3/24/2016

Kenali Bahaya Botulisme dan Bagaimana Pencegahannya

Botulisme Pada Bayi - Botulisme adalah suatu jenis penyakit yang menyerang pada bagian otot, sistem pernapasan dan pencernaan. Gangguan - gangguan tersebut diakibatkan karena adanya senyawa botulinum yang masuk kedalam tubuh. Senyawa botulinum ini diproduksi oleh bakteri clostridium botulinum yang banyak terdapat dalam kandungan madu.

Pada umumnya, penyakit botulisme ini sangat jarang terjadi, namun bahaya dari serangan botulisme ini sangat serius dan harus segera ditangani karena jika tidak segera ditangani maka botulisme dapat membuat penderitanya berujung pada kematian.

Botulinum banyak menimbulkan beberapa gejala. Gejala umum botulisme diantaranya adalah

  • penderita kesulitan berbicara 
  • kesulitan menelan makanan
  • mulut kering
  • lemas pada bagian wajah
  • penglihatan mendadak kabur
  • kelopak mata layu / turun
  • sesak nafas
  • mual
  • muntah
  • kram pada perut
  • kejang otot
Gejala botulisme seperti yang telah disebutkan diatas juga memiliki kesamaan dari gejala penyakit hepatitis A. Gejala tersebut diatas dapat anda jadikan indikasi untuk lebih sigap dalam memberikan pertolongan pertama pada seorang penderita botulisme atau dapat dengan segera anda bawa ke rumah sakit ketika secara kebetulan anda menemui seseorang dengan gejala-gejala seperti diatas.

Botulisme dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan sumbernya. Beberapa jenis botulisme tersebut diantaranya yaitu Botulisme pada Bayi, Botulisme karena keracunan makanan, dan Botulisme karena luka.

Terjadinya Botulisme bayi diakibatkan oleh  C. botulinum yang telah berkembang biak dalam sistem pencernaan, C. botulinum ini berasal dari jenis-jenis makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh spora C. botulinum. Bayi yang terserang oleh  C. Botulinum dapat diketahui dari beberapa tanda atau gejala yang ditimbulkannya. Ciri-ciri gejala botulisme pada umumnya yang sering terjadi adalah badan lemas, timbulnya konstipasi (sembelit),  kesulitan atau bahkan tidak bisa  menghisap atau menelan beberapa jenis makanan.

Botulisme keracunan makanan diakibatkan oleh jenis makanan yang telah dikomsumsi namun mengandung botulin. Yang berperan dalam menghasilkan botulin / senyawa toksik ini adalah C. botulinum. Jenis makanan yang banyak mengandung botulin terutama pada makanan dalam kaleng yang telah terkontaminasi oleh bakerti C. botulinum atau makanan dalam kaleng yang telah kedaluarsa.

Sedangkan botulisme luka ini disebabkan karena terjadinya infeksi oleh C. botulinum pada  jaringan yang terluka. Botulinum merupakan senyawa kimia yang bersifat racun, secara umum lebih dikenal dengan singkatan BTX atau BoNT. Botulinum dihasilkan oleh bakteri C. botulinum.

Jenis-jenis BTX ini memiliki beberapa variasi type dan masing-masing memiliki peran yang berbeda. Tipe dari BTX antara lain adalah A, B, C [C1, C2], D, E, F, dan G. BTX yang menjadi penyebab botulisme pada manusia adalah Tipe A, B dan E.  Sedangkan BTX yang menyerang hewan adalah  tipe C dan D. BTX C dan D ini sangat beracun.

Clostridium botulinum / C. botulinum termasuk jenis bakteri anaerob. Bakteri anaerob merupakan jenis bakteri yang dapat hidup dalam lingkungan tanpa udara atau oksigen dan membentuk spora. Tidak sama pada mekanisme jamur, untuk bertahan hidup bakteri memerlukan spora.

(Strain) Clostridium memiliki banyak jenisnya, namun dari sebagian besar (strain) Clostridium tidak membahayakan kesehatan. Dari berbagai jenis bakteri Clostridium yang paling dikenal dan kerap menjadi penyebab keracunan makanan adalah jenis bakteri C. botulinum. Keberadaan bakteri Clostridium sebagian besar  terdapat pada tanah, sedimen lautan dan saluran limbah.

Cara Mencegah Terjadinya Serangan Botulisme

Sebenarnya banyak tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjdinya botulisme. Dalam mengantisipasi botulisme, pencegahan merupakan hal terbaik dari pada pengobatan botulisme. Untuk menjaga agar terhindar dari serangan botulisme, berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan.
  • Menjaga kebersihan, higienitas merupakan kunci utama dalam melakukan  pencegahan boulisme.
  • Tidak memberikan madu pada bayi usia dibawah  1 tahun,  menurut hasil dari sebuah penelitian madu banyak mengandung  bakteri clostridium botulinum sehingga tidak cocok untuk bayi dibawah usia 1 tahun. (Baca selengkapnya : Bahaya Memberikan Madu Pada Bayi Usia Dibawah 1 Tahun ).
  • Memperhatikan langkah yang benar dalam memberikan susu formula pada bayi,   Lihat label masa berlakunya susu dan pastikan apakah susu formula tersebut telah melewati tanggal kedaluarsa atau belum, mencuci botol susu dengan menggunakan air panas, menjauhi makanan berkaleng, terutama kalengnya yang telah mengalami perubahan menjadi kembung / melambung.( Baca selengkapnya : Tips Memilih Susu Formula Yang Bagus ).
  • Bila terpaksa dengan memberikan makanan yang telah diawetkan dalam kaleng, sebelum dikonsumsi sebaiknya rebus terlebih dahulu hingga mendidih selama kurang lebih 10 menit atau konsultasikan pada dokter ahli terdekat.
  • Bila mengalami luka pada bagian tubuh diusahakan jauh dari percikan tanah, dan jika telah terkena kotoran tanah sebaiknya segera cuci dengan menggunakan cairan antiseptik.
  • Tidak menutup luka terlalu rapat, setidaknya saat membalut luka berikan sirkulasi udara atau bahan yang mudah untuk ditembus udara agar tidak lembab.

Demikian tips mencegah serangan botulisme semoga dapat bermanfaat dan  jangan lupa bagikan melalui tombol yang telah disediakan dibawah artikel ini, untuk teman-teman barangkali banyak yang membutuhkan informasi.
Loading...

Artikel Menarik Lainnya