11/18/2016

Bolehkah Bayi yang Baru Lahir Tidur Menggunakan Bantal?

Firdaus45.com - Bahaya Penggunaan Bantal Saat Bayi Sedang Tidur. Hampir semua orang tua beranggapan bahwa ketika bayi tidur menggunakan bantal, tidur bayi akan menjadi lebih nyaman. Karena setiap ibu menginginkan bayinya dapat tidur dengn nyaman dan nyenyak. Tidak mengherankan jika kemudian ibu membeli peralatan tidur yang dibuat khusus untuk bayi. Lantas, apakah tidur tanpa menggunakan bantal tidak diperbolehkan?

Beraneka ragam jenis bantal, guling dan tempat tidur kini sudah diproduksi dan didesain sesuai dengan keperluan bayi, mulai dari bantal menyusui, guling, dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah ibu ketahui bahwa penggunaan bantal dan peralatan tidur lainnya dengan bahan yang terlalu empuk dengan ukuran yang besar dapat beresiko menyebabkan bayi mati lemas (sufokasi). Mati lemas dapat terjadi terutama padi bayi yang baru dilahirkan atau bayi yang belum dapat menggerakkan kepada dan anggota tubuhnya dengan baik.

Pada saat tidur, posisi bayi sebaiknya telentang dengan kepala dan punggung setara. Sehingga bayi yang tidur tanpa menggunakan bantal akan jauh lebih sehat karena tidur tanpa menggunakan bantal akan membuat posisi tidur bayi berada pada posisi alami. Beberapa literatur menyarankan menunda penggunaan bantal sampai bayi berusia sekitar 18 bulan. Menurut penelitian oleh National Sleep Foundation, 64 persen orang yang mengalami gangguan tidur, seperti nyeri pungung dan leher disebabkan oleh penggunaan bantal yang tidak sesuai.


Bahaya lain yang mengancam bayi Anda ketika tidur menggunakan bantal dan peralatan tidur yang terlalu empuk yaitu:

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi disebut juga dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome SIDS merupakan fenomena kematian bayi yang tidak dapat dijelaskan. SIDS menyerang tanpa pandang bulu, bayi yang terlihat sehatpun juga beriko terkena sindrom ini. Pada umumnya, bayi yang berumur di bawah 1 tahun lebih rentan terkena sindrom ini. Bayi yang mati karena sindrom ini biasanya pada saat tertidur di dalam ranjang tidur bayi.

Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebab kematian bayi karena sindrom ini, tetapi penyebabnya seringkali dikaitkan dengan abnormalitas pada otak bayi pada saat mengontrol pernapakan dan pada saat terbangun dari tidur.

Pendapat lain menganggap bahwa sindrom ini akan mudah menyerang pada bayi yang terbiasa dengan tidur dalam posisi tengkurap. Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar mulut bayi dan menjebak hembusan napas. Karena oksigen tidak dapat masuk, maka bayi akan menghirup kembali udara yang dihembuskannya. Hal ini akan berakibat pada penurunan kadar oksigen di dalam tubuh bayi yang menyebabkan bayi kekurangan oksigen sehingga dapat memicu SIDS.

Kepanasan
Sarung bantal dan tempat tidur yang terbuat dari poliester akan membuat bayi kepanasan saat tidur. Ketika panasnya sudah berlebih, tidur bayi akan gelisah dan membuat tidurnya tidak nyaman.

Keseleo
Tidak hanya bagi bayi, penggunaan bantal yang tidak pas dengan kondisi badan akan menyebabkan keseleo pada leher. Dibutuhkan bantal yang memang benar-benar khusus dirancang agar posisi tidur bayi lebih nyaman dan bayi menjadi lebih sehat.

Melihat bahaya yang disebabkan oleh penggunaan bantal bayi, sehingga tidak disarankan untuk menggunakan bantal pada bayi usia dibawah 1 tahun. Meskipun begitu, para pakar kesehatan menganjurkan bayi boleh tidur menggunakan bantal ketika usia sudah lebih dari 2 tahun.

Memang rasa sayang seorang ibu mengalahkan segalanya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega, namun, menjadi ibu bijak jauh lebih penting ketimbang menuruti yang sebenarnya tidak perlu dilakukan karena rasa sayangnya.

Bila ibu hendak menggunakan bantal untuk alas kepala bayi saat tidur, sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut ini
  • Pergunakanlah bantal ketika sedang berada dalam pengawasan Anda, ketika Anda tidak sedang mengawasi, atau tertidur, sebaiknya jangan gunakan bantal dan jauhkan bantal dari bayi Anda.
  • Pilihlah bantal yang berukuran kecil, kokoh dan sarung yang halus. Sebaiknya pilihlah bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi.
  • Jangan menggunakan bantal yang dihias dengan kancing, manik-manik, rumbai, atau dekorasi jahitan lainnya.
  • Untuk mengurangi rasa panas yang akan dirasakan oleh bayi Anda, sebaiknya jangan pilih bantal yang terbuat dari bahan poliester karena kain poliester dapat menyebabkan iritasi. Utamakan yang berbahan kain katun.
  • Bersihkan bantal bayi Anda secara rutin. Karena bantal dapat menjadi sarang kuman saat keringat bayi menempel pada banta.
  • Sebaiknya jangan gunakan bantal ketika sedang menidurkan bayi di dalam ayunan
  • Segera periksa dan hentikan penggunaan bantal apabila terdapat ruam pada kulitnya dan terus berkembang.
  • Saat bayi sedang berbaring di atas bantal, sebaiknya jangan memberinya makanan apapun. Berikan makanan pada bayi ketika posisinya seperti sedang menyusui.
  • Semoga dapat bermanfaat bagi para Ibu di rumah
Loading...

Artikel Menarik Lainnya