12/27/2015

Indahnya Wisata Sejarah Monomen Suryo Yang Penuh Makna

Tugu Monomen Suryo merupakan lokasi wisata yang penuh makna. Keindahan pemandangan di Wahana Wisata Monomen Soeryo sangat khas nan asri. Udaranya didaerah sekitar juga terbilang cukup sejuk karena masih dikelilingi oleh banyak penghijauan.

Tugu Monomen Suryo tiap harinya dipenuhi banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang berkunjung. Para pengunjung dapat menikmati indahnya suasana serta berfoto ria disekitar patung pahlawan kita RM Soeryo.


Selain itu pengunjung dapat menikmati keindahan bermacam-macam jenis burung. serta aneka ukiran hias yang terbuat dari kayu jati. Serta yang tidak kalah penting pengunjung dapat menikmati kesegaran es kelapa muda dengan harga yang relatif murah.

Wahana wisata Monomen Suryo yang termasuk dalam golongan wisata alam ini dapat menggugah kita, tentang arti sejarah. Lokasi wisata Monomen Suryo memiliki keindahan panorama alam yang sangat indah dan khas. Sehingga membuat pengunjung merasakan suasana yang tenang dan damai saat berada di tempat wisata tersebut.
Gambar Tugu Monomen Suryo dari Arah Dekat
Lokasi wahana wisata Monomen Suryo terbilang sangat strategis dan mudah dijangkau. Tepatnya di daerah kecamatan Kedungggalar, kabupaten Ngawi, provinsi Jawa Timur, yang berada di tepi jalan raya utama Surabaya-Solo.

Sudah tahukah sejarah berdirinya Monomen Suryo?

Monomen Suryo didirikan memiliki tujuan untuk mengenang pahlawan kita yakni Raden Mas Tumenggung Aryo Soerjo (RMT-A Suryo) dkk. RM . Soerjo merupakan seorang tokoh Gubernur pertama Jawa Timur yang menjadi korban pembunuhan dari kebiadaban PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tanggal 10 September 1948.

Raden Mas Tumenggung Aryo Soerjo (RMT-A Suryo) dibunuh bersama kedua perwira polisi yang mengawalnya. Ketiga tokoh tersebut dihadang oleh pasukan pemberontak dari Partai Komunis kemudian di ikat bagian tangannya dan diseret sambil ditusuk-tusuk menuju kalikakak untuk disiksa dan dibunuh.

Kronologis kejadian pemberontakan ketiga tokoh ternama tersebut berawal dari perjalanan pulang dari solo. Semenjak masih berada didaerah sidolaju sebenarnya, sudah ada masyarakat yang memberitahu kalau ada pemberontakan. Namun perjalanan rombongan RM. Suryo tetap dilanjutkan, tidak berselang lama sesampainya lokasi yang saat ini menjadi Monomen Suryo, timbullah penghadangan dan penyiksaan.

Sebelum dibunuh, ketiga tokoh penting tersebut disiksa dengan mengiris-ngiris bagian wajah dengan menggunakan silet. Inilah kekejaman pemberontak PKI yang haus kekuasaan, sangat biadab dan tidak mempunyai rasa kemanusiaan

Patung tokoh Raden Mas Tumenggung Aryo Soerjo (RMT-A Suryo) yang dibuat dengan posisi tangan menunjuk tersebut memiiki arti tertentu. Maksud dari posisi tangan menunjuk tersebut adalah menunjukkan lokasi terjadinya pembunuhan antara ketiga tokoh penting tersebut. Yakni daerah Kalikakak, Sonde, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Singkat cerita, para pengunjung wisata Monomen Suryo juga dapat membaca sendiri cerita sejarah yang tertuliskan pada batu tulis di sebelah patung. Untuk masuk lokasi wisata Monomen Suryo, pengunjung tidak akan dikenakan tarif apapun.

Pengunjung diberi kebebasan untuk menikmati keindahan alam, melihat bermacam-macam burung, monyet, rusa dan aneka ukiran menarik lainnya yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh. Lokasi wisata Monomen Suryo juga telah menyediakan sarana dan prasarana umum, yakni toilet, mushola, arena bermain untuk anak-anak, kantin dan lain-lain.

Agar kondisi lokasi wisata Monomen Suryo tetap terjaga keasriannya, pihak pengelola tempat wisata Monumen Suryo telah menghiasi monumen dengan bermacam-macam jenis tanaman langka yakni citradora, sawo kecik, cendana, cacil, sonokeling, kayu putih, duwet, salam dan beberapa jenis tanaman langka lainnya.
Loading...

Artikel Menarik Lainnya