5/27/2015

Tips dan Cara Menghitung Siklus Haid / Menstruasi (Masa Subur Pada Wanita)

Tips Mengenali Tanda Masa Subur Pada Wanita

Tips Kesehatan - Mengenali Tanda Masa Subur Pada Wanita sangat penting bagi pasangan suami istri yang menginginkan untuk segera memiliki momongan. Secara naluri, seorang wanita pasti sudah mengetahui kapan masa suburnya datang. Mengetahui masa subur bagi seorang wanita yang sudah memahami betul kondisi tubuhnya memang sangat mudah, banyak tanda-tanda yang dapat dijadikan indikator bahwa masa subur telah datang.

Pemahaman mengenai masa subur seorang wanita mungkin perlu juga diketahui oleh suami. Jika suami mengetahui kapan masa subur istrinya datang, mungkin program untuk segera mendapatkan momongan dapat terbantu.

Beberapa hal yang dapat dijadikan indikator sebagai tanda bahwa seorang wanita sedang berada dalam masa subur diantaranya:

Siklus haid/menstruasi

Banyak orang menghitung masa subur didasarkan pada siklus haid/menstruasi. Apabila siklus haid/menstruasi teratur, akan sangat mudah dalam menghitungnya. Lama seorang wanita haid/menstruasi bermacam-macam, mulai dari 21 hari sampai 35 hari.  Sebagian wanita memiliki siklus haid/menstruasi yang teratur dan sebagian lagi memiliki siklus haid/menstruasi yang tidak teratur.



Karena siklus haid/menstruasi yang tidak bisa diprediksi, maka menentukan masa subur dengan cara siklus menstruasi ini kurang begitu disarankan.

Ada pula cara / rumus lainnya dalam menghitung masa subur dengan sistem kalender, seperti berikut ini :

Masa Subur = Hari Terakhir Haid Menstruasi + 13

Masa Prasubur = Masa Subur -3 & Masa Subur + 3

Metode semacam ini tidak bisa dipastikan secara akurat, jadi jika sepasang suami istri hendak menggunakan metode ini, ada baiknya bagi suami untuk mengenali masa subur istri.

Beberapa pengamatan yang dapat dilakukan diantaranya,  jika siklus haid teratur ( 28 hari ) :
  • Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
  • Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid


Jika siklus haid tidak teratur :
  • Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
  • Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumus

Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11
Untuk lebih memudahkan pemahaman, pada tulisan ini akan digunakan siklus 28 hari. Normalnya, satu sel telur dilepaskan oleh indung telur pada hari ke-14 sebelum hari pertama haid/menstruasi yang akan datang. Jadi bila siklusnya 28 hari maka masa suburnya akan jatuh pada hari ke-14 setelah hari pertama haid terakhir (28 - 14). Tapi bila siklusnya 21 hari maka masa suburnya akan jatuh pada hari ke-7 setelah hari pertama haid terakhir (21 - 14).

Elastisitas Lendir

Seorang wanita terkadang mengeluarkan cairan/lendir dari mulut rahim. Lendir yang keluar ini kemudian dapat anda jadikan indikator penentu masa subur.  Cara untuk mengetahui haruslah orang itu sendiri yang melakukan karena harus ada kontak langsung dengan mulut rahim.

Raba mulut rahim dengan telunjuk (sebelumnya, pastikan dahulu jari anda bersih, karena jika tidak akan menimbulkan penyakit baru semacam keputihan, kanker servik yang lebih parahnya) dan kemudian ambil lendiri yang terdapat disana.

Pada saat dalam masa subur, pada umumnya seorang wanita mengeluarkan lendir. Untuk mengetahui masa suburnya, cek seberapa elastis lendir yang dihasilkan. Jika lendir itu tidak putus maka pada saat itu anda sedang berada dalam masa subur. Volume lendir yang lebih banyak dan kekentalannya yang berbeda sebetulnya dapat juga dirasakan. Singkat kata, pada masa subur daerah kewanitaan biasanya terasa lebih basah.

Suhu Basal Tubuh

Menentukan masa subur juga dapat dilakukan dengan indikator suhu tubuh. Peningkatan suhu tubuh pada wanita menunjukkan adanya ovulasi. Biasanya suhu tubuh meningkat dan menetap pada angka tertentu selama tiga hari. Peningkatannya berkisar di angka 0,2 - 0,5° Celcius. Suhu itu disebut sebagai suhu basal tubuh, yaitu suhu tubuh dalam kondisi istirahat penuh.

Peningkatan suhu tubuh pada wanita disebabkan karena produksi hormon progesteron. Hormon progesteron ini muncul setelah terjadinya ovulasi pada wanita. Untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh sebagai salah satu indikator masa subur wanita, dilakukan pengecekan pada saat setelah bangun tidur. Pengukuran ini biasanya dilakukan dalam waktu 3 bulan.

Suhu tubuh yang tercata kemudian dibuat semacam grafik yang nantinya digunakan untuk membandingkan dengan suhu tubuh normal disaat tidak dalam masa subur. Cara mengukur sendiri suhu basal tubuh:

  • Suhu diukur segera setelah bangun tidur sebelum bangkit dari tempat tidur dan melakukan aktivitas lainnya serta dilakukan lebih kurang pada waktu yang sama.
  • Letakkan ujung perak termometer di bawah lidah dengan bibir tertutup selama lebih kurang 5 menit. Jangan bangun dari tempat tidur hingga selesai pengukuran.
  • Termometer sebaiknya dibersihkan dengan kapas dan air dingin.
  • Grafik baru dimulai pada hari pertama menstruasi. Jika menstruasi mulai pada siang hari, hasil pengukuran pada pagi harinya dipindahkan pada grafik yang baru.
  • Segala sesuatu yang tidak biasa seperti demam, tidur larut, kondisi sedang stres sebaiknya dicatat.

Lewat USG

cara ini biasa dan sering dilakukan oleh banyak wanita hamil, untuk mengetahui perkembangan sel telur yang telah dibuahi atau calon janin yang sudah jadi.

Adapula penyebab / masalah masa subur wanita yang tidak bisa hamil, seperti :

Infeksi

Infeksi atau peradangan yang sudah lalu atau kronis dapat merusak indung telur dan menghambat kelangsungan pertemuan antara sel telur dengan sel sperma

Terganggunya sel Telur

Adanya kelainan atau gangguan pada sel telur yang menghambat pembuahan seperti: Kista, Endometriosis atau Tumor.

Ketidak seimbangannya Hormon

Ketidakseimbangan hormon dapat mengakibatkan teadinya pelepasan sel telur dari indung telur dan berpengaruh pada produksi hormon Progesteron. Salah satunya hormon Hipopysa ( terletak di kelenjar bawah otak ) yang dapat membantu perangsangan pada sel telur, tetapi jika terdapat tumor atau penykit lainnya yang meradang pada kelenjar Hipopysa, stimulasi pertumbuhan pad sel telur tidak dapat terjadi dan produksi sel telur terganggu.

Getah Serviks

Kehamilan sulit dicapai apabila getah serviks yang mengandung antibodi atau anti-imun, zat penolak sperma. Keadaan ini dapat diketahui setelah melakukan aktivitas seksual, getah lendir diambil usai hubungan seksual. Lendir yang mengandung antibodi mengakibatkan banyak sel sperma mati dan tidak bergerak.

Kerusakan Struktural

Kerusakan Struktural biasanya terjadi pada rahim ( tempat dimana tumbuhnya janin ). Janin dapat karena teridentifikasinya infeksi, permukaan yang abnormal, fibroid ( tumor jinak ), kanker dsb.
Loading...

Artikel Menarik Lainnya