11/27/2017

Tanda dan Gejala Bayi Alergi Susu Sapi, Berikut Cara Mengatasinya

Firdaus45.com – Bila Bunda memberikan susu formula kepada bayi kemudian pada kulit muncul bintik kemerahan atau rasa gatal, ada kemungkinan bahwa bayi Bunda mengalami alergi terhadap susu yang Bunda berikan. 

Sebelumnya, perlu bunda ketahui bahwa alergi susu sapi itu berbeda dengan intoleransi laktosa.

Alergi susu sapi merupakan suatu kondisi dimana sisitem imun anak yang memiliki respon tidak normal dengan kandungan protein di dalam susu yang dikonsumsi oleh bayi Anda. Bila si kecil mengalami alergi terhadap susu sapi, biasanya akan menunjukkan beberapa gejala seperti yang akan dibahas di bawah ini.

Sedangkan untuk intoleransi laktosa merupakan suatu kondisi dimana orang tersebut tidak mampu mencerna laktosa atau tipe gula alami yang terkandung di dalam susu. Gejala yang ditimbulkan bisa mirip dengan gejala ketika bayi alergi susu sapi. Biasanya gejala ini akan muncul 30 menit – 2 jam setelah mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Kasus bayi alergi terhadap susu formula memang jarang terjadi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa diantara bayi yang baru lahir atau sudah berusia diatas 6 bulan mengalami alergi terhadap jenis susu tertentu. 

Alergi bayi terhadap susu formula disebabkan lebih karena akibat sistem kekebalan tubuh bayi yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi.

Bila bayi Anda ternyata mengalami alergi susu formula dari hewani, Bunda bisa menggantinya dengan susu soya yang terbuat dari protein kacang-kacangan seperti kedelai.

Bayi yang mengalami alergi terhadap susu formula, pada umumnya akan hilang ketika usia bayi sudah melewati 4 tahun. Jarang sekali alergi susu formula hingga usia dewasa.

Bagi Bunda yang bayinya meminum susu formula, sangat wajib mengetahui bagaimana ciri-ciri atau tanda bayi alergi terhadap susu formula.

Hal yang terjadi pada bayi apabila alergi susu formula.

Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala bayi bila alergi terhadap susu formula.
 
Bayi sulit bernafas, terkadang beberapa diantara mereka nafasnya berbunyi
Sulit bernafat dan nafas berbuyi merupakan gejala yang paling umum terjadi apabila bayi alergi terhadap susu formula.

Kenapa sampai bayi bisa sulit bernapas dan terkadang napas berbunyi? Nafas bayi berbunyi ketika alergi susu formula karena saluran pernafasan memiliki banyak lendir sehingga akan dengan cepat memberikan reaksi terhadap alergi.

Apabila saluran pernafasan terlalu banyak menghasilkan lendir dikarenakan alergi, maka pernafasan bayi juga akan terganggu sehingga membuat mereka kesulitan untuk bernafas.

Bila hal ini dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan bayi akan mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti asma dan gangguan saluran pernafasan lainnya. Oleh karena itu dibutuhkan pemeriksaan secara medis sebelum terlambat.

Ciri-ciri bayi alergi susu formula berikutnya adalah batuk-batuk
Ketika masih bayi, hampir seluruh bagian tubuh bayi masih sangat sensitif dan sangat rentan sekali terkena kuman, bakteri dan juga virus. 

Begitu juga dengan susu formula, ketika bayi alergi terhadap susu formula, beberapa diantara mereka akan menimbulkan reaksi seperti batuk. Batuk ini lebih dikarenakan tubuh bayi menolak zat asing yang terkandung di dalam susu formula. 

Batuk yang terjadi pada bayi akibat susu formula dapat menyebabkan bayi mengalami batuk kering dan batuk berdahak. Mungkin pada awalnya bayi tidak langsung batuk, melainkan diawali dengan perubahan suara yang semakin serak yang membuat bayi merasa tidak nyaman dan terkadang sulit untuk tidur nyenyak.

Bayi selalu menangis ketika menelan air susu
Menangis merupakan reaksi bayi ketika mereka alergi terhadap susu formula. Beberapa diantara bayi mungkin menangis sebagai bentuk ungkapan penolakan terhadap susu formula karena mungkin rasanya yang tidak enak.

Namun, sebagian dari beberapa bayi mungkin juga menangis dikarenakan rasa sakit pada tenggorokan ketika menelan air susu formula tersebut. 

Saluran pernafasan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap bahan kimia tertentu dalam sapi, termasuk protein yang dihasilkan. Jadi bayi akan sulit untuk menelan susu dan menjadi menangis saat minum susu.

Reaksi bayi alergi susu formula selanjutnya adalah Diare
Tidak hanya batuk dan sulit bernafas, ketika bayi alergi terhadap susu formula juga dapat menyebabkan diare pada bayi.

Bayi yang mengalami diare setelah minum susu dikarenakan kondisi pencernaan bayi yang belum siap menerima makanan lain selain ASI. Bisa juga karena saluran pencernaan bayi tidak bisa menerima bahan gula alami atau senyawa yang dihasilkan dalam susu sapi. Beberapa susu sapi juga mengandung bahan pemanis buatan dalam kadar yang normal namun kondisi ini tidak bisa diterima untuk bayi yang mengalami alergi susu sapi.

Perut kembung pada bayi
Ketika bayi tidak bisa menerima susu sapi maka kondisi pencernaan bayi akan marah atau tidak nyaman. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi terkena perut kembung yang bisa memicu bayi mual atau muntah. Perut kembung pada bayi menyebabkan bayi tidak bisa buang gas sehingga perut menjadi lebih besar dan jika Anda ketuk pelan maka ada suara nyaring dari perut. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi tidak nyaman sehingga akan lebih sering rewel dan tidak mau minum susu lagi. Jika sudah parah maka bayi bisa muntah-muntah dan tidak bisa menerima makanan dengan baik.

Bintik merah pada kulit bayi
Ciri ciri bayi alergi susu sapi juga bisa menyebabkan bayi terkena gatal atau bintik merah pada kulit bayi. Bayi yang baru lahir bisa menerima dampak yang berat karena kulit bayi yang baru lahir memang masih sangat sensitif. Bintik merah pada bayi akibat alergi susu sapi berbeda dengan bintik merah akibat biang keringat. Terkadang bintik merah akibat alergi susu sapi bisa menyebabkan rasa gatal yang parah sehingga ruam merah seperti menumpuk pada kulit bayi. Reaksi ini bisa terjadi dengan cepat setelah bayi minum susu sapi.

Mata berair
Beberapa bayi yang mengalami reaksi kuat terhadap susu sapi juga bisa menyebabkan mata bayi berair dan merah. Beberapa orang tua menganggap jika kondisi ini bisa terjadi akibat serangga atau debu yang mengotori mata bayi. Namun reaksi mata bayi berair ini juga bisa memicu rasa gatal pada daerah mata sehingga bayi cenderung tidak tenang. Jika mata bayi yang berair tidak dirawat dengan tepat maka bisa berkembang menjadi mata bengkak. Terkadang beberapa bayi juga bisa terkena mata bintitan sehingga bayi akan sering menangis.

Kondisi fisik bayi menjadi sangat lemah 
Reaksi alergi susu sapi pada bayi bisa menyebabkan bayi menjadi sangat lemah. Kondisi ini bisa disebabkan karena bayi mengalami penurunan tekanan darah dan terkadang jika sudah parah maka bayi bisa pingsan. Kondisi ini juga termasuk salah satu gejala alergi susu sapi yang sangat berat sehingga terkadang bayi bisa kehilangan banyak cairan dan perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Jika bayi sering menangis berlebihan setelah minum susu sapi maka kondisi ini juga bisa berhubungan. Jadi perhatikan semua tanda yang sering menyebabkan bayi lebih lemah setelah minum susu sapi. 

Bayi tidak lagi mau minum susu
Ketika bayi Anda menjadi tidak nyaman setelah minum susu mungkin bayi Anda juga tidak akan menunjukkan reaksi secara langsung. Beberapa bayi tidak memiliki gejala fisik seperti perut kembung, mual, muntah atau ruam pada kulit. Namun bayi cenderung tidak mau minum susu sapi yang sudah Anda berikan. Bayi Anda bisa saja hanya tertarik dengan ASI dan ini menjadi tanda trauma pada bayi. Bayi Anda mungkin juga tidak akan menangis seperti gejala lain, namun bayi Anda hanya trauma sehingga ketika Anda memberikan susu sapi maka bayi akan langsung menolak. Jika seperti ini maka jangan memaksa bayi untuk minum susu sapi karena bisa berbahaya untuk tubuh bayi. 

Bayi terkena kolik atau Gumoh
Kolik pada bayi juga bisa disebabkan oleh alergi susu sapi. Kolik akan menyebabkan bayi menjadi marah namun ditunjukkan dengan reaksi seperti menangis terus menerus, perut kembung dan gejala tidak nyaman pada tubuh bayi. Banyak ibu yang tidak menyadari jika kolik pada bayi bisa terjadi akibat alergi susu sapi. Sehingga ketika bayi Anda kolik maka perhatikan apakah Anda memberikan susu sapi pada bayi. Hentikan pemberian susu sapi jika bayi Anda sering kolik agar tubuh bayi lebih nyaman.

Eksim pada kulit bayi
Kulit bayi memang masih sangat sensitif, terlebih jika bayi terkena alergi susu sapi. Beberapa bayi bisa mengembangkan eksim yang sangat parah sehingga bayi menjadi tidak nyaman. Awal dari eksim mungkin akan terlihat seperti ruam merah bisa. Kemudian gejala menjadi lebih parah setelah eksim menjadi bagian ruam yang menumpuk pada kulit bayi. Bagian kulit yang terkena eksim akan menjadi merah, keras dan sangat gatal. Bayi Anda juga tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Untuk perawatan eksim yang parah maka Anda bisa meminta bantuan dokter anak.

Terjadi pembengkakan pada wajah
Susu sapi bisa menyebabkan alergi yang sangat buruk untuk tubuh bayi. Beberapa bayi bisa mengalami kondisi yang sangat mengerikan terkait dengan anafilaksis akibat susu sapi. Anafilaksis termasuk salah satu dampak alergi susu sapi yang paling mengerikan dan bisa menyebabkan kematian pada bayi. Gejala anafilaksis bisa membuat wajah bayi bengkak, merah, bayi menangis terus karena sulit bernafas, perut kembung, mual dan muntah. Reaksi alergi ini bisa berlangsung sangat cepat sehingga terkadang perawatan pada bayi terlambat dilakukan. Jika terkena kondisi ini maka bayi harus segera dibawa ke rumah sakit.

Itu merupakan beberapa tanda dan gejala ketika bayi alergi terhadap susu formula.

Mengapa seorang anak atau bayi bisa alergi susu?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bayi alergi terhadap susu formula karena akibat reaksi terhadap sistem kekebalan tubuh.

Ketika bayi mengonsumsi susu yang menyebabkan alergi, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menandai atau menanggapi protein yang masuk ke dalam tubuh sebagai zat yang berbahaya. Tubuh akan langsung menghasilkan imunoglobulin E (IgE), yaitu antibodi yang berfungsi untuk menangani alergi yang terjadi di dalam tubuh. 
 
Saat bayi mengonsumsi susu beberapa kali, maka IgE sudah mengenali protein yang dianggap berbahaya tersebut sehingga memberikan sinyal ada tubuh untuk mengeluarkan histamin dan berbagai zat kimia lain yang dapat menimbulkan gatal-gatal, kemerahan pada kulit, dan berbagai gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Apakah anak saya berisiko memiliki alergi susu sapi?

Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan risiko kejadian alergi susu pada anak, yaitu:
  1. Alergi terhadap hal lain. Banyak anak-anak yang alergi terhadap susu juga alergi dengan zat atau benda lain. Namun, biasanya alergi susulah yang menyebabkan alergi terhadap zat lain muncul.
  2. Eksim atopik, yaitu kelainan kulit yang kronis atau menahun, berupa gatal-gatal dan kemerahan pada berbagai bagian tubuh. Anak yang memiliki atopic dermatitis, berpeluang lebih besar untuk mempunyai alergi terhadap makanan, termasuk susu.
  3. Riwayat keluarga. Anak yang memiliki anggota keluarga yang mempunyai riwayat alergi terhadap suatu jenis makanan, berpeluang lebih besar untuk alergi terhadap susu
  4. Usia. Alergi terhadap susu sering terjadi pada anak-anak. Seiring dengan pertumbuhannya, sistem pencernaan anak akan berkembang dan menjadi matang, sehingga pada akhirnya mereka dapat beradaptasi terhadap protein yang ada di dalam susu.

Apakah alergi terhadap susu akan menimbulkan komplikasi pada kesehatan anak?

Anak yang memiliki alergi terhadap susu, berpeluang untuk mengalami beberapa gangguan kesehatan, seperti:
  1. Alergi terhadap jenis makanan lain, seperti telur, kedelai, kacang-kacangan, atau bahkan daging.
  2. Hay fever atau alergi terhadap serbuk bunga dan debu, sama seperti alergi-alergi lainnya, alergi ini terjadi akibat adanya gangguan terhadap sistem kekebalan tubuh anak.

Cara Mengatasi Bayi yang Alergi Terhadap Susu Sapi

Jika Si Kecil Alergi Susu Sapi, Disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Guna memastikan diagnosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Baik pemeriksaan darah, feses, atau tes alergi pada kulit si Kecil. Caranya adalah dengan menyuntikkan sejumlah kecil protein susu di bawah permukaan kulit anak Anda.

Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan susu kepada anak saat di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan apakah anak Anda mengalami alergi susu. Jangan panik jika ternyata hasilnya positif, lakukanlah beberapa hal ini.

Hindari memberikan susu sapi ataupun makanan yang mengandung susu sapi.

Anda juga perlu menghindari produk susu dan olahannya jika Si Kecil masih meminum ASI. Karena protein susu yang menyebabkan alergi dapat menyatu ke dalam ASI, dan akan berbahaya jika terminum olehnya.

Jika Anda memberikan Si Kecil susu formula, ganti susu anak dengan menggunakan susu formula berbahan dasar kedelai.

Jika Si Kecil alergi terhadap susu kedelai, biasanya dokter akan memberikan susu formula hypoallergenic. Pada susu formula ini, protein dipecahkan ke dalam partikel kecil sehingga kecil kemungkinannya untuk memicu alergi.

Siasati Nutrisinya dengan Cara Ini

Sebagian penelitian memang menunjukkan, bahwa anak yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Tapi sebenarnya tidak perlu khawatir, Anda bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan yang dapat menggantikan nutrisinya. Seperti memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, kalsium, serta protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain adalah bayam, brokoli, produk olahan kedelai, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur.

Selain itu, Anda juga bisa mengajak anak bermain di luar agar terpapar sinar matahari. Hal inilah yang dapat membantu anak Anda mendapatkan vitamin D. Karena pada saat terpapar UV-B, tubuh kita akan menciptakan vitamin D. Namun, perhatikan juga berapa lama anak terpapar matahari dan pada jam berapa. Dengan hanya terpapar tiga kali seminggu selama 10-15 menit, sebenarnya sudah cukup untuk membuat anak Anda mendapatkan cukup vitamin D.

Sekalipun anak terdiagnosis memiliki alergi susu sapi, janganlah menyerah dalam memenuhi nutrisi yang dibutuhkannya. Cobalah untuk lebih kreatif dalam memberikan alternatif atau makanan pengganti untuknya. Agar kesehatan anak Anda terjaga dan anak tumbuh dengan tulang yang kuat.

0 komentar

Post a Comment