2/26/2016

Inilah Gangguan Haid / Menstruasi Yang Harus Diwaspadai

Firdaus45.com. Inilah Gangguan Haid / Menstruasi Yang Harus Diwaspadai- Terjadinya siklus haid / mentruasi pada wanita tidak selamanya berjalan lancar dan begitu pula dengan sebaliknya. Terkadang banyak kaum wanita mengalami gangguan menstruasi yang berbeda-beda. 

Terjadinya gangguan mentruasi pada wanita harus diwaspadai dan dikatehui gejala ataupun penyebabnya. Agar lebih mudah dalam penanganannya serta tidak menimbulkan masalah daerah kewanitaan.


Perlu diketahui, menstruasi normal merupakan terjadinya interaksi yang sangat kompleks antara kelenjar pituitari, hipotalamus, ovarium dan endometrium. Jika beberapa interaksi tersebut mengalami masalah atau gangguan terhadap salah satu interaksi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya siklus menstruasi tidak lancar.

Terjadinya siklus haid / menstruasi tidak teratur pada wanita memang dapat menimbulkan beberapa masalah baru. Beberapa masalah gangguan haid yang kerap terjadi pada wanita dapat berupa nyeri haid (dismenore), telat haid (amenorrhea); keluarnya darah secara berlebihan selama siklus menstruasi (menorrhagia), pendarahan tidak terjadi pada uterus (anovulasi perdarahan) dan pendarahan tidak teratur (metrorrhagia).

Selain gangguan tersebut diatas, terkadang juga masih banyak kaum wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi. Sindrom pramenstruasi merupakan gangguan fisik dan emosional yang kerap terjadi sebelum mengalami kedatangan siklus menstruasi.

Beberapa ganguan menstruasi tersebut dapat menyerang kaum ibu-ibu maupun kaum wanita remaja yang telah mencapai masa menstruasi. Sindrom pramenstruasi dapat menimbulkan rasa nyeri pada perut. Sehingga membuat kaum wanita merasa tidak nyaman dan sering menimbulkan rasa ingin marah, dan mudah tersinggung.

Terjadinya gangguan haid pada wanita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor tertentu. Mungkin masih ada sebagian wanita yang belum mengetehui penjelasan beberapa gangguan  menstruasi tersebut. Untuk itu dalam laman firdaus45.com akan menjelaskan berbagai macam masalah yang berkaitan denggan gangguan menstruasi.


Berikut ini beberapa penjelasan gangguan menstruasi yang harus diketahui oleh setiap kaum wanita, baik wanita remaja maupun kaum wanita yang sudah menjadi ibu-ibu.

Gangguan Haid / Menstruasi Amenore (Telat Haid)

Amenore merupakan masalah dimana terjadinya kegagalan dalam  refleksi neuroendokrin antara hipotalamus, kelenjar pituitari, ovarium, dan uterus yang mengontrol siklus menstruasi. Masalah amenore (telat haid) memiliki dua kategori yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer merupakan  terlambatan masa menstruasi atau kegagalan datangnya masa menstruasi pada kaum wanita setelah mencapai umur 16 tahun.

Amenore primer tidak perlu dilakukan pengobatan jika sebelum mencapai usia lebih dari 18 tahun. Hal ini tidak akan bermasalah jika diiringi dengan tanda pubertas yang subur, kesuburan masa pubertas diketahui adanya percepatan pertumbuhan, ketiak atau rambut kemaluan, perkembangan payudara dan lain sebagainya. Akan tetapi, jika terjadi telat haid setelah mencapai  umur 18 tahun segera dilakukan pengobatan, baik pengobatan secara alami maupun pengobatan medis. Setiap wanita memang mengalami masa pubertas  secara berbeda-beda sehingga tidak perlu merasa khawatir selama ia belum genap memiliki umur 16 tahun.

Sedangkan, Amenore sekunder merupakan masalah yang mengacu pada keterlambatan menstruasi kaum  wanita, dimana  yang sebelumnya pernah mengalami mentruasi dan  menstruasi untuk selanjutnya tidak kunjung datang hingga mencapai siklus haid ketiga. Kejadian gangguan menstruasi amenore sekunder. cukup mengkhawatirkan penderita. Jika  tidak segera diatasi akan mengakibatkan efek yang buruk yakni masalah faktor kesulitan untuk mencapai masa kehamilan.

Untuk itu segera lakukan pemeriksaan sejak dini, agar kondisi kesehatan rahim dapat diketahui secara pasti. Sehingga pengobatannya juga lebih mudah dilakukan untuk melancarkan siklus menstruasi. Selain itu peluang untuk memperoleh kehamilan lebih mudah, terutama bagi wanita yang sudah menikah. Setiap orang wanita yang telah menikah tentunya ingin cepat hamil dan segera mendapatkan keturunan.

Amenore primer disebabkan oleh beberapa faktor-faktor tertentu. Secara umum yang mempengaruhi  gangguan amenore primer adalah terjadinya kelainan pada  kromosom seperti sindrom Turner,  olahraga yang berlebihan, penyakit hipotalamus atau hipofisis, kekurangan asupan sumber nutrisi dan gizi makanan, anoreksia nervosa, obesitas, sering mengalami stres fisik secara berlebihan, dan sering minum-minuman beralkohol  dengan kadar tinggi dan lain sebagainya.

Sedangkan penyebab umum gangguan amenore sekunder adalah adanya sel kanker serviks, kista atau tumor ovarium, penurunan berat badan ekstrim, kelelahan akibat aktivitas fisik yang berlebihan, terapi radiasi atau plasenta abnormal pada kehamilan sebelumnya dan kerusakan pada hipofisis.

Untuk memastikan kondisi kedua jenis gangguan amenore tersebut diperlukan dengan perawatan medis serta  mengetahui penyabab dan gejala-gejala yang ditimbulkannya. Untuk mendapatkan hasil tes yang lebih baik dengan menggunakan alat-alat modern salah satunya seperti sinar X-ray. Sinar X-ray diperlukan untuk pemeriksaan panggul dalam mendiagnosis tumor hipofisis. Selain  itu, juga  dengan melihat riwayat medis secara terperinci, dengan melakukan tes  urin melalui uji laboratorium untuk mendeteksi amenore sekunder.

Jika telah diketahui terjadi perubahan hormon pada saat telat menstruasi primer, alternatif yang harus diupayakan adalah dengan melakukan terapi hormon. Sedangkan untuk mengatasi telat haid sekunder, dapat dilakukan dengan merubah gaya hidup yang sehat, menghindari minuman keras, tidak merokok, menghindari stres, mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan, Serta mengkonsumsi obat  herbal untuk melancarkan haid / menstruasi racikan sendiri. 

Baca: Cara alami mengatasi menstruasi yang sering terlambat

Hal yang terpenting adalah rutin berkonsultasi ke dokter ahli kandungan terdekat guna  memastikan perkembangan selanjutnya.

Gangguan Haid / Menstruasi Anovulasi (Tidak mengalami haid lagi sebelum masa menopause)

Anovulasi merupakan masalah yang mengacu pada pendarahan tidak normal dari daerah kewanitaan, yang bukan termasuk dari kategori siklus menstruasi normal. Gangguan anovulasi dapat terjadi pada wanita yang telah mengalami menstruasi di hari kedua sampai hari ketiga tahun pertama masa menstruasi dan akan akan kembali terjadi saat lima tahun sebelum datangnya masa menopause (berhenti masa menstruasi).

Pada saat siklus menstruasi normal yang tidak mengalami ovulasi akan mengakibatkan hormone progesteron tidak dapat diproduksi lagi sehingga siklus menstruasi mengalami hambatan.  Hormon progesteron berperan untuk mengatur waktu siklus menstruasi tetap berjalan normal. Pemicu utama terjadinya masalah  menstruasi tidak teratur salah satunya adalah produksi hormon progesteron yang tidak berjalan lancar.

Gagalnya proses ovulasi pada wanita sebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya. Seperti yang  telah diketahui oleh para ahli, gagalnya proses ovulasi sekitar 20%  disebabkan oleh beberapa faktor tertentu yakni kelebihan berat badan (obesitas), kelahan akibat aktifitas fisik yang berlebihan, adanya penyakit kronis,  kelenjar tiroid yang mengalami disfungsi, kelebihan produksi hormon prolaktin atau masalah psikologis seperti stress berlebih.

Dismenore (Nyeri Haid)

Nyeri haid kerap terjadi pada setiap wanita yang sedang mengalami haid. Dismenore (nyeri haid) juga  disebut sebagai gangguan kram haid. Dismenore kejadian yang sangat menyakitkan setiap penderita dan membuat rasa  tidak nyaman terutama  nyeri pada perut bagian bawah. Rasa nyeri pada perut bagian bawah dapat sering terjadi  sebelum datangnya menstruasi maupun selama menstruasi sedang terjadi.

Rasa sakit yang timbul akibat dismenore secara umum terjadi hanya melibatkan daerah perut, daerah kewanitaan, serta rasa nyeri  merambat pada bagian punggung bawah, pada bagian paha dan seluruh seluruh panggul. Akibat dari rasa sakit tersebut, dabat menimbulkan gejala lain pada sebagian banyak wanita, sepertti mengalami rasa pusing, mual, ingin muntah, bahkan menyebabkan pingsan.

 Kram menstruasi yang terjadi pada kebanyakan wanita, cenderung akan menghilang dengan sindirinya pada usia usia 30an tahun. Sekitar dari 5% – 10% kaum wanita , banyak yang merasa kesulitan saat mengalami gangguan nyeri haid sedang muncul.

Dismenore juga dibedakan menjadi dua type yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore yang paling sering dialami oleh sebagian banyak wanita adalah dismenore primer. Dismenore primer terjadi pada beberapa hari sebelum datang haid , awal menstruasi, atau selama periode masa menstruasi.

Rasa sakit yang timbul akibat gangguan dismenore primer juga sangat beraneka ragam, ada yang nyeri ringan ada pula nyeri yang parah, ada yang hanya sebentar saja dan ada pula yang sangat lama. Selain itu, akibat dari rasa nyeri yang dirasakan juga dapat membuat penderita mudah terbawa emosi tingkat tinggi yakni cenderung lebih mudah marah, mudah tersinggung, mudah kelelahan, sering sakit pada bagian punggung, sering sakit kepala, kaki terasa sakit, timbulnya rasa mual, ingin muntah, dan kram pada beberapa bagian tubuh lainnya.

Penyebab utama gangguan dismenore primer  adalah kelebihan hormon prostaglandin yang diproduksi oleh sistem endokrin dalam tubuh sehingga merangsang otot rahim berkontraksi lebih keras dan menyebabkan rasa nyeri saat terjadinya gesekan otot-otot rahim tersebut.

Untuk gangguan menstruasi dismenore sekunder ini sangat jarang terjadi pada wanita. Dismenore sekunder disebabkan oleh beberapa faktor internal dalam tubuh yakni adanya radang panggul, degenerasi sel tubuh, terjadinya pemisahan normal pada dinding rahim, terjadinya pengembangan endometriosis, adanya infeksi kronis pada rahim, ada penyakit tumor ataupolip, ataupun otot-otot yang mendukung fungsi rahim mengalami pelemahan.

Nyeri haid dapat diatasi dengan cara tradisonal menggunakan ramuan herbal ataupun dengan obat yang direkomendasikan oleh dokter ahli terdekat. Namun dengan cara herbal tentunya akan memberikan efek yang menyehatkan.

Gangguan Menstruasi / haid Menorrhagia (Pendarahan Berlebihan saat Haid)

Menorrhagia merupakan gangguan menstruasi dimana darah yang keluar dari daerah kewanitaan secara berlebihan. Jumlah darah yang dikeluarkan akibat gangguan menorrhagia lebih dari 3 ons, sementara siklus mentruasi normal rata-rata darah yang keluar sekitar 2 ons.

Menorrhagia secara umum disebabkan karena ketidakseimbangan hormon wanita antara hormon estrogen dan progesteron,  fibroid, adanya masalah infeksi pada panggul, gangguan endometrium, penggunaan alat kontrasepsi (IUD) dan hipotiroidisme.

Untuk pengobatan gangguan menorrhagia cara terbaik dapat dilakukan dengan mengunakan bantuan dokter. Apabila mengalami gejala-gejala gangguan haid  menorrhagia sebaiknya segera konsultasikan pada dokter ahli terdekat agar tidak memiliki efek yang berkelanjutan.

Jika  gangguan menorrhagia disebabkan karena adanya penyakit infeksi pada bagian panggul, maka kemungkinan yang dilakukan dengan pengangkatan rahim (histerektomi) atau pengobatan dengan kemoterapi berupa radiasi.

Gangguan Menstruasi / haid Metrorrhagia (Haid tidak Teratur)

Menstruasi/haid tidak teratur ini dipicu oleh beberapa factor yang mempengaruhinya. Pengaruh menstruasi tidak teratur secara umum yang sering terjadi disebabkan karena stress, kelelahan, menu makan yang tidak sehat, tidur tidak teratur dan lain sebagainya. Selain itu kemungkinan lainnya yang mempengaruhi haid tidak teratur adalah adanya indikasi kelainan penyakit kanker serviks, polip pada serviks,dan erosi serviks. Untuk itu diperlukan pemeriksaan secara medetail agar tidak akan mengalami beberapa masalah kesehatan lainnya.  

Gangguan Menstruasi / haid Oligomenore (interval haid yang semakin lama)


Secara umum siklus haid yang dialami oleh kebanyakan wanita dengan jangka waktu selama 25 sampai 30 hari jika mereka tidak menyusui, tidak sedang hamil,  ataupun memiliki kelainan lain seperti tumor, atau anorexia nervosa. Akan tetapi gangguan menstruasi oligomenore ditandai adanya gejala periode siklus menstruasi dengan interval lebih dari 35 hari. Pemicu terjadinya gangguan  menstruasi oligomenore terkadang dipengaruhi oleh masalah obesitas, emosional, pola makan yang tidak sehat dan gangguan hormonal.

Gangguan Menstruasi / haid Polymenorrhea (haid berulang-ulang)

Gangguan Menstruasi Polymenorrhea merupakan jenis gangguan menstruasi yang terjadi berulang-ulang dalam 1 bulan lebih dari satu kali atau mentruasi muncul dengan interval kurang dari 20 hari. Penyebab menstruasi Polymenorrhea diakibatkan karena produksi hormon estrogen dan progesterone  tidak seimbang. Namun yang mendominasi adalah ketidakseimbangannya produksi hormon estrogen.

Gangguan haid polymenorrhea sering dialami  pada kaum perempuan yang belum masa ovulasi dan kaum wanita yang akan mengalami masa menopause. Demikian artikel tentang gangguan haid  semoga dapat bermanfaat serta dapat meningkatkan kewaspadaan kaum wanita saat terjadi gangguan haid.

Artikel Menarik Lainnya