11/20/2014

Mengenali Panas Tubuh Bayi Apakah Demam Ataukah Kejang Demam


Mengenali Panas Tubuh Bayi Apakah Demam Ataukah Kejang Demam


Firdaus45 - Bayi. Bayi yang baru lahir sangat rentan terkena segala macam bentuk penyakit. Tubuhnya yang masih rentan ini memerlukan perhatian yang sangat ekstra. Salah penanganan sedikit maka akan berakibat fatal. Tentu bagi ibu yang baru melahirkan tidak mau hal itu terjadi pada anaknya. Tapi terkadang, seorang ibu terlalu panik dalam menghadapi demam pada bayi sehingga tidak dapat berpikir dan melakukan tindakan secara tepat.

Bayi yang baru lahir mudah sekali terkena demam. Demam merupakan "penyakit" yang termasuk dalam golongan penyakit langganan anak-anak.  Demam pada bayi seringkali membuat orangtua panik, cemas. Hal yang wajar jika orangtua cemas, tetapi kecemasan tidak harus mendorong orang tua melakukan hal-hal instan dalam pengobatan.  Saat bayi demam kenali dulu apa penyebab demam dan seberapa panas suhu tubuh bayi saat demam.

Para ahli menyarankan agar orangtua tidak tergesa-gesa unutuk memberikan obat penurun panas di saat anak demam. Demam merupakan sebuah siklus peningkatan suhu tubuh baik secara drastis maupun secara bertahap. Peningkatan suhu badan yang terjadi pada bayi adalah bertujuan untuk melawan infeksi dalam tubuhnya.

Demam bisa saja menjadi teman bayi, karena demam dapat membuat  bayi pulih lebih cepat terutama saat bayi terkena virus. Dalam sebuah penelitian, ternyata pemberian obat penurun panas yang terlalu cepat dapat menghambat pengobatan dalam tubuh bayi itu sendiri. Sebab, tempatur tubuh yang tinggi ternyata dapat membantu melawan pathogen penyebab sakit bayi. Jadi, saat bayi anda sedang mengalami demam jangan tergesa-gesa dalam memberikan obat penurun panas yang dibeli dipasaran.

Dalam hal ini yang perlu tekankan adalah bedanya demam dalam tahap penyembuhan dengan demam gejala kejang dimulai.  Kejang merupakan sebuah gangguan kesehatan dalam tubuh bayi yang diawali dengan demam dan ada juga yang tidak diawali dengan demam dan jika dibiarkan, kejang bisa berakibat fatal.


Penyebab Kejang Pada Bayi


Kejang tanpa demam bisa berasal dari kelainan di otak, bukan berasal dari otak, atau faktor keturunan.
  • Kelainan neurologis. Setiap penyakit atau kelainan yang mengganggu fungsi otak bisa menimbulkan bangkitan kejang. Contoh, akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, atau kekurangan oksigen dalam jaringan otak (hipoksia).
  • Bukan neurologis. Bisa disebabkan gangguan elektrolit darah akibat muntah dan diare, gula darah rendah akibat sakit yang lama, kurang asupan makanan, kejang lama yang disebabkan epilepsi, gangguan metabolisme, gangguan peredaran darah, keracunan obat/zat kimia, alergi dan cacat bawaan.
  • Faktor keturunan. Kejang akibat penyakit lain seperti epilepsi biasanya berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kejang demam sama. Orang tua yang pernah mengalami kejang sewaktu kecil sebaiknya waspada karena anaknya berisiko tinggi mengalami kejang yang sama.

Ciri-ciri Kejang Pada Bayi

  • kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit . bola mata berbalik ke atas
  • gigi terkatup
  • muntah
  • tak jarang si anak berhenti napas sejenak.
  • pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/kecil.
  • pada kasus berat, si kecil kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.

Baca juga: Pertolongan Pertama Pada Bayi Saat Terkena Demam
Loading...

Artikel Menarik Lainnya