4/09/2015

Jumlah Ideal Asupan Gula Dalam Tubuh

Jumlah Ideal Asupan Gula Dalam Tubuh


Tips Kesehatan - Obesitas yang dialami oleh sekian banyak orang sebagian besar disebabkan karena konsumsi gula yang berlebih di dalam tubuh. Bukan hanya menyebabkan obesitas, gula juga dapat menyebabkan berubahnya hormon seseorang, proses metabolisme serta tekanan darah selain itu, gula juga dapat menyebabkan kerukasan pada hati.

Baca juga: Apa Itu Diabetes dan Apa Penyebab Diabetes

Belakangan ini, konsumsi gula semakin meningkat jumlahnya. Bahkan ada yang beranggapan bahwa gula menjadi salah satu penyebab kematian puluhan juta orang yang meninggal akibat diabetes. Pada dasarnya, manfaat gula bagi kesehatan tubuh sangat banyak sekali jika dikonsumsi dalam jumlah yang sewajarnya dan sebatas yang di butuhkan oleh tubuh. Gula dapat menjaga kesehatan otak dan mencegah seseorang menjadi pikun. 

Akan tetapi, konsumsi gula dalam jumlah berlebih justru akan berakibat buruk bagi kesehatan tubuh. Asupan gula yang berlebih justru akan menjadi pembunuh bagi diri sendiri. Gula dituding sebagai salah satu penyebab obesitas. Kerusakan yang disebabkan oleh gula hampir mirip dengan kerusakan yang disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol (Kebanyakan alkohol berasal dari penyulingan gula).



Kecanduan Gula

Gula atau glukosa memang dapat memberi bagi tubuh jika dikonsumsi. Semua orang membutuhkan energi untuk beraktifitas baik anak-anak maupun orang dewasa. Makanan yang memiliki rasa manis juga di butuhkan untuk menstimulasi kinerja otak agar tetap terjaga kesehatannya.

Tetapi bila kadar gula yang anda konsumsi dalam satu hari melebih batas normal dan itu terjadi berulang-ulang maka secara otomatis tubuh akan meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine. Jika hal ini sudah terjadi maka timbullan karies pada gigi, diabetes serta beberapa penyakit lain termasuk penyakit jantung. 

Dalam menu makan harian, sebenarnya kita sudah cukup mengkonsumsi gula, gula-gula itu terdapat pada buah-buahan dan serta nasi putih yang dimakan juga sudah memiliki kandungan gula. Oleh karena itu terkadang bagi penderita diabetes dianjurkan untuk memakan sidikit nasi atau nasi yang sudah lewat satu hari dimasak dengan tujuan untuk mengurangi jumlah asupan gula dalam tubuh.

Mungkin jika hanya sebatas gula dalam nasi dan buah-buahan yang dimakan saja sebenarnya tidak perlu dirisaukan tentang bahaya obesitas yang akan mengancam. Karena gula-gula yang terbentuk secara alami lebih mudah terurai dari pada gula hasil olahan pabrik.  Namun masalahnya, terkadang kita juga tergiur dengan beberapa produk makanan dan minuman yang memiliki rasa manis berlebih seperti halnya soft drink, jus buah kalengan, roti dan lainnya. Kesemua jenis makanan dan minuman tersebutlah yang sebenarnya perlu diwaspadai sebagai salah satu pemicu obesitas karena kesemua makanan tersebut  memiliki jumlah energi atau gula yang berlebih.

Kecanduan gula biasanya dicirikan dengan gemarnya makan makanan yang manis-manis. Rasa manis pada makanan dapat membuat seseorang ketagihan dan berkeinginan untuk makan lagi. Hampir sama halnya dengan narkoba dan nikotin, makanan yang memiliki rasa enak akan memiliki efek pada otak yang menimbulkan zat-zat serupa dengan narkoba dan nikotin yang memiliki efek kecandungan bagi yang mengkonsumsinya. Namun kecanduan disini tidak sama halnya dengan kecandungan seperti konsumsi narkoba, akan tetapi kecanduan karena rasa manis dari gula pada umumnya memang lebih disukai.

Baca juga: Konsumsi Gula Berlebih, Bahaya Bagi Kesehatan Tubuh

Seberapa Banyak Gula Boleh Dikonsumsi?

Seperti kita ketahui bahwa asupan gula tidak hanya diperoleh dari makanan yang memiliki rasa manis saja. Banyak jenis makanan yang meskipun tidak memiliki rasa manis merupakan sumber gula yang diperlukan oleh tubuh. Sebut saja roti, kentang, mie instan, merupakan makanan yang juga memiliki kandungan gula, gula yang terdapat dalam makanan tersebut merupakan jenis gula yang termasuk dalam karbohidrat kompleks.

Siapapun tidak akan pernah bisa menghindari gula, karena gula merupakan kebutuhan tubuh untuk memperoleh energi yang akan digunakan dalam beraktivitas. Oleh karena itu yang terpenting disini adalah konsumsi gula secara seimbang. Lantas bagaimana cara efektif membatasi asupan gula dalam tubuh?

Menurut American Heart Foundation, gula yang dikonsumsi menyumbang nol nutrisi, akan tetapi menambahkan banyak kalori dalam tubuh yang menyebabkan berat badan menjadi bertambah. Kelebihan gula, juga dapat merusak pancreas secara perlahan.

Karena gula tidak hanya diperoleh dari makanan berkabohidrat saja, maka agar tetap seimbang sebaiknya menggunakan perhitungan 40-50% untuk karbohidrat kompleks dan sisanya untuk karbohidrat sederhana. Mungkin perlu anda perhatikan, dari konsumsi karbohidrat sebesar 40-50% seseorang mendapatkan energy sebesar 600-750 kkal sedangkan dalam melakukan kegiatan ringan, seseorang membutuhkan energy sebesar 1500 kkal – 1800 kkal untuk kegiatan sedang. Maka sudah lebih dari cukup pemenuhan energy dari karbohidrat kompleks sebesar 40-50% dan sisanya untuk karbohidrat sederhana.

Berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk orang Indonesia, kebutuhan energy untuk orang dewasa berkisar 2300 kal/hari. Dari jumlah ini para ahli gizi menyarankan untuk 60% mengkonsumsi makanan dari berbagai jenis makanan yang mengandung karbohidrat yang salah satunya berasal dari gula itu sendiri.

Jadi pada intinya, cara efektif mencegah asupan gula berlebih adalah dengan mengetahui kebutuhan energi pribadi dalam beraktivitas selama satu hari. Kemudian langkukan pengontrolan menu makan agar asupan karbohidrat tidak hanya berasal dari gula saja. 
Loading...

Artikel Menarik Lainnya