3/02/2016

Ibu Hamil Wajib Mengenal Apa Itu Episiotomi dan Perawatan Pasca Episiotomi Dengan Benar

Firdaus45 - Ibu Hamil Wajib Mengenal Apa Itu Episiotomi dan Perawatan Pasca Episiotomi Dengan Benar. Calon ibu, sudah tahukah apa itu episiotomi? Yang belum mengenal episiotomi tentunya membuat kaum calon ibu akan merasa penasaran. Untuk itu, jangan merasa khawatir dalam artikel ini akan membahas mengenai episiotomi saat melahirkan dan perawatan pasca episiotomi dengan benar.

Episiotomi merupakan tindakan pelebaran jalan lahir dengan melakukan pengguntingan kulit dan otot antara Miss V dan anus pada saat proses persalinan normal. Manfaat episiotomi pada saat proses persalinan sebenarnya memiliki banyak manfaat yang akan membuat persalinan ibu lebih lancar. Episiotomi saat proses persalinan ( melahirkan ), terkadang membuat para calon ibu yang sedang menghadapi masa persalinan merasa ketakutan. Namun episiotomi sebenarnya bukanlah hal yang sangat menakutkan.



Tidak semua ibu hamil yang hendak melahirkan memilih jalan untuk melakukan episiotomi. Episiotomi dilakukan apabila dalam proses persalinan, otot yang berada disekitar jalan keluar bayi tidak mengalami peregangan sehingga tidak dapat terbuka lebar dan jalan bayi untuk lahir menjadi susah. Ketika proses pembedahan / pengguntingan selesai ibu diharuskan mengejan, agar bayi segera keluar. Rasa sakit dari tindakan episiotomi sebenarnya tidak terlalu menonjol karena rasa sakitnya akan tertutupi oleh rasa mulas saat bayi akan keluar dan pada saat mengejan.

Semua wanita yang hendak menjalani persalinan pastilah disarankan untuk melakukan persalinan secara normal. Akan tetapi banyak kasus yang menyebabkan persalinan secara normal tidak dilakukan. Salah satu diantaranya adalah kelainan pada bayi, ukuran bayi yang terlalu besar akan membuat persalinan menjadi susah ketika otot sekita jalan keluarnya bayi tidak mampu meregang dan melebar secara maksimal, sehingga diperlukan pembedahan agar bayi dapan keluar dengan lancar dan ibu dapat selamat. Berbeda jika bayi dalam kandungan memiliki ukuran kecil, tindakan episiotomi tidak perlu dilakukan, karena peregangan otot pada jalan lahir terlihat cukup elastis dan mampu meregang dengan luas.

Tindakan episiotomi termasuk jenis tindakan spontan yang dilakukan oleh dokter ketika saat proses persalinan berjalan. Karena kondisi otot sekitar jalan lahir  baru diketahui setelah proses melahirkan sedang berlangsung. Dengan demikian, episiotomi tidak dapat dicegah dengan tindakan khusus apapun yang harus dilakukan. Hal ini tergantung dengan kondisi kulit dan otot-otot daerah kewanitaan saat proses persalinan sedang berlangsung.

Sebelum proses persalinan dimulai, biasanya seorang ibu hamil disarankan untuk melakukan beberapa olahraga ringan latihan senam hamil, senam kegel, dan jenis gerakan lainnya yang bertujuan untuk membuat otot panggul lebih elastis agar kepala bayi lebih mudah masuk ke jalan lahir sehingga proses persalinan dapat berjalan lancar dan tidak mengalami kendala.

Namun yang menjadi perhatian adalah penjahitan luka setelah pembedahan. Sebenarnya proses menjahit luka setelah pembedaan juga tidak terasa sakit, seperti halnya pada saat proses pembedahan.  Karena sebelum tindakan tersebut  dibantu dengan  menggunakan anestesi atau bius lokal.

Selain itu, untuk mengalihkan perhatian ibu dari rasa nyeri saat proses penjahitan ialah IMD ( Inisiasi Menyusu Dini ). IMD merupakan obat anestesi  yang ampuh dan mudah untuk dilakukan oleh ibu saat sedang melakukan penjahitan kulit daerah kewanitaan. Mengapa demikian, tentunya ada rasa kebahagiaan dapat memeluk langsung sang buah hati kesayangan yang telah dikandung selama 9 bulan.

Namun, keinginan IMD tentu saja perlu dibicarakan terlebih dahulu kepada dokter sebelum proses persalinan dimulai. Hal ini bertujuan agar para tenaga medis yang menangani proses persalinan bisa melakukan persiapan dengan lebih matang.

Waktu penyembuhan luka bekas episiotomi biasanya memerlukan waktu berkisar 5—7 hari. Sedangkan untuk proses pemulihan tubuh secara menyeluruh, waktu yang dibutuhkan sekitar 30 hari. Namun, setiap kaum ibu memiliki masa penyembuhan yang berbeda-beda karena menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan cara melakukan perawatan luka tersebut. Melakukan perawatan luka yang tidak benar dan sembarangan dapat berpotensi menimbulkan infeksi.

Untuk itu, bagi para ibu harus lebih berhati-hati dalam melakukan perawatan luka pasca episiotomi. Sehingga akan lebih mudah dan cepat proses penyembuhannya. Berikut ini beberapa langkah perawatan pascaepisiotomi yang perlu dilakukan pascapersalinan normal :

Perawatan Pasca Episiotomi :

Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter dengan rutin.

Setiap wanita pasca persalinan normal maupun caesar, diharuskan dengan mengkonsumsi obat untuk mempercepat penyembuhan.  Obat-obatan untuk proses penyembuhan biasanya telah dipersiapkan oleh  dokter. Beberapa jenis obat-obatan  yang diberikan biasanya berupa antibiotik yang dapat berperan untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka. Dalam mengkonsumsi obat harus secara teratur seperti yang telah dianjurkan oleh dokter agar pemulihan luka dapat lebih cepat.

Mengkonsumsi makanan sehat.

Mengkonsumsi makanan sehat memberikan peran yangg sangat penting bagi tubuh dalam proses penyembuhan luka. Yang dikatakan makanan sehat merupakan jenis makanan yang banyak memiliki nilai gizi tinggi, seperti: daging, telur, ikan, sayuran, dan buah-buahan. Sebenarnya banyak jenis buah-buahan maupun sayuran yang baik untuk dikonsumsi ibu setelah melahirkan.

Tetapi dalam mengkonsumsi makanan juga perlu berhati-hati. Apabila kaum ibu memiliki riwayat alergi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter ahli terdekat. Agar lebih mengetaui secara pasti jenis makanan apa saja yang dapat memengaruhi luka, misalnya jenis makanan yang berpontensi menimbulkan rasa gatal. (Baca : Makanan wajib bagi ibu menyusui yang harus dikonsumsi)

Menjaga daerah kewanitaa tetap bersih dan kering.
Merawat daerah kewanitaan adalah hal utama yang harus diperhatikan salah satunya dengan membersihkan daerah kewanitaan secara teratur. Misalnya sehabis buang air kecil maupun buang air besar (BAB) dibersihkan dan mengkompres luka dengan menggunakan antiseptik pemberian dokter untuk mencegah terjadinya infeksi pada daerah kewanitaan.

Banyak bergerak namun wajar.

Kaum ibu setelah masa persalinan terkadang otot-otot tubuh terasa sangat kaku terutama otot-otot daerah kewanitaan. Untuk itu, dapat diatasi dengan banyak gerak bila memungkinkan akan membantu melenturkan otot-otot sekitar daerah kewanitaan sehingga proses pemulihan akan berjalan dengan cepat.

Namun, tidak diperbolehkan melakukan aktivitas yang berberlebihan mengingat dalam sebulan pertama kondisi tubuh belum pulih benar. Selama satu bulan pertama setelah melahirkan harus istirahat yang cukup agar memiliki energi cukup untuk merawat buah hati.

Kontrol ke dokter secara rutin.

Ibu setelah melahirkan bayi perlu melakukan kontrol rutin ke dokter kandungan  untuk memastikan kondisi kesehatan tubuh terutama luka bekas episiotomi pada daerah kewanitaan.  Kontrol pertama biasa dilakukan satu minggu setelah proses persalinan atau sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter setempat.

Artikel yang disarankan agar lebih memahami tentang kehamilan
1. Tips menjaga janin supaya kuat dalam kandungan
2. Inilah penyebab janin meninggal dalam kandunga
3. Bahaya yang akan diamali ibu hamil ketika mengalami anemia
4.