10 Gaya Rambut Wanita Paling Populer dari Masa ke Masa

Firdaus45.com - Gaya rambut yang selalu berubah memang sudah tidak asing lagi dalam perkembangan mode. Gaya rambut bahkan termasuk sebagai penanda status sosial. Sejak dahulu hingga sekarang, wanita tidak ingin ketinggalan gaya rambut. Gaya rambut biasanya dibuat secara khusus oleh para penata rambut. Tapi ada juga yang terjadi secara alami lalu menjadi suatu tren.

Gaya rambut telah banyak mengalami transformasi dari masa ke masa. Sebelum kita mengenal gaya dan tatanan rambut seperti sekarang, zaman dulu wanita-wanita juga sudah mulai menerapkan gaya rambut yang sedang tren pada masanya. Kala itu setiap gaya rambut tertentu memiliki ciri khas masing-masing yang membedakannya dari periode waktu lainnya.



Hingga saat ini masih ada beberapa gaya rambut rambut zaman dahulu yang begitu melekat dalam ingatan meskipun kita belum lahir pada masa itu. Jika Anda penasaran dengan model rambut apakah itu, simak bahasan tentang gaya rambut wantia paling populer dari masa ke masa.


1.  Pouf, 1700-an
Gaya rambut pouf dipopulerkan oleh Ratu Prancis, Marie Anoniette, sekitar tahun 1700-an. Tatanan rambut ini terbilang sangat rumit karena penggunaan aksesori yang dikenakan dan volume rambut yang sangat besar. Ciri khas dari tatanan rambut ini adalah rambut yang ditata sangat tinggi, besar dan menjulang ke atas. Aksesori yang digunakan memberi kesan mewah dan anggun. Tatanan rambut ini sangat populer di kalangan bangsawan Prancis kala itu.

2.  Titus cut, 1700-an
Gaya rambut titus cut merupakan gaya rambut pendek pertama bagi wanita. Gaya rambut ini populer sekitar tahun 1700-an. Jika dilihat sekilas, gaya rambut ini terlihat seperti gaya rambut pixie. Gaya rambut ini cocok untuk wanita yang tidak menyukai rambut panjang.

3.  Marcell wave, 1800-an
Pada era tahun 1800-an, gaya rambut marcell wave telah menjadi sebuah tren di kalangan wanita kala itu. Ciri khas dari gaya rambut ini adalah rambut pendek bergelombang dan bertumpuk. Kesannya yang klasik membuat kita akan teringat dengan Ratu Victoria dari Britania Raya. Karena gaya rambut yang ia gunakan terlihat mirip dengan gaya rambut ini.

4.  Victory Rolls, 1940-an
Gaya rambut victory rolls memberikan kesan menggoda dengan gulungan pada rambutnya. Rambut yang digulung ke atas menjadi ciri khas dari gaya rambut ini. Hal ini kemudian membuat penampilan jadi terlihat chic dan edgy. Model rambut ini merupakan gaya rambut paling digandrungi wanita pada tahun era tahun 1940-an. Sayangnya gaya rambut ini pun mulai menghilang pasca perang dunia II. Banyak yang berspekulasi hal ini dikarenakan wanita pada pasca perang lebih berduka, sehingga mereka pun mengabaikan penampilan.

5.  Pompadour, 1950-an
Gaya rambut pompadour sebenarnya telah populer pada era tahun 1900. setelah sempat menghilang, gaya rambut ini kembali menjadi tren pada tahun 1950-an. Ciri khas dari gaya rambut ini adalah rambut yang disanggul tinggi ke atas. Nama gaya rambut ini diambil dari nama istri Raja Louis XV, Madame de Pompadour.

6.  Beehivee, 1960-an
Beehivee merupakan gaya rambut paling ikonik pada era tahun 1960-an. Gaya rambut ini mempunyai ciri khas yang menyerupai sarang lebah dengan bentuk bulat dan menumpuk di atas kepala. Julukan lain untuk gaya rambut ini adalah gaya rambut B-52 karena mirip dengan model hidung pesawat pengebom B-52. Tatanan rambut ini sangat cocok diterapkan saat ingin menghadiri acara formal seperti pesta pernikahan.

7.  Bouffant, 1970-an
Gaya rambut bouffant tentu tidak asing lagi bagi Anda yang senang menonton film klasik yang dirilis pada kisaran tahun 1960 hingga 1970-an. Gaya rambut ini memang merupakan tren di kalangan wanita pada masa itu. Bouffant memiliki ciri di mana rambut di tata tinggi dengan volume rambut yang mengembang.

8.  Perm, 1980-an
Perm merupakan gaya rambut yang memiliki ciri berupa rambut keriting atau ikal permanen. Gaya rambut ini menjadi hits pada era tahun 1980-an. Pada gaya rambut ini rambut diubah menjadi bergelombang, ikal atau keriting dengan menggunakan bahan kimia. Efeknya bisa bertahan selama beberapa bulan. Gaya rambut ini sangat hits, khususnya bagi wanita yang memiliki rambut tipis. Karena gaya ini akan membuat rambut terkesan bervolume.

9.  The Rachel, 1990-an
The Rachel merupakan gaya rambut yang diperkenalkan oleh Jenifer Aniston melalui perannya sebagai tokoh Rachel Green dalam sebuah serial yang berjudul Friends pada tahun 1994. Saking populernya gaya rambut ini, pada tahun 2009 masih banyak wanita yang memakai gaya rambut ini.

10.  Ombre, 2010-sekarang
Ombre merupakan teknik pewarnaan rambut yang membuat gradasi rambut dari gelap ke terang di bagian ujung. Warna yang dipilih juga selalu warna cerah seperti coklat muda atau pirang. Gaya rambut ini juga cocok bagi semua model rambut.

Itulah beberapa gaya rambut paling popular, mulai dari yang klasik hingga gaya rambut masa kini. Semoga ini bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin mencoba tampilan klasik dengan gaya rambut tersebut.

Supported by fpedia.id

Penyebab dan Cara Efektif Atasi Konstipasi atau Sembelit pada Bayi

Firdaus45.com -  Masalah gangguan pencernaan seperti susah buang air besar atau sembelit dapat dialami oleh siapa saja, termasuk bayi.

Susah buang air besar yang dialami oleh bayi sebenarnya bukanlah hal aneh dan ini merupakan hal yang umum terjadi.

Mengetahui apakah bayi mengalami susah buang air besar relatif mudah untuk dilakukan. Perhatikan saja kebiasaan bayi Anda dalam hal buang air besar, apakah 2 atau 3 hari sekali.

Jika dalam rentang waktu itu tidak kunjung buang air besar, bahkan mencapai waktu sekitar 1 minggu, kemungkinan bayi Anda sedang mengalami sembelit.

Ciri lain yang mudah dilihat adalah kerasnya feses dan sulit keluar. Susah buang air besar bisa jadi karena feses yang terlalu keras sehingga sulit untuk dikeluarkan.


Cara Mengetahui Bayi Konstipasi (Sembelit) atau susah buang air besar


Cara yang paling baik dalam mengetahui apakah bayi sedang mengalami masalah konstipasi atau susah buang air besar apa tidak yaitu dengan memahami siklus buang air besarnya.

Dengan memperhatikan siklus buang air besar bayi maka anda bisa mengetahui atau mendeteksi dengan segara mungkin.

Kebiasaan buang air besar pada bayi pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa hal. Aktivitas, pola makan dan minum serta kemampuan tubuh bayi dalam mencerna makanan merupakan beberapa hal yang akan berdampak pada seberapa sering bayi anda buang air besar.

Jadi, bila salah satu faktor yang disebutkan tadi mengalami perubahan, maka masalah susah buang air besar yang dialami bayi Anda disebabkan karena faktor tersebut.

Namun, meskipun perubahan pada salah satu faktor di atas dapat merubah kebiasaan buang air besar bayi, tetapi tetap saja ada batasan toleransinya. Apabila bayi anda telat buang air besar atau kurang dari tiga kali dalam satu minggu, bentuknya lebih keras dibandingkan dengan biasanya meskipun frekuensinya tidak berubah, bayi anda merasa kesakitan serta tidak nyaman, maka sudah bisa dipastikan bahwa bayi anda mengalami susah buang air besar atau konstipasi. Namun, pada bayi yang masih berusia 0-5 bulan serta masih mengkonsumsi ASI, maka buang air besar selama seminggu sekali masih dianggap hal yang wajar.

Selain tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas, bayi juga akan mengalami gejala-gejala jika ia susah buang air besar. Apa saja gejalanya? Berikut gejala bayi konstipasi atau susah buang air besar.

  • Bayi menjadi lebih rewel dan ia akan menangis sambil mengangkat kakinya karena ia merasa kesakitan yang disebabkan susah buang air besar
  • Perut bayi menjadi kembung
  • Bayi mengalami muntah
  • Berat badan bayi tidak naik yang bisa dilihat dari kurva pertambahan berat badan dalam setiap bulannya
  • Jika diraba perutnya menjadi lebih keras
  • Dalam kasus yang parah, maka akan ditemukan bercak darah pada popok atau celana bayi, hal ini disebabkan karena dinding rektum bayi sobek akibat feses yang keras

Apa Saja Penyebab Bayi Konstipasi


Memahami segala macam bentuk aktivitas, dan kebiasaan bayi adalah hal yang mutlak harus dilakukan oleh setiap orang tua. Karena dengan hal seperti, kita dapat dengan mudah mengetahui, mencegah dan mengobati bilamana bayi sedang mengalami masalah kesehatannya.

Berikut ini beberapa penyebab bayi mengalami konstipasi.

Susu Formula
Bila bayi diberikan ASI eksklusif, biasanya bayi tersebut akan jarang mengalami konstipasi atau sembelit. ASI merupakan makanan yang paling bagus untuk bayi, karena ASI sifatnya sangat mudah dicerna.

ASI memiliki beberapa kandungan bakteri baik yang dapat mengurangi protein susu yang pada umumnya sulit untuk dicerna. Keberadaan bakteri inilah yang membuat tinja bayi akan menjadi lebih lembut dan membuat buang air besar menjadi lebih mudah karena ASI tercerna dengan baik.

Hal yang wajar untuk bayi dengan konsumsi asi secara eksklusif melakukan buang air besar selama 3-5 hari sekali. Ini karena yang disebutkan tadi, bila asi adalah makanan bayi yang paling mudah dicerna oleh tubuh bayi.

Sehingga kotoran yang dihasilkan pun akan sangat sedikit. Selain itu, ASI juga mengandung hormon motilin. Dimana hormon tersebut dapat meningkatkan pergerakan usus bayi, serta memperlancar pencernaan.

Sementara itu, dalam keadaan tertentu ada beberapa ibu yang tidak mampu memberikan ASI kepada bayinya, sehingga dengan terpaksa harus memberikan susu formula. Ketika bayi masih berusia 4 bulan, tidak sedikit ibu yang sudah memberikan susu formula atau mencampur ASI dengan susu formula sebagai makanan tambahan bayi. Nah, bayi yang mendapatkan susu formula biasanya akan memiliki kecenderungan lebih besar mengalami masalah konstipasi atau susah buang air besar, hal ini disebabkan karena kandungan protein dan lemak yang ada pada susu formula tidak seimbang. Susu formula pun mengandung kalsium dan fosfor yang tinggi, dimana kandungan tersebut menyebabkan air yang terdapat pada tinja terserap ke dinding usus sehingga tinja bayi pun menjadi lebih keras. Pemilihan susu serta kadar keenceran susu yang tidak tepat pun bisa jadi salah satu penyebab tinja bayi menjadi keras sehingga ia akan mengalami sulit buang air besar.

Makanan Padat
Ketika bayi beralih mengkonsumsi makanan padat, maka pencernaan bayi akan kaget sehingga akan menyebabkan bayi sulit buang air besar. Hal ini memang wajar, terlebih lagi jika bayi anda terbiasa diberi makanan bertekstur cair.

Masa peralihan dari makanan cair ke makanan yang lebih padat memang sangat rentan menimbulkan konstipasi, terlebih lagi jika diberikan secara langsung makanan yang minim serat seperti misalkan nasi atau roti. Nah, untuk meminimalisir resiko bayi anda mengalami konstipasi, maka anda bisa memberikannya makanan yang kaya akan serat.

Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit dapat menjadi salah satu penyebab bayi sulit buang air besar meskipun hal ini jarang sekali terjadi. Beberapa kondisi medis yang dapat membuat bayi susah buang air besar yaitu alergi pada makanan tertentu, hipotiroid, serta gangguan sistem pencernaan dari lahir.

Dehidrasi
Bayi biasanya akan menghidrasi tubuhnya sendiri melalui makanan dan minuman yang ia konsumsi, termasuk ASI. Salah satu fungsi air yaitu untuk membantu proses pencernaan. Apabila buah hati anda tidak mendapatkan cairan yang cukup, maka akan mengakibatkan feses menjadi keras.

Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi Setelah Tahu Penyebabnya


Bayi yang sedang mengalami sembelit bisa merasakan sakit saat mengejan. Maka dari itu, dia cenderung untuk menunda buang air besar sehingga menjadikan kondisi yang dialaminya makin parah. Selain itu, bayi dengan kondisi ini mungkin menangis tiap kali diajak ke toilet untuk buang air besar. Orang tua harus menyadari perilaku tersebut.

Masalah sembelit pada bayi berusia kurang dari enam bulan membutuhkan penanganan seperti berikut.
  • Jika selama ini anak diberikan susu formula, diskusikan dulu dengan dokter untuk mengubah komposisi susu formula atau mempertimbangkan penggantian susu formula terbaik untuk bayi. Apabila bayi anda mengalami konstipasi saat ketika ia diberi susu formula, maka anda bisa mengganti susu formula yang berbeda dari biasanya. Untuk mendapatkan susu formula yang sesuai dengan kebutuhan bayi anda, maka anda bisa mengkonsultasikannya terlebih dahulu kepada dokter anak.
  • Pelunak tinja poloxamer drop sebanyak 0,3 ml dapat ditambahkan ke dalam susu bayi untuk diberikan tiga kali sehari.

Sedangkan untuk bayi berkisar usia enam bulan hingga dua tahun lebih tepat untuk diberikan penanganan berikut.
  • Berikan laksatif alami untuk mengobati sembelit. Makanan yang bersifat laksatif alami paling efektif dalam mengatasi sembelit adalah jus prune. Lebih disarankan untuk mencampurkan jus buah-buahan yang lain, seperti apel, aprikot, dan cranberry agar rasa jus prune lebih disukai anak. Rebus buah prune dengan api kecil hingga mendapatkan sarinya. Sari buah prune dapat diberikan sebanyak 3 sendok makan dengan frekuensi 3 kali seminggu. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya konstipasi.
  • Obat laksatif pelunak tinja lain adalah lactulose, docusate, dan sena. Sedangkan obat bisacodyl, glycerine, dan microlax merupakan cairan yang dimasukkan ke bokong anak (obat supositoria) untuk merangsang pengosongan rektum. Namun perlu diperhatikan bahwa pemberian obat-obatan jenis ini hanya digunakan saat anak mengalami sembelit yang parah. Selain itu, campuran minyak parafin juga bisa berguna melunakkan dan melumasi tinja agar mudah dikeluarkan.
  • Biasakan duduk di toilet secara reguler. Hal ini dilakukan sekitar 3-5 menit setelah makan. Anak diminta duduk di toilet meski tidak merasa ingin buang air besar. Ciptakan suasana yang nyaman agar anak merasa nyaman juga tiap buang air besar di toilet. Melalui cara ini juga anak bisa belajar merespons keinginannya sendiri untuk buang air besar dengan selalu duduk di toilet.
  • Ketika bayi anda sudah waktunya mengkonsumsi makanan padat, maka usahakan jangan langsung memberikannya makanan yang berat seperti nasi. Anda harus memilih makanan yang kaya akan serat serta berikanlah porsi yang cukup, jangan terlalu banyak. Jika ingin mendapatkan hasil yang optimal, maka anda bisa memijat perut bayi anda sebelum diberikan makanan. Berikan makanan yang sehat dengan menambahkan serat sayuran atau buah setidaknya tiga kali tiap hari. Utamakan memberinya asupan serat dari buah-buahan berkulit yang bisa langsung dikonsumsi, seperti buah plum, aprikot, persik, atau prune. Selain buah-buahan, roti gandum juga bisa diberikan kepadanya. Hindari sereal siap saji yang sudah diproses, seperti corn flake atau rice bubble.
  • Batasi pemberian susu sapi jika anak Anda berusia lebih dari 18 bulan dan  hindari memberinya minuman manis sebelum waktu makan utama.
  • Memijat perut merupakan salah satu cara paling mudah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi konstipasi yang terjadi pada bayi anda. Anda bisa memijat bagian bawah pusar bayi anda atau sekitar 3 jari dari pusar. Pijatlah dengan lembut dan hati-hati. Ketika anda melakukan pijatan ini, anda harus memastikan bahwa bayi anda rileks dan tidak merasa kesakitan. 
  • Agar feses yang sulit dikeluarkan tersebut terdorong oleh usus, maka anda bisa membuat anak anda lebih aktif. Apabila bayi anda sudah bisa merangkak, maka anda bisa membuat ia merangkak sesering mungkin agar feses terdorong dan mudah dikeluarkan. Apabila masih belum berhasil, anda bisa menggerakan kaki bayi seperti mengayuh sepeda.
  • Anda harus memastikan bahwa kebutuhan air si kecil terpenuhi agar proses pencernaannya lancar.
  • Memandikan bayi anda dengan menggunakan air hangat dapat membuatnya lebih rileks sehingga saluran pencernaan dapat lebih mudah mengeluarkan kotoran. Anda juga bisa memberikannya pijatan agar feses lebih mudah keluar.

Bila cara-cara diatas tidak juga mampu mengatasi masalah konstipasi atau sembelit atau susah buang air besar pada bayi Anda, maka jangan pernah ragu untuk konsultasi pada dokter terdekat untuk dilakukan pemeriksaan secara langsung.

Semoga dapat membantu para ibu dirumah.
Leukimia, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Leukimia, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Leukimia

Pengertian Leukimia - Leukimia atau kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang leukosit (sel darah putih) yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang. Peran leukosit dalam tubuh salah satunya untuk menjaga imun tubuh dari gangguan atau serangan bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui darah.

Selain sel darah putih, sumsum tulang belakang juga menghasilkan dua jenis darah lainnya yaitu sel darah merah (eritrosit), yang berfungsi membawa oksigen ke dalam tubuh dan platelet, yang berperan dalam proses pembekuan darah.



Pada tubuh manusia, keberadaan leukimia biasanya sudah ada sejak kita masih kecil. Pada kondisi normal, leukosit adak diproduksi apabila tubuh memberikan signal khusus yang menandakan bahwa tubuh sedang memerlukan kehadiran leukosit. Namun, pada kondisi abnormal, sumsum tulang belakang akan memproduksi leukosit yang dapat menjadikan seseorang mengalami kelebihan leukosit. Leukosit yang dihasilkan pada kondisi seperti ini adalah leukosit yang bersifat abnormal pula, sehingga sering disebut dengan istilah leukimia. Produksi leukosit yang berlebih dan tidak terkontrol oleh tubuh akan berakibat pada gangguan pada fungsi tubuh yang lainnya.  


Leukimia sendiri dibedakan menjadi dua jenis kelompok yaitu:
  1. Leukemia limfositik, yakni jenis leukimia yang mempengaruhi limfosit atau sel limfoid.
  2. Leukimia mielositik, yakni jenis leukimia yang mempengaruhi sel mieloid (seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil).

Dari dua jenis leukimia di atas, dibagi lagi menjadi 4 tipe leukimia :


  1. Leukimia Limfositik akut (LLA). Leukimia jenis ini paling banyak menyerang anak-anak. Disamping itu, LLA juga banyak menyerang orang dewasa dengan kisaran usia di atas 65 tahun.
  2. Leukimia mielositik akut (LMA). Jenis leukimia yang satu ini banyak menyerang orang dewasa. Dulu, LMA juga dikenal dengan nama leukimia nonlimfositik akut.
  3. Leukimia limfositik kronis (LLK). LLK banyak menginfeksi orang dewasa dengan kisaran usia di atas 55 tahun. Kasus LLK juga beberapa terjadi pada usia dewasa muda tapi tidak pada anak-anak.
  4. Leukimia mielositik kronis (LMK). Leukimia jenis ini kebanyakan terjadi pada orang dewasa. Pun jika ada kasus LMK pada anak-anak, jumlahnya masih sangat sedikit.

Penyebab Leukimia


Hingga kini, penyebab leukimia belum dapat diketahui secara jelas. Adapun beberapa faktor di bawah adalah hal-hal yang diduga dapat mempengaruhi resiko leukimia, yakni:

1. Radiasi
Hal ini dapat dibuktikan denga fakta bahwa orang yang bekerja di bidang radiologi banyak yang terkena leukimia. Disamping itu, pasien yang menjalani radioterapi juga memiliki resiko terhadap leukimia. Kasus leukimia juga banyak ditemukan pada korban hidup tragedi bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.

2. Leukemogenik
Resiko leukimia dapat meningkat jika dipicu oleh sejumlah zat kimia, seperti benzena yang terpapar sebagai racun lingkungan, insektisida dan bahan kimia industri lain yang berbahaya serta obat-obatan yang digunakan pada pasien yang menjalani kemoterapi.

3. Herediter
Faktor herediter juga memiliki keterkaitan dengan resiko leukimia. Contoh kasusnya adalah bahwa penderita Down Syndrom ternyata memiliki peluang terkena leukimia akut sebanyak 20 kali lebih besar daripada orang normal.

4. Virus
Ada beberapa macam virus yang dapat mengakibatkan leukimia, yaitu : feline, retrovirus, serta HTLV-1 (pada dewasa).

Feline Leukemia Virus (FeLV) adalah retrovirus yang menginfeksi kucing. FeLV dapat ditularkan dari kucing yang terinfeksi melalui air liur atau cairan hidung yang terkena. Jika sistem kekebalan tubuh hewan rendah, virus dapat menyebabkan penyakit yang dapat mematikan. Satu penyakit yang disebabkan oleh virus ini adalah bentuk kanker sel darah yang disebut limfosit (leukemia a). Feline leukemia virus (FeLV), dinamakan demikian karena cara tindakan dalam sel yang terinfeksi. Semua retrovirus, termasuk feline immunodeficiency virus (FIV) dan human immunodeficiency virus (HIV), menghasilkan enzim reverse transcriptase, yang memungkinkan mereka untuk memasukkan salinan genetik mereka sendiri ke dalam sel mereka yang terinfeksi. Meskipun saling terkait, FeLV dan FIV berbeda dalam banyak hal, termasuk bentuk mereka, FeLV lebih melingkar sementara FIV memanjang. Kedua virus juga cukup berbeda secara genetik, dan consituents protein mereka berbeda dalam ukuran dan komposisi. Meskipun banyak dari penyakit yang disebabkan oleh FeLV dan FIV yang sama, cara-cara khusus di mana mereka disebabkan berbeda

Beberapa tanda gejala seseorang terkena virus Feline atau FeLV yaitu hilangnya nafsu makan, anisocoria, infeksi pada kulit, kandung kemih dan saluran pernapasan, kejang, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening) , lesi kulit, kelelahan, demam, penurunan berat badan, stomatitis, gingivitis, anemia, diare dan penyakit kuning. Semua tanda-tanda tersebut akan terlihat sepanjang tahun, sehingga banyak yang menganggap bahwa dirinya sedang terkena penyakit menahun.

Jadi mulai sekarang, lebih baik hindarkan anak Anda dari kucing peliharaan Anda. Bila memang terpaksa, sebaiknya rajin-rajinlah mengecek kesehatan kucing Anda dan jangan lupa juga untuk selalu mengontrol kondisi kesehatan anak bila Anda merupakan pecinta kucing dan penyayang binatang.



Gejala Leukimia




Meskipun gejala-gejala yang muncul pada penderita leukimia dapat berbeda-beda, tapi secara umum gejala tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Anemia
Anemia adalah penyakit kekurangan darah merah. Gejala yang muncul adalah berupa:
  • Frekuensi nafas lebih cepat. Hal ini dikarenakan sel darah merah yang jumlahnya sedikit mengakibatkan pengurangan jumlah oksigen dalam tubuh, sehingga tubuh berusaha memenuhi kekurangan tersebut dengan cara bernafas lebih cepat.
  • Cepat merasa lelah
  • Pucat

b. Pendarahan
Saat sel darah putih mendominasi, maka produksi sel pembeku darah (platelet) akan otomatis berkurang. Hal ini akan mengakibatkan pendarahan di jaringan kulit yang akan tampak sebagai jentik-jentik merah pada jaringan kulit, baik yang berukuran kecil maupun lebar.

c. Infeksi
Salah satu fungsi sel darah putih adalah untuk melakukan perlindungan terkait dengan daya tahan tubuh, termasuk perannya dalam  melawan infeksi. Sedangkan sel darah putih pada penderita leukimia adalah bersifat abnormal yang mana tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini tentunya mengakibatkan tubuh pasien lebih rentan terhadap serangan infeksi virus maupun bakteri. Gejala yang muncul umumnya berupa demam, hidung meler dan batuk.

d. Nyeri Sendi dan Tulang
Hal ini dikarenakan sel darah putih mendesak padat sumsum tulang.

e. Nyeri Perut
Hal ini diakibatkan oleh terkumpulnya sel leukimia pada organ-organ di area perut, seperti ginjal, hati dan empedu. Organ-organ tersebut kemudian akan mengalami pembesaran sehingga timbulkan rasa nyeri. Nyeri perut ini biasanya mengakibatkan berkurangnya nafsu makan si penderita.

f. Pembengkakan Pada Kelenjar Limpa
Fungsi dari kelenjar limpa adalah menyaring darah. Sel leukimia yang terkumpul di area ini dapat mengakibatkan pembengkakan. Pembengkakan pada kelenjar limpa biasanya terletak di bawah lengan, leher, dada dan yang lainnya.

g. Mengalami Dyspnea
Dyspnea merupakan gejala kesulitan bernafas. Selain Dyspnea, penderita juga biasanya mengalami gejala nyeri dada. Jika hal ini terjadi, maka pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Diagnosa Penyakit Leukimia
Penyakit leukimia dapat diagnosa dengan menjalani beberapa pemeriksaa, yakni :
  •     Biopsy
  •     Pemeriksaan darah, yaitu berupa CBC (complete blood count)
  •     CT scan atau CAT scan
  •     MRI (Magnetic Resonance Imaging)
  •     X-ray
  •     Ultrasound
  •     Spinal tap/lumbar puncture

Pengobatan dan Upaya Penanganan Penyakit Leukimia

Penanganan pertama untuk penyakit leukimia biasanya dilakukan berdasarkan gejala yang muncul, seperti pendarahan, infeksi atau anemia. Tapi secara umum penanganan penyakit leukimia dapat dilakukan dengan metode-metode di bawah ini :
  •     Kemoterapi atau intrathecal.
  •     Terapi radiasi. Metode yang satu ini sangat jarang sekali dilakukan pada pasien Leukimia.
  •     Transplantasi (pencangkokan) sumsum tulang.
  •     Konsumsi obat tablet dan suntik.
  •     Transfusi sel darah merah (eritrosit) atau platelet.

Penanganan yang sering dilakukan terhadap pasien leukimia biasanya adalah berupa gabungan antara kemoterapi dan pemberian obat-obatan yang berfungsi untuk menghentikan produksi sel darah putih yang abnormal dalam sumsum tulang. Penanganan selanjutnya adalah untuk meredakan gejala-gejala yang muncul yang menyertai leukimia. Jika penyakit leukimia, tidak segera mendapatkan penanganan, maka biasanya akan berakhir dengan kematian.