2/10/2016

Apa Itu Menstruasi dan Bagaimana Siklus Menstruasi Itu Terjadi, Baca Selengkapnya Disini

Pengertian Menstruasi atau Haid - Menstruasi atau haid merupakan proses terjadinya peluruhan lapisan jaringan yang terdapat dalam uterus (endometrium) yang keluar dengan darah.

Pada umumnya, haid (menstruasi) akan dialami ketika seorang wanita sudah mengalami pubertas (menarche). Wanita yang sudah memasuki masa puber, normalnya akan mengalami haid dalam waktu sebulan sekali.

Namun, ada beberapa kasus menstruasi terjadi 2 bulan sekali bahkan lebih. Ada juga yang mengalami haid 3 kali dalam sebulan. Apakah itu normal? kejadian semacam itu dapat dikatakan normal dan juga dapat dikatakan tidak normal tergantung dari apa yang menyebabkan siklus haid wanita tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Secara umum, setiap wanita akan merasakan haid pertama kali pada usia 9 sampai 19 tahun. Saat seorang wanita telah mendapatkan haid pertama, menandakan bahwa wanita tersebut telah memasuki masa pubertas (menarche). Oleh karena itu, setiap remaja yang memasuki masa pubertas perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan siklus yang dialaminya.

Mengapa setiap remaja harus mempersiapkan diri dalam menghadapi masa haid? Terutama yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara merawat daerah kewanitaan sebelum dan sesudah masa haid selesai. Daerah kewanitaan yang tidak dirawat dengan baik setelah masa haid selesai akan menimbulkan berbagai macam masalah, terutama masalah daerah kewanitaan.

Secara sederhana, haid yaitu keluarnya darah melalui daerah kewanitaan akibat sel telur yang tidak dibuahi. Haid terjadi karena perubahan fisiologis dalam tubuh wanita secara berkala yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi seperti FSH – Estrogen atau LH – Progresteron. Secara medis, arti haid adalah terjadinya peluruhan lapisan jaringan yang terdapat dalam uterus dan keluar tubuh melalui daerah kewanitaan yang berupa darah. Seorang wanita yang telah mengalami menstruasi atau haid menandakan bahwa telah matang secara seksual dan sudah dapat mengalami pembuahan para rahim si wanita tersebut.

Tidak semua wanita memiliki menstruasi dengan siklus yang normal. Adakalanya siklus haid yang dialami oleh seorang remaja mengalami gangguan sehingga mengakibatkan siklus haid tidak normal. Saat anda mengalami permasalahan semacam ini, jangan terburu-buru mengkonsumsi obat untuk memperlancar haid. Haid yang tidak lancar pada awal kali memang biasa terjadi karena masih dalam tahap penyesuaian.

Saat anda sudah memiliki siklus haid yang normal, akan tetapi pada waktunya tidak juga mendapatkan haid, Anda boleh merasa cemas dan melakukan pemeriksaan. Permasalahan mengenai haid yang tidak lancar disebabkan karena adanya kemungkinan sebuah kelainan pada tubuh wanita itu sendiri.



Proses Terjadinya Siklus Haid atau Menstruasi

Secara umum terjadinya siklus haid pada wanita rata-rata sekitar 28 hari, namun tidak semua kaum wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Pada wanita yang baru saja mengalami menstruasi (haid) terkadangan keluarnya darah haid dibarengi dengan rasa sakit di bagian perut. Rasa sakit yang dirasakan ini adalah hal yang wajar menurut ahli kesehatan, pada umumnya, rasa sakit yang ditimbulkan akibat haid pada umumnya disebut dengan dismenorea. Saat dismenorea datang, anda tidak perlu khawatir dan tergesa-gesa melakukan tindakan ini itu sebelum mengetahui apa penyebab dismenorea menghampiri anda. Setelah mengetahui apa penyebab dismenorea, langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengatasi dismenorea. (baca: mengetahui penyebab dan tips cara mengatasi dismenorea)

Setiap wanita mengalami masa haid yang berbeda-beda, dan masa haid juga berbeda ada yang 7 hari dan ada yang lebih dari 10 hari. Bahkan ada sebagian wanita yang mengalami siklus haid / menstruasi yang tidak normal. Keluarnya darah saat proses menstruasi sebanyak sekitar 10mL hingga 80 mL per hari. Secara umum darah haid yang dikeluarkan dengan rata-rata 35 mL per harinya.

Siklus haid/menstruasi memiliki beberapa fase yang berbeda. Beberapa fase siklus haid/mentruasi tersebut dibagi atas empat fase.

Fase haid/menstruasi

Fase haid/menstruasi merupakan proses peluruhan darah yang dikeluarkan oleh rahim dari tubuh. Hal ini dipengaruhi karena berkurangnya kadar hormon seks. Proses fase haid/menstruasi terjadi secara bertahap yakni pada hari ke-1 sampai 7.

Fase pra-ovulasi

Fase pra-ovulasi merupakan masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Pada fase pra-ovulasi terjadi juga dengan cara bertahap yaitu pada hari ke-7 sampai 13.

Fase ovulasi

Fase Ovulasi atau disebut dengan Masa subur merupakan siklus haid/menstruasi pada wanita dimana sel telur telah matang dan siap pada tahap pembuahan. Menurut beberapa literatur, terjadinya proses masa subur wanita adalah 14 hari sebelum haid dan selanjutnya. Waktu masa subur merupakan waktu yang sangat tepat untuk melakukan hubungan suami istri agar lebih cepat mendapatkan kehamilan (Baca selengkapnya : Faktor Penyebab Wanita Sulit Hamil). Untuk menentukan masa subur seorang wanita juga dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu :
  1. Menentukan Perubahan Periode Haid/Menstruasi
  2. Menentukan Perubahan Lendir Servik
  3. Menentukan Perubahan Suhu Basal Tubuh
Fase pascaovulasi

Fase Pasca Ovulasi merupakan masa kemunduran ovum ketika tidak terjadi proses fertilisasi. Pada tahap siklus Fase Pasca Ovulasi , produksi hormon progesteron mengalami kenaikan sehingga endometrium mengalami perubahan menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Namun, jika ovum tidak dibuahi oleh sel sperma maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan akan kembali ketahap  fase menstruasi.