12/06/2014

Cara Memberikan ASI Pada Bayi yang Baik dan Benar

Cara Memberikan ASI Pada Bayi yang Baik dan Benar

Tips Kesehatan - Pada umumnya bayi yang baru lahir sudah memiliki kemampuan untuk menghisap yang tinggi namun setelah beberapa jam kemudian kemampuan tersebut akan menurun. Oleh karena itu, sebaiknya bayi yang baru lahir sesegera mungkin untuk disusui. 

Beberapa dokter menyarankan bagi para ibu muda yang baru melahirkan seorang bayi untuk sesegera mungkin menyusui banyinya. Beberapa alasan yang mengapa ibu yang baru saja melahirkan disarankan untuk segera memberikan ASI kepada bayi, diantaranya :
  1. Bayi yang baru lahir akan memperoleh kepuasan dan ketenangan setelah si ibu memberikan asi kepada bayi.
  2. Menyusui sesegera mungkin dapat mengembalikan atau mempercepat proses uterus ke ukuran normal.
  3. Untuk ibu yang memiliki masalah dengan asi, cara yang paling baik adalah dengan segera menyodorkan asi kepada bayi. Hisapan bayi akan membantu dalam melancarkan asi.
  4. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi asi segera setelah melahirkan akan lebih sehat dan jarang terkena infeksi dan gizi bayi di tahun pertama akan lebih baik dari pada bayi yang tidak diberi asi.


Perlu diperhatikan dan diketahui oleh ibu menyusui. ASI memiliki kadar atau komposisi yang berbeda-beda tiap waktunya. Komposisi ASI dipengaruhi oleh laktasi yang juga mempengaruhi proses pembentukan asi. Secara umum, komposisi asi dibedakan menjadi 3 macam:
  1. Kolostrum. Adalah komposisi asi yang dihasilkan pada saat ibu melahirkan sampai pada hari ke 3 pasca melahirkan bayi.
  2. ASI masa transisi. adalah ASI yang dihasilkan pada hari ke 4 sampai hari ke 10 pasca melahirkan
  3. ASI mature adalah asi yang akan diberikan kepada bayi setelah 10 hari melahirkan sampai bayi berusia 2 tahun.
Setiap ibu dan masyarakat tertentu memiliki perbedaan dalam cara memberikan asi. Untuk kasus dipedesaan, biasanya para ibu yang baru melahirkan memberikan ASI kepada bayi sesukanya tanpa aturan. Setiap bayi menangis, para ibu biasanya memberikan ASI dengan harapan tangis bayi akan reda, namun pada kenyataannya, bayi menangis bukan karena lapar dan membutuhkan ASI.

Para pakar dan ahli kesehatan saat lebih berpedoman pada penggunaan jarak waktu dalam memberikan ASI pada 3 jam sekali. Alasan memberikan asi tiap 3 jam adalah karena lambung bayi akan mulai kosong setelah 3 jam diberikan asi.

Beberapa alasan mengapa pemberian asi secara eksklusif ditentukan dengan jarak 3 jam setelah menyusui? beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan frekuensi pemberian ASI, diantaranya:

  1. Jarak pemberian asi yang terlalu dekat membuat bayi tidak dapat menghabiskan produksi ASI yang terdapat dalam payudara ibu
  2. Payudara yang masih berisi asi lama kelamaan akan melemahkan rangsangan terhadap sel-sel yang bertugas untuk memproduksi asi, hingga pada akhirnya produksi asi akan cepat menurun.
  3. Seorang bayi yang makanya sedikit-sedikit akan mengakibatkan nafsu makan bayi menurun. Penurunan nafsu makan dikarenakan kadar gula dalam tubuh bayi selalu tinggi  sehingga akan menurunkan nafsu makan bayi secara keseluruhan.
Artikel yang disarankan:

Artikel Menarik Lainnya