10/25/2014

Tips Memberikan Nutrisi Pada Bayi Usia 0-6 bulan



Firdaus45 - Perkembangan bayi usia 0 sampai 6 bulan memanglah perlu perhatian khusus dari kedua orang tua. Memberikan Nutrisi pada bayi memanglah hal yang wajib dilakukan bagi seorang ibu. Agar tumbuh kembang bayi tidak mengalami kendala, maka pemberian nutrisi yang dibutuhkan oleh si bayi haruslah kita penuhi. Kekurangan nutrisi yang terjadi pada bayi akan berakibat fatal.



Asi Ekslusif

Bayi yang baru lahir, tidak bisa kita beri makanan dengan makanan yang tidak bisa dia makan. Pemberian ASI secara ekslusif bagi bayi bukan sekedar untuk memberikan nutrisi pada si bayi, tetapi lebih untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan otak si bayi tersebut. Bagi bayi usia 0-6 bulan, ASI merupakan salah satu cara dalam memberi nutrisi pada bayi karena ASI merupakan sumber makanan utama yang wajib. Untuk memenuhi nutrisi yang diberikan kepada bayi melalui ASI, maka si ibu haruslah memperhatikan asupan gizi yang di konsumsi oleh si ibu. Mengatur pola makan untuk si ibu juga akan mempengaruhi nutrisi yang terkandung dalam ASI yang diberikan kepada si bayi. 

Pemberian ASI Ekslusif menurut WHO adalah memberikan ASI saja kepada si bayi tanpa ada campuran lain yang dimasukkan ke dalam ASI tersebut. Kenapa kita dianjurkan untuk tidak memberi makanan selain ASI pada bayi yang masih berusia 0-6 bulan, hal ini disebabkan karena sistem pencernaan bayi belum dapat bekerja dengan maksimal. Karena hal inilah  sistem pencernaan si bayi tidak dapat mencerna makanan selain ASI yang di berikan oleh si ibu.

ASI memiliki kandungan AA dan DHA yang berperan untuk pertumbuhan otak dan kekebalan tubuh bayi Anda. Sehingga pada dasarnya, bayi usia 0-6 bulan tidak memerlukan tambahan susu formula untuk memenuhi kebutuhan AA dan DHA (Baca: Pentingnya AA dan DHA bagi perkembangan otak bayi dan janin). Selain itu, pemberian asi secara eksklusif kepada bayi memiliki banyak sekali manfaat. Beberapa manfaat yang diperoleh baik bagi ibu dan bayi ketika memberikan asi secara eksklusif dapat anda baca pada artikel Tujuan dan manfaat pemberian asi secara eksklusif.

Beberapa Makanan yang dianjurkan untuk diberikan pada bayi usia 4-6 bulan

Jika memang harus memberikan makanan selain asi, mungkin beberapa daftar dibawah ini dapat dijadikan acuan dalam memberikan makanan jika memang pemberian asi tidak bisa tercukupi. Makanan pertama bayi usia 6 bulan memanglah tidak boleh asal kita berikan begitu saja. Beberapa makanan teresebut diantaranya :
  1. Pemberian bubur tepung beras / beras merah yang dimasak dengan campuran ASI / Kaldu daging / susu formula / sayuran.
  2. Pure buah atau buah yang sudah dihaluskan dan yang mudah untuk dikunyah misalnya Buah Pisang, pepaya, atau avokado.
  3. Pure sayuran, pure sayuran adalah sayuran yang direbus dan kemudian dihaluskan menggunakan blender. Beberapa sayuran yang dianjurkan untuk membuat pure sayuran adalah beberapa jenis kacang polong, wortel, tomat, kentang, labu kuning. Selama proses memblender sayuran, sebaiknya ditambahkan dengan kaldu atau air matang agar tekstur sayuran dapat lebih lembut.
  4. Daging, pilihlah daging yang tidak berlemak.
  5. Ayam, sebaiknya dalam memasak ayam, pilihlah ayam kampung ambil dagingnya saja tanpa kulit dan tulang, usahakan ayam kampung yang masih muda.
  6. Ikan, sebaiknya pilihlah ikan yang mengandung banyak omega 3 agar perkembangan otak si bayi lebih optimal

Bebrapa Makanan yang Tidak Dianjurkan untuk diberikan kepada bagi usia 4-6 bulan

Jika diatas adalah bebrapa makanan yang dianjurkan untuk diberikan kepada si bayi, namun beberapa daftar makanan dibawah ini adalah makanan tidak dianjurkan untuk diberikan kepada si bayi. Beberapa makanan yang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada si bayi diantaranya :
  1. Semua jenis makanan yang mengandung protein gluten. Protein jenis ini biasanya banyak terkandung dalam tepung terigu, barley, biji gandum, cookies dari tepung terigu dan havermut. Protein Gluten yang terkandung dalam makanan ini biasanya dapat menyebabkan perut si bayi menjadi kembung, mual dan diare (Reaksi Gluten Intoleran).
  2. Hindari pemberian gula, garam, bumbu masak atau penyedap rasa terhadap makanan bayi.
  3. Makanan yang terlalu banyak mengandung lemak.
  4. Buah yang terlalu asam, seperti jeruk atau sirsak.
  5. Makanan yang terlalu pedas dan berbumbu tajam.
  6. Khusus bagi bayi yang memiliki alergi terhadap laktosa, hindari pemberian susu sapi dan beberapa jenis olahannya.
  7. Buah yang memiliki kandungan gas jika dikonsumsi, misal durian dan cempedak yang memicu perut kembung dan sembelit.
  8. Sayuran yang juga memiliki kandungan gas jika dikonsumsi, misal kol, kembang kol dan lobak.
  9. Hindari pemberian kacang tanah. Pemberian kacang tanah dapat memicu pembengkakan pada tenggorokan yang menyebabkan bayi susah untuk bernafas.
  10. Telur. Jika memang ingin memberikan telur, berikanlah dengan porsi kecil dan liat reaksi yang ditimbulkan. Karena pada umumnya telur dapat memicu alergi. Jika tidak timbul tanda-tanda alergi anda dapat memberikannya lagi namun tetap dengan mengatur porsi yang akan diberikan.

Jadwal Pemberian Makanan Pada Bayi

Bayi yang baru lahir atau yang masih dalam usia 0-6 bulan, pada umumnya belum memiliki jadwal makan yang pasti. Karena waktu istirahat dan  makan Bayi yang masih berusia 0-6 bulan belum teratur seperti orang dewasa. Karenanya gunakan pola makan sehari yang sudah kita tentukan sendiri.

Khusus untuk ASI, berikanlah ASI sesuai dengan kehendak bayi, kapanpun si bayi meminta ASI maka berikanlah. Namun bagi yang bermasalah dengan ASI dan terpaksa menggantinya dengan susu formula, maka berikanlah 5 kali sehari dengan takaran yang sudah disesuaikan dengan usia si bayi. (Baca: Susu formula yang bagus untuk bayi)

Gizi Seimbang Pada Bayi

Pada umumnya, kebutuhan gizi setiap bayi itu berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan berat badan tinggi dan usia si bayi tersebut. Namun untuk usia bagi 0-6 bulan dengan berat 6 kg dan tinggi 60 cm, angka kecukupan gizi yang dianjurkan adalah
1. Energi 550 kKal
2. Protein 10 gr
3. Vitamin A 375 RE
4. Vitamin D 5mcg
5. Vitamin E 4 mg
6. Vitamin C 40 mg
7. Vitamin B12 0/4 mcg
8. Kalsium 200 mg
9. Besi 0.5 mg
10. Seng 1.3 mg