3/01/2015

Penyebab dan Dampak Dehidrasi

Penyebab dan Dampak Dehidrasi


Firdaus45 - Dehidrasi adalah kondisi kekurangan cairan pada tubuh seseorang. Cairan yang paling banyak dibutuhkan manusia adalah air. Sebesar 73% dari zat pembentuk tubuh manusia adalah air.  Air berfungsi pembentuk sel, pengatur suhu tubuh, pelarut dan membantu proses pencernaan.

Akibatnya jika tubuh kekurangan air, maka dehidrasi pun akan muncul. Dehidrasi ini mula-mula tak banyak dirasakan. Beberapa orang hanya menganggap dirinya sedang haus saja. Jika rasa haus ini dibiarkan terus-menerus dehidrasi bisa berakibat buruk bagi tubuh seseorang.




Banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. Diantaranya adalah :

Suhu ruang yang sangat tinggi.

Orang Indonesia merasa nyaman pada suhu ruang yang berkisar antara 22,8oC – 25,8oC. Jika di atas suhu tersebut, seseorang mulai diserang oleh rasa panas yang membuatnya tidak nyaman dan akan menimbulkan dehidrasi

Diare dan muntah.

Masyarakat sering menyebutnya dengan muntaber. Pada kondisi ini, biasa seseorang akan muntah dan berak secara terus-menerus sehingga banyak cairan dalam tubuh yang akan terbuang percuma.

Menahan rasa haus.

Karena berbagai alasan, biasanya seseorang menahan rasa haus yang dialami. Misalnya karena terlanjur ayik membaca novel, terlalu serius dengan pekerjaan yang hampir selesai atau bahakan karena malas berjalan ke dapur untuk mengambil air minum. Sebaiknya jangan lakukan hal buruk yang satu ini.

Demam.

Panas tinggi atau demam yang dialami tubuh akan membuat tubuh cepat berkeringat. Karena banyak cairan berbentuk keringat yang keluar, akhirnya tubuh mengalami dehidrasi.
Hal-hal di atas jika dibiarkan begitu saja akan berdampak pada memburuknya kondisi seseorang. 

Berikut adalah tanda-tanda seseorang mengalami dehidrasi.

Bibir terlihat kering.

Karena tidak segera mendapat asupan air, maka seseorang sering menjilati bibirnya menggunakan ludah. Ludah inilah yang menyebabkan bibir lama-lama mengering.

Kehilangan fokus.

Menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi pada suatu hal karena otak sedang kekurangan suplai oksigen. Bisa jadi seseorang salah mengenali orang atau yang lainnya.

Jantung berdetak cepat.

Jantung bertugas untuk menyediakan dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Bisa dibayangkan jika jantung kekurangan jatah oksigen. Maka, Anda tahu sendiri apa yang akan terjadi.

Pening.

Akibat dehidrasi, tekanan darah menurun dan mengakibatkan munculnya pening atau pusing di kepala.

Kelelahan.

Seseorang akan merasa lelah sepanjang waktu akibat kekurangan cairan.  Bisa dilihat dari cepat lambatnya dia bekerja. Tegap dan lemahnya dia berjalan.

Jika sudah muncul gejala-gejala di atas. Lama kelamaan tubuh akan merspon dengan berbagai cara. Berikut dampak dari dehidrasi :
  • Pening yang terasa terus menerus.
  • Jantung yang berdetak cepat.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Lemahnya sistem imun pada tubuh.
  • Berkurangnya stamina tubuh.
  • Melemahnya ketahanan massa otot.
  • Melemahnya kekuatan gerak karena otot sudah lelah.
  • Melemahnya tubuh karena haus sudah melanda kerongkongan.
  • Menurunnya kemampuan intelegensi saat itu juga.
  • Melemahnya daya ingat.
  • Mudah marah.
  • Merasakan kantu yang terus-menerus.
  • Menegangnya otot tubuh.
  • Tubuh akan melemah secara fisik.
  • Depresi.


Untuk mengatasi dehidrasi. Anda harus minum air putih sekitar 1,5-2 liter/hari. Nah, untuk masalah air, tidak semua air baik untuk dikonsumsi. Pilihlah air yang sehat. Ciri-ciri air yang sehat adalah tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Air juga harus mengandung beberapa zat mineral yang penting seperti magnesium, kalsium, natrium, flouride, dan zinc agar tubuh dapat bekerja secara optimal. Dan lagi, segeralah minum jika Anda sudah merasa haus. Jangan menunda atau Anda akan mengalami hal yang telah disebutkan di atas. Selamat beraktifitas.
Loading...

Artikel Menarik Lainnya