Tips dan Cara Memperlancar ASI Agar Cepat Keluar Sebelum dan Setelah Melahirkan

Tips dan Cara Memperlancar ASI Agar Cepat Keluar Sebelum dan Setelah Melahirkan

Tips dan cara memperlancar ASI. Setelah seorang ibu selesai melalui proses persalinan, tugas mulia yang harus dilakukan adalah memberikan asi eksklusif kepada bayi yang baru dilahirkan. Pemberian asi secara eksklusif adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi baru lahir. Karena tidak mungkin bayi yang baru dilahirkan langsung diberi makanan seperti nasi dan lainnya. Kondisi organ percernaan bayi yang masih rentan yang mewajibkan seorang ibu membrikan asi secara eksklusif kepada bayi.

Akan tetapi terkadang harapan seseorang tidak sesuai dengan kenyataan yang dihadapi. Niat baik seorang ibu menyusui yang ingin memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya tidak berjalan sesuai harapan karena asi yang dimiliki tidak dapat dikeluarkan / ASI tidak lancar.

Atau karena beberapa masalah menjadi penyebab asi tidak dapat dikeluarkan. Untuk itu diperlukan berbagai macam persiapan mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan, sehingga setelah nanti bayi dilahirkan seorang ibu menyusui bisa memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya.



Beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum persalinan agar ASI lancar saat menyusui diantaranya:

Merawat Payudara Ketika Hamil

Perawatan payudara penting sekali dilakukan sejak dalam masa kehamilan. Payudara yang tidak terawat juga akan membuat proses pembentukan asi terhambat. Memasuki usia kehamilan 6-8 pekan terjadi perubahan pada payudara berupa pembesaran payudara yang terasa lebih padat, kencang, sakit, dan tampak jelas gambaran pembuluh darah dipermukaan kulit yang bertambah serta melebar. Kelenjar Montgomery daerah areola (bagian berwarna hitam yang melingkari puting) tampak lebih nyata dan menonjol.

Perawatan payudara yang diperlukan sebagai berikut :
  • Ukuran payudara yang semakin membesar memaksa ibu hamil untuk segera mengganti ukuran BH. Menggunakan ukuran BH yang besar bertujuan dapat menopang perkembangan payudara yang semakin membesar, karena dikhawatirkan bentuk payudara akan mengendur jika tidak ditopang dengan BH.

  • Lakukan latihan gerakan otot badan yang berfungsi untuk mengencangkan otot penopang payudara agar tidak mengendur setelah masa menyusui selesai. Jenis latihan yang dapat anda lakukan juga cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Gerakan yang dapat anda lakukan adalah dengan duduk sila di lantai. Tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri (dekat siku), tangan kiri memegang lengan bawah kanan. Angkat kedua siku hingga sejajar pundak. Tekan pegangan tangan kuat-kuat ke arah siku sehingga terasa adanya tarikan pada otot dasar payudara.

  • Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan terutama pada bagian payudara khususnya pada bagian puting dan areola. Ketika mandi, usahakan juga untuk tidak di beri sabun mandi pada areola dan puting agar kelembapan pada area itu tetap terjaga dan tidak kering.

  • Usahakan puting agar lentur ketika tiba waktu menyusui dan upayakan agar tidak ada sumbatan dengan cara mengkompres dengan minyak atau air selama 2-3 menit. Tarik dan putar puting ke arah luar 20 kali, ke arah dalam 20 kali untuk masing-masing puting. Pijat daerah areola untuk membuka saluran susu. Bila keluar cairan, oleskan ke puting dan sekitarnya. Bersihkan payudara dengan handuk lembut.

  • Mengoreksi puting yang datar atau terbenam agar menyembul keluar dengan bantuan pompa puting pada pekan terakhir kehamilan sehingga siap untuk disusukan pada bayi, atau bisa juga secara manual (menarik puting keluar menggunakan tangan).
 Artiket terkait mengenai payudara yang perlu anda baca untuk menambah wawasan diantaranya: Cara mempertahankan payudara tetap kencang dan Tips memilih bra yang sehat

Supaya Sehat dan ASI Lancar pada saat Menyusui

Menjaga kesehatan selama kehamilan dengan banyak mengkonsumsi makanan kaya gizi, karena tidak semua wanita dapat dengan lancar menyusui bayinya ketika lahir. Makanan yang dikonsumsi dan tidak dikontrol sewaktu masa kehamilan menyebabkan produksi ASI tidak lancar. Olehkarenanya, pilihlah jenis-jenis makanan yang dapat memperbanyak produksi asi dan memperlancar keluarnya asi. Tidak hanya nutrisi yang harus dipenuhi oleh ibu hamil, tidur yang cukup juga diperlukan bagi ibu hamil untuk menjaga kondisi badan tetap bugar. Bagi anda yang bekerja, aturlah jadwal cuti hamil dan bersalin sebanyak mungkin. Pastikan anda kembali bekerja setelah kondisi badan anda benar-benar sehat. Kembalilah bekerja setelah anda dapat memberikan asi eksklusif kepada bayi yang baru saja anda lahirkan.

Menghindari rokok, baik rokok aktif maupun pasif, minum alkohol, minuman bersoda karena semua jenis makanan tersebut dapat mengambat kerja usus dalam menyerap kalsium dan zat besi yang diperlukan selama masa kehamilan dan masa menyusui.

Pada saat kontrol kehamilan, gunakanlah kesempatan tersebut untuk bertanya apa saja sebanyak-banyaknya terkait kehamilan, persalinan dan menyusui. Saat anda memahami semua permasalahan, mulailah lakukan planing dan antisipasi agar mudah dalam penanganannya. Tanyakan secara detail mengenai tahapan dalam melakukan  Inisiasi Menyusu Dini IMD untuk meningkatkan keberhasilan menyusui dan demi mendapatkan banyak manfaat dari proses IMD itu sendiri.

Memperhatikan dan memeriksakan diri bila ada keluhan pada daerah gigi dan mulut karena dapat menjalar pada organ lain dan mengganggu kehamilan. Memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan pakaian nyaman saat di dalam rumah, yaitu yang longgar, ringan, mudah dipakai dan menyerap keringat.

Terkait memperlancar ASI, mungkin juga perlu membaca: faktor yang mempengaruhi produksi ASI dan Memahami bagaimana proses pembentukan ASI

Pahami Tehnik Menyusui yang Benar

Berikut ini beberapa langkah yang perlu diketahui ketika menyusui bayi :

  • Usahakan selalu dalam kondisi tenang ketika sedang menyusui. Usahakan untuk tidak dalam keadaan haus dan lapar ketika menyusui.

  • Pilihlah tempat yang nyaman dalam memberikan asi kepada bayi.

  • Bersihkan tangan agar saat memegang puting tidak terkena kuman.

  • Ketika akan menyusui, tekan daerah areola di antara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2-3 tetes ASI kemudian oleskan ke seluruh puting dan areola. Cara menyusui yang terbaik adalah bila ibu melepaskan kedua payudara dari pemakaian BH.

  • Posisi ibu dan bayi yang benar saat menyusui dapat dicapai bila bayi menyusui dengan tenang dan badannya menempel betul pada ibu. Menyusui yang baik dan benar adalah ketika mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara dan mulut bayi membuka lebar sehingga sebagian besar areola tertutup mulut bayi. Dengan posisi itu, bayi akan leluasa mengisap ASI pelan-pelan tapi kuat dan ibu pun tidak merasa kesakitan. Sebaiknya posisi puting dan lengan bayi berada pada satu garis lurus.

  • Berikan ASI sesuka bayi (on demand) dan tidak usah dijadwal. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2-3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian, masing-masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi terakhir yang disusui sebelumnya. Berikan ASI sampai payudara terasa kosong.

  • Untuk mencegah lecet, setelah selesai menyusui segera oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara, baru kemudian BH dipakai kembali. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi supaya bersendawa.

  • Tegakkan punggung bayi dan dekatkan pada dada ibu supaya bayi bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.
Baca juga artikel mengenai bagaimana cara memberikan ASI pada bayi yang baik dan benar atau juga mengenai cara alami meningkatkan produksi ASI

Apakah Bayi Cukup Mendapatkan ASI?

Seorang bayi dikatakan mendapatkan asi yang cukup apabila berat badan lahir pulih kembali setelah bayi berusia 2 pekan, kenaikan berat dan tinggi badan sesuai dengan kurva pertumbuhan, bayi banyak mengompol (sampai 6 kali atau lebih dalam sehari), bayi menyusu dengan kuat kemudian melemah hingga tertidur, dan payudara ibu terasa lunak setelah menyusui dibanding sebelum disusukan.

Tetap Memenuhi Kebutuhan Asi si Kecil Ketika Harus Bekerja

Pada saat bayi sedang tahap pemberian asi eksklusif, usahakan sebisa mungkin agar bayi tidak diberi asupan gizi selain asi. Jika memang terpaksa, karena alasan kesibukan, tetap berikan asi anda kepada bayi anda. Pemberian asi dapat dilakukan dengan memeras kemudian disimpan dan suruhlah pengasuh anda untuk memberikan asi yang sudah diperas ketika anda sedang bekerja. Usahakan wadah tempat penyimpanan asi perahan dalam keadaan steril dan terbebas dari kuman.

ASI perahan dapat bertahan lama ketika:
  • 4-8 jam bila disimpan pada suhu 19-25°C.
  • 1-2 hari bila disimpan di dalam lemari es pada suhu 0-4°C (bukan freezer).
  • 2 bulan di dalam freezer lemari es satu pintu.
  • 3-4 bulan di dalam freezer (pintu terpisah).

Yang Harus Diperhatikan Ketika Menyusui

Kondisi kesehatan ibu menyusui juga dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas gizi dari ASI yang dimilikinya. Penurunan berat badan pasca melahirkan sebaiknya diperhatikan, jangan sampai berat badan turun secara drastis. Bukan hanya kebutuhan nutrisi bayi saja yang terus diperhatikan, gizi ibu menyusui juga harus diperhatikan. Selama menyusui usahakan untuk selalu memperhatikan asupan nutrisi pada setiap makanan yang akan dikonsumsi oleh ibu menyusui. Setidaknya makanan ibu menyusui akan dikonsumsi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Khusus bagi ibu menyusui yang bermasalah dengan ASInya, konsumsilah makanan yang mampu merangsang produksi ASI seperti halnya daun katu dan daun pepaya.

Jumlah cairan ibu menyusui juga harus diperhatikan, karena dalam masa menyusui cairan seorang ibu menyusui keluar lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Ibu menyusui dianjurkan minum air 8-12 gelas sehari.

Ibu menyusui tentunya mengeluarkan tenaga yang tidak sedikit, apalagi terkadang ibu harus terbangun malam karena bayi menangis dan meminta ASI. Oleh karena itulah ibu menyusui membutuhkan istirahat dan tidur cukup supaya tenaganya pulih kembali.

Ibu menyusui sebaiknya tidak mengkonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter (tenaga kesehatan) karena ada beberapa obat yang tidak boleh diberikan pada ibu menyusui.
Ibu bisa melakukan pijat payudara menggunakan minyak kelapa atau zaitun untuk memperbaiki aliran ASI agar lancar. Tahap-tahap pijat payudara sebagai berikut :

  • Gunakan jari-jari untuk mengusap payudara secara lembut dengan arah menjauhi puting.

  • Pijat lembut payudara seolah menguleni, menggunakan gerakan mengangkat dan menekan.

  • Gunakan tangan secara lembut dan hati-hati untuk memuntir payudara searah dan berlawanan arah jarum jam.

  • Gunakan kedua tangan untuk menekan secara perlahan daerah sekitar areola payudara untuk mengeluarkan cairan susu. Kemudian oleskan sebagian cairan susu ke puting payudara.

Anjurkan ibu yang mengalami masalah ketika menyusui untuk berkonsultasi pada tenaga terlatih di pusat pelayanan kesehatan. Suami, keluarga, dan orang-orang terdekat hendaknya selalu memberi dukungan moral supaya ibu bisa melalui masa-masa menyusui dengan baik.

Hindari stres karena stres akan mempengaruhi produksi ASI. Seorang ibu harus percaya diri bahwa ASI saja sudah cukup, tidak perlu ditambah susu formula. Berikan pengertian kepada orang-orang di sekitar ibu (suami, orangtua, mertua) bahwa ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Karena dukungan dari orang sekitar sangat mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI.
MPASI dan Menyapih

Makanan selain ASI (MPASI/Makanan Pendamping ASI) hendaknya diberikan mulai usia bayi 6 bulan. Bila ibu bekerja, hendaknya makanan pendamping ASI diberikan pada jam kerja sehingga ASI dapat tetap diberikan pada saat ibu ada di rumah. Setelah bayi cukup mendapatkan ASI selama 2 tahun, bayi bisa disapih secara bertahap dengan meningkatkan frekuensi makanan anak dan menurunkan frekuensi pemberian ASI dalam kurun waktu 2-3 bulan (jangan dihentikan mendadak).

Banyak faktor yang menentukan keberhasilan seorang ibu ketika menyusui. Persiapan menyusui perlu dilakukan sejak ibu masih di awal kehamilan sampai menjelang persalinan. Persiapan yang matang dan kesiapan mental seorang ibu insyaallah akan banyak membantu ketika melakukan aktivitas menyusui. Sebaiknya ibu banyak bertanya dan belajar tentang masalah menyusui. Jangan lupa untuk memperbanyak do’a supaya proses menyusui berjalan lancar.
Mengapa Bayi Anda Sering Kena Demam? Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengapa Bayi Anda Sering Kena Demam? Yuk Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

Firdaus45.com - Alasan Kenapa Bayi Anda Sering Kena Demam. Bayi atau anak yang masih berusia 1 bulan hingga 5 tahun memang kerap kali menjadi langganan demam kejang. Mengapa bisa terjadi?

Sebenarnya banyak sekali faktor yang menyebabkan anak Anda mudah sekali terkena demam. Pada umumnya, demam pada anak biasa terjadi karena adanya infeksi pada otak, gangguan pada metabolisme tubuh, epilepsi, infeksi organ dalam lainnya dan juga karena faktor keturunan.

Untuk itu, sebaiknya kenali terlebih dahulu demam kejang pada anak.  Apakah hanya demam biasa ataukah demam akibat DB, atau gejala penyakit lainnya. Dengan mengetahui apa yang menjadi penyebab demam pada anak, Anda akan lebih mudah dalam memberikan pertolongan pertama saat anak demam.

Bila hanya karena demam biasa, kemungkinannya tidak akan menjadi fatal bagi kondisi anak. Karena mungkin demam yang terjadi pada anak juga pernah terjadi pada Anda sebagai orangtua. Sedangkan bila yang menjadi penyebab demam kejang pada anak adalah karena infeksi, maka langkah yang harus dilakukan adalah segera periksa ke dokter.

Demam kejang pada anak karena adanya infeksi, biasanya juga akan menimbulkan komplikasi bahkan bisa menyebabkan kematian pada bayi. Untuk itu, jangan pernah sepelekan demam yang terjadi pada anak. Biarpun ada riwayat keturunan, ada baiknya untuk memastikan demam kejang pada anak agar Anda sebagai orang tua menjadi lebih tenang.

Sebagai antisipasi, ada baiknya memberikan obat penurun panas yang direkomendasikan dokter untuk bayi Anda. Sebelum memberi obat penurun panas, Anda harus tahu berapa takaran yang tepat untuk kondisi anak Anda. Jangan asal memberi sembarang obat, usahakan untuk selalu memberi obat yang direkomendasikan oleh dokter.

Jika Anda merasa takut memberikan obat penurun panas, sebaiknya lakukan pengompresan pada anak Anda. Bila orang tua Anda dulu sering menggunakan air dingin untuk mengompres anak ketika demam, ternyata itu akan menjadikan tubuh anak Anda memproduksi panas lebih banyal. Ketika mengkompres menggunakan air dingin, akan menganggap suhu luar tubuh dingin, sehingga akibatnya tubuh anak Anda akan memproduksi panas lebih banyak untuk menstabilkan badan.


Bila Anda menggunakan air hangat untuk mengompres, maka itu akan membantu proses penguapan, dan mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Kompreslah pada bagian ketiak, dan lipatan paha dan lakukan selama kurang lebih 30 menit. Hal ini biasanya akan membantu menurunkan panas anak Anda.

Tetap berhati-hati terhadap panas dan demam kejang pada anak Anda, jangan pernah menyepelekan panas dan demam yang terjadi pada anak Anda

Inilah Penyebab Mengapa Bayi Anda Sering Cegukan, dan Berikut Cara Mengatasinya


Firdaus45.comCegukan pada bayi. Cegukan tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa saja, bayi juga bisa mengalami cegukan. Seringkali para ibu merasa khawatir setiap kali melihat bayinya mengalami cegukan setelah minum asi. Jika bayi Anda mengalami cegukan, janganlah terlalu panik dan berfikir yang negatif. Biasanya, cegukan pada bayi akan hilang dengan sendirinya.

Orang dulu mengatakan bahwa bayi yang mengalami cegukan pertanda akan segera dewasa. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. Cegukan pada bayi disebabkan lebih karena syaraf bayi yang belum terbentuk dengan sempurna sehingga pengaturan diafragma bayi seringkali terganggu ketika makan, minum atau saat sedang menyusu.




Penyebab Cegukan Pada Bayi

Sudah tahukah Anda bahwa ternyata bayi yang masih dalam kandungan sudah mengalami cegukan? Hal ini bisa terjadi karena cegukan memang tidak ada kaitannya dengan pernapasan. Seperti yang sudah disebutkan tadi, cegukan bayi memang terjadi karena kontraksi otot-otot diafragma. Kontraksi otot ini bisa terjadi karena dipicu oleh stimulasi otot, bisa juga karena iritasi.

Beberapa dokter Anak juga berpendapat bahwa cegukan bisa terjadi karena aktivitas makan dan minum, bisa juga disebabkan karena perubahan suhu tubuh bayi secara mendadak, seperti saat dimandikan.

Perubahan emosi dan posisi bayi saat minum asi yang tidak nyaman juga dapat membuat bayi mengalami cegukan. Untuk itu, aturlah posisi bayi Anda senyaman mungkin saat menyusui dan carilah tempat dengan suasana yang nyaman. Bila Anda merasa tidak nyaman, gelisah, atau lainnya, bisa jadi bayi Anda juga merasakan hal yang sama karena kontak batin Anda dengan bayi.

Cara Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Cegukan pada bayi pada dasarnya adalah hal normal dan wajar. Namun, bila Ibu merasa kasihan melihat bayi yang mengalami cegukan, ada beberapa tips meminimalisir agar bayi tidak mengalami cegukan yang parah.

Berikut tips yang dapat Ibu lakukan agar bayi meminimalisir terjadinya cegukan pada bayi

Usahakan kepala bayi Anda lebih tinggi dari perutnya saat sedang menyusui. Jangan biarkan leher bayi tertekuk pada saat menyusui. Coba Anda rasakan sendiri bila Anda minum dengan posisi badan Anda lebih tinggi dari kepala, kemungkinan besar Anda pasti tersedak. Begitu juga dengan bayi, posisi kepala yang lebih rendah akan menyebabkan bayi mudah tersedak. Selain itu, dengan posisi semacam itu, akan memudahkan udara masuk bersamaan saat menelan asi.

Bila cegukan menjadi lebih sering, maka untuk sementara hentikan memberi asi kepada bayi Anda.
Setelah menyusui, usahakan agar bayi bersendawa. Jika tidak, maka tepuklah bagian punggung bayi dengan perlahan sambil menggendongnya. Kalau bisa, lakukan sampai bayi bersendawa (kurang lebih sekitar 1-2 menit). Dengan bersendawa, maka udara yang masuk bersamaan saat menyusu akan dapat keluar. Dengan bersendawa, kejang otot dapat dilepaskan sehingga dapat menghentikan cegukan yang dialami oleh bayi.

Ketika bayi sedang cegukan, jangan pernah memberinya makan ataupun minum, karena hal ini akan memperparah cegukan yang diderita oleh bayi

Jangan memberi kejutan atau mengagetkan, menarik lidah, menekan ubun-ubun dan bola mata bayi ketika sedang cegukan.

Tak Seburuk Seperti yang Dikira, Mitos Seputar Susu Formula


Firdaus45.com - Mitos Seputar Susu Formula. Memberikan ASI secara eksklusif memang akan memberikan banyak manfaat, baik bagi ibu dan juga bagi bayi. Pemberian ASI secara eksklusif memang sangat dianjurkan. Banyak ajakan berupa brosur dan banner yang terdapat pada klinik rumah sakit, puskesmas dan juga klinik bersalin mengajak agar para ibu memberikan asi secara eksklusif untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Akan tetapi bagaimana dengan ibu yang tidak dapat menyusui? Apakah susu formula tidak bagus untuk perkembangan bayi? Apakah bayi yang tidak diberikan asi secara eksklusif tidak mampu bertahan hidup dengan waktu yang lama?

Sebenarnya, tidak selamanya susu formula akan berdampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Memberikan susu formula bagi ibu yang benar-benar tidak dapat menyusui karena terkendala dengan tidak ada asi di kedua payudaranya merupakan solusi terbaik untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi bayi. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana memilih susu formula terbaik untuk bayi yang baru saja dilahirkan



Adakah makanan lain selain asi yang dapat diberikan kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi? Pada zaman dahulu sebelum adanya susu formula, para ibu sering menggunakan air tajin sebagai pendamping asi. Bahkan, mereka sudah biasa memberikan air tajin kepada bayi yang baru saja dilahirkan. Seiring perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, diketahui bahwa pemberian makanan selain asi pada bayi yang baru saja dilahirkan akan berdampak buruk pada pencernaan bayi.

Lantas, benarkah anggapan-anggapan yang ramai dimasyarakat seputar susu formula? Yuk simak penjelasannya.

Bayi yang mengkonsumsi susu formula akan memiliki berat badan yang berlebih.
Anggapan ini pada dasarnya tidak 100% benar. Kegemukan atau obesitas yang terjadi pada bayi Anda karena ada faktor lain yang juga ikut berperan. Beberapa faktor tersebut diantaranya gula yang Ibu berikan ketika membuatkan susu formula terlalu banyak. Mungkin saja ibu telah memilih susu formula untuk tambah berat badan bayi sehingga membuat bayi ibu cepat gemuk

Bayi yang malas bergerak, atau tidak aktif juga dapat menyebabkan kegemukan. Ditambahlagi dengan selera makan bayi yang tidak dapat dibendung oleh orang tua. Biasanya orang tua yang menginginkan anaknya sehat akan memberikan makan yang terlampau banyak. Akibatnya, bayi akan keterusan memiliki hobi makan.

 Baca: Cara ampuh meningkatkan berat badan bayi

Bayi yang mengkonsumsi susu formula akan lebih sering sakit ketimbang bayi yang diberikan asi eksklusif
Asi pertama yang diberikan seorang ibu kepada bayinya setelah dilahirkan dipercaya akan menjaga daya tahan tubuh bayi terhadap serangan penyakit. Dalam dunia medis, asi yang pertama kali keluar disebut dengan istilah kolostrum. Hal ini telah dipercaya oleh banyak ibu. Oleh karena itu wajar bila setiap ibu berlomba-lomba untuk dapat memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya.

Kekebalan tubuh bayi pada dasarnya tidak hanya disebabkan karena konsumsi kolostrum saat pertama kali menyusu. Tidak jarang kita jumpai bayi yang mengkonsumsi asi eksklusif lebih sering sakit ketimbang bayi yang mengkonsumsi susu formula.

Banyak variabel atau faktor yang mempengaruhi kekebalan tubuh bayi. Agar lebih jelas, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara medis untuk mengetahui kondisi bayi secara menyeluruh.

Bayi yang mengkonsumsi susu formula akan lebih sering kentut
Sebenarnya bersendawa dan buang kentut adalah hal yang wajar terjadi. Bayi yang mengkonsumsi asi secara eksklusif juga sering mengeluarkan kentut dan bersendawa ketika makanan ibu menyusui tidak diperhatikan dengan baik.

Bila bayi Anda sering buang kentut dan gas ketika minum susu formula, maka sebaiknya ganti susu formula yang biasa Anda berikan dengan merk susu formula yang lain.

Penggunaan botol dan porsi yang diberikan kepada bayi juga menjadi salah satu penyebab bayi Anda sering buang kentut dan bersendawa.

Bayi yang minum susu formula tidak sepandai bayi yang minum asi secara eksklusif
Dalam hal kepandaian bayi Anda, banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Anak yang memiliki IQ tinggi jika tidak rajin belajar juga tidak mengerti (pandai). Melihat kepandaian bayi atau anak Anda tidak dapat dilihat hanya dari nilai-nilai yang diperolehnya. Setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Bisa jadi anak Anda dalam hal akademik memiliki nilai yang jelek, akan tetapi pada praktiknya, anak Anda jauh lebih unggul dari pada anak yang hanya mampu berteori.

Sebagai orang tua, kewajiban Anda untuk mencari tau potensi anak Anda dan berikan dukungan kepadanya untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Baca: Mencerdaskan bayi

Ikatan batin antara bayi dan ibu kurang terjalin bila minum susu formula
Ikatan batin antara ibu dan bayi terbentuk tidak hanya pada saat menyusui. Ketika Anda memberikan susu formula dengan menggendong, mencium, memeluk, atau sambil mengajaknya berbicara, ikan batin juga akan tetap terjalin.

Meskipun Anda memberikan asi secara eksklusif, bila hal itu diberikan lewat botol susu dan orang lain yang memberikan, mana mungkin ikatan batin akan terjalin? Malah akan mengurangi ikatan batin antara ibu dan anak.

Jadi jangan pernah salah paham mengenai ikatan batin antara ibu dan anak.

Meskipun anggapan mengenai susu formula tidak semuanya benar, pemberian asi secara eksklusif tetap menjadi pilihan utama ketimbang susu formula. Selain ekonomis dan higienis, masih banyak lagi manfaat ketika ibu memberikan asi secara eksklusif.

Bagi Anda yang tidak dapat memberikan asi secara eksklusif kepada bayi Anda, tidak usah berkecil hati. Tetap berikan susu formula dan pilihlah susu formula terbaik untuk bayi Anda. Berikan perhatian dan kasih sayang Anda dan ajarkanlah yang terbaik untuk bayi Anda.

Semoga dapat bermanfaat dan bagikanlah bila Anda rasa ibu yang lain juga harus mengetahui hal ini

Baca juga:
1. Sufor Terbaik untuk Bayi
2. Tips Memilih Sufor 
3. Sufor untuk Tambah Berat Badan Bayi 
4. Takaran Pemberian Sufor 
5. Fungsi AA dan DHA

Bolehkah Bayi yang Baru Lahir Tidur Menggunakan Bantal?

Firdaus45.com - Bahaya Penggunaan Bantal Saat Bayi Sedang Tidur. Hampir semua orang tua beranggapan bahwa ketika bayi tidur menggunakan bantal, tidur bayi akan menjadi lebih nyaman. Karena setiap ibu menginginkan bayinya dapat tidur dengn nyaman dan nyenyak. Tidak mengherankan jika kemudian ibu membeli peralatan tidur yang dibuat khusus untuk bayi. Lantas, apakah tidur tanpa menggunakan bantal tidak diperbolehkan?

Beraneka ragam jenis bantal, guling dan tempat tidur kini sudah diproduksi dan didesain sesuai dengan keperluan bayi, mulai dari bantal menyusui, guling, dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah ibu ketahui bahwa penggunaan bantal dan peralatan tidur lainnya dengan bahan yang terlalu empuk dengan ukuran yang besar dapat beresiko menyebabkan bayi mati lemas (sufokasi). Mati lemas dapat terjadi terutama padi bayi yang baru dilahirkan atau bayi yang belum dapat menggerakkan kepada dan anggota tubuhnya dengan baik.

Pada saat tidur, posisi bayi sebaiknya telentang dengan kepala dan punggung setara. Sehingga bayi yang tidur tanpa menggunakan bantal akan jauh lebih sehat karena tidur tanpa menggunakan bantal akan membuat posisi tidur bayi berada pada posisi alami. Beberapa literatur menyarankan menunda penggunaan bantal sampai bayi berusia sekitar 18 bulan. Menurut penelitian oleh National Sleep Foundation, 64 persen orang yang mengalami gangguan tidur, seperti nyeri pungung dan leher disebabkan oleh penggunaan bantal yang tidak sesuai.


Bahaya lain yang mengancam bayi Anda ketika tidur menggunakan bantal dan peralatan tidur yang terlalu empuk yaitu:

Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi disebut juga dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome SIDS merupakan fenomena kematian bayi yang tidak dapat dijelaskan. SIDS menyerang tanpa pandang bulu, bayi yang terlihat sehatpun juga beriko terkena sindrom ini. Pada umumnya, bayi yang berumur di bawah 1 tahun lebih rentan terkena sindrom ini. Bayi yang mati karena sindrom ini biasanya pada saat tertidur di dalam ranjang tidur bayi.

Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebab kematian bayi karena sindrom ini, tetapi penyebabnya seringkali dikaitkan dengan abnormalitas pada otak bayi pada saat mengontrol pernapakan dan pada saat terbangun dari tidur.

Pendapat lain menganggap bahwa sindrom ini akan mudah menyerang pada bayi yang terbiasa dengan tidur dalam posisi tengkurap. Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar mulut bayi dan menjebak hembusan napas. Karena oksigen tidak dapat masuk, maka bayi akan menghirup kembali udara yang dihembuskannya. Hal ini akan berakibat pada penurunan kadar oksigen di dalam tubuh bayi yang menyebabkan bayi kekurangan oksigen sehingga dapat memicu SIDS.

Kepanasan
Sarung bantal dan tempat tidur yang terbuat dari poliester akan membuat bayi kepanasan saat tidur. Ketika panasnya sudah berlebih, tidur bayi akan gelisah dan membuat tidurnya tidak nyaman.

Keseleo
Tidak hanya bagi bayi, penggunaan bantal yang tidak pas dengan kondisi badan akan menyebabkan keseleo pada leher. Dibutuhkan bantal yang memang benar-benar khusus dirancang agar posisi tidur bayi lebih nyaman dan bayi menjadi lebih sehat.

Melihat bahaya yang disebabkan oleh penggunaan bantal bayi, sehingga tidak disarankan untuk menggunakan bantal pada bayi usia dibawah 1 tahun. Meskipun begitu, para pakar kesehatan menganjurkan bayi boleh tidur menggunakan bantal ketika usia sudah lebih dari 2 tahun.

Memang rasa sayang seorang ibu mengalahkan segalanya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega, namun, menjadi ibu bijak jauh lebih penting ketimbang menuruti yang sebenarnya tidak perlu dilakukan karena rasa sayangnya.

Bila ibu hendak menggunakan bantal untuk alas kepala bayi saat tidur, sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut ini
  • Pergunakanlah bantal ketika sedang berada dalam pengawasan Anda, ketika Anda tidak sedang mengawasi, atau tertidur, sebaiknya jangan gunakan bantal dan jauhkan bantal dari bayi Anda.
  • Pilihlah bantal yang berukuran kecil, kokoh dan sarung yang halus. Sebaiknya pilihlah bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi.
  • Jangan menggunakan bantal yang dihias dengan kancing, manik-manik, rumbai, atau dekorasi jahitan lainnya.
  • Untuk mengurangi rasa panas yang akan dirasakan oleh bayi Anda, sebaiknya jangan pilih bantal yang terbuat dari bahan poliester karena kain poliester dapat menyebabkan iritasi. Utamakan yang berbahan kain katun.
  • Bersihkan bantal bayi Anda secara rutin. Karena bantal dapat menjadi sarang kuman saat keringat bayi menempel pada banta.
  • Sebaiknya jangan gunakan bantal ketika sedang menidurkan bayi di dalam ayunan
  • Segera periksa dan hentikan penggunaan bantal apabila terdapat ruam pada kulitnya dan terus berkembang.
  • Saat bayi sedang berbaring di atas bantal, sebaiknya jangan memberinya makanan apapun. Berikan makanan pada bayi ketika posisinya seperti sedang menyusui.
  • Semoga dapat bermanfaat bagi para Ibu di rumah
Takaran Pemberian Susu Formula yang Benar dan Tepat untuk Bayi

Takaran Pemberian Susu Formula yang Benar dan Tepat untuk Bayi

Firdaus45.com  - Takaran susu formula yang pas untuk bayi - Pada dasarnya, pemenuhan nutrisi yang pas untuk bayi usia di bawah 6 tahun adalah asi eksklusif. Sedangkan untuk bayi usia 6 bulan -1 tahun pemberian asi secara eksklusif harus tetap berjalan sampai usia bayi menginjak 2 tahun. Namun, pada bayi usia 6 bulan - 2 tahun membutuhkan tambahan makanan untuk membuatnya merasa kenyang dan nutrisinya terpenuhi. Meskipun asi memiliki banyak nutrisi, namun saat bayi sudah melewati 6 bulan, bayi tidak bisa merasa kenyang jika hanya mengkonsumsi asi.

Pada dasarnya, asi adalah makan terbaik untuk perkembangan bayi anda. Selain itu, asi memiliki kandungan gizi yang tidak dapat dan tidak terdapat pada makanan lain yang ada di dunia. Keajaiban asi yang lain adalah, asi akan selalu menyesuaikan kebutuhan gizi sesuai dengan usia bayi. Namun, memang terkadang ada beberapa masalah bagi ibu menyusui terkait asi yang dimilikinya. Sehingga kebutuhan susu formula untuk memuhi kebutuhan gizi harian bayi tidak dapat dihindarkan. 



Takaran susu formula yang dibutuhkan setiap bayi berbeda-beda. Pemberian susu formula bergantung pada kondisi badan dan umur bayi. Bayi yang baru saja dilahirkan atau masih berumur di bawah 6 bulan, biasanya mengkonsumsi sekitar 30 ml susu setiap 2-3 jam. Bayi berumur sekitar 1-2 bulan mengonsumsi 30-60 ml setiap 3-4 jam. Saat bayi memasuki usia 2-6 bulan, biasanya mengonsumsi susu sebanyak 60-90 ml. Sedangkan, bayi berusia 6 bulan ke atas biasanya membutuhkan 90 ml atau lebih. Perhitungan tersebut bukanlah perhitungan yang baku jika bayi menginginkan asupan susu yang lebih maka ibu bisa berikan 30-60 ml susu sebagai tambahan.

Jika Anda kebingungan menentukan takaran susu formula yang pas untuk bayi Anda, sebaiknya gunakan botol susu bayi yang sesuai dengan umur bayi. Anda juga dapat menentukan takaran susu untuk bayi Anda dengan menggunakan rumus berikut: berat badan bayi x 2 x 2,2 x 30 ml. Dari hasil perhitungan tersebut akan diketahui berapa nilainya dan itu merupakan kebutuhan susu total dalam satu hari. Karena mungkin jumlahnya terlalu banyak untuk diminum dalam satu kali minum, Anda bisa membaginya dalam beberapa kali minum menggunakan botol susu sebagai penakarnya.

Takaran Saji Dari Semua Merk Susu Formula 

Susu SGM 0-6 Bulan



Seperti yang terlihat pada gambar, disitu sudah dijelaskan berapa takaran yang seharusnya kita berikan kepada bayi dalam setiap penyajiannya.
  1. Untuk bayi usia 0 - 0,5 sebanyak 3 sendok takar dengan air matang 90 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 7x dalam sehari dengan jumlah yang sama.
  2. Untuk bayi usia 0,5 - 1 sebanyak 4 sendok takar dengan air matang 120 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 6x dalam sehari dengan jumlah yang sama.
  3. Untuk bayi usia 2 bulan sebanyak 4 sendok takar dengan air matang 120 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 6x dalam sehari dengan jumlah yang sama
  4. Untuk bayi usia 3 bulan sebanyak 5 sendok takar dengan air matang 150 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 5x dalam sehari dengan jumlah yang sama. 
  5. Untuk bayi usia 4 bulan sebanyak 7 sendok takar dengan air matang 210 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 4x dalam sehari dengan jumlah yang sama. 
  6. Untuk bayi usia 5 bulan sebanyak 7 sendok takar dengan air matang 210 ml setiap penyajiannya dan berikan pada bayi sebanyak 4x dalam sehari dengan jumlah yang sama.


Penting untuk menjadi perhatian dalam memberikan susu formula kepada bayi Anda. Sebelum memutuskan untuk memberikan susu formula kepada bayi Anda, terlebih dahulu sebaiknya Anda menyeleksi susu formula yang benar-benar cocok untuk bayi Anda. Ada beberapa kasus bahwa bayi alergi terhadap susu formula. Hal ini wajar terjadi karena alat pencernaan bayi dan kekebalan tubuh bayi yang masih rentan menjadikan bayi mudah terkena alergi dan penyakit. Memberikan susu formula jangan asal bayi senang dan kenyang. Susu formula yang bagus adalah susu formula yang mengandung kebutuhan gizi harian bayi, seperti AA dan DHA yang masih sangat dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi. Percuma saja Anda memberikan susu formula dengan merk termahal namun kebutuhan gizinya tidak tercukupi.

Susu Lactogen 2

Susu lactogen 2 adalah susu yang diperuntukkan untuk bayi usia 6-7 bulan ke atas. Susu lactoge merupakan salah satu susu formula terbaik untuk bayi. Karena susu lactogen ini membantu pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Susu lactogen 2 memiliki kandungan prebiotik FOS, kalsium dan zat besi. Di mana semua kandungan ini sangat baik untuk tumbuh kembang anak.

Menyajikan susu lactogen 2 sebenarnya cukup mudah. Anda tinggal mengikuti petunjuk yang tertera pada kemasan. Berikut ini adalah petunjuk penggunaan takaran susu lactogen 2 yang dapat Bunda terapkan di rumah.

Jika melihat petunjuk pada gambar, pemberian susu lactogen 2 dibedakan menjadi dua kategori usia. Pertama untuk usia 6 bulan dan yang kedua untuk usia 7 bulan ke atas.

Takaran Susu Lacotgen 2 untuk usia 6 bulan

Siapkan air hangat sebanyak 210 ml dan campurkan dengan 7 sendok takar yang telah disediakan pada kemasan. Takaran ini untuk sekali minum. Saran pemberian untuk bayi usia 6 bulan adalah sebanyak 5 kali dalam sehari dengan takaran seperti yang disebutkan tadi. Jangan lupa untuk memberikan selingan makanan sebnyak 1-2 kali dalam sehari. Pemberian makanan pendamping boleh disesuaikan dengan kondisi bayi.


Takaran Susu Lacotgen 2 untuk usia 7 bulan ke atas

Siapkan air hangat sebanyak 210 ml dan campurkan dengan 7 sendok takar yang telah disediakan pada kemasan. Takaran ini untuk sekali minum. Saran pemberian untuk bayi usia 6 bulan adalah sebanyak 4-3 kali dalam sehari dengan takaran seperti yang disebutkan tadi. Jangan lupa untuk memberikan selingan makanan sebnyak 1-2 kali dalam sehari.

Atau jika Anda dapat menggunakan takaran yang diberikan dalam setiap kemasan susu formula. Biasanya, pada kemasan tercantum informasi mengenai takaran untuk setiap jenis susu sesuai dengan golongan usia. Namun jika Anda ragu, lebih baik berkonsultasi dengan dokter Anda.

Baca juga:
1. Tips memilih susu terbaik untuk bayi
2. Sufor Terbaik untuk Bayi 
3. Sufor untuk Tambah Berat Bayi 
4. Fungsi AA dan DHA Bagi Perkembangan Bayi 
5. Tips Memilih Dot dan Botol Susu untuk Bayi
Tips dan Cara Menghilangkan Bulu di Daerah Kewanitaan Secara Alami

Tips dan Cara Menghilangkan Bulu di Daerah Kewanitaan Secara Alami

Firdaus45.com - Menghilangkan Bulu Daerah Kewanitaan - Membicarakan topik yang menjurus pada pembicaraan intim memang terkadang membuat balu bagi yang bercerita. Masyarakat Indonesia masih menganggap berbicara mengenai hal tersebut kepada orang lain adalah hal yang dianggap tabu.

Pada dasarnya memang suatu hal yang wajar merasa malu ketika membicarakan hal tersebut, karena itu adalah daerah paling pribadi dari dalam tubuhnya. Namun, ketika membicarakan itu untuk kesehatan, mungkin tidak ada salahnya untuk memberanikan diri agar memperoleh informasi yang benar.

Berbicara mengenai kesehatan daerah kewanitaan, tentu Anda juga ada pertanyaan mengenai bulu daerah kewanitaan. Mungkin Anda berfikir untuk mencukur bulu pada daerah kewanitaan Anda yang sudah terlalu panjang dan mengganggu. Bulu daerah kewanitaan yang terlalu panjang terkadang memang membuat daerah kewanitaan semakin lembab dan menjadikannya berbau (baca: Tips merawat daerah kewanitaan agar tetap harum).



Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk mencukur habis bulu di daerah kewanitaan Anda, penting kiranya mengetahui apa saja fungsi bulu daerah kewanitaan.Fungsi bulu pada daerah kewanitaan diantaranya:
  1. Memberikan kehangatan
  2. Sebagai penampakan dari proses kematangan seksual (pubertas)
  3. Mengurangi gesekan saat berhubungan intim.
  4. Pelindung wilayah disaerah tempat tumbuhnya rambut kemaluan ini karena wilayah ini cukup sensitif (terutama v4gin4)
  5. Pengumpulan dari pengeluaran feromon (zat kimia yang mengatur perilaku seks)
Melihat pentingnya bulu yang ada pada daerah kewanitaan Anda, maka tidak dianjurkan mencukur bulu daerah kewanitaan Anda. Apabila hendak mencukur, lakukanlah dengan cara yang benar agar tidak menimbulkan masalah baru pada daerah kewanitaan Anda seperti infeksi atau iritasi. Cukurlah bulu daerah kewanitaan bila sudah terlalu panjang. Karena bulu daerah kewanitaan yang terlalu panjang akan menjadi sarang kuman dan bakteri.

Membersihkan bulu pada daerah kewanitaan juga perlu dilakukan sesering mungkin. Bila sudah terasa gatal, jangan terburu Anda menggaruknya, tetapi bersihkanlah dengan sabun yang aman digunakan pada daerah kewanitaan karena takut mengganggu kondisi kelembaban pada daerah kewanitaan. Jika timbul keluhan gatal, nyeri, perih, kemerahan, sisik, bentol/bintil, atau perubahan kulit sekitarnya berarti kondisi kesehatan kulit sedang tidak baik. Hal ini akan berakibat pula pada kondisi bulu pubis. Sebaiknya jika timbul hal demikian segera konsultasikan kepada dokter spesialis kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Bagi Anda yang memiliki postur tubuh gemuk, menghilangkan bulu pada daerah kewanitaan akan menjadi lebih berbahaya daripada wanita yang berbadan kurus. Penelitian terbaru di Amerika Serikat, seperti yang ditulis The Telegraph, mencukur rambut dengan cara apa pun ternyata lebih berbahaya bagi perempuan yang bertubuh gemuk, apa lagi obesitas. Karena kata Byrne, kulit perempuan yang gemuk pasti akan bergesekan dengan kulit lain. Tanpa rambut, risiko luka dan iritasi lebih besar. Dan ini akan mengakibatkan bakteri masuk ke dalam pori-pori.

Bukan berarti wanita yang memiliki tubuh kurus boleh mencukur habis bulu pada daerah kewanitaan. Menghilangkan bulu pada daerah kewanitaan pada dasarnya dapat meningkatkan resiko penyebaran IMS. Dari hasil penelitian pada tahun 2012, krim penghilang rambut ternyata dapat meningkatkan resiko penyebaran dan penularan IMS. Hal ini disebabkan karena ketika Anda menggunakan krim penghilang bulu dapat menyebabkan kulitmu lebih tipis akibat terkikis oleh krim penghilang bulu. Sehingga akan membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam pori-pori juga pada daerah kewanitaan itu sendiri.

Namun bila Anda tetap merasa perlu menghilangkan bulu pada daerah kewanitaan Anda, maka beberapa tips yang perlu Anda lakukan adalah
  1. Cukurlah ketika bulu pada daerah kewanitaan sudah terlampau panjang yang mengakibatkan daerah kewanitaan menjadi lebih lembab dan sering terasa gatal
  2. Jangan pernah mencukur bulu pada daerah kewanitaan sampai habis
  3. Gunakanlah silet atau pemotong bulu yang bersih dan bersihkanlah pemotong bulu setelah digunakan (bila pemotong ingin digunakan kembali)
  4. Gunakan cermin untuk melihat bagian-bagian yang susah terlihat agar tidak mengenai bibir Miss V
  5. Cucilah daerah kewanitaan setelah selesai mencukur. Karena dikhawatirkan bulu bekas cukur masuk ke dalam Miss V dan menyebabkan iritasi dan gatal. (Baca: Cara membersihkan daerah kewanitaan)
Baca juga: Tips memutihkan daerah kewanitaan secara alami
Tips Memilih Dot Botol Susu untuk Bayi

Tips Memilih Dot Botol Susu untuk Bayi

Firdaus45.com - Memilih Dot dan Botol Susu Bayi - Dot dan botol susu digunakan apabila ibu tidak memiliki cukup asi untuk memenuhi nutrisi bayi. Dot dan botol susu juga digunakan ketika bayi sudah tidak lagi mengkonsumsi asi atau telah disapih karena sudah 2 tahun masa menyusui.

Dot dan botol susu sekarang ini sangat beragam jenisnya yang terkadang membuat kita kesulitan memilih mana yang baik digunakan oleh bayi. Kenapa kita harus selektif memilih dot dan botol susu yang akan digunakan sebagai tempat susu bayi? Selektif dalam memilih disebabkan karena tidak semua bahan plastik atau silikon yang digunakan untuk membuat dot dan botol susu layak digunakan oleh bayi, apalagi digunakan untuk menaruh makanan yang masuk ke dalam pencernaan bayi. Bisa menjadi bahaya apabila partikel-partikel yang terdapat botol susu terlepas dan ikut masuk ke dalam tubuh bersama dengan susu yang diminum bayi.


Dot dan Botol Susu untuk Bayi

Berikut ada beberapa tips ketika Anda hendak memilih dot dan botol susu untuk bayi.
  •  pilihlah dot dengan bahan dasar silikon, penggunaan karet untuk dot dapat menyebabkan alergi pada bayi
  • pilihlah dot yang sesuai dengan ukuran makan bayi. Ada berbagai macam ukuran dot, ada yang memiliki lobang dot kecil dan ada juga dot yang berlubang besar
  • untuk botol susu, pilihlah yang berbahan kaca atau produk yang telah tersertifikasi BPA-free.
  • pilih botol susu dengan bentuk yang mudah dibersihkan. Botol susu dengan bentuk yang aneh-aneh akan menyulitkan Anda dalam membersihkannya. Ketika botol susu tidak dibersihkan dengan baik, dikhawatirkan sisa-sisa susu akan menimbulkan alergi pada bayi. Dampak buruk lainnya dapat menyebabkan diare dan gangguan pencernaan pada bayi karena adanya kuman pada botol susu.
  • pilihlah botol susu yang memiliki katup udara sehingga bayi Anda tidak mudah tersedak ketika sedang minum susu dengan botol susu miliknya.
  • pilihlah dot yang memiliki bentuk seperti payudara 
Baca juga:
1. Tips memilih susu terbaik untuk bayi
2. Sufor Terbaik untuk Bayi 
3. Sufor untuk Tambah Berat Bayi 
4. Fungsi AA dan DHA Bagi Perkembangan Bayi 
5. Takaran Pemberian Sufor yang baik