5/30/2015

ASI Tidak Lancar Saat Masa Ibu Menyusui? Kenali Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu dan Temukan Solusinya

ASI Tidak Lancar Saat Masa Ibu Menyusui? Kenali Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu dan Temukan Solusinya

Tips Kesehatan - Menyusui bagi seorang ibu yang baru melahirkan bisa dikatakan sebuah kewajiban. Para ahli kesehatan menyarankan bagi setiap wanita yang baru melahirkan untuk sesegera mungkin menyusui bayinya. Akan tetapi, tidak semua wanita yang baru saja melahirkan bisa memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya.

Masalah seperti ini terkadang membuat seorang ibu baru merasa stres, panik dan khawatir. Hal yang wajar terjadi jika memang asi ibu tidak mau keluar. Namun rasa panik dan stres sebenarnya harus dihindari bagi seorang wanita yang baru saja melahirkan bayinya. Apabila tidak segera dicegah, hal ini akan semakin memperburuk kondisi dan asi ibu juga akan semakin susah untuk dikeluarkan.

Bagi seorang wanita yang mengalami masalah seperti ini, pertama kali yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mencari tahu apa saja faktor yang menyebabkan asi tidak bisa keluar. Oleh karena itu, sebelum proses persalinan, dianjurkan bagi wanita hamil untuk terus menjaga kondisi tubuhnya  tetap sehat dan mencari banyak informasi tentang memperlancacr asi, seputar kehamilan, persalinan bahkan informasi mengenai apa saja yang mejadi faktor produksi asi.

Baca juga:

Tujuan Dan Manfaat Pemberian ASI Secara Eksklusif

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu Wanita



Dibawah ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi produksi asi diantaranya:

Frekuensi Penyusuan

Yang dimaksud dengan frekuensi penyusuan disini adalah seberapa sering seorang wanita menyusui bayinya yang baru saja dilahirkan. Semakin sering ASI dipompa maka akan semakin memperlancar asi untuk keluar. Meskipun pada saat pertama kali menyusui tidak mengeluarka ASI, akan tetapi proses pemompaan pada ASI secara perlahan akan membuat keluarnya ASI menjadi lancar.

Berat Lahir

Berat bayi pada saat lahir berpengaruh pada seberapa kuat si bayi menghisap ASI dari ibunya.

Umur Kehamilan Saat Melahirkan

Umur kehamilan pada saat melahirkan ternyata juga memiliki pengaruh terhadap kelancaran ASI. Bayi yang lahir secara prematur memiliki kondisi tubuh yang lemah. tidak mampu menghisap, sedangkan ASI, pada mula keluarnya harus mendapatkan rangsangan.

Stres Setelah Melahirkan

Rasa cemas sebelum melahirkan dapat mengganggu proses laktasi yang berujung pada terganggunya proses pengeluaran ASI. Pada ibu dengan kondisi yang rileks, ASI akan lebih mudah keluar. 

Konsumsi Rokok

Kebiasaan merokok dapat mengganggu hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin dan oksitosin meruapakan jenis hormon yang berkaitan dengan produksi ASI. Saat sedang merokok, pada diri seseorang terutarama wanita akan terjadi pelepasan adrenalin dimana adrenalin ini dapat menghambat keluarnya hormon ositosin.

Baca juga : 

Memahami Bagaimana Proses Pembentukan Air Susu Ibu (ASI)


Konsumsi Alkohol

Meskipun dikonsumsi dengan jumlah yang rendah, alkohol tetap memiliki efek terhadap jumlah ASI yang akan dikeluarkan seorang ibu menyusui. Etanol yang terdapat dalam alkoholah yang membuat produksi oksitosin terhambat. Kontraksi yang terjadi pada rahim merupakan salah satu indikator produksi oksitosin. Konsumsi alkohol dengan dosis etanol 0,5-0,8 gr/kg berat badan ibu mengakibatkan kontraksi rahim hanya 62% dari normal. dan dosis etanol 0,9-1,1 gr/kg mengakibatkan kontraksi rahim berkisar 32% dari normal. 

Pil Kontrasepsi

Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi esterogen dan progestin juga memiliki kaitan terhadap penurunan volume ASI.  Akan tetapi jika mengkonsumsi pil kontrasepsi yang hanya mengandung progestin, tidak akan berdampak kepada penurunan volume ASI. Hal ini juga disarankan oleh WHO agar ibu menyusui menggunakan pil kontrasepsi dengan kandungan progestin saja. 

Artikel Menarik Lainnya