11/26/2017

Inilah Efek dan Dampak Buruk Bila Bayi Minum Susu Formula Basi

Firdaus45.com - Ketika masih usia 0-6 bulan, tentunya makanan yang paling baik bagi adalah Air Susu Ibu (ASI). Di dalam asi banyak terkandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi selama masa perkembangan dan pertumbuhan.


Beberapa kandungan nutrisi ASI diantaranya terdiri dari Immunoglobulin A (IgA), Ganfliosida (GA), protein, dan lemak (meliputi DHA, ALA, LA, dan AA).

Akan tetapi, permasalahan yang terkadang dialami oleh sebagian ibu melahirkan adalah payudara yang dimiliki tidak mampu memproduksi ASI dengan lancar, hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Sehingga dengan terpaksa mereka memberikan susu formula sebagai pengganti ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. (Baca: Cara Melancarkan ASI)

Padahal, aturan pemberian susu formula sebaiknya diberikan pada saat usia bayi lebih dari 6 bulan sebagai pendamping ASI. Ketika memberikan susu formula kepada bayi, hal harus diperhatikan adalah bagaimana memilih susu formula terbaik, selain itu juga aturan penyajian juga harus benar.

Baca juga: Takaran pemberian susu formula yang baik dan benar

Ketika Anda memberikan susu formula, hal yang harus Anda ingat adalah sebaiknya susu diberikan tidak lebih dari dua minggu. Aturan semacam ini akan Anda jumpai ketika Anda membeli susu formula pada toko-toko yang menyediakan layanan konsumen seputar susu formula, keluhan bayi dll.

Selain itu, jangan berikan susu formula yang habis diseduh bila sudah melebihi 2 jam. Susu yang terlalu lama dibiarkan akan memicu perkembangan bakteri, virus atau beberapa parasit lainnya yang dapat mengganggu kesehatan bayi. Karena bila si kecil minum susu formula basi, akan menimbulkan beberapa gejala penyakit seperti keracunan.

Berikut ini adalah beberapa ciri dari susu formula yang basi, yaitu
  1. Susu berubah warna menjadi agak kuning
  2. Terdapat gumpalan-gumpalan kecil
  3. Berbau tengik
  4. Berubah rasa (tidak lagi segar)

Ciri-ciri tersebut mirip dengan ciri asi basi.

Nah, bila tidak sengaja kita memberikan susu formula basi kepada si kecil, berikut ini beberapa efek yang mungkin terjadi bila bayi minum susu formula basi:

1. Mual
Mual merupakan dampak buruk yang paling mungkin terjadi. Kuman yang masuk ke dalam tubuh membuat rasa yang tidak nyaman, serta dapat menginfeksi usus si kecil bila jumlahnya terlalu banyak. Bila usus terkena infeksi, hal ini akan memicu peradangan yang membuat bayi merasa mual.

Yang menjadi permasalahan adalah, usia bayi 0-6 bulan belum dapat berkomunikasi dengan baik. Mereka hanya bisa menangis sebagai ungkapan ada hal yang tidak beres di badannya.

2. Diare
Dampak selanjutnya dari minum susu formula basi yakni diare. Keracunan susu formula mempengaruhi proses pencernaan dalam tubuh. Mikroorganisme akan menginfeksi dinding usus menyebabkan meningkatnya frekuensi buang air besar. Tekstur tinja juga menjadi encer. Diare ini bisa berlangsung selama beberapa hari.

3. Nyeri Perut
Efek lain yang tak kalah menyiksa adalah nyeri perut. Bayi akan merasakan perutnya melilit. Hal ini dikarenakan adanya aktvitas bakteri dalam perut sehingga bayi akan terus-menerus menangis dan cenderung memegang perutnya.

4. Rewel
Ada banyak faktor yang memicu seorang bayi menjadi rewel. Misalnya saja saat bayi merasa capek, lapar, ngompol atau mungkin sakit. Tugas ibu adalah memastikan penyebab bayi rewel. Biasanya jika rewel tidak kunjung berhenti dan diikuti gejala lain seperti suhu badan naik, diare, tubuh berkeringat dingin maka kemungkinan si kecil mengidap penyakit tertentu. Dan bisa jadi disebabkan keracunan makanan.

5. Muntah-muntah
Sebenarnya efek yang ditimbulkan dari mengonsumsi susu formula basi berbeda-beda bergantung pada tingkat keparahannya. Apabila susu tersebut sudah sangat rusak (dalam artian basi selama berjam-jam) dan si kecil mengonsumsinya dalam volume besar maka efeknya juga lebih ekstrim. Salah satu yang mungkin adalah muntah-muntah.

Muntah tak selalu menjadi tanda buruk. Justru dengan muntah maka racun akan dikeluarkan dari tubuh. Dan hal ini bisa membuat kondisi membaik. Disarankan ibu untuk segera membawa si kecil ke dokter guna mendapatkan penanganan tepat.

6. Kehilangan nafsu makan
Efek bayi minum susu formula basi berikutnya adalah kehilangan nafsu makan. Keracunan makanan membuat perut bayi terasa sakit, badannya lemas bahkan mengalami diare. Biasanya bayi juga cenderung sulit makan atau mungkin menolak ASI. Apabila kondisi ini dibiarkan saja maka bayi bisa kekurangan gizi. Maka itu harus segera diperiksakan ke dokter.

7. Badan lemas dan menggigil
Keracunan susu formula juga membuat badan bayi jadi lemas, tampak lesu dan tidak bergairah. Biasanya bayi jadi malas beraktivitas. Ia cenderung rewel dan tidak mau tidur. Bahkan tak jarang tubuh ikut menggigil. Sebaiknya ibu berikan selimut. Tempatkan si kecil di ruang yang nyaman dan tidak terlalu ramai. Apabila suhu badannya terlalu tinggi maka periksakan ke dokter.

Baca juga: Cara menurunkan panas pada bayi

8. BAB dengan darah
Gejala yang cukup mengkhawatirkan yakni si kecil buang air besar (BAB) dengan diikuti keluarnya darah. Apabila bayi mulai menunjukkan gejala tersebut berarti kondisinya sudah parah. Segera bawa ke dokter sebelum keadaannya semakin memburuk.

Baca juga: Cara mengatasi sembelit pada bayi

9. Sesak nafas
Sesak nafas tidak selalu menjadi tanda dari penyakit asma. Seorang bayi yang keracunan susu formula juga memungkinkan menunjukkan gejala sesak nafas apabila ia mengonsumsi susu tersebut dalam volume besar. Sebaiknya ibu waspada dan segera membawa bayi berobat ke dokter.

10. Dada terasa nyeri
Efek selanjutnya yang mungkin terjadi adalah dada terasa nyeri. Apabila mikroorganisme telah menyebarkan infeksi secara berlebihan maka bayi akan mengalami rasa tertekan pada dadanya. Untuk mengatasinya sebaiknya periksakan bayi pada dokter.

11. Wajah pucat
Wajah pucat juga menjadi tanda bayi keracunan akibat minum susu formula basi. Infeksi menyebabkan bayi mengalami diare yang pada akhirnya meningkatkan risiko dehidrasi. Apabila si kecil mengalami dehidrasi maka kulitnya cenderung pucat. Cukupi cairan tubuh bayi dengan memberikan oralit (untuk bayi berusia diatas 6 bulan) atau berkonsultasilah dengan dokter.

12. Gangguan irama jantung
Mengonsumsi susu formula basi juga dapat memicu gangguan irama jantung. Keadaan ini rentan terjadi saat susu basi mulai meracuni tubuh dan bakteri menginfeksi, sehingga efeknya detak jantung menjadi tak beraturan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus ibu ketahui ketika memberikan susu formula kepada bayi.
Setiap orang tua pasti inginkan yang terbaik untuk Anaknya. Oleh karena itu, wajib bagi kita sebagai orang tua untuk memenuhi seluruh kebutuhan bayi, termasuk makanannya.

Dalam memberikan susu formula ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya yaitu: 

Susu formula mudah basi (membusuk)
Pada dasarnya, sifat susu formula itu mudah membusuk atau basi. Susu yang busuk menjadi media perkembangan mikroorganisme yang paling baik. Menurut penelitian, perkembangan bakteri dalam susu formula basi berlangsung cepat setiap 20 menit sekali.

Susu formula yang telah diseduh tidak boleh dikonsumsi lebih dari 2 jam
Susu formula yang telah diseduh dengan air hangat disarankan untuk segera dikonsumsi. Tidak boleh lebih dari 2 jam. Terlebih lagi jika bayi telah menghisapnya, lalu susu dibiarkan dalam ruang terbuka maka kondisi tersebut mempercepat perkembangan bakteri dan pembusukan.

Susu formula yang telah diseduh tidak boleh dipanaskan
Apabila si kecil mengonsumsi susu formula dan masih ada sisanya, maka sebaiknya dibuang saja. Jangan sekali-kali memanaskan susu formula yang telah diminum. Tindakan tersebut hanya mempercepat penyebaran dan perkembangan bakteri. Maka itu, susu formula tidak perlu dipanaskan ataupun di masukkan dalam kulkas.

Cuci tangan sebelum menyeduh susu formula
Untuk meminimalisir risiko infeksi bakteri, pastikan ibu mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan susu formula bagi bayi. Ingat, tangan kita adalah media paling rentan perkembangan mikroorganisme. Dan sistem imun bayi cenderung lemah. Maka itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan.

Mencuci botol dengan sikat
Untuk pencucian botol susu sebaiknya gunakan sikat khusus yang berbentuk panjang sehingga bisa menjangkau seluruh bagian. Pastikan sikat telah direndam dengan air panas sebelumnya. Dengan begitu sikat bisa lebih steril dan bersih.

Sterilisasi peralatan botol susu
Botol susu perlu disterilisasi untuk menghindari perkembangan bakteri di dalamnya. Proses sterilisasi harus dilakukan secara benar. Tidak cukup hanya mencuci botol dengan air dingin. Sebaiknya rendam botol dengan air panas yang mendidih. Umumnya bakteri akan mati pada suhu 70 derajat celcius.

Untuk proses perendamannya bisa dilakukan dalam panci. Tambahkan air dan masukkan semua peralatan (botol dan dot). Tutup panci. Kemudian nyalakan api dan didihkan selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, ibu bisa mengambilnya pelan-pelan. Lalu keringkan. Jika tidak digunakan simpan di tempat yang bersih dan aman.

Apabila membeli susu, pastikan melihat tanggal kadaluwarsa
Ini juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Dalam membeli susu formula pastikan ibu mengecek tanggal kadaluwarsa (expired) produk tersebut. Jangan membeli susu yang batas expirednya hanya beberapa bulan saja. Kemasan yang rusak juga jangan diterima. Demi kesehatan si kecil baiknya ibu membelikan susu formula yang berkualitas dan masih baru. Tak perlu takut mahal bila untuk anak sendiri. Sebab mengobati penyakit pun biayanya juga tidak murah.

Itulah beberapa kemungkinan dampak buruknya bila bayi meminum susu formula yang telah basi. Keracunan pada tahap parah yang tidak segera diatasi juga bisa memicu kematian. Untuk itu, segera periksakan bayi Anda ke dokter bila menunjukkan beberapa gejala keracunan, karena pada usia 0-6 bulan, keracunan dapat menyebabkan kematian.

0 komentar

Post a Comment