2/27/2016

Anemia Pada Ibu Hamil dan Bahaya yang Akan Dialaminya

Firdaus45.comAnemia Pada Ibu Hamil | Sering mengalami kelelahan pada masa kehamilan? Hati-hati bisa jadi anda mengalami anemia. Anemia tidak mengenal kondisi, seorang wanita hamil juga memiliki kemungkinan terkena anemia. Bisa jadi malah wanita hamil memiliki potensi tinggi terkena anemia. Anemia pada wanita hamil biasanya disebabkan karena kekurangan zat besi, hal ini sering diidentikkan pada wanita hamil dari kalangan kurang mampu.

Mengalami anemia pada masa kehamilan ternyata dapat membahayakan ibu dan janin yang sedang dikandung. Oleh karena itu, perlu mendapatkan perhatian serius bagi siapa saja yang dekat dengan wanita hamil. Jika seorang wanita hamil mengalami hal demikian, maka kesehatannya pun akan terganggu, dan wajah mereka juga akan terlihat pucat dan mudah lelah.

Lantas bagaimana mengatasi anemia pada masa kehamilan?
Untuk mengatasi anemia pada masa kehamilan, sebelumnya anda harus mengetahui terlebih dahulu anemia yang terjadi pada wanita hamil.

anemia pada ibu hamil

Anemia defisiensi besi, adalah jenis anemia yang diesbabkan karena defisiensi zat besi atau kekurangan zat besi pada umumnya terjadi selama masa kehamilan dan selama masa nifas.

Hemoglobin dihasilkan dari zat besi. Hemoglobin adalah salah satu protein dalam sel darah merah yang bertugas untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dari paru-paru. Ini adalah penyebab paling sering ditemukan pada ibu hamil yang menderita anemia. Hemoglobin tidak berjumlah cukup untuk menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Anemia akibat perdarahan akut, Pada umumnya anemia perdarahan disebabkan karena solusio plasenta dan plasenta previa.

Ada lagi anemia pada penyakit kronik, saat seorang wanita hamil menderita anemia kronik, penurunan berat badan akan terjadi secara drastis, wajah tampak pucat dan mudah sekali merasakan lelah.

Anemia megaloblastik atau defisiensi vitamin B12, sudah jelas sekali bahwa anemia ini disebabkan karena ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin B12 selama masa kehamilan.

Sel darah merah juga dibentuk oleh vitamin B12. Apabila seorang wanita sedang mengandung dan kekurangan vitamin B12, tubuhnya tidak akan mampu menghasilkan sel darah merah yang sehat dengan cukup. Wanta hamil yang tidak memakan daging, ikan, dan unggas, serta telur dan susu memiliki kemungkinan kekurangan vitamin B12 lebih besar. Hal ini tidak boleh dibiarkan karena anemia pada ibu hamil bisa mengakibatkan cacat pada janin.

Anemia defisiensi folat, Folat atau juga asam folat merupakan kelompok dari vitamin B. Tubuh kita membutuhkan folat untuk menghasilkan sel-sel baru termasuk dalam menghasilkan sel darah merah. Selama masa kehamilan, jumlah folat lebih besar daripada biasanya namun terkadang makanan yang dikonsumsi tidak cukup memberikan folat bagi tubuh sehingga sel-sel darah merah tidak terproduksi dengan cukup dan oksigen tidak terangkut dengan baik.

Inilah Efek Langsung yang Terjadi Pada Ibu hami Ketika Mengalammi Anemia Selama Masa Kehamilan
Apabila kekurangan zat besi yang cukup serius dan tidak diobati, maka akan meningkatkan risiko lahirnya bayi premature atau berat badan yang rendah, harus melakukan transfusi darah jika kehilangan darah dalam jumlah besar selama persalinan. Kemudian depresi setelah melahirkan.

Apabila ibu hamil mengalami anemia dengan defisiensi folat, selain berkemungkinan anak lahir prematur, juga kemungkinan cacat pada tulang belakang ataupun otak (neural tube defects). Begitu pula dengan yang kekurangan vitamin B12, akan meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan cacat tabung saraf.

Tidak hanya bagi yang sedang dalam masa kehamilan, orang yang tidak sedang hamil pun akan mengalami dampak secara langsung akibat dari anemia. Pada wanita hamil, anema akan membuat wanita yang sedang hamil mudah merasakan lelah, kurang gairah dan menjadi lebih malas. Tidak hanya itu, terkadang bagi wanita hamil yang mengalami anemia juga akan merasakan pusing. Dampak buruk lainnya yang disebabkan karena anemia adalah adanya gangguan terhadap kondisi kesehatan janin. Perkembangan janin juga akan ikut terhambat ketika sang ibu sedang mengalami anemia karena darah dalam tubuh berkurang. Selain itu juga, proses persalinan juga terancam akan ikut terganggu jika anemia terus dibiarkan sampai mendekati proses persalinan.

Bagaimanakah Cara Mengatasi Anemia Pada Kehamilan?
Anemia adalah penyakit karena menurunnya atau kurangnya kadar zat hemoglobin atau sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dalam darah ke seluruh jaringan pada tubuh, termasuk ke organ-organ vital. Oleh karena itu daya angkut oksigen tidak cukup apabila kekurangan zat ini. Hal ini terjadi karena ibu hamil memerlukan sel darah merah lebih banyak dari biasanya untuk menunjang kebutuhan nutrisi janin dalam kandungan. Dalam masa kehamilan, anemia terjadi ketika hemoglobin berada di bawah 11 gr% di trimester pertama dan ketiga atau kurang dari 10,5 gr% di trimester kedua.

Biarpun anemia pada wanita yang sedang mengandung dianggap kondisi yang wajar, namun akan berakibat fatal apabila tidak segera diatasi sebab oksigen sangat penting untuk tubuh maupun untuk perkembangan bayi dalam rahim. Selama kehamilan, pasokan sel darah merah dan oksigen harus mencukupi dan produksinya harus lebih besar ketimbang ketika tidak sedang hamil. Penanganan harus dilakukan secara cepat dan tepat guna mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan kesehatan janin. Anemia bisa diatasi dan diobati sehingga Anda tidak perlu begitu khawatir ketika dikatahui mengidap penyakit ini sebab khawatir berlebihan akan berpengaruh pada kondisi kehamilan

Selama masa kehamilan memang harus terus menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan fit. Ketika wanita hamil tidak begitu memperhatikan kondisi kesehatan tubuhnya, memang anemia terkadang menghampiri wanita hamil. Wanita hamil yang jarang mengkonsumsi zat besi memang akan lebih mudah terkena anemia oleh karena itu untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi zat besi yang cukup, selain itu penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh akan tubuh tidak mudah dehidrasi yang akan menyebabkan wanita hamil mudah mengalami lesu. Menjaga kondisi tubuh juga sangat diperlukan, jika gemar berolahraga, lakukanlah sewajarnya dan jangan sampai kelelahan. Sering-seringlah berkonsultasi dengan dokter kandungan anda untuk mengetahui buah dan sayuran yang bagus untuk anda konsumsi selama masa kehamilan. Untuk menjaga hal yang tidak diharapkan, pencegahan sedini mungkin adalah langkah yang paling bagus untuk menjaga kondisi janin agar tetap kuat dalam kandungan.


Inilah Cara Mencegah Anemia Agar Tidak Terjadi Pada Ibu Hamil
Zat besi merupakan kebutuhan utama untuk pencegahan anemia. Maka makanlah makanan bergizi ddengan kandungan zat besi yang cukup. Usahakan makan tiga kali sehari dengan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C untuk membantu penyerapannya ke dalam tubuh. Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah daging merah, daging unggas, serta ikan. Selain itu juga dedaunan berwarna hijau gelap contohnya bayam dna brokoli. Lalu bisa juga dengan telur, kacang-kacangan, dan tahu. Sementara itu makanan yang mengandung vitamin C terletak pada buah-buahan seperti jeruk, stroberi, tomat, paprika, dan kiwi. Coba untuk memakan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C secara bersamaan untuk memaksimalkan penyerapan guna mencegah anemia pada ibu hamil.

Dan untuk mencegah kekurangan folat, Anda bisa memilih makanan dengan kandungan folat yang tinggi seperti sayuran hijau, buah-buahan, roti dan sereal, serta kacang kering.

Tahap Pemeriksaan
Ibu hamil biasanya akan selalu dicek kadar hemoglobinnya agar terpantau dengan baik. Tahap pemeriksaan untuk anemia biasanya meliputi pemeriksaan hemoglobin. Pada tahapan ini, dokter atau suster akan mencari tahu apakah kadar hemoglobin telah cukup mampu untuk memenuhi kebutuhan tubuh yang harus mengangkut oksigen ke seluruh tubuh bahkan pada janin. Kedua adalah pemeriksaan hematokrit untuk mengukur berapa jumlah sel darah merah dalam sampel darah untuk dihitung persentasinya. Jika data yang didapat menyatakan bahwa kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal, amka kemungkinan mengidap anemia. Untuk mengetes anemia pada ibu hamil, dokter juga memungkinan untuk melakukan pemeriksaan lain.


Cara Mengobati Anemia Pada Ibu Hamil dengan Pengobatan Alternatif yang Alami

1. Kacang-Kacangan
Kacang-kacangan dapat meningkatkan tekanan darah. Kacang-kacangan dapat dicerna secara perlahan oleh sistem pencernaan sehingga hal ini membuat tekanan darah naik. Nah, jika Anda mau sembuh dari darah rendah ada baiknya mengonsumsi kacang-kacangan seperti kacang merah, buncis, kacang hijau dan lain-lain.

2. Air Mineral
Jumlah cairan di tubuh berkurang bisa menyebabkan tekanan darah rendah. Untuk itu salah satu cara untuk mengatasi tekanan darah rendah adalah mengonsumsi air putih setiap harinya kurang lebih 8-10 gelas.

3. Bayam
Bayam kaya akan kalium dan rendah sodium. Mineral yang seimbang pada bayam ini sangat berguna untuk tekanan darah rendah. Selain itu, folat pada bayam juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan melemaskan pembuluh darah, dengan demikian akan menjaga aliran darah yang lancar.

4. Daging dan Hati Ayam
Daging ayam memiliki kandungan protein hewani yang diyakini bisa meningkatkan tekanan darah. Karena tubuh memerlukan protein untuk membangun sel termasuk juga sel dalam pembuluh darah. Pembuluh darah yang lemah dan tekanan akan mempengaruhi aliran darah ke seluruh tubuh.

5. Roti, Oatmeal, dan Sereal
Makanan-makanan ini menyediakan zat besi sebanyak 20 persen jika Anda makan setiap hari. Gandum akan membuat tubuh mejadi lebih sehat, sehingga perlu dimasukkan dalam daftar diet Anda. Gandum juga banyak mengandung zat besi untuk mengurangi risiko terkena tekanan darah rendah.

6. Kopi
Tekanan darah rendah dapat dinaikkan dengan minum 1-2 gelas kopi perhari, tapi yang penting adalah jangan sampai berlebihan.

7. Lemak nabati
Lemak nabati adalah salah satu sumber utama yang bisa membantu anda mengatasi darah tinggi. Mengonsumsi lemak nabati lebih direkomendasikan daripada lemak hewani karena lebih mudah dicerna dan risiko untuk mengakibatkan kolesterol juga lebih kecil. Sangat disarankan untuk mengonsumsi lemak nabati dari kacang-kacangan dan gandum.

8. Garam
Sangat disarankan juga untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung garam. Garam adalah salah satu zat alami yang bisa menambah laju produksi sel darah merah dan sangat membantu untuk menaikkan tekanan darah.


Cara mengobati anemia pada ibu hamil dengan mengatur pola hidup sehat

Biasakanlah pola hidup sehat
Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta mengatur jadwal dan pola makan, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam karena makanan yang mengandung kadar garam dapat meningkatkan tekanan darah.

Atur jadwal istirahat / tidur di malam hari
Hindari begadang dan memulai tidur saat larut malam. Upayakan anda mendapatkan waktu istirahat / tidur minimal 8 jam sehari karena kurang tidur dapat dengan mudah mengalami gangguan jantung

Meminum Air Putih
Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup, sekitar 8-10 gelas per hari.

Berolahraga
Berolahraga teratur minimal tiga kali seminggu. memang terdengar sangat klise, tetapi berolahraga secara teratur sangat ampuh dalam mengurangi gejalanya.

Hindari Mandi Air Panas
Mandi air panas memang memiliki efek relaksasi yang luar biasa, namun bagi anda yang memiliki tekanan darah rendah sebaiknya membatasi hal ini. Alasan utamanya adalah mandi air panas bisa membuat tekanan darah anda makin turun. Selain itu, hal ini juga bisa membuat anda merasa lemas, pusing, dan tidak bertenaga.

Batasi juga aktivitas spa dan sauna. Jika anda melakukan spa atau sauna, lakukanlah dalam posisi duduk yang nyaman, di kursi yang stabil atau tidak licin. Hal ini berguna untuk mengantisipasi jika tiba-tiba anda merasa pusing dan harus bersandar pada sesuatu.

Minum Vitamin ataupun Suplemen
Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala tekanan darah rendah – hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian

Kurangi Gula dan Alkohol
Mengkonsumsi terlalu banyak gula dan alkohol bisa secara drastis meningkatkan tekanan darah anda. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mengonsumsi terlalu banyak alkohol dan gula dalam waktu singkat.

Selain itu, gula dan alkohol juga memiliki banyak efek negatif bagi tubuh anda. Gula bisa menyebabkan diabetes yang bisa berakibat berbagai komplikasi. Alkohol juga memiliki dampak negatif bagi sistem syaraf apabila dikonsumsi terlalu banyak secara terus menerus.

Tidak menganggap remeh gejala yang terjadi
Hipotensi atau tekanan darah rendah sebenarnya banyak diderita oleh orang-orang. Tetapi sebagian dari mereka mengabaikannya dan menganggapnya sebagai kasus pusing biasa atau dehidrasi. Padahal membiarkan tekanan darah rendah sama berbahayanya dengan tekanan darah tinggi dan memicu kematian.

Baca juga: Dampak Buruk Hipertensi pada Kehamilan