2/18/2015

Memahami Apa Itu Penyakit TINNITUS dan Bagaimana Ciri-cirinya

Memahami Apa Itu Penyakit TINNITUS dan Bagaimana Ciri-cirinya


Firdaus45 - Tinnitus adalah suatu penyakit yang menyerang bagian telinga. Penderita akan sering mendengar suara yang  berdengung, misal suara yang seperti mikrofon rusak, suara desiran ombak, atau suara desisan ular. Sebenarnya suara yang didengar ini tidak ada, hanya penderita saja yang merasa mendengarnya. Penyebab munculnya tinnitus biasanya adalah terjadinya luka pada syaraf telinga, pengapuran pada tulang-tulang pendengaran, infeksi saluran telinga, radang yang terjadi pada gendang telinga dan luka akibat kecelakaan. Ada juga kebiasaan buruk yang menyebabkan tinnitus ini muncul, yaitu terlalu sering mendengar suara keras setiap hari dan berlebihan dalam menggunakan headseat.

Kebanyakan penderita biasa mendengar dengungan ini hanya ketika suasana sedang sepi. Dalam kondisi seperti ini dia benar-benar menyadari bahwa telinganya sedang bermasalah. Ketika penderita sedang berada di tempat ramai, dengungan ini akan ditelan oleh keramaian di sekitarnya, sehingga penderita tidka begitu peka terhadap ganggunan tinnitus ini. Namun, jika tinnitus sudah parah, di tempat ramai pun penderita akan mendengar suara dengungan itu. Jika sudah seperti ini, kadang penderita sudah tidak mampu mendengar apa yang orang katakan pada dirinya.

Belum ada obat yang mampu menyembuhkan tinnitus. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk membantu kondisi pasien agar tidak memburuk. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk pencegahan tinnitus adalah : kurangi konsumsi garam, makanan makanan begizi, berpikir positif agar terhindar dari stres, menghindari konsumsi obat yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dikonsumsi, menghindari kebisingan, menjaga kolesterol dan tekanan darah, kurangi kebiasaan merokok, serta olahraga secukupnya.

Penderita tinnitus juga harus melakukan diet makanan dengan tertib. Pendertia harus mengurangi konsumsi garam. Mengurangi makanan yang mengandung protein hewani seperti daging merah, dan gula. Makanan tersebut  dapat menyempitkan arteri, menimbulkan stres dan menurunkan aliran darah.

Ahli diet menyarankan penderita tinnitus menambah konsumsi magnesium dan kalium. Seperti pisang, kentang, sayuran hijau, kacang-kacangan, alpukat, yogurt, melon, pepaya dll. Penderita juga harus menambah konsumsi vitamin B, khusunya B6, B5, B12. Misalnya bayam, kembang kol, sawi, brokoli, tiram, kerang, dan kepiting .

Ada beberapa langkah yang biasa ditempuh penderita tinnitus ini. diantaranya adalah :

  1. Menjalani tes pendengaran secara rutin.
  2. Terapi suara. Ini bertujuan untuk memberikan stimulus dan mengalihkan perhatian penderita dari suara dengungan tinnitus yang mengganggu.
  3. Pijat akupuntur.
  4. Mengkonsumsi obat khusus yang telah direkomendasikan oleh dokter.
  5. Alat bantu dengar, suatu alat yang dipasang di telinga penderita untuk membantu proses menangkapan suara.
  6. Konseling. Seringkali tinnitus tidak bisa disembuhkan. Ini akan menyebabkan stres pada penderita. Walaupun konseling tidak dapat menyembuhkan tinnitus, tapi setidaknya konseling dapat membantu suasana hati dan meredakan stres yang diderita oleh penderita tinnitus.


Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan saat tes pendengaran.

  1. Apakah Anda sering meminta seseorang mengulangi perkataannya?
  2. Apakah Anda sering menaikkan volume radio atau TV padahal volumenya sudah tinggi?
  3. Apakah Anda sulit mendengar percakapan di tempat ramai?
  4. Apakah Anda sulit mendengar pembicaraan lewat telepon?
  5. Apakah Anda sering dikatakan berteriak saat berbicara?
  6. Apakah Anda sulit memahami percakapan ketika rapat di kantor?


Jika kebanyakan jawaban dari anda adalah “YA”, maka segera periksaan telinga Anda ke dokter.

Artikel Menarik Lainnya