1/15/2016

Waspada!!! Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi Krek Berpotensi Merobek Pembuluh Arteri

Waspada!!! Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi Krek Berpotensi Merobek Pembuluh Arteri


Tips Kesehatan – Sesuatu yang dilakukan oleh setiap orang terkadang tidak dipikirkan dampaknya. Secara tidak disadari banyak orang yang berulang kali menggerakkan lehernya hingga berbunyi  “krek“.

Menggerakkan leher hingga berbunyi krek sering kali dilakukan oleh orang-orang yang merasa lelah atau kecapaian. Leher yang digerakkan hingga berbunyi krek dalam sesaat memang membuat sedikit lega bagi seseoarang.

Namun dalam jangka panjang yang secara terus menerus melakukan kebiasaan buruk tersebut, akan mengakibatkan kefatalan. Mungkin tidak semua orang mengetahuinya akibat kebiasaan buruk yang sering dilakukan tersebut.

Apakah resiko mengerakkan leher hingga berbunyi “krek” ? Mungkin ada sebagian orang yang menanyakan hal demikian dan mencari tahu akan dampak yang terjadi ketika sering menggerakkan leher hingga berbunyi krek.

Perlu diketahui, Leher merupakan bagian organ tubuh yang kompleks dan memiliki fungsi yang sangat vital. Organ tubuh bagian leher merupakan jembatan hidup yang menghubungkan organ terpenting dalam tubuh. Tulang leher juga terhubung langsung dengan tulang belakang. Kerusakan yang terjadi pada tulang leher bukan tidak mungkin akan mempengaruhi pada kesehatan tulang belakang.

Untuk hal tersebut diperlukan cara menjaga dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang memicu terjadinya masalah kesehatan. Leher merupakan organ salah satu organ tubuh yang paling rawan, sedikit saja menangani kasus di leher, nyawa bisa saja menjadi taruhannya.

Bahaya Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi Krek

Berikut ini beberapa bahaya yang terjadi ketika sering menggerakkan leher sampai berbunyi krak.

1. Melemahkan sendi leher

Semakin melemahnya persendian leher dapat menyebabkan instabilitas tulang leher. Lama kelamaan akan menimbulkan ancaman berbahaya yakni terjadinya nyeri leher kronis. Nyeri sendi leher kronis tersebut yang sering timbul ketika usia semakin tua.

2. Meretakkan tulang leher

Seperti yang telah dijelaskan oleh dokter spesialis bedah syaraf TNI AU Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP yang berkompetensi di bidang spine (tulang belakang).

Seseorang yang sering menggerakan leher secara berlebihan. Akan berdampak negatif yaitu suatu masalah dimana  tulang leher mengalami keretakan. Sehingga timbul dislokasi sel syaraf  leher yang menghubungkan antara sendi dan tulang leher. Hal tersebut merupakan bukan suatau masalah sepele. karena dapat menyebabkan kematian

Tulang leher terdiri dari 7 ruas, masing-masing ruas dihubungkan oleh 2 macam sendi: bantalan tulang (diskus) dan sendi penyangga kiri dan kanan (prosesus artikularis superior dan prosesus artikukaris inferor atau disebut juga facet).

Jika tulang dan sendinya mengalami keratakan atau melejit, dapat mengakibatkan hubungan persendian leher dan ruas tulang lehernya menjadi tidak stabil. Sehingga akan mencederai lanjutan sumsum tulang belakang di dalamnya.

Selain itu, yang lebih parah lagi adalah jika salah satu tulang leher mengalami  patah, tentu saja membuat instabilitas menjadi lebih parah bahkan menimbulkan kematian yang lebih cepat.

3. Merobekkan pembuluh darah arteri

Sering menggerakkan leher hingga berbunyi krak bisa saja membuat pembuluh darah arteri vertebralis robek. Hal tersebut merupakan akibat tergores oleh tulang leher yang patah. Jika hal tersebut terjadi membuat penderita mengalami masalah kronis.

Dengan demikian mejaga kesehtaan tulang leher diperlukan dengan perawatan yang ekstra hati-hati. Jika memiliki masalah yang berkaitan dengan nyeri punggung, nyeri leher,  atau nyeri pinggang sebaiknya konsultasikan ke dokter ahli yang profesional, yang terdidik di rumah sakit pendidikan kedokteran seperti spesialis saraf, spesialis bedah saraf, spesialis ortopedi, spesialis kedokteran fisik, dan rehabilitasi

Hal ini diperlukan agar tidak akan terjadi suatu masalah yang serius karena bisa diketahui penyebab dan cepat dalam penanganannya. Organ leher merupakan organ tubuh yang palingg rawan dan sensitif.
Loading...

Artikel Menarik Lainnya