10/17/2016

Pentingnya AA dan DHA Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi

Firdaus45.com - Fungsi AA dan DHA Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi - Bagi sebagian orang, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah AA dan DHA yang ramai beredar saat iklan susu di televisi. Banyak merk susu dan makanan khusus untuk bayi mencatumkan label yang menyebutkan bahwa di dalam kemasan tersebut mengandung AA dan DHA. Mungkin Anda bertanya, sebenarnya untuk apa fungsi AA dan DHA bagi bayi?

Sekilas Mengenai AA dan DHA
AA atau asam arakidonat (arachidonic acid ) dan DHA atau asam dekosaheksaenoat (docosahexaenoic acid) merupakan asam lemak rantai panjang. DHA memiliki rantai karbon 22 dengan 6 ikatan rangkap yang juga termasuk ke dalam kelompok asam lemak omega 3. Sedangkan AA memiliki rantai karbon 20 dengan 4 ikatan rangkap yang termasuk ke dalam kelompok asam lemak omega 6. Penamaan omega sebenarnya didasarkan pada ikatan rangkap atom C yang terdapat di dalam suatu senyawa atau zat. Dikatakan omega 3 berarti di dalam rantai karbon terdapat ikatan rangkap atom C pada nomor 3 begitu juga halnya dengan Omega 6.

Pentingnya AA dan DHA bagi Perkembangan Otak Bayi dan Janin - Republika.co.id

Dalam tubuh manusia, DHA merupakan bagian penyusun utama dari otak dan retina. Hampir sekita 97% penyusun otak merupakan asam lemak omega 3. Sedangkan pada retina, hampir 93% asam lemak omega 3 menjadi penyusun utama. Lebih jelasnya dapat anda penjelasannya pada laman eurekalert.org. Sehingga jelas bagi kita bahwa kebutuhan DHA bagi tubuh seseorang sangat penting, khususnya bagi ibu hamil dan bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan sangat membutuhkan DHA tersebut. Dengan memenuhi kebutuhan DHA selama masih dalam kandungan dan selama masa perkembangan setelah melahirkan akan menjaga perkembangan otak bayi Anda.

Sama halnya dengan DHA, AA juga merupakan senyawa yang memiliki peranan penting dalam perkembangan otak. Selain itu AA juga berperan dalam pembentukan senyawa yang mirip hormon yang bernama eicosanoids. Eicosanoids berfungsi sebagai zat imunitas yang menjaga dari berbagai penyakit, pembekuan darah, dan fungsi vital lainnya dalam tubuh.

Tips Memenuhi Kebutuhan AA dan DHA pada ibu hamil dan bayi. 
Memenuhi kebutuhan AA dan DHA dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan dengan menu yang beragam dan kaya akan gizi. Beberapa sumber makanan yang memiliki kandungan DHA diantaranya
  1. Algae - algae merupakan sumber utama DHA yang ada pada ikan. Ikan yang mengkonsumsi algae akan menjadikan ikan tersebut menjadi kaya akan DHA.
  2. Ikan salmon, makarel, tuna, halibut,
  3. Minyak ikan
  4. Unggas
  5. Kuning telur
Kacang walnut merupakan sumber ALA (Alpha linolenic acid) dan bukan merupakan sumber DHA. ALA adalah zat penyusun DHA yang diubah di dalam tubuh menjadi DHA. Pengubahan ALA menjadi DHA dipengaruhi oleh faktor usia, kesehatan, gender, dan pola makan. Sehingga tubuh setiap orang memiliki perbedaan masing-masing dalam kecepatan mengubah zat ALA menjadi DHA. Sedangkan beberapa sumber makanan yang kaya akan kandungan AA diantaranya adalah daging, telur dan susu.

Kandungan AA dan DHA dalam Susu Formula
Dari hasil sebuah penelitian mengemukakan bahwa AA dan DHA secara alami terkandung di dalam ASI. Oleh karena itu, pemberian asi secara eksklusif sangat penting sekali mengingat kebutuhan AA dan DHA bagi perkembangan otak, retina dan kekebalan tubuh bayi usia 0 - 2 tahun. Pemberian asi secara eksklusif saat bayi berusia 0 - 6 bulan dan dilanjutkan sampai usia bayi menginjak 1 tahun sangat penting sekali. Pada bayi usia 0 -  1 tahun kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi hanya dengan memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. Ketika usia bayi mulai beranjak dari 1 - 2 tahun, jangan berhenti dalam memberikan asi. Meskipun harus memberikan makanan pendamping asi untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi bayi, pemberian asi jangan dihentikan. Pemberian asi boleh dihentikan ketika bayi sudah melewati usia 2 tahun.

Permasalahan yang muncul ketika seorang ibu yang baru saja melahirkan tidak dapat memproduksi asi, maka langkah yang paling tepat adalah dengan memberinya susu formula yang sesuai dengan kondisi tubuh bayi (Baca: susu formula yang sesuai dengan kondisi bayi). Tidak semua susu formula bagus untuk bayi, ada sebagian bayi yang alergi terhadap susu formula karena kandungan yang terdapat di dalam susu formula tersebut.

Penting untuk diingat! bahwa susu formula tidak dapat menggantikan peran asi secara eksklusif.
Pembuatan susu formula berasal dari susu sapi dengan kandungan AA dan DHA tidak setinggi AA dan DHA yang terdapat di dalam ASI. Oleh karena sebab itu, banyak produsen susu yang sengaja menambahkan kandungan AA dan DHA sebanyak 0,2 sampai 0,5% dalam susu formula kemasan yang beredar di pasaran. Pemberian AA dan DHA dalam susu formula untuk bayi seharusnya sesuai proporsinya mendekati asi supaya memberikan efek yang optimal untuk perkembangan otak, dan kekebalan tubuh janin, bukan malah menimbulkan efek yang negatif ketika dikonsumsi oleh bayi.

Meskipun memiliki kandungan yang hampir mirip, susu formula tetap bukan menjadi rekomendasi utama pengganti asi. Banyak sekali manfaat yang diperoleh ketika seorang ibu memberikan asi secara eksklusif kepada bayinya. Salah satu manfaat yang diperoleh adalah kedekatan batin yang semakin erat antara ibu dan bayi. Sehingga bila asi anda tidak keluar, tetaplah menyodorkan asi Anda untuk dihisap bayi Anda. Untuk lebih jelas bagaimana proses pembentukan asi, dapat Anda baca pada artikel Proses pembentukan asi. Jika Anda ingin mengetahui mengapa Anda harus memberikan asi secara eksklusif pada bayi Anda, baca artikel mengenai Segudang manfaat pemberian asi secara eksklusif. Semoga artikel ini dapat membantu Anda

Artikel Seputar susu formula lainnya
1. Sufor Terbaik untuk Bayi
2. Tips Memilih Susu Formula 
3. Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi
4. Tips Memilih Dot dan Botol Susu untuk Bayi 
5. Takaran Pemberian Susu Formula
Loading...

Artikel Menarik Lainnya