12/06/2014

Memahami Gejala Depresi Pada Anak Usia Remaja

Memahami Gejala Depresi Pada Anak Usia Remaja


Firdaus45 - Perkembangan seorang anak mulai sejak dari bayi sampai dewasa memang tidak dapat kita cegah. Perkembangan seorang anak adalah hal emosional atau tingkah laku tidak bisa kita kendalikan dengan kata jangan. Semakin sering mengucapkan kata jangan, maka akan semakin keras anak tersebut memberontak. Pahamilah apa yang sebenarnya anak inginkan, jika itu tidak baik untuk kemajuan atau untuk perkembangan mentalnya, maka larangan yang paling tepat adalah dengan mengajak dia berdiskusi memikirkan sendiri mengenai baik buruknya dari apa yang menjadi pilihannya. 

Seperti kita ketahui, usia remaja merupakan masa dimana seseorang ingin mencari jati diri, mencari identitas dengan dirinya terhadap suatu komunitas social. Tugas kedua orang tua adalah memberikan pandangan terhadap anak untuk dapat menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dirinya sendiri. 

Sebuah kata motivasi untuk kesehatan mental dari Marcus Valerius Martial 
“Hidup tidak hanya sekedar untuk hidup, tapi untuk menjadi baik”.

Jika membaca kalimat diatas, kita hidup memang bukan sekedar untuk hidup. Manusia itu berbeda dengan hewan, jika hewan memang hidup untuk mencari kehidupan atau mencari makan. Sedangkan manusia, jika hidup hanya sekedar untuk hidup, maka samalah dia dengan seekor hewan. Tentu siapa saja tidak ingin dikatai demikian, maka dari situlah mulailah seseorang melakukan perjalanan hidup mencari jati diri. Terkadang dalam mencari sebuah jati diri, banyak hal yang kita anggap benar tapi pada kenyataannya itu adalah hal yang salah untuk dilakukan. Alasan inilah yang mendorong kedua orang tua ingin selalu mengawasi anaknya, memberikan disiplin tinggi dalam mendidik anaknya. Hal itu adalah suatu hal yang biasa saja dilakukan oleh setiap orang tua. Tetapi, bertindak sebagai orang tua sudah sepantasnya mengetahui bagaimana kondisi kejiwaan anak. 

Informasi kesehatan, Cara dan tips kesehatan, Bayi, Nutrisi bayi, Merawat bayi, makanan bayi, perkembangan bayi, Informasi kehamilan, tips sehat,


Memahami tingkat depresinya, kegalauannya menjadi sangat penting untuk dilakukan kedua orang tua. Jika dalam rumah, suasananya begitu menyenangkan, seorang anak tidak akan mencari penyelesaian diluar rumah. Saat sedang mengalami masalah yang rumit, sebenarnya seorang anak selalu ingin berbagi dengan kedua orang tua. Namun, karena berbagai macam alasan niat itu urung dilakukan dan anak lebih memilih untuk mencari solusi diluar. Maka mulai sekarang cobalah untuk belajar memahami emosi anak dan cobalah untuk mencari solusinya.

Mungkin perlu anda baca juga:

Kata Motivasi Penyemangat Diri Untuk Maju

Menjaga kesehatan otak


Beberapa gejala yang menunjukkan seorang anak sedang berada dalam kondisi depresi diantaranya:

Berikut ini adalah tanda-tanda apabila seorang anak mengalami depresi:
  • Uring-uringan atau gampang marah, ini adalah gejala yang paling umum dari orang yang depresi. Bahkan dalam beberapa kasus sering terjadi ledakan amarah.
  • Merasakan sakit atau nyeri yang samar-samar, apabila seorang remaja merasakan sakit kepala, sakit perut, dan keluhan lain yang tak nampak secara fisik penyebabnya dan tak menunjukkan masalah medis. Maka kemungkinan si anak mengalami depresi.
  • Peka terhadap kritik, seseorang yang sensitif terhadap kritikan terkadang normal. Akan tetapi bila seorang remaja terlalu marah ketika dikritik, bisa jadi remaja tersebut sedang mengalami depresi.
  • Berkumpul dengan kenalan-kenalan baru, jika seorang remaja menjauhi teman-teman lama, keluarga dan sahabat kemudian lebih sering berkumpul dengan komunitas yang baru dikenalnya, ada kemungkinan si anak sedang depresi.


Mengapa kita harus secepatnya menolong remaja yang depresi? Karena depresi pada anak remaja potensial membawa efek buruk dalam kehidupannya bahkan dapat menghancurkan kehidupan remaja dan sangat sulit untuk dipulihkan. Berikut ini adalah berbagai dampak buruk remaja yang depresi:
  • Bermasalah di sekolah, energi yang rendah menyebabkan sulit berkonsentrasi untuk menerima pelajaran. Nilai rendah, tingkat kehadiran buruk, dan tidak sanggup mengerjakan tugas-tugas sekolah.
  • Perasaan rendah diri sangat dominan, mengalami gangguan makan, bahkan anoreksia.
  • Kecanduan game computer dan surfing internet sebagai mekanisme pelarian.
  • Penyalahgunaan zat, seperti kecanduan alkohol atau pun obat-obatan terlarang.
  • Sering berperilaku ceroboh, seperti kurang hati-hati dalam berkendara, sering ceroboh meletakkan benda-benda tidak pada tempatnya. Sehingga potensial menyebabkan bencana.
  • Kekerasan menjadi sifat dominan dalam kehidupan sehari-hari, timbul rasa kebencian pada seseorang.
  • Mencederai diri sendiri, mulai dari menarik rambut sendiri sampai menyayat nadi sendiri.
  • Dalam tahap ekstrim, sering melontarkan komentar-komentar tentang kematian dan muncul hasrat untuk bunuh diri. Oleh karena itu depresi perlu di deteksi lebih dini agar si anak tidak terlanjur mengalami dampak buruknya.

Artikel Menarik Lainnya