12/18/2014

Mengenal Apa Itu Jerawat

Mengenal Apa Itu Jerawat

Firdaus45.com - Pada umumnya jerawat akan mulai muncul ketika seseorang berada pada masa pubertas. Sebuah masa peralihan dari anak-anak sampai menjelang dewasa atau lebih dikenal dengan masa remaja. Jerawat muncul karena berbagai macam faktor. Pada umumnya jerawat akan muncul di dua tempat yaitu bagian wajah dan bagian punggung. Jerawat juga memiliki berbagai macam jenis. 

Pemahaman jerawat secara umum adalah terjadinya sebuah sumbatan pada pori-pori kulit. Sumbatan yang terjadi pada pori-pori kulit ini nantinya akan membentuk sebuah kantung. Kantung-kantung ini pada akhirnya akan terisi oleh nanah yang lama-kelamaan akan meradang dan nampak memerah jika dilihat dari luar. 




Sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti jerawat yang terkenal mengemukakan bahwa tidak ada satu orangpun yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat. Munculnya jerawat masih belum dapat dipastikan apa faktor utama penyebab jerawat muncul dalam tubuh seseorang.

Para peneliti dari Universitas Georg-August di Gottingen, Jerman, seperti dilaporkan bbc.co.uk, menemukan gen bakteri yang menyerang dan merusak komponen jaringan kulit manusia. Penemuan gen bakteri ini bisa membantu menjawab berbagai pertanyaan seputar penyebab jerawat.

Penelitian tersebut berhasil memecah kode genetik dari bakteri yang terlibat dalam jerawat. Ini membuka pintu gerbang baru untuk pengobatan jerawat dengan lebih tepat. Memang ada banyak faktor penyebab jerawat dan pemicu peradangan pada kulit. Maka, mengetahui bakteri penyebabnya justru memberikan nilai tambah dalam penemuan obatnya.

"Kami berusaha melihat seberapa banyak gen yang terlibat dalam degradasi jaringan kulit," papar pimpinan tim peneliti tersebut, Holger Bruggeman di Jerman, beberapa waktu lalu. Bakteri yang menjadi biang keladi dari jerawat dikenal dengan nama Propionibacterium acnes (P-acnes). Bakteri ini ditemukan pada permukaan kulit orang dewasa yang berkaitan erat dalam masalah jerawat ini. Walaupun ditemukan di permukaan kulit, bakteri ini hidup di dalam kelenjar dan sekresi minyak hingga di dalam folikel rambut.

Tim peneliti Jerman itu mengidentifikasi 2.333 unit gen. Sejumlah gen menjelaskan cara bakteri P-acnes memicu munculnya jerawat. Mereka juga menemukan jejak-jejak enzim dari bakteri itu yang menghancurkan kulit. Bakteri ini, kata Bruggeman, meninggalkan produk-produk enzimnya di kulit sehingga menyebabkan degradasi di jaringan tersebut. Menurutnya, penelitian itu menjadi awal upaya menemukan terapi baru untuk mengatasi sistem enzim yang diproduksi bakteri P-acnes.

Ketika bakteri bergerak menurunkan fungsi kulit manusia, maka peradangan mengintai. "Mungkin itu ada kaitannya dengan penurunan sistem kekebalan tubuh. Di sinilah bedanya bahwa sistem kekebalan tubuh tiap orang berlainan," tutur Bruggeman. Pimpinan Acne Support Group Alison Dudley mengatakan, penemuan ini menjadi langkah maju bagi generasi mendatang. "Kita tahu, jerawat bisa menggiring orang berpikir untuk bunuh diri dan depresi."

Selama ini, menurut Ketut, pengobatan yang dilakukan berlangsung selama beberapa waktu dan tak cukup hanya satu jenis. "Biasanya pengobatan jerawat dilakukan lewat obat topikal (hanya di permukaan kulit -- Red). Tapi, perlu juga dilakukan dengan obat oral Misalnya, antibiotik, vitamin A, anti hormonal bila memang masalahnya dari hormonal, dan lain-lain."

Ketut menambahkan, dalam pengobatan tersebut pasien tak sekadar mengonsumsi berbagai macam obat-obatan, tapi juga harus patuh pada pengaturan makanannya. "Mereka harus memperhatikan makanan hariannya. Jadi, mereka harus diet dengan rendah lemak, kurangi makanan yang merangsang, dan yang paling penting adalah terapi keratinisasi."

Titi juga mengatakan, pola hidup sehat pun perlu dilakukan oleh mereka yang mengalami jerawat yang cukup parah. Selain makanan, kebiasaan menjaga kebersihan kulit perlu dilakukan. Tidur yang cukup pun menjadi salah satu kunci pencegahan timbulnya jerawat. selengkapnya tentang bakteri penyebab jerawat

Namun secara umum, terdapat beberapa indikasi penyebab munculnya jerawat di kulit seseorang diantaranya adalah:
  • Produksi minya yang berlebih
Produksi minyak yang berlebih dapat memicu terjadinya penyumbatan pada kelenjar minyak. Minyak yang diproduksi oleh kulit secara terus menerus akan menjadi sebuah timbunan minyak yang kemudian bercampur dengan debu, bakteri dan sel kulit mati.
  • Banyaknya sel kulit mati
Sel kulit mati yang tidak terkelupas dan dibersihkan juga akan mempermudah munculnya jerawat, Sel kulit yang mati akan bercampur dengan timbunan minyak di kelenjar kulit. Timbunan kotoran pada kelenjar kulit akan memunculkan bakti, dan secara otomatis kekebalan tubuh akan bekerja untuk melawan bakteri tersebut hingga pada akhirnya terdapat nanah akibat dari proses mematikan bakteri pada kelenjar kulit.
  • Bakteri
Sebuah bakteri P. Acne adalah bakteri yang sering terdapat pada kelenjar minyak dan dapat berkembang biak secara cepat. Bakteri inilah yang memproduksi zat-zat yang dapat membuat iritasi pada kulit. 
  • Kosmetik
Pemakaian kosmetik secara rutin akan menimbulkan masalah bagi orang yang memiliki kulit sensitif. Kosmetik yang digunakan jika tidak dibersihkan akan menimbulkan sisa, sisa inilah yang akan menyumbat kelenjar minyak.
  • Obat-obatan
Konsumsi obat-obatan yang membuat daya tahan tubuh menurun dapat menimbulkan berbagai macam bakteri yang memicu munculnya jerawat dikarenakan aktivitas bakteri patogen yang meningkat.
  • Stres
Saat stres, terkadang produksi hormon tertentu akan meningkat jumlahnya. Peningkatan hormon ini dapat membuat kondisi fisik seseorang berubah secara cepat.
Artikel terkait
Tips Bagaimana Cara Mengatasi Jerawat 

Sampai saat ini, belum bisa secara pasti disebutkan penyebab utama munculnya jerawat pada kulit seseorang. Namun beberapa faktor diatas dapat dijadikan sebuah acuan untuk merawat kulit dari munculnya jerawat yang mengganggu penampilan. Untuk lebih memahami tentang jerawat, berikut juga disebutkan beberapa jenis jerawat yang sering dialami oleh sebagian besar orang diantaranya:

Komedo.

Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup(whitehead) memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit. Banyak faktor penyebab munculnya komedo pada wajah (Baca: Penyebab munculnya komedo). Pada umumnya komedo muncul diarea wajah yang memiliki kandungan minyak tinggi seperti pada hidung.

Jerawat biasa

Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri jenis propionibacterium acne. Bakteri ini biasanya hidup di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Diberi nama propionibacterium karena mampu memproduksi asam propionik (propionic acid). Bakteri ini merupakan jenis anaerobik sehingga dapat hidup tanpa butuh oksigen, dan mempunyai ciri-ciri aerotolerant yang menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembap, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.

Jerawat batu (Cystic acne)

Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secaragenetik penderitanya memiliki:

  • Kelenjar minyak yang over aktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,
  • Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal
  • Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit
Loading...

Artikel Menarik Lainnya