6/23/2015

Apakah keputihan dapat menyebabkan kemandulan dan kematian?

Apakah keputihan dapat menyebabkan kemandulan dan kematian?


Tips Kesehatan - Keputihan adalah sebuah masalah bagi kaum wanita yang sudah sejak dulu menghampiri mereka secara silih berganti.  Beberapa diantara mereka mungkin tidak mengetahui kapan mereka mulai mengidap keputihan dan apa itu sebenarnya keputihan. Terkadang mereka cuek dengan persoalan semacam ini.

Keputihan sebenarnya salah satu penyakit yang serius pada daerah kewanitaan. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dan jangan pernah menyepelekan penyakit semacam ini.  Meskipun kelihatannya tidak menimbulkan efek pada tubuh selain bau yang tidak sedap, tapi sebenarnya efek yang diakibatkan oleh keputihan bisa menjadi masalah yang serius dan mungkin dapat menyebabkan kematian.

keputihan saat hamil, keputihan pada wanita, keputihan gatal, keputihan norma, keputihan pada ibu hamil, keputihan berlebihan, keputihan akibat jamur, keputihan normal dan abnormal, penyebab keputihan n cara mengatasinya


Beberapa masalah serius yang dapat ditimbulkan oleh keputihan adalah masalah tentang kemandulan. Selain dapat menyebabkan kemandulan, keputihan dapat membuat seseorang hamil diluar rahim. Sebenarnya, jika dibiarkan terus tanpa ada penanganan, keputihan adalah gejala awal munculnya kanker mulut rahim atau lebih dikenal dengan kanker serviks, dimana kanker yang satu ini bisa dibilang penyakit yang sulit disembuhkan dan dapat membuat penderitanya berujung pada kematian.

Keputihan pada seseorang dapat bersifat fisiologis dan dapat pula bersifat patogonis. Untuk keputihan yang bersifat fisiologis pada umumnya terjadi pada masa subur. Selain pada masa subur, keputihan jenis ini juga terjadi pada saat sebelum menstruasi dan sesudah menstruasi. Beberapa indikasi yang menandakan munculnya keputihan adalah keluarnya lender dalam jumlah banyak. Lendir yang keluar ini seperti lendir saat orang sedang mendapatkan perlakuan dari luar dan tidak ada efek gatal ataupun berbau.

Sedangkan untuk keputihan yang bersifat patogonis merupakan keputihan yang disebabkan karena adanya infeksi.  Infeksi ini terkadang disebabkan karena adanya benda asing yang masuk dalam waktu yang lama dan tidak dibersihkan sehingga memicu munculnya bakteri, jamur atau protozoa.  Keputihan patogonis ini memiliki warna yang berbeda dengan lendir, biasanya berwarna seperti susu atau hijau kekuning-kuningan.

Pada kasus yang sudah parah terkadang cairan ini juga bercampur dengan darah. Keputihan patogonis ini akan membuat area v menjadi tidak nyaman, berlendir dengan aroma yang tidak sedap serta rasa gatal yang tidak mampu ditahan. Munculnya keputihan pada wanita disebabkan oleh banyak hal dan lebih sering disebabkan bakteri atau kuman yang tinggal didalam daerah kewanitaan.

Pada dasarnya daerah kewanitaan merupakan area yang paling sering kotor karena aktifitas menstruasi dan hubungan suami istri. Meskipun banyak sekali kuman didalamnya, akan tetapi terdapat juga kuman yang sangat bermanfaat dalam menjaga keasaman ph V. Kerja bakteri ini dapat terganggu karena beberapa alasan, misalnya pemakaian bedak, antiseptic atau yang lain.

Pada saat kerja bakteri ini terganggu mengakibatkan daerah V dalam kondisi tidak normal yang memicu tumbuhnya jamur dan kuman-kuman yang lainnya. Begitu juga pada saat seorang wanita berhubungan dengan suami, pada saat itu area tersebut sangat terbuka dan kuman-kuman dapat dengan leluasa masuk ke dalamnya. Jika ditambah dengan kondisi yang tidak normal, maka akan cepat sekali terjadi keputihan. Satu hal yang juga penting untuk diketahui, keputihan juga dapat disebabkan oleh penyakit kelamin yang mungkin terbawa oleh pasangan anda.

Jika anda seorang wanita petualang, maka kondisi seperti itu akan memperparah keputihan anda. Jadi jalan terbaik baik anda yang masih lajang, tahan nafsu anda jaga kebersihan dan jangan pernah mencoba berhubungan badan sebelum anda menikah apalagi sampai gonta ganti pasangan. Bukan hanya soal gonta-ganti pasangan, menggunakan celana dalam bergantian dengan teman juga dapat memicu munculnya keputihan.

Produk anti septik yang biasanya muncul di tayangan televise juga dapat menjadi factor pemicu munculnya keputihan pada wanita. Jika penggunaannya sebatas bagian luarnya saja agar kuman yang di area luar tidak terus masuk kedalam. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah apabila antiseptic tersebut digunakan untuk area dalam. Jika memang ingin menggunakan anti septic untuk area dalam, sebaiknya konsultasikan ke dokter yang lebih memahami daripada harus mencoba-coba sendiri.

Masalah keputihan memang tidak bisa dianggap sepele. Ada baiknya jika mengobati keputihan sejak dini agar lebih mudah dalam penyembuhannya. Keputihan jika dibiarkan saja ada kemungkinan akan menjalar ke mulut rahim dan jika sudah sampai ke mulut rahim maka akan lebih mudah masuk ke indung telur.

Tidak jarang wanita yang menderita keputihan yang kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian. Mengapa bisa menjurus ke kematian? Karena dengan keputihan yang sudah mencapai indung telur maka orang tersebut bisa saja mengalami kehamilan yang terjadi duluar kandungan. Selain itu yang harus diwaspadai, keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan mengenai keputihan ini adalah:


  • Cara membilas area wanita yang benar, setelah habis buang air besar atau sehabis buang air kecil, sebaiknya membilas area wanita dari arah depan ke belakang ke arah anus.
  • Keputihan fisiologis (normal), ciri-cirinya, lendirnya seperti lendir bening, Tidak gatal dan tidak berbau.
  • Keputihan patologis (karena penyakit), memiliki ciri-ciri warna lendirnya tidak bening lagi tetapi putih seperti kepala susu, bisa kuning kehijauan atau kecoklatan, bahkan bisa kemerahan karena adanya darah. Biasanya disertai rasa gatal, dan ada bau tidak sedap yang menyertainya.


Penyebab Keputihan Patologis (Karena Penyakit):


  • Infeksi yang di akibatkan oleh bakteri, jamur, atau protozoa
  • Keganasan kanker leher rahim
  • Benda asing didalam area wanita ( misalnya : kondom yang tertinggal)


Cara mencegah keputihan:


  • Menjaga kebersihan daerah area wanita
  • Membilas area wanita dengan cara yang benar
  • Jangan suka tukar-tukaran celana dalam menggunakan celana dalam bersama dengan teman wanita lainnya
  • Jangan menggunakan handuk bersamaan ( suka tukar-tukaran handuk )
  • Lebih berhati – hati dalam menggunakan sarana toilet umum
  • Jalani Pola hidup sehat, cukup tidur, olah raga teratur, makan makanan dengan gizi yang seimbang
  • Hindari gonta ganti pasangan dalam berhubungan
  • Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan suami isteri, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan leher rahim.


Sumber: Bidanku.com