1/28/2016

Penyebab Biang Keringat dan Cara Mengatasinya Dengan Mudah

Penyebab Biang Keringat dan Cara Mengatasi Biang Keringat Dengan Mudah


Biang Keringat - Pasti semua orang sudah banyak yang mendengar tentang apa itu biang keringat. Namun ada juga diantara masyarakat yang belum mengenal apa itu  biang keringat. Untuk itu mari kita ketahui penyebab dan cara mengatasi biang keringat dengan mudah.

Biang keringat adalah sejenis benjolan berbintik-bintik atau ruam kecil berwarna merah pada kulit yang terasa gatal dan bisa menyebabkan sensasi menyengat atau perih. Biang keringat juga memiliki nama lain seperti yang sudah banyak dikenal masyarakat yakni dengan nama ruam panas.

Biang keringat, ruam panas ataupun miliaria kerap menyerang pada kulit bayi, namun bukan hanya menyerang pada kulit bayi  melainkan orang dewasa juga bisa mengalaminya.



Biang keringat pada umumnya sering terjadi pada  kondisi lingkungan yang bersuhu lembab atau saat cuaca sedang panas. Munculnya biang keringat tersebut ketika kulit setelah terkena suhu panas pada beberapa hari sebelumnya. Jadi biang keringat muncul tidak secara langsung pada saat itu juga.

Bagian kulit tubuh yang kerap terserang biang keringat adalah pada kulit bagian paha, dada, wajah, leher, dan kulit punggung. Sudah banyak kasus yang sudah sering terkena masalah penyakit

Penyakit biang keringat dapat diketahui dengan mudah bentuk gejala yang ditimbulkannya. Timbulnya biang keringat tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor tertentu. Seperti yang telah dikutip oleh Alodokter.com berikut ini beberapa gejala dan penyebab biang keringat serta cara mengatasinya.

Penyebab terjadinya biang keringat

Biang keringat diakibatkan karena terjebaknya  keringat didalam sel  kulit sehingga   kelenjar keringat tidak dapat keluar dengan sempurna dan menyebabkan kulit memerah, gatal dan panas. Berikut ini beberapa faktor yang bisa menghambat kelenjar keringat tubuh, yaitu:

Iklim tropis. 

Kemunculan biang keringat bisa disebabkan oleh cuaca atau suhu lingkungan yang panas dan lembab.

Kulit kepanasan.

Penggunaan pakaian yang terlalu tebal, atau tidur dengan selimut yang berlebihan dan menyebabkan kepanasan juga bisa berisiko mengalami biang keringat.

Aktivitas fisik tertentu.

Olahraga dan juga pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik yang berat hingga menyebabkan keluarnya banyak keringat juga bisa menyebabkan terjadinya biang keringat.

Kelenjar keringat belum berkembang.

Kasus biang keringat lebih mudah terjadi pada bayi, terutama pada bayi yang sedang dihangatkan dengan inkubator, memakai pakaian yang panas, atau mengalami demam. Bayi belum memiliki kelenjar keringat yang sudah berkembang sepenuhnya dan terkadang dapat membuat keringat tertahan di balik kulit.

Tirah baring (bed rest) terlalu lama.

Bagi pasien yang diwajibkan untuk istirahat di ranjang untuk waktu yang cukup lama juga bisa mengalami biang keringat.

Gejala yang Ditimbulkan Akibat Biang Keringat

Terdapat beberapa jenis biang keringat menurut perbedaan tingkat keparahannya. Tanda dan gejala yang muncul juga bervariasi pada setiap jenisnya. Berikut ini berbagai jenis biang keringat yang perlu diketahui.

Miliaria kristalina

Miliaria kristalina merupakan jenis biang keringat yang paling ringan, yaitu hanya memengaruhi saluran keringat dari lapisan kulit teratas. Tanda dan gejala yang muncul adalah bintil berisi cairan berwarna jernih yang mudah pecah. Kondisi ini lebih cenderung terjadi kepada bayi dibandingkan kepada orang dewasa. Bertentangan dengan yang dipahami secara umum, biang keringat jenis ini biasanya tidak gatal dan tidak terasa sakit.

Miliaria rubra

Miliaria rubra adalah jenis biang keringat yang muncul pada lapisan kulit yang lebih dalam dan biasanya terjadi pada wilayah dengan suhu yang panas atau lembap. Tanda dan gejala dari kondisi ini adalah sensasi gatal dan menyengat  disertai munculnya bintil merah. Keringat juga akan berkurang pada bagian yang terpengaruh. Kulit akan mengalami inflamasi dan terasa sakit akibat dari keringat yang tidak bisa keluar dari permukaan kulit.

Miliaria pustulosa

Miliaria pustulosa.merupakan jenis biang keringat yang berasal dari perkembangan miliaria rubra yang mana bintil mengalami inflamasi dan berisi nanah. Hal ini akan membuat si penderita merasa kesakitan saat sedang berkeringat.

Miliaria profunda

Miliaria profunda adalah biang keringat jenis ini paling jarang terjadi dan berdampak pada dermis, lapisan kulit yang lebih dalam. Biang keringat jenis profunda bersifat kronis dan sering kambuh. Kondisi ini lebih cenderung terjadi pada orang dewasa setelah melakukan aktivitas fisik yang menghasilkan banyak keringat. Tanda-tanda yang muncul akibat kondisi ini adalah bintil berwarna merah yang berukuran lebih besar dan lebih keras.

Biang keringat umumnya bukan kondisi yang memerlukan penanganan medis tertentu. Kondisi ini biasanya dapat pulih dengan sendirinya dengan mendinginkan kulit serta menghindari pajanan panas. Segera temui dokter jika ruam terlihat makin parah, gejala yang muncul bertahan cukup lama, atau Anda melihat adanya tanda-tanda infeksi, seperti:
  1. Demam dan menggigil.
  2. Rasa sakit makin bertambah.
  3. Nanah keluar dari bintil dan benjolan ruam.
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak dan selangkangan.

Cara Mengatasi Biang Keringat Dengan Mudah

Biang keringat walaupun bukan termasuk dalam jenis penyakit yang membahayakan namun juga sangat menggangu si penderita. Agar si penderita tidak merasa terganggu oleh penyakit biang keringat tersebut maka segera diatasi sejak dini.  Berikut ini langkah-langkah untuk mengatasi penyakit biang keringat pada tubuh.

Menghindari cuaca panas  berlebih dan tempat yang lembap.

Paparan sinar matahari secara langsung yang berlebihan dapat  membuat kulit lebih banyak berkeringat dan membuat ruam makin parah. Pastikan lebih sering berteduh atau mencari tempat dingin untuk menghindari panas. Minum banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi.

Menjaga kulit tetap dingin.

Untuk menurunkan keringat dan menjaga kulit tetap dingin, berendam atau mandi bisa membantu menjadikan tubuh terasa sejuk dan menghindari keringat berlebih.

Menggunakan pakaian yang longgar.

Hindari penggunaan pakaian yang terbuat dari serat sintetis, seperti polyester atau nilon. Bahan-bahan ini lebih menyerap panas dan membuat Anda makin banyak berkeringat.

Mengonsumsi obat antihistamin.

Obat antihistamin berguna meredakan gatal-gatal pada kulit. Pastikan untuk menanyakan kepada dokter apakah cocok untuk mengonsumsi obat ini.

Penggunaan krim hidrokortison.

Krim ini sangat efektif mengatasi bagian kulit yang mengalami gatal-gatal dan iritasi. Tapi jangan gunakan pada bagian wajah dan selalu ikuti petunjuk yang tertera pada kemasan obat.

Memakai losion calamine.

Lotion jenis calaminei dapat dibeli secara bebas di toko-toko obat terdekat untuk membantu meredakan kulit yang sakit atau mengalami iritasi.

Demikian tips cara mengetahui gejala dan penyebab biang keringat serta cara mengatasinya semoga dapat bermanfaat. Sebelum menggunakan bahan-bahan yang digunakan untuk mengatasi biang keringat tersebut diatas sebaiknya konsultasikan pada dokter ahli kulit terdekat. Agar dapat mengetahui dosis dan kepastiannya jenis penyakit kulit tersebut. Seingga akan mendapatkan efek aman dan muda dalam mengatasinya.

Artikel Menarik Lainnya