9/28/2016

Cara Mendeteksi Tumor Payudara Sendiri (SADARI)

Firdaus45.com - Mendeteksi Tumor Payudara Sedini Mungkin - Penting bagi setiap wanita untuk selalu merawat payudara dari gangguan tumor. Tumor payudara pada dasarnya memiliki dampak yang sangat buruk bagi pengidapnya. Tumor payudara yang tidak terdeteksi sedini mungkin dapat menyebabkan kematian bagi pengidap tumor payudara.

Pemeriksaan tumor payudara sendiri (SADARI) adalah pemeriksaan yang dilakukan sendiri oleh pemilik badan dengan arahan dan tanda-tanda yang telah diberikan oleh dokter. Hal yang perlu diingat dalam pemeriksaan payudara sendiri yaitu pemeriksaan ini tidak bisa menggantikan peran dokter dan sebagai hasil final dalam menemukan kejanggalan yang ada pada payudara anda. Meskipun demikian, SADARI dapat membantu Anda menjadi lebih sadar atas keadaan normal payudara Anda dan mampu membantu Anda mendukung dokter dalam mendeteksi perubahan. SADARI tidak pernah boleh dipandang sebagai pengganti pemeriksaan payudara yang diselenggarakan dokter di suatu klinik.


1. Faktor resiko yang anda miliki
Hampir semua orang berpotensi mengalami kanker payudara. Beberapa orang memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain untuk terkena kanker payudara. Hal ini dapat dilihat dari riwayat keturunan, kesehatan dan banyak lagi yang menjadikan orang tersebut lebih rentan terkena kanker payudara. Apabila anda bukan termasuk dari golongan tersebut, bukan berarti anda mengabaikan kondisi tubuh tanpa melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor yang menjadikan seseorang lebih rentan terkena kanker payudara yaitu:


  • Jenis kelamin: Wanita lebih rentan mengalami kanker payudara daripada pria.
  • Usia: Risiko meningkat seiring dengan usia. Sebagian besar pengidap kanker payudara berusia di atas 45 tahun.
  • Menstruasi: Jika siklus haid Anda dimulai sebelum Anda berusia 12 tahun, atau memasuki masa menopause pada usia di atas 55 tahun, risiko Anda sedikit meningkat.
  • Kehamilan dan menyusui: Bila Anda hamil di usia muda atau hamil beberapa kali, risiko Anda bisa berkurang, begitu pula dengan menyusui. Jika Anda tidak memiliki anak atau hamil setelah usia 30 tahun, risiko kanker payudara meningkat.
  • Gaya hidup: Obesitas, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol merupakan faktor penambah risiko bagi kanker payudara.
  • Terapi penggantian hormon: Penggunaan terapi pada saat ini atau di waktu sebelumnya dapat meningkatkan risiko kanker payudara
2. Riwayat medis keluarga dan diri anda sendiri 
Terdapat sejumlah faktor risiko yang murni berkaitan dengan diri Anda, serta riwayat keluarga dan genetika yang Anda miliki, termasuk:

  • Riwayat medis pribadi: Jika Anda pernah didiagnosis mengalami kanker payudara, terdapat risiko kemunculan kembali kanker pada payudara yang sama maupun yang satunya.
  • Riwayat keluarga: Anda lebih rentan terhadap kanker payudara jika salah satu atau beberapa anggota keluarga Anda pernah mengalami kanker payudara, ovarium, kandungan, atau usus besar. Risiko Anda bertambah dua kali lipat jika Anda memiliki kerabat derajat pertama (saudari, ibu, anak) yang mengidap penyakit ini.
  • Gen: Kelainan genetik yang ditemukan pada BRCA 1 dan BRCA 2 dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara secara signifikan. Apabila Anda ingin mengetahui Anda memiliki gen ini atau tidak, Anda bisa menghubungi layanan pemetaan genom. Secara umum, sekitar 5-10% kasus payudara terpaut dengan faktor hereditas.

3. Pemeriksaan Tumor Payudara dengan Melihat
Periksa payudara sendiri (SADARI) dapat dilakukan dengan penglihatan. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada saat anda masa haid anda telah berlalu, ketika payudara dara anda terasa sensitif dan membengkak seperti sebelumnya. Sebaiknya anda melakukan pemeriksaan ini setiap bulan pada tanggal yang kurang lebih sama. Lakukan pemeriksaan ini dengan berdiri ataupun duduk di depan cermin tanpa menggunakan pakaian baik dalam maupun luar. Beberapa hal yang dapat anda amati ketika melakukan pemeriksaan tumor pada payudara anda adalah:

  • Perubahan pada bentuk dan ukuran payudara
  • sensitifitas payudara
  • tampilan jaringan pada payudara
  • tekukan kulit seperti kulit jeruk atau lebih dikenal dengan istilah peau d'orange
  • warna kemerahan dan ruam berisisk yang baru terlihat atau baru anda sadari
  • perubahan pada puting payudara. misalnya puting masuk ke dalam, gatal atau warna menjadi kemerahan.
  • munculnya cairan yang berupa dara dari puting, cairan tersebut bisa bening, ataupun berwarna kuning

4. Pemeriksaan dengan berbaring
Memeriksa keberadaan tumor payudara juga dapat dilakukan dengan berbaring. Saat melakukan pemeriksaan dengan berbaring, sebaiknya pilihlah tempat tidur dengan permukaan yang datar dan nyaman. Dengan Anda berbaring, payudara akan melebar dan memudahkan anda untuk memeriksa.

Pada saat melakukan pemeriksaan dengan berbaring, tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Gunakan losion atau minyak zaitun dan gunakan jari anda untuk meraba payudara kanan.

Lakukan pemeriksaan dengan mengikuti arah jarum jam, lakukan gerakan melingkar secara menyeluruh pada payudara anda. Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba. Lakukan pemeriksaan ini dengan hati-hati dan jangan terburu-buru. Pastikan semua permukaan payudara telah teraba dengan seksama.

Saat menekan payudara menggunakan jari, berikan tekanan dengan tiga tingkatan berbeda yang berada tepat di bawah permukaan kulit, berada di bagian tengah payudara, dan berada di dekat dinding dada, yang membutuhkan tekanan lebih. Pastikan bahwa Anda telah menerapkan masing-masing tingkatan tekanan pada tiap daerah payudara sebelum berpindah ke daerah lain.

Telusuri sebuah garis kasat mata yang menyusuri sisi tubuh Anda dari ketiak ke bawah, lalu susuri dari atas ke bawah secara berulang. Mulailah dari tulang selangka, lalu gerakkan jari ke bawah hingga mencapai tulang rusuk. Berpindahlah menyusuri bagian tengah tubuh Anda hingga Anda merasakan sternum (tulang dada) saja. Amatlah penting bagi Anda untuk memeriksa payudara secara menyeluruh, maka berusahalah lebih telaten dalam menjalani SADARI.

Lakukan proses yang berlawanan dengan meletakkan tangan kiri di bawah kepala dan melaksanakan pemeriksaan pada payudara kiri Anda. Ingatlah bahwa jaringan payudara menjangkau daerah di sekitar ketiak Anda. Daerah ini juga dapat mengalami penumbuhan benjolan atau kanker.

Hal yang perlu diperhatikan saat dan setelah melakukan pemeriksaan adalah tetap tenang jika mendapati perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada, namun sebagian besar perubahan fisik tidak mengarah pada kanker. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis kelainan. Sebagian besar benjolan pada payudara juga merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker.
Loading...

Artikel Menarik Lainnya