12/28/2014

Memahami Bagaimana Proses Pembentukan Laktogen

Memahami Bagaimana Proses Pembentukan Laktogen


Firdaus45 - Laktogen adalah hormon yang berhubungan dengan laktasi atau proses menyusui. Laktogen merupakan sebuah hormon yang berfungsi untuk merangsang kelenjar susu memproduksi air susu ibu (ASI) pada saat setelah melahirkan seorang bayi. Pada proses menyusui, laktogen tidak bisa bekerja sendiri, laktogen hanya berfungsi untuk merangsang pembentukan asi dalam kelenjar susu, sedangkan yang bertugas untuk mengeluarkan ASI adalah hormon Oksitosin. 

Proses pembentukan laktogen terjadi melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

Laktogenesis I

Pada fase ini, lobulus alveolos jumlahnya akan bertambah dan ukurannya juga akan bertambah besar. Proses penambahan jumlah lobulus alveolus dan pembesaran ini terjadi pada akhir masa kehamilan. Pada masa penambahan dan pembesaran lobulus alveolus, payudara juga memproduksi sebuah cairan kental yang berwarna kekuning-kuningan atau disebut dengan istilah kolostrum. Dalam proses pembentukan kolostrum, akan membuat hormon progesteron dalam payudara meningkat jumlahnya sehingga hal ini akan menghambat atau mencegah produksi asi. Munculnya kolostrum dalam payudara sebenarnya bukanlah menjadi masalah atau bahkan menjadi indikasi sedikit atau banyaknya jumlah asi yang diproduksi oleh payudara. 


Laktogenesis II

Pada tahap laktogenesis II, terjadi pengeluaran plasenta yang mengakibatkan menurunnya kadar hormon progesteron, esterogen dan HPL. Turunnya ketiga kadar horomon ini mengakibatkan terjadinya pembentukan atau produksi asi besar-besaran karena kadar hormon prolaktin tetap tinggi.

Jika terjadi rangsangan pada payudara, misalnya hisapan bayi hal ini akan membuat kadar prolaktin dalam darah ikut meningkat dan akan mencapai pucak produksi dalam periode kurang lebih sekitar 45 menit kemudian kembali normal. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa seorang ibu hendaknya menyusui bayinya sesegera mungkin setelah melahirkan. Hormon prolaktin yang menstimulasi sel dalam alveoli dan merangsangnya untuk memproduksi asi juga akan keluar tercampur dalam asi itu sendiri saat bayi menghisapnya. 

Pada penelitian yang telah dilakukan, hormon prolakti akan meningkat jumlahnya atau lebih tinggi jumlahnya dan memproduksi asi lebih banyak pada waktu sekitar pukul 2 hingga 6 pagi. Ketika payudara terasa penuh dengan ASI, maka secara otomatis kadar hormon prolaktin juga akan ikut berkurang. Proses laktogenesisi dimulai sekitar 30-40 jam setelah melahirkan, namun pada umumnya, ibu yang baru saja melahirkan akan merasakan payudaranya penuh setelah 2-3 hari pasca melahirkan. Artinya, ASI memang tidak bisa langsung keluar sesaat setelah melahirkan, diperlukan sebuah rangsangan agar ASI dapat keluar. 

Laktogenesis III

Pada proses laktogenesisi III terjadi pembentukan sebuah sistem kontrol dengan peran utama yaitu hormon endokrin. Hormon endrokin yang terdapat dalam payudara akan mengatur produksi asi selama kehamilan dan beberapa hari setelah melahirkan. Hormon endrokin mulai bekerja setelah produksi asi sudah mulai stabil.

Dalam sebuah penelitian, ketika payudara dikosongkan secara menyluruh, maka produksi asi selanjutnya juga aka meningkat. Jadi, produksi asi juga dipengaruhi oleh seberapa sering seorang ibu menyusui sebara banyak bayi menghisap. 

Jadi bagi seorang ibu yang merasa asi nya tidak mau keluar, jangan sedih dan teruslah untuk menyusui, karena menyusui merupakan sebuah cara sederhana melancarkan pengeluaran asi itu sendiri. 
Loading...

Artikel Menarik Lainnya