10/02/2016

Apa itu Kehamilan Ektopik dan Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Firdaus45.com - Kehamilan Ektopik dan Cara Mengetahuinya - Kehamilan Ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim. Janin berkembang tidak pada tempatnya, melainkan di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi. Kehamilan ektopik ini sangat membahayakan nyawa, karena dapat menyebabkan pecahnya tuba falopi apabila kehamilan terus berkembang tanpa mendapatkan tindakan medis. Salah satu perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan jalan operasi atau dengan obat-obatan sesuai saran dokter. Jangan terburu-buru memilih jalan aborsi, karera itu bukan satu-satunya solusi. Bahkan perlu anda ketahui, aborsi juga memiliki resiko kematian bagi pelakunya.

Hal pertama yang dapat anda lakukan adalah dengan memeriksakan kandungan anda melalui USG untuk mengetahui dan memastikan apakah janin anda berada di dalam rahim ataukan di luar rahim. Sebelum anda melakukan hal itu, dan anda berkeinginan untuk mengakhiri kehamilan bisa jadi kehamilan ektopik tidak terjadi pada anda. Jika darah tidak keluar saat anda meminum pil penggugur kandungan, ada kemungkinan anda mengalami kehamilan ektopik. Apabila anda tiba-tiba merasa sangat nyeri di bagian perut atau punggung, atau jika anda merasa akan pingsan atau benar-benar pingsan, atau anda merasa sakit di area bahu, kemungkinan anda mengalami kehamilan ektopik yang telah pecah dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Kehamilan ektopik dapat diobati bahkan ditempat yang membatasi akses aborsi.

kehamilan ektopik, kasus kehamilan ektopik, penyebab kehamilan ektopik, ket pada kehamilan, faktor penyebab kehamilan, tanda tanda kehamilan ektopik, pengertian kehamilan, tanda dan gejala kehamilan ektopik, penyebab hamil diluar kandungan, gejala hamil diluar kandungan, apa yang menyebabkan kehamilan, yang menyebabkan kehamilan, ciri2 hamil diluar kandungan, hamil diluar kandungan, gejala hamil ektopik, tanda tanda hamil diluar kandungan, proses kehamilan, gejala kehamilan ektopik, penyebab kehamilan, kehamilan, apa itu kehamilan, apa penyebab kehamilan, tanda tanda kehamilan ektopik terganggu

Kehamilan ektopik dapat terjadi jika terlur yang dibuahi tidak dapat menempel dan tumbuh di dalam rahim seperti kehamilan pada umumnya. Melainkan sel telur yang dibuahi menempel di tempat lain yang semestinya bukan menjadi tempat menempel dan berkembangnya sel telur. Pada umumnya, sel telur yang menyebabkan kehamilan ektopik menempel pada tuba falopi.

Sekedar untuk diketahui, tuba falopi adalah sebuah saluran kecil yang menjadi jalan bagi sel telur yang telah dibuahi menuju rahim untuk berkembang. Janin yang menempel pada tuba falopi dan berkembang terlalu besar dalam tuba falopi akan menyebabkan tuba falopi pecah. Ketika hal ini terjadi, maka kehamilan tersebut harus dihentikan dan janin tersebut harus dikeluarkan untuk menyelamatnya nyama sang Ibu. Karena ketika tuba falopi pecah, janin juga tidak lagi dapat berkembang di dalamnya. Perawatan oleh ginekolog diperlukan untuk memastikan kesehatan perempuan. Ginekolog di negara manapun menangani perempuan dengan kondisi tersebut, bahkan negara yang sangat membatasi aborsi. Jika tidak diobati, resiko yang dihadapi adalah perdarahan berat internal disebabkan oleh pecahnya tuba falopi.

Gejala yang ditimbulkan akibat kehamilan ektopik
Gejala atau tanda awal seorang wanita mengalami kehamilan ektopik hampir mirip dengan gejala nyeri haid, dan keluar darah sedikit. Ketika anda mendapati gejala lanjutan seperti,
  • Perbedaan warna darah. Darah yang keluar karena kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) biasanya berwarna lebih gelap atau lebih terang, juga lebih encer daripada biasanya. (Baca: Penyebab keluar darah saat hamil muda)
  • Rasa nyeri yang hebat dan terus-menerus di satu sisi perut bagian bawah.
anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi tubuh anda. Akan tetapi apabila kehamilan ektopik tidak terdeteksi sejak awal kehamilan, ada kemungkinan saluran tuba falopi telah pecah akibat desakan embrio yang terus berkembang dan membesar. Gejala yang ditimbulkan akibat pecahnya tuba falopi adalah sebagai berikut: 
  • nyeri pada bagian perut atau panggul
  • kram pada satu sisi panggul
  • perdarahan dalam jumlah kecil yang tidak biasa
  • payudara sakit
  • mual
  • nyeri pada bagian punggung bawah.
  • Berkeringat, merasa pusing atau hampir pingsan, diare, atau ada darah dalam feses Anda.
  • Pingsan atau syok akibat pendarahan yang parah.
  • Nyeri pada bahu. Ini terjadi apabila pendarahan internal sampai mengganggu organ-organ lain.
Baca juga: Tanda melahirkan sudah dekat

Artikel Menarik Lainnya