5/20/2016

Jika Kamu Ingin Cepat Hamil, Maka Perhatikanlah Kualitas sel Telur Anda!

Firdaus45 - Cara menjaga kualitas sel telur yang benar, merupakan langkah utama yang harus dilakukan oleh setiap wanita agar cepat hamil. Terkadang banyak kaum wanita yang tidak memperhatikan penyebab sel telur rusak / bermasalah. Sehingga rusaknya sel telur menjadi salah satu penyebab susah hamil.


Perlu anda ketahui, sel telur merupakan cikal bakal terbentuknya janin setelah dibuahi sel sperma yang dimiliki oleh setiap wanita dan menjadi tujuan kelangsungan generasi penerus. Kualitas sel telur yang dimiliki oleh setiap wanita juga menjadi faktor penentu jenis kelamin calon bayi yang akan dilahirkan. Maka dari itu, setiap wanita harus menjaga kualitas sel telur dengan sebaik-baiknya.

Sel telur pada saat kondisi normal terdapat beberapa jenis lapisan yang berfungsi untuk menjaga tumbuh kembangnya janin. Beberapa lapisan sel telur tersebut diantaranya adalah zona pellucida, sitoplasma, nukleus / inti sel telur. Setiap lapisan sel telur masing-masing juga memiliki fungsinya tersendiri.

Berikut ini fungsi dari beberapa lapisan sel telur :

  1. Zona pellucida  berfungsi untuk  melindungi sel telur dari berbagai masalah selama sel telur berkembang untuk menjadi janin. Zona pellucida tersebut terletak pada lapisan paling luar pada sel telur.
  2. Sitoplasma merupakan lapisan sel telur yang berfungsi sebagai penyedia makanan bagi sel telur, karena dalam lapisan sitoplasma ini terdapat kandungan protein yang sangat berlimpah.
  3. Nukleus merupakan bagian inti sel telur, yang memiliki fungsi untuk membawa pita-pita berisi sifat dari individu baru.


Sel telur yang dikatakan memiliki kondisi normal yaitu sel telur yang memiliki bagian lapisan-lapisan dengan lengkap untuk proses tumbuh kembangnya janin. Namun bila memiliki kondisi sebaliknya atau sel telur dalam kondisi tidak normal, apakah yang akan terjadi pada perkembangan janin? Tentunya kondisi sel telur yang tidak normal dapat menimbulkan permasalahan pada proses kehamilan.

Sel telur yang dimiliki oleh setiap wanita terkadang memang berbeda-beda dan tidak semua sel telur dapat diproduksi dengan sempurna. Mungkin banyak hal yang menjadi faktor penyebab sel telur tidak berkualitas. Beberapa faktor yang menjadi penyebab kualitas sel telur bermasalah diantaranya adalah faktor lingkungan, gaya hidup, maupun genetik.

Kualitas sel telur yang rendah dapat menimbulkan berbagai macam masalah. Berikut ini berbagai macam masalah sel telur yang kerap terjadi dan dapat berdampak pada kehamilan serta mempengaruhi kondisi kesehatan janin yang akan menjadi calon bayi.

Kerusakan pada Sel Telur.
Masalah yang kerap terjadi dan mengganggu sel telur adalah kromosom atau pita-pita pembawa sifat yang terdapat pada inti sel mengalami kelainan, dimana inti sel telur tidak dapat berkembang dengan sempurna. Sehingga membuat kaum wanita mengalami kehamilan tanpa disertai embrio atau calon janin tidak ada dalam kandungan.

Pada kondisi normal apabila seorang wanita dikatan hamil, setelah terjadinya pembuahan sel telur akan mengalami proses penempelan pada dinding rahim. Pada masa awal kehamilan saat kandungan telah berusia sekitar 6 minggu, seharusnya embrio yang terdapat dalam kantung kehamilan sudah mulai tumbuh bersama-sama dengan tempat berkembangnya janin. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi embrio yang sel telurnya rusak atau mengalami masalah, melainkan yang terus tumbuh dan berkembang hanya kantung kehamilannya saja.

Pada tahap awal, kehamilan yang tidak disertai dengan tumbuhnya embrio memiliki tanda-tanda yang sama dengan kehamilan normal. Seperti membesarnya payudara, berhenti haid dan hasil tes kehamilan juga menunjukkan nilai positif. Namun seiring berjalannya waktu, kehamilan yang tidak berjanin lama-kelamaan pertumbuhan plasenta akan berhenti.

Sehingga membuat kadar hormon kehamilan mengalami penurunan drastis dan mulai muncul adanya tanda-tanda keguguran. Seperti adanya bercak darah yang keluar dari dalam rahim, munculnya rasa kram pada perut dan lain sebagainya. Jenis keguguran pada kehamilan yang tidak disertai dengan tumbuhnya embrio ini tidak dapat dicegah.

Namun tidak perlu berkecil hati, karena kerusakan sel telur tidak akan dialami lagi oleh sebagian besar wanita yang pernah mengalami kerusakan sel telur pada sebelumnya. Biasanya untuk berikutnya proses kehamilan akan berhasil dan tidak mengalami keguguran. Namun, apabila tetap mengalami keguguran lagi, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengetahui penyebab keguguran.

Mutasi Genetik Herediter.
Mutasi genetik herediter adalah terjadinya perubahan gen pada satu sel kelamin yakni sel telur atau ovum maupun sel sperma yang diwariskan pada generasi penerusnya. Bila sel telur yang mengalami perubahan gen dan bertemu dengan sel sperma hingga membentuk zigot. Maka zigot yang berkembang menjadi janin dalam kandungan akan memiliki kelainan. Dimana bayi yang dilahirkan tidak identik atau memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan gen ibu maupun ayahnya.

Mutasi ini dapat menjadi penyebab timbulnya kanker pada bayi yang baru lahir, misalnya tumor retinoblastoma yaitu suatu tumor ganas pada lapisan retina mata. Atau ginjal bayi mengalami kelainan seperti adanya tumor Wilm.

Kelainan pada Sel Telur.
Kelainan sel telur merupakan salah satu faktor penyebab utama hamil anggur.  Secara normal sel telur mengandung pita kromosom sebagai pembawa DNA (senyawa protein sebagai cetak biru calon bayi) dari ibu. Begitu pula dengan sel sperma, sel sperma juga mengandung pita kromosom sebagai pembawa DNA dari sang ayah. Pita kromomosom tersebut akan disumbangkan secara bersamaan secara lengkap setelah terjadinya pembuahan antara sel telur dengan sel sperma.

Akan tetapi, bila jumlah kromosom dari salah satu sel kelamin memiliki kelainan, maka akan menyebabkan kehamilan anggur. Kehamilan anggur atau biasa disebut sebagai kehamilan mola terkadang juga sulit diketahui penyebabnya secara pasti. Hal inilah yang membuat kaum ibu merasa cemas berlebih.

Kehamilan anggur dibedakan menjadi dua jenis yakni kehamilan anggur sebagian dan kehamilan anggur menyeluruh. Kehamilan anggur sebagian disebabkan karena terjadinya pembuahan dua sel sperma pada sel telur normal sehingga mengakibatkan kelebihan jumlah kromosom / ketidak seimbangnya kromosom dan membuat embrio yang terbentuk berhenti tumbuh. Sedangkan pada kehamilan anggur menyeluruh adalah terjadinya pembuahan pada sel telur yang tidak membawa cetak biru sehingga embrio tidak akan terbentuk sama sekali.

Ciri-ciri gejala hamil anggur ditandai adanya tanda-tanda perdarahan dari dalam mrs. V pada usia kehamilan sekitar 4-12 minggu. Bercak darah yang keluar dari dalam rahim biasanya berwarna cokelat kemerahan. Namun, sebagian besar kaum wanita yang mengalami kehamilan anggur tidak menunjukan gejala.

Secara umum kelainan pada kehamilan anggur dapat diketahui secara pasti / terdeteksi pada saat melakukan USG di usia kandungan 10-14 minggu. Hasil dari prosedur USG di dalam kantong janin akan terdapat penampakan sekelompok bulatan yang menyerupai buah anggur.

Kehamilan yang positif mengalami masalah kehamilan anggur, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan operasi penyedotan maupun pengangkatan rahim. Kelemahan dari operasi pengangkatan rahim ini dapat mengakibatkan wanita tidak bisa hamil selamanya. Tetapi bagi yang menginginkan kehamilan kembali, sebaiknya alternatif yang dipilih adalah melakukan operasi penyedotan.

Demikianlah hal-hal yang terjadi ketika sel telur bermasalah. Untuk itu sebaiknya lakukanlah pemeriksaan dan konsultasi secara rutin dengan dokter, agar jika terjadi sesuatu dapat terdeteksi sejak dini. Selain itu mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur adalah peran yang sangat penting dalam menjaga kualitas sel telur tetap sehat dan subur.