghentikan produksi sel darah putih yang abnormal dalam sumsum tulang. Penanganan selanjutnya adalah untuk meredakan gejala-gejala yang muncul yang menyertai leukimia. Jika penyakit leukimia, tidak segera mendapatkan penanganan, maka biasanya akan berakhir dengan kematian.