2/16/2016

Benarkah Haid yang Tidak Teratur adalah Gejala Kanker Serviks? Yuk Simak Ulasannya

Benarkah Haid yang Tidak Teratur adalah Gejala Kanker Serviks? Yuk Simak Ulasannya


Firdaus45 – Siklus haid setiap wanita berbeda-beda masanya. Antara wanita satu dengan yang lainnya seringkali terdapat perbedaan lamanya waktu haid. Hal ini sebenarnya wajar-wajar saja jika itu terjadi secara berkelanjutan. Maksudnya bekerlanjutan yaitu ketika tiba masanya waktu haid berikutnya, lamanya waktu haid sama dengan lamanya haid sebelumnya. Namun, terkadang lamanya waktu haid seorang wanita berbeda-beda tiap waktunya. Terkait masalah ini, ada sebagian orang menyebutkan bahwa gejala ini merupakan gejala awal adanya kanker serviks pada wanita tersebut. Adapula orang yang menyatakan bahwa hal ini wajar-wajar saja terjadi pada setiap wanita.

Haid yang tidak teratur pada umumnya disebabkan karena jumlah darah kotor yang terlalu banyak, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengeluarkan darah kotor dalam tubuh. Lamanya masa haid juga dapat disebabkan karena wanita tersebut lama tidak mengalami menstruasi.



Faktor Penyebab Menstruasi  Tidak Teratur

Berbeda dengan dismenore, dimana dismenore merupakan suatu gejala atau gangguan saat haid. Dismenore adalah munculnya rasa nyeri pada perut saat anda merasakan haid yang pertama kali atau saat hari pertama datangnya haid. Menstruasi yang tidak lancar maupun tidak teratur pada wanita dipengaruhi oleh  banyak faktor penyebabnya. Namun kaum wanita tidak semuanya mengetahui akan faktor penyebab menstruasi tidak teratur yang dialaminya tersebut. Maka dari itu, dalam artikel ini akan berupaya untuk membantu kaum wanita mengetahui penyebab dari mentruasi tidak teratur.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diktahui penyebab wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur :

1. Sering Kelelahan


Aktifitas yang terlalu berlebihan hingga menimbulkan rasa lelah yang lebih, juga dapat menjadi pemicu seseorang mengalami menstruasi tidak teratur. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh tidak berjalan denan seimbang. Siklus menstruasi yang normal membutuhkan daya tahan tubuh yang seimbang dan kesehatan yang fit. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan istirahat yang cukup dan tidak memaksakan aktifitas yang terlalu padat. Misalnya pada saat bekerja di kantor ketika  jam istirahat kerja digunakan untuk tidur sesaat.

2. Sering Mengalami Stres Berlebih

Masalah stress yang berlebihan yang terjadi setiap hari merupakan kebiasaan buruk penyumbang timbulnya menstruasi tidak teratur. Stres yang berlebihan bukan hanya menyebabkan menstruasi tidak teratur, melainkan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. 

3. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovary Syndrome atau sindrom poliskistik ovarium merupakan gangguan pada wanita yang diakibatkan adanya kista kecil pada indung telur, sehinga dapat menyebabkan kesuburan bermasalah. Salah satunya masalah yang berkaitan dengan kesuburan adalah mengalami menstruasi tidak teratur. Polycystic Ovary Syndrome disebabkan karena produksi hormon estrogen dan hormon progesteron yang tidak seimbang .

Gejala terjadinya masalah Polycystic Ovary Syndrome diketahui adanya gejala perdarahan hebat pada saat menstruasi. Selain itu, indung telur menggalami pembesaran pengaruh dari kista folikel. Jika terjadi menstruasi yang disertai dengan gejala-gejala Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) sebaiknya melakukan pemeriksaan dengan USG untuk  memastikan kondisi kesehatan.

4. Adanya Penyakit Tumor

Selain kista ovarium, penyakit tumor jinak yang terjadi pada leher rahim juga dapat mempengaruhi wanita mengalami menstruasi tidak teratur. Wanita saat mengalami menstruasi, namun sering terjadi keluhan nyeri berlebih kemungkinan besar adanya sel tumor yang berkembang pada dinding ovarium.

5. Adanya Polip

Terjadinya pendarahan hebat ketika sedang menstruasi merupakan salah satunya gejala dari penyakit polip. Penyakit polip merupakan faktor yang mempengaruhi menstruasi tidak teratur.  Saat  siklus menstruasi teratur namun mengalami jumlah darah menstruasi yang lebih banyak juga merupakan gejala dari polip .

Selain itu terjadinya pendarahan setelah melakukan hubungan suami istri pada wanita padahal sudah lama menikah kemungkinan besar juga merupakan tanda-tanda penyakit polip. Jika demikian, segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ke dokter ahli terdekat untuk mengetahui kondisi kesehatan secara pasti.

6. Adanya Kanker Serviks

Faktor penyebab menstruasi tidak normal lainnya adalah adanya kanker serviks. Adanya penyakit kanker serviks stadium awal memiliki gejala siklus menstruasi yang jarang. Sedangkan terjadinya serangan kanker serviks stadium lanjut dapat diketahui adanya gejala timbulnya pendarahan lebih banyak saat sedang menstruasi.

Meskipun demikian terjadinya pendarahan yang lebih banyak pada saat sedang  menstruasi, bukan berarti sedang mengidap kanker serviks. Untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut salah satunya  dengan melakukan test pap (pap smear) secara teratur.

Menstruasi yang Tidak Teratur,  Bukan Berarti Sedang Mengidap  Kanker Serviks


Seperti yang telah disebutkan diatas, menstruasi tidak teratur banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya gangguan keseimbangan produksi hormon,stres, kelelahan, polip, tumor, kista dan lain sebagainya. Sehingga yang mengalami keterlambatan mentruasi, mentruasi dengan volume darah lebih banyak ataupun menstruasi dengan volume darah sedikit bukan berarti menderita kanker serviks.

Meskipun menurut  hasil dalam sebuah  penelitian yang telah dilakukan pada wanita berusia 50 tahun dengan riwayat menstruasi yang tidak teratur memicu kanker serviks. Namun hal tersebut perlu diwaspadai dengan melakukan pemeriksaan dan deteksi dini penyakit kanker serviks.

Deteksi Dini Penyakit Kanker Serviks

Untuk mencegah terjadinya serangan kanker serviks harus dilakukan dengan deteksi dini melalui serangkaian tes kesehatan. Penyakit kanker serviks juga merupakan jenis  penyakit “the silent killer” karena penyakit tersebut baru dapat diketahui setelah penderita mengalami stadium lanjut. Selain itu, hal yang harus dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah dengan menghindari hubungan seks bebas, tidak berganti-ganti pasangan, mengkonsumsi makanan sehat,  tidak merokok dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Berikut ini dalah serangkaian test yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini gejala kanker serviks.

1. Test IVA

Test Inpeksi Visual dengan Asam Asetat merupakan salah satu pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks yang paling mudah dilakukan dan mendapatkan hasil lebih cepat yakni membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Alat yang digunakan untuk test jenis IVA dengan menggunakan pemulasan asam asetat 3-5% pada leher serviks.

2. Test Pap Smear

Test Pap Smear merupakan test untuk mendeteksi adanya kanker  serviks dengan prosedur lebih rumit. Yakni dengan pengambilan sampel sel daerah serviks dan diperiksa dengan memerlukan waktu untuk menentukan hasilnya selama T1-2 minggu. Namun akan mendapatkan hasil yang lebih akurat daripada test IVA.

3. Test LBC


Salah satu test yang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya kanker pada serviks yaitu Liquid Based Cytology. Test LBC merupakan pemeriksaan serviks dengan cara pengambilan sel untuk dioles pada kaca objek dan diberi  cairan khusus kemudian diteliti dengan menggunakan alat mikroskop. Keakuratan hasil test LBC lebih tinggi  dibandingkan dengan pap smear.

4. Test HPV


Menjalankan Test HPV dapat dilakukan bersamaan dengan  pap smear ataupun test LBC. Test HPV diperlukan untuk mengetahui adanya infeksi virus yaitu HPV pada serviks. Kaum wanita yang terdeteksi dengan adanya  infeksi oleh HPV akan berpotensi terkena serangan penyakit kanker serviks lebih besar. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks ketika telah usia 21 tahun atau sudah aktif secara seksual. Pemeriksaan dapat dilakukan secara rutin dan teratur untuk mengetahui kepastian kesehatan tubuh dari gejala kanker serviks.

Bacaan yang disarankan untuk menambah wawasan tentang artikel terkait
1. Yuk Kenali Apa Itu Menstruasi dan Bagaimana Siklus Menstruasi Terjadi
2, Tips Mengenali Tanda Masa Subur Pada Wanita

Dengan demikian seseorang yang seringkali  mengalami menstruasi tidak teratur atau menstruasi tidak normal ada hubungan dengan pertanda mengalami kanker serviks. Namun bukan berarti yang mengalami ketidakteraturan menstruasi telah mengidap kanker serviks. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan yang teratur pada dokter ahli terdekat. Untuk memastikaan keberadaan sel kanker serviks pada setiap wanita.

Artikel Menarik Lainnya