2/23/2015

Mengenal Apa Itu Kista Serta Penyebabnya

Mengenal Apa Itu Kista Serta Penyebabnya


Firdaus45 - Setiap wanita memiliki potensi menderita kista atau miom. Pola hidup yang Anda jalani memegang kunci utama dalam mempengaruhi pertumbuhan kista. Bila Anda menerapkan pola hidup sehat, pertumbuhan atau perkembangan kista dapat ditekan atau diminimalisir. Namun apabila pola hidup Anda kurang sehat, maka potensi kista muncul juga semakin cepat.

Macam-macam Kista

Bila selama ini yang Anda ketahui hanya kista ovarium, maka sebaiknya Anda baca artikel ini secara perlahan sampai habis supaya mendapat sedikit tambahan informasi mengenai macam macam kista melalui tulisan singkat ini.

Yuk langsung simak penjelasannya di bawah ini.

1. Kista Ganglion

Kista ganglion adalah sebuah benjolan atau tumor di bagian atas persendian atau tendon (jaringan penghubung otot dan tulang). Benjolan ganglion kista ini tampak seperti kantung yang berisi cairan berwarna bening dengan tekstur kental dan lengket seperti jeli, yang disebut juga dengan cairan sinovial.

Ukuran kista ganglion bermacam-macam, dari sekecil kacang polong hingga sebesar bola golf. Kista ganglion yang kecil biasanya berjumlah lebih dari satu, namun mereka dihubungkan oleh jaringan yang sama di bawah kulit.

Pada umumnya, kista ganglion muncul pada bagian pergelangan tangan, ruas jari paling bawah, ujung jari (tepat di bawah kuku), lutut bagian luar, pergelangan kaki, atau punggung kaki.

Menurut beberapa sumber, kista ganglion ini termasuk kista yang tidak berbahaya. Meskipun begitu, kemunculan kista dapat mengganggu penderitanya karena rasa sakit yang ditimbulkannya.

Penyebab dan Faktor Resiko Kista ganglion

Belum diketahui secara pasti apa penyebab munculnya kista ganglion pada bagian tubuh seseorang. Salah satu teori mengakatan bahwa kista ganglion ini muncul akibat adanya trauma atau benturan yang mengakibatkan jaringan-jaringan di bawah kulit mengalami kerusakan.

Jaringan-jaringan di bawah kulit yang rusak tadi kemudian berkumpul dan membentuk kista-kista kecil.

Teori lain mengatakan bahwa kista ganglion dapat muncul akibat adanya kerusakan pada pelindung tendon, sehingga jaringan di tendon menonjol ke luar.

Beberapa faktor resiko yang dapat memicu munculnya kista ganglion pada bagian tubuh seseorang adalah:
  • Wanita,
  • Usia antara 20 - 40 tahun
  • Pernah mengalami cedera sendi maupun tendon
  • Mengidap penyakit osteoarthritis

2. Kista arachnoid

Salah satu penyakit kista yang harus anda ketahui dan waspadai agar anda terhindar untuk terkena dampak buruk yang bisa ditimbulkan penyakit kista adalah adanya kista arachnoid.

Kista arachnoid merupakan salah satu jenis penyakit kista yang bisa tumbuh diotak, biasanya kista jenis ini terjadi karena kelainan bawaan.

Beberapa gejala yang dapat Anda gunakan untuk mengenali penyakit kista arachnoid yaitu:
  • Penglihatan mengalami gangguan
  • Pertumbuhan dan perkembangan terganggu
  • Kejang
  • Bentuk kepala yang tidak proporsional
  • Mual dan muntah
  • Gampang mengantuk
  • Sering merasa nyeri pada bagian kepala

Bila menjumpai beberapa gejala di atas, ada baiknya bila segera berkonsultasi pada dokter agar Anda tidak hanya menduga-duga dan memutuskan obatnya sendiri. Walaupun sepele, ada baiknya bila segera berkonsultasi agar Anda mendapat informasi secara jelas seputar kesehatan tubuh Anda.

3. Kista bartholin

Jenis kista lain yang harus anda ketahui dan waspadai apabila anda tidak ingin memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit kista adalah kista bartholin.

Biasanya kista jenis ini lebih sering dialami oleh perempuan. Hal ini disebabkan karena bartholin adalah kelenjar yang terletak di kedua sisi bibir vag**a yang merupakan jenis kelamin perempuan.

Baca juga:
Menerapkan pola hidup sehat adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah munculnya kista bartholin.

4. Kista dermoid

Bagi anda yang tidak ingin terkena dampak buruk dari penyakit kista dermoid, berikut ada beberapa gejala dari penyakit kista dermoid yang harus anda ketahui dan waspadai :
  • Sering merasakan nyeri pada perut
  • Adanya pertumbuhan tumor
  • Susah untuk buang air kecil
  • Sering merasakan sakit pada punggung bawah
  • Mengalami pendarahan
  • Mengalami gangguan miksi
  • Adanya tekanan pada punggung bawah

Kami menyarankan kepada anda apabila anda mengalami beberapa kondisi diatas untuk segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi yang anda alami.

5. Kista ginjal

Selain kista ovarium, jenis kista lain yang harus anda waspadai apabila anda tidak ingin memiliki resiko yang tinggi untuk terkena dampak buruk dari penyakit kista adalah harus mewaspadai penyakit kista ginjal.

Kista ginjal merupakan kista yang menyerang organ ginjal, perlu untuk anda ketahui bahwa penyakit kista ginjal bisa berpotensi mengganggu organ ginjal apabila sampai kondisinya kronis.

Untuk itu pentingnya upaya pengobatan sejak dini untuk mencegah agar tidak terkena dampak buruk dari penyakit kista ginjal.

6. Kista baker

Kista baker merupakan kista yang menyerang lutut, biasanya kista ini terdapat di belakang lutut yang diakibatkan karena adanya cairan yang membentuk benjolan di belakang lutut.

Biasanya orang yang mengalami penyakit kista baker ini sampai merasakan kondisi yang sangat menyiksa apabila sampai kondisi kista baker sudah parah.

Oleh karena itu untuk mencegah agar kista baker tidak menyerang anda, lakukan pencegahan sejak dini untuk mengurangi resiko terkena penyakit kista baker.

7. Kista sebasea

Bagi anda yang tidak ingin memiliki resiko yang tinggi untuk terkena dampak buruk yang bisa ditimbulkan penyakit kista, anda harus mewaspadai kista sebasea.

Kista jenis ini merupakan salah satu jenis kista yang juga merupakan kista yang memiliki potensi bisa merugikan dan bahkan membahayakan kesehatan tubuh orang yang mengalaminya.

Oleh karena itu apabila anda tidak ingin memiliki resiko tinggi untuk terkena dampak buruk dari penyakit kista sebasea, sebaiknya segera lakukan pengobatan sejak dini.

8. Kista payudara

Kista lainnya yang mana wanita akan memiliki resiko lebih tinggi untuk menderitanya adalah kista payudara.

Kista payudara merupakan kista yang tumbuh dan berkembang di payudara, penyebab terjadinya kista payudara beragam.

Mulai dari pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, alkohol, malas olahraga, dan lain sebagainya.

Kista payudara ini bisa berpotensi menjadi kanker payudara apabila tidak cepat dalam melakukan pengobatan.

Oleh karena itu bagi anda yang tidak ingin memiliki resiko yang tinggi untuk terkena penyakit kanker payudara anda harus segera melakukan pengobatan kista payudara sejak dini.

9. Kista epidermoid

Jenis kista lainnya yang harus anda waspadai apabila anda tidak ingin memiliki resiko yang tinggi untuk terkena dampak buruk dari penyakit kista yang dapat merugikan tubuh adalah dengan mewaspadai penyakit kista epidermoid.

Kista jenis ini bisa tumbuh dimana saja, untuk itu anda harus berhati hati terhadap penyakit kista epoidermoin ini.

Untuk mencegah agar anda tidak memiliki resiko tinggi untuk terkena penyakit kista epidermoid, upaya pencegahan yang bisa anda lakukan adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

10. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam ovarium (indung telur) wanita. Kebanyakan kista yang menyerang manusia adalah tidak berbahaya. Akan tetapi, beberapa kasus penderita kista yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium.

Pada wanita normal, terdapat sepasang ovarium yang memiliki ukuran sebesar biji kenari yang masing-masing berada pada sebelah kanan dan kiri rahim. Setiap ovarium ini memiliki fungsi atau tugas untuk menghasilkan satu telur yang terbungkus rapi dalam kantong atau folikel. Pada saat telur ini hendak keluar, hormon esterogen segera memberikan sinyal kepada rahim untuk mempersiapkan diri. Saat rahim sudah siap menerima telur yang berasal dari ovarium, (biasanya ditandai dengan menebalnya lapisan rahim) pada saat itu seorang wanita bersiap untuk hamil atau bisa dihamili atau bisa disebut dengan istilah masa subur. Sel telur yang sudah matang dan berada pada lapisan rahim kemudian tidak dibuahi, maka akan terjadi peluruhan lapisan rahim atau lebih dikenal dengan istilah menstruasi. 


Perlu diperhatikan bagi setiap wanita, terkadang kista muncul dikarenakan sisa-sisa haid yang tidak dibersihkan secara menyeluruh atau bahkan ada yang tertinggal dalam rahim. Oleh karenanya, penting menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Artikel yang disaran untuk menambah wawasan mengenai daerah kewanitaan
1. Cara Memutihkan Daerah Kewanitaan 
2. Mengetahui Penyebab dan Tips Cara Atasi Dismenore
3. Kanker Servik – Mengenali Kanker Servik dan Bagaimana Cara Mencegah Kanker Servik

OPERASI KISTA

Operasi kista dapat dilakukan apabila folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, Cairan folikel yang tersisa dalam rahim atau tertinggal saat menstruasi, dapat membentuk kista kecil. Kondisi seperti ini sebenarnya normal terjadi pada wanita dan biasanya terjadi pada salah satu ovarium. Kondisi ini disebut sebagai kista fungsional, biasanya akan hilang dengan sendirinya, dan tidak perlu diobati.

Penyebab Kista Ovarium

Untuk lebih jelasnya, beberapa faktor yang dapat memicu resiko berkembangnya kista ovarium, apada wanita dan biasanya memiliki kriteria seperti dibawah ini:
  • riwayat kista ovarium 
  • siklus haid yang tidak teratur
  • tampilan perut yang buncit
  • menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
  • sulit hamil
  • penderita hipotiroid
  • penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen).

Gejala dan Diagnosa Kista Ovarium

Pada umumnya kista ovarium tidak menimbulkan gejala dan terkadang secara tidak sengaja terdeteksi melalui USG saat pemeriksaan rutin kandungan. Akan tetapi beberapa gejala dibawah ini dapat dijadikan acuan sebagai pertimbangan, hal ini diperoleh dari beberapa orang yang pernah  menderita kista dan mengalami gejala seperti dibawah ini:
  • kram perut bawah atau nyeri panggul yang muncul secara mendadak dan terasa sangat sakit
  • siklus haid tidak teratur
  • perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
  • Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
  • Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
  • Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
  • Mual dan muntah
  • Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina


Biasanya wanita baru memeriksakan diri ke dokter bila rasa sakit sudah tak tertahankan, pingsan, ataupun mengalami perdarahan yang luar biasa hebat hingga lemas/anemia.
Dokter spesialis kandungan (Obsgyn), biasanya akan melakukan test mulai dari USG, CT Scan, test darah, seperti CA125 – ovarium tumor marker test, ataupun test kehamilan untuk mendeteksi kehamilan anggur.
Loading...

Artikel Menarik Lainnya