4/03/2016

Tips Cerdas Memilih Vitamin Untuk Bayi Usia 0-6 bulan

Firdaus45 - Tips Cerdas Memilih Vitamin Untuk Bayi Usia 0-6 bulan. Bayi yang masih berusia dibawah 1 tahun memanglah sangat memerlukan perhatian khusus dalam tumbuh kembangnya. Salah satu yang menjadi pokok perbincangan di kalangan ibu muda adalah vitamin apa yang sebenarnya cocok untuk bayi. Kebutuhan bayi seputar vitamin menjadi topik yang seringkali dipertanyakan oleh sebagian besar kaum ibu-ibu.

Setiap bayi yang baru saja dilahirkan pastilah membutuhkan vitamin untuk dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Vitamin sangat diperlukan bayi agar tulang, gigi, menjadi kuat serta membangun darahnya agar tidak terkena anemia.

Saat masih dalam usia 0-6 bulan, kebutuhan akan semua gizi bayi dapat dilakukan dengan cara pemberian asi eksklusif. Pemberian asi eksklusif selain untuk memenuhi kebutuhan pokok gizi bayi baru lahir juga sebagai salah satu cara untuk memperlancar asi bagi ibu muda yang mengalami masalah dalam hal pengeluaran asi.

Pemberian asi secara eksklusif sebenarnya sudah dapat dikatakan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi bayi. Jadi walaupun anda menganggap bahwa bayi anda membutuhkan vitamin, akan tetapi anda tidak perlu terlalu risau hingga memberikan bayi anda suplemen tambahan.
Firdaus45 - Tips Cerdas Memilih Vitamin Untuk Bayi Usia 0-6 bulan. Bayi yang masih berusia dibawah 1 tahun memanglah sangat memerlukan perhatian khusus dalam tumbuh kembangnya. Salah satu yang menjadi pokok perbincangan di kalangan ibu muda adalah vitamin apa yang sebenarnya cocok untuk bayi. Kebutuhan bayi seputar vitamin menjadi topik yang seringkali dipertanyakan oleh sebagian besar kaum ibu-ibu.  Setiap bayi yang baru saja dilahirkan pastilah membutuhkan vitamin untuk dapat tumbuh dengan baik dan sehat. Vitamin sangat diperlukan bayi agar tulang, gigi, menjadi kuat serta membangun darahnya agar tidak terkena anemia.  Saat masih dalam usia 0-6 bulan, kebutuhan akan semua gizi bayi dapat dilakukan dengan cara pemberian asi eksklusif. Pemberian asi eksklusif selain untuk memenuhi kebutuhan pokok gizi bayi baru lahir juga sebagai salah satu cara untuk memperlancar asi bagi ibu muda yang mengalami masalah dalam hal pengeluaran asi.  Pemberian asi secara eksklusif sebenarnya sudah dapat dikatakan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi bayi. Jadi walaupun anda menganggap bahwa bayi anda membutuhkan vitamin, akan tetapi anda tidak perlu terlalu risau hingga memberikan bayi anda suplemen tambahan.

Pemahaman mengenai Vitamin dan Mineral
Buah dan sayuran memanglah sumber vitamin yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Akan tetapi, yang perlu diketahui adalah tidak semua sayuran memiliki kandungan vitamin yang lengkap. Sayur dan buah pada dasarnya hanya mengandung sebagian jenis saja vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya vitamin C, E, K dan juga sebagian vitamin B. Kesemuanya itu adalah vitamin yang terdapat di dalam buah dan sayur. Akan tetapi, tubuh kita tidak hanya membutuhkan vitamin jenis tersebut saja, masih banyak lagi vitamin yang harus dipenuhi di dalam tubuh.

Contohnya adalah vitamin A, B6, B12 dan D. Ke empat vitamin ini dapat diperoleh ketika mengkonsumsi makanan yang bersumber dari hewani seperti hati, susu dan produk olahan lainnya yang bersumber dari hewan.

Sedangkan mineral yang diperlukan oleh tubuh bisa diperoleh dari bahan makanan seperti garam, ikan, udang, cumi, serta susu dan produk olahannya.

Benarkah Vitamin Tambahan Dibutuhkan Oleh Bayi Baru Lahir?

Untuk bayi yang baru lahir, seluruh kebutuhan vitamin dan mineralnya akan terpenuhi melalui ASI. jadi, jika Anda ingin bayi Anda memperoleh cukup asupan vitamin dan mineral, Anda cukup meningkatkan kualitas ASI Anda, dengan cara makan dengan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, dengan arahan dokter Anda bisa saja mengkonsumsi vitamin tambahan.

Bagaimana Cara Menentukan Apakah Bayi Anda Memerlukan Suplemen atau Tidak?
Untuk menentukan apakah bayi memerlukan vitamin (suplemen) tambahan atau tidak itu bergantung pada kondisi bayi itu sendiri. Sebelum memutuskan untuk memberikan suplemen tambahan, terlebih dahulu lihatlah riwayat pemberian asi pada si bayi. Apakah bayi diberikan asi secara eksklusif ataukah dengan susu formula. Apakah bayi itu dilahirkan dengan kondisi normal ataukah dalam keadaan prematur dan apakah si bayi memiliki kelainan kesehatan dan sebagainya.

Jika bayi anda lahir dalam kondisi prematur, ada kemungkinan bayi anda memiliki kendala kesehatan. Sehingga langkah yang paling tepat adalah dengan mengkonsultasikan dengan dokter adakah kebutuhan suplemen tambahan yang harus dipenuhi. Pada umumnya, dokter akan mengevaluasi dan kemudian memprediksi kapankah bayi anda harus mulai diberikan suplemen tambahan agar tumbuh kembang bayi tetap terjaga.

Kaitannya dengan pemberian nutrisi bayi apakah dengan jalan asi eksklusif ataukah dengan susu formula, perlu tidaknya pemberian suplemen tambahan kepada bayi masih dalam perdebatan. Ada yang mengatakan pemberian suplemen tambahan tidak diperlukan dan ada yang mengakatan suplemen tambahan perlu diberikan pada bayi.

Pendapat ahli kesehatan mengatakan bahwa jika dikatakan perlu memberikan suplemen tambahan pada bayi, maka suplemen yang diberikan adalah vitamin D hal ini karena si bayi tidak memperoleh asupan vitamin D yang cukup saat pemberian asi secara eksklusif.

Menurut mereka yang berpendapat perlunya tambahan vitamin D untuk bayi yang sedang dalam program ASI Eksklusif, hal ini berbeda dengan bayi yang sejak awal mengkonsumsi susu formula. Ia tidak lagi memerlukan tambahan vitamin D, karena biasanya unsur ini sudah terkandung dalam susu formula.

Jadi pada dasarnya, bayi usia 0-6 bulan yang diberikan asi eksklusif tidak memerlukan vitamin tambahan. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pola makan sang ibu. Perlu diperhatikan bagi ibu menyusui untuk hendaknya mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin B12 yang bertujuan agar bayi tidak terkena anemia.

Selain vitamin B12, zat besi juga sangat diperlukan, seng, serta kalsium. Seandainya pun diperlukan, maka sang ibu bisa saja mengkonsumsi suplemen multivitamin-mineral. Tentu saja dengan arahan dokter.

Pemberian vitamin tambahan dapat anda lakukan ketika tumbuh kembang bayi setelah usia 0-6 bulan tidak berjalan normal. Akan tetapi cara yang paling tepat adalah dengan mengkonsultasikan dengan dokter agar keterlambatan tumbuh kembang bayi anda dapat diketahui secara pasti.