12/18/2015

Hormon yang Mempengaruhi Proses Keluarnya Air Susu Ibu


Firdaus45.com - Hormon yang Mempengaruhi Proses Keluarnya Air Susu Ibu - Bayi yang baru dilahirkan tentunya memiliki sistem pencernaan yang masih sangat rentan sekali. Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan untuk diberikan kepada bayi yang baru saja dilahirkan. Pemenuhan gizi bayi baru lahir cukup hanya dengan pemberian asi secara eksklusif.

Akan tetapi, pernahkah anda bertanya-tanya dari mana asalnya ASI itu diproduksi? Kenapa ASI hanya bisa keluar pada saat setelah melahirkan? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya produksi ASI. Proses pembentukan ASI pada dasarnya dimulai sejak bulan ketiga kehamilan. Beberapa hormon yang dapat mempengaruhi produksi ASI diantaranya adalah:

Progesteron dapat berfungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Setelah melalui proses persalinan, jumlah progesteron dalam tubuh akan mengalami penurunan. Hal ini akan menstimulasi produksi ASI secara besar-besaran.

Estrogen dapat berfungsi sebagai stimulus untuk memperlebar saluran ASI. Hormon estrogen ini jumlahnya akan menurun saat persalinan usai dan kemudian jumlahnya menjadi stabil untuk beberapa bulan kedepan selama proses menyusui. Bagi ibu yang menjalani program KB yang bersifat hormonal, sebaiknya dihentikan terlebih dahulu selama pemberian ASI eksklusif masih berlanjut. Terlalu banyak hormon estrogen dapat mengurangi jumlah produksi ASI.

Hormon Prolaktin dapat berperan untuk memperbesar alveoli. Prolaktin adalah hormon hasil sekresi dari glandula pituitari yang berperan penting dalam produksi ASI. Prolaktin akan meningkat dalam tubuh seorang wanita selama masa kehamilan. Kadar hormon progesteron dan estrogen akan berangsung-angsur menurun pada saat peristiwa keluarnya plasenta dari dalam tubuh pada saat proses persalinan.

Jumlah hormon esterogen dan prolaktin akan terus menurun sampai hormon prolaktin dapat dilepaskan atau diaktifkan. Ovulasi akan terhambat sebagai akibat dari peningkatan hormon prolaktin. Pada wanita normal, kadar paling tinggi jumlah prolaktin adalah pada waktu malam hari.

Hormon Oksitosin: Berfungsi untuk mengencangkan otot dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya, oksitosin ini juga bekerja pada saat wanita mencapai puncak kenikmatan. Perannya dalam proses pembentukan ASI, oksitosin berperan untuk mengencangkan otot halus yang berada disekitar alveoli.

Pengencangan otot yang berada disekitaran alveoli berfungsi untuk memudahkan bayi dalam memeras ASI melalui hisapan, karena alveoli dapat melancarkan ASI keluar menuju saluran susu.

Human Placental Lactogen (HPL): Terbentuk sejak bulan kedua masa kehamilan. HPL banyak dijumpai di dalam plasenta. HPL pada masa kehamilan digunakan untuk memperbesar payudara, puting susu, dan areola sebelum proses persalinan tiba. Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI.

Baca juga:
Faktor yang mempengaruhi produksi ASI
Cara Alami Meningkatkan Air Susu Ibu
Memahami Bagaimana Proses Pembentukan Kelenjar Payudara
Langkah Sehat Agar ASI Lancar Saat Menyusui
Loading...

Artikel Menarik Lainnya