12/22/2014

Tanda Bahaya Yang Harus Diwaspadai Masa Kehamilan

Tips Merawat Kehamilan - Tanda Bahaya Yang Harus Diwaspadai Masa Kehamilan


Firdaus45.com - Tanda Bahaya Pada Masa Kehamilan - Bagi anda yang sedang memperoleh kehamilan, hal yang perlu diwaspadai adalah tanda bahaya yang mengancam kondisi kehamilan anda. Tanda-tanda atau kelainan yang muncul pada masa kehamilan bisa berdampak buruk bagi kondisi janin anda apabila anda tidak memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap perubahan kondisi tubuh anda. Beberapa tanda yang menjadi indikasi bahwa kandungan anda sedang bermasalah yaitu:


Perdarahan Pervaginam
Perdarahan pervaginam ini adalah perdarahan yang keluar dari jalan lahir atau vagina. Perdarahan jalan lahir ini biasaya akan berakibat terjadinya abortus yaitu pengakhiran keguguran. Abortus itu sendiri ada beberapa macam yaitu abortus spontan yang biasanya disebut dengan keguguran, abortus iminens yaitu keluarnya darah dari jalan lahir yang disertai rasa nyeri maupun tidak ada rasa nyeri, abortus inkoplitus yaitu perdarahan yang disertai keluarnya sebagian hasil kosepsi atau sebagian janin keluar dan usia kehamilan kurang dari 28 minggu dan sebagian janin masih ada yang tertinggal didalam kandungan atau rahim seorang wanita. (Baca: Keluar darah atau flek saat hamil)

kehamilan,kehamilan,kehamilan 8 minggu,kehamilan 20 minggu,kehamilan 1 minggu,kehamilan 16 minggu,kehamilan 29 minggu,kehamilan 10 minggu,kehamilan 35 minggu,kehamilan pertama,kehamilan 7 bulan

Hiperemesis
Hiperemesis adalah rasa mual yang berlebihan yang dialami ibu hamil saat usia kehamilan 1 sampai 3 bulan pertama. Rasa mual dan muntah yang dialami ibu hamil itu wajar jika tidak mengganggu aktifitas, tapi jika rasa mual dan muntah itu berlebihan itulah yang akan menjadi salah satu tanda bahaya dalam kehamilan. Biasanya ibu hamil yang mengalami Hiperemesis ini akan mengalami hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan yang cukup drastis, badan terasa lemah, letih dan lesu, perasaan nyeri pada ulu hati, lidah tersa kering, bau mulut, suhu meningkat, urine terasa pekat, jika dalam kondisi sangat berat akan terjadi gangguan kesadaran, nadi melemah dan cepat, dan sampai terjadi kematian. Untuk itu bagi ibu hamil yang mengalami hiperemesis sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.

Pre – Eklampsia dan Eklampsia
Pre – Eklampsia yaitu keracunan kehamilan kondisi dimana ditemukannya penyulit dalam kehamilan yang ditimbulkan karena kehamilan itu sendiri yaitu dengan ditandainya meningkatkannya tekanan darah saat hamil, protein dalam urine positif (+), terkadang terjadi pembengkakan pada daerah wajah dan kaki, nyeri ulu hati, dan gangguan penglihatan. Sedangkan Eklampsia adalah ditemukannya tanda dan gejala pre – eklampsia yang disertasi dengan kejang pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami hal tersebut sangatlah beresiko terhadap kesehatan ibu dan janinnya, bahkan bisa mengakibatkan terjadinya kematian. Ibu hamil yang merasakan keluhan seperti tersebut sebaiknya segera periksa atau konsultasikan dengan dokter.

Ketuban Pecah Dini
Ketuban pecah dini yaitu pecahnya selaput ketuban dan keluar cairan dari jalan lahir yang berbau anyir sebelum waktunya. Ketuban dikatakan pecah dini yaitu ketika ketuban pecah setelah kehamilan 22 minggu, ketuban pecah sebelum terjadi proses persalinan, dan juga dapat terjadi sat usia kehamilan sebelum 37 minggu maupun saat sudah 40 minggu. Ketuban pecah dini biasa terjadi karena adanya coitus atau hubungan suami istri yang berlebihan dan adanya aktifitas yang berlebihan pada ibu hamil. Bagi ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini ini sebaiknya segera memeriksakan ke Bidan atau dokter spesialis kandungan. 

Berkurangnya atau tidak adanya gerakan janin
Gerakan janin ini biasanya sering disepelekan oleh ibu hamil. Ibu hamil bisa merasakan adanya gerakan janin ketika usia kehamilan minimal 12 minggu pertama kehamilan, jika sampai usia 22 minggu lebih kehamilan tidak merasakan adanya gerakan janin sebaiknya ibu segera memeriksakan kehamilannya dikarena kemungkinan terjadi IUFD (Intra Uterine Fetal Death) atau kematian pada janin. Periksakanlah rutin kesehatan ibu dan janin ke Bidan atau Dokter Spesialis Kandungan minimal 1 kali dalam satu bulan.

Pemenuhan Gizi Pada Masa Kehamilan Harus Optimal
Seorang wanita yang berada pada masa kehamilan, kebutuhan nutrisinya jauh meningkat jika dibandingkan dengan wanita yang sedang tidak berada pada masa kehamilan. Kebutuhan nutrisi dan gizi ibu hamil bisa mencapai dua kali lipat dari kebutuhan normal. Meningkatnya kebutuhan gizi ini diakibatkan karena keberadaan janin yang terdapat dalam kandungan yang juga membutuhkan asupan gizi. Akan berakibat sangat buruk bagi seorang ibu dan bagi janin yang sedang dikandungnya jika gizi yang dibutuhkan pada saat kehamilan tidak terpenuhi. Mulai dari hal yang ringan sampai yang berat kemungkinan bisa terjadi jika tidak cukup gizi untuk melewati masa kehamilan.

Artikel Terkait : Dampak Kekurangan Gizi Saat Kehamilan

Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik merupakan suatu kelaian kehamilan yang disebabkan karena janin tumbuh dan berkembang tidak di dalam rahim, melainkan di tuba falopi. Kehamilan ektopik ini sangat membahayakan nyawa ibu hamil karena dapat sewaktu-waktu terjadi perdarahan hebat karena pecahnya tuba falopi. Masalah ini akan terjadi akibat perkembangan janin yang terus membesar sehingga tuba falopi tidak mampu lagi menampungnya. (Baca: Cara mengetahui kehamilan ektopik)
Loading...

Artikel Menarik Lainnya