8/16/2017

Manfaat Protein Bagi Ibu Hamil Serta Bahayanya Bila Kekurangan Protein Saat Hamil

Firdaus45.com - Pada saat hamil kebutuhan protein harian bisa dibilang semakin meningkat. Hal ini dikarenakan protein digunakan untuk membangun dan membentuk sel tubuh ibu hamil maupun calon bayi.

Terlebih pada saat usia kehamilan trimester pertama, protein digunakan untuk pembentukan jaringan otak dan organ janin.

Pada usia kehamilan trimester kedua protein digunakan untuk pertumbuhan janin, rahim dan payudara (berkaitan dengan kandungan asi pada saat melahirkan).

Sedangkan pada trimester ketiga protein digunakan untuk pertumbuhan janin, penambahan volume darah ibu, dan perkembangan plasenta.

manfaat dan bahaya bila kekurangan protein pada saat kehamilan
Sumber: myfitfuel.in

Sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan kebutuhan protein harian.

Berikut ini adalah beberapa manfaat lain dari protein.

  • Sebagai sumber kalori.
  • Sebagai zat pembangun atau pembentuk serta memperbaiki jaringan tubuh pada janin seperti otot, tulang, mata kulit, jantung dan hati.
  • Berperan dalam pembentukan darah
  • Membantu pembentukan darah, cairan ketuban dan sel-sel janin agar sempurna
  • Berguna dalam pertumbuhan jaringan dan plasenta bahkan otak
  • Membentuk antibodi bagi perempuan hamil dan janin.
  • Menjaga kesehatan tulang perempuan hamil dan janin 


Jumlah Protein yang Dibutuhkan Ibu Hamil Selama Hamil
Seiring bertambahnya usia kehamilan, kebutuhan gizi ibu hamil juga semakin meningkat, begitu juga lagi janin yang dikandungnya.

Bila pada biasanya sebelum hamil kebutuhan energi seorang wanita hanya berkisar 1.900 kkl dengan kebutuhan protein sebanyak 50 gr per hari, maka pada saat hamil kebutuhan protein semakin meningkat begitu juga kebutuhan energinya yaitu sekitar 2080 kkl dan 68 gr protein perhari.

Kemudian pada trimester kedua dan ketiga, kebutuhan energinya meningkat menjadi 2.200 kkal. Cukup banyak bukan?

Apakah hanya kebutuhan protein saja yang harus dipenuhi?
Sudah jelas tidiak hanya itu saja, melainkan kebutuhan gizi lainnya juga harus tetap terpenuhi dengan baik.

Seperti yang telah dikemukakan oleh dokter spesialis gizi klinis, dr Inge Permadhi, MS, SpGK dalam situs harian kompas, asupan nutrisi seimbang sebaiknya dipersiapkan  oleh calon ibu jauh sebelum kehamilan. Setiap hari, wanita perlu menerapkan pola makan sehat. Ketika gizi seimbang persiapan  kehamilan terpenuhi, pada saat hamil dan melahirkan ia akan memiliki cadangan nutrisi yang mencukupi.

Inge menambahkan,  komposisi zat gizi seimbang yang harus dipenuhi setiap hari adalah 55-60 persen karbohidrat, 30 persen lemak, dan 15 persen protein. Walaupun secara komposisi kebutuhan protein paling sedikit, akan tetapi jangan sampai zat gizi ini luput dari perhatian.

Sumber Protein yang Dapat Digunakan untuk Memenuhi Kebutuhan Protein Harian Ibu Hamil

Kebutuhan protein seorang ibu hamil selama masa kehamilan dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi beberapa bahan pangan seperti berikut ini
  • Daging sapi,
  • Unggas (bisa ayam, bebek, ataupun burung)
  • Ikan dan kerang
  • Putih telur
  • susu, 
  • olahan susu (seperti keju dan yogurt)

Di atas adalah beberapa sumber protein yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan protein selama masa kehamilan karena mengandung sembilan komponen asam amino.

Namun bila kebutuhan protein yang berasal dari hewani tidak dapat tercukupi, Ibu hamil dapat menggantinya dengan sumber protein yang berasan dari tumbuh-tumbuhan atau protein nabati.

Makananan sumber protein nabati yang disarankan yaitu kacang-kacangan, tahu, tempe dan lainnya.

Hal yang terpenting adalah jangan pernah memantang berbagai jenis makanan yang mengandung protein yang memang sedang dibutuhkan bagi ibu hamil. Namun juga harus diingat bahwa dalam mengkonsumsi setiap makanan tersebut jangan sampai berlebihan, karena bila berlebihan juga akan menimbulkan masalah kesehatan, baik bagi ibu hamil dan juga janin misalnya obesitas pada saat hamil.

Berikut ini beberapa contoh kandungan protein dalam makanan sumber protein yang baik:

Olahan Susu
  1. 1/2 cangkir 1% keju cottage: 14 g
  2. 1/2 cangkir keju ricotta: 14 g
  3. 8 ons yogurt rendah lemak: 9-12 g
  4. 1 ons keju Parmesan: 11 g
  5. 1 ons keju Swiss: 8 g
  6. 1 cangkir susu skim: 8 g
  7. 1 ons keju mozzarella: 7 g
  8. 1 ons keju cheddar: 7 g
  9. 1 telur besar segar: 6 g

Kacang-kacangan
  1. 1/2 cangkir tahu mentah (produksi pabrik): 20 g
  2. 1 cangkir lentil yang dimasak: 18 g
  3. 1 cangkir kacang hitam kalengan: 15 g
  4. 1 cangkir kacang merah kalengan: 13 g
  5. 1 cangkir buncis kalengan: 12 g
  6. 1 cangkir kacang pinto kalengan: 12 g
  7. 2 sendok makan selai kacang halus: 8 g
  8. 1 ons kacang goreng kering: 7 g
  9. 1 cangkir susu kedelai murni: 6 g

Daging, unggas dan ikan
Sementara pada daging adalah sebagai berikut:
  1. 1/2 dada ayam panggang (tidak ada kulit): 27 g
  2. 3 ons salmon: 23 g
  3. 3 ons ikan: 23 g
  4. 3 ons daging sapi tanpa lemak: 21g

Tidak semua daging ikan aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Karena ada beberapa ikan yang memiliki kandungan merkuri atau kadar merkuri yang tinggi dan sangat berbahaya bagi kesehatan
dan juga janin.

Beberapa ikan predator, seperti hiu, ikan todak, king mackerel, tilefish dan harus dihindari karena mungkin mengandung metil merkuri, logam diyakini berbahaya dalam dosis tinggi untuk perkembangan otak janin dan anak-anak.

Bila ingin mengkonsumsi ikan, sebaiknya konsumsilah ikan kurang lebih sebanyak 12 ons dalam satu minggu selama masa kehamilan.

Protein memang dibutuhkan bagi ibu hamil dan janin, akan tetapi mengkonsumsi protein apalagi protein yang bersumber dari hewani pasti selalu berdampingan dengan lemak.

Untuk itulah perhatikan jumlah dan porsi ideal protein yang dibutuhkan tubuh Anda selama masa kehamilan Anda. Sebagai saran, masaklah sumber protein tersebut dengan cara yang aman agar lemak dan kolesterol Anda tidak meningkat selama masa kehamilan.

Masaklah semua sumber protein hewani dengan cara direbus, dikukus, dipepes, atau ditumis dengan sedikit minyak. Jangan pernah menggunakan minyak yang terlalu banyak.

Bila Ibu Hamil Kelebihan dan Kekurangan Gizi pada masa kehamilan, Terutama untuk protein.

Meskipun protein baik untuk ibu hamil dan perkembangan janin, tetap saja harus dalam takaran yang wajar dalam mengkonsumsinya.

Berikut ini adalah beberapa dampak apabila ibu hamil kekurangan protein.

  1. Berat badan bayi pada saat lahir di bawah normal
  2. Pertumbuhan otak janin terganggu. Karena energi yang didapat dari lemak, karbohidrat, dan protein merupakan zat yang berperan dalam proses pembentukan otak.
  3. Ukuran dan jumlah sel otak berkurang, tidak seperti pada bayi normal lainnya
  4. Cacat bawaan pada bayi,
  5. dan juga masalah pada asi ketika hendak memberikan asi eksklusif
Apabila ibu hamil kelebihan gizi, dampak buruk yang akan dialami yaitu:
  1. Berat badan ibu hamil akan meningkat (kegemukan)
  2. Makan berlebihan selama hamil sering menjadi penyebab munculnya  kencing manis dan preeklampsia, selain mengakibatkan calon ibu  lekas lelah dan sulit menjaga keseimbangan badan.
  3. Pertambahan BB yang berlebihan bisa membuat pertumbuhan janin terhambat. Sebab, bila odem/bengkak dan terjadi hipertensi, suplai nutrisi ke janin menjadi berkurang karena terjadi penyempitan pembuluh darah. Bukannya tak mungkin kondisi ini membuat kematian janin selagi dalam rahim.

Tanda dan Gejala Ibu Hamil Kekurangan Protein
Deteksi kekurangan protein pada ibu hamil memang tidak secara rutin dilakukan. Kekurangan protein juga tidak menimbulkan gejala khusus yang dapat dirasakan oleh ibu hamil. Mengingat asupan protein didapat bersamaan dengan asupan bahan makanan lain (karbohidrat, lemak, dan lainnya).

Jadi, dugaan adanya ketidakcukupan protein umumnya dilihat dari  penambahan berat badan ibu hamil yang kurang atau bahkan menurun. Seperti kita ketahui, kecukupan gizi ibu hamil secara sederhana akan tercermin pada penambahan berat badan yang cukup selama hamil (untuk ibu dengan indeks masa tubuh normal penambahan BB selama hamil adalah 11.5—16  kg).

Dugaan ketidakcukupan protein bisa juga muncul saat janin terpantau tidak tumbuh seperti seharusnya saat pemeriksaan rutin kehamilan. Pada kasus seperti ini, umumnya dokter kebidanan akan bekerja sama dengan dokter ahli gizi agar ibu hamil dapat mengatur dan memperbaiki pola dan menu makanannya.

Baca juga: Dampak buruk hipertensi pada kehamilan

0 komentar

Post a Comment