8/01/2017

Abses Gigi dan Cara Mengobatinya

Firdaus45.com - Abses gigi adalah munculnya benjolan-benjolan yang berisi nanah pada gigi. Munculnya gumpalan nanah ini disebabkan karena adanya infeksi bakteri. Abses gigi biasanya muncul pada ujung akar gigi (abses periapikal).

Abses gigi sering dijumpai pada orang yang kurang pandai dalam merawat kesehatan giginya. Misalnya jarang cuci mulut, sikat gigi sebelum tidur dan sesudah makan. Bila tidak segera ditangani, kumpulan nanah tersebut akan membuat gigi terasa nyeri.

Sebenarnya, mencegah abses gigi ini sangat mudah sekali. Caranya yaitu menyikat gigi secara rutin atau membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi yang direkomendasikan.

Untuk perawatan lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kesehatan gigi anda ke dokter gigi untuk menghindari kerusakan gigi yang lebih parah lagi.

Bila seseorang menderita abses gigi biasanya akan menunjukkan gejala seperti berikut ini
  1. Demam
  2. Terasa nyeri atau nyilu pada saat mengunyah dan menggigit.
  3. Pipi dan wajah terasa membengkak
  4. Bila rasa nyeri sudah parah, akan terasa berdenyut dan dapat menyebar ke tulang rahan, leher maupun telinga
  5. Pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian bawah rahang, dan leher yang disertai dengan rasa nyeri
  6. Adanya Aroma yang tidak enak ketika abses gigi pecah secara tiba-tiba. Bila terkena lidah, biasanya akan terasa rasa busuk serta rasa asin.
  7. Wajah dan mulut terlihat memerah.
  8. Sensitif pada perubahan suhu.


Penyebab dan Faktor Risiko Abses Gigi
Abses gigi dapat muncul dikarenakan adanya aktivitas bakteri pada rongga mulut yang berkembang tanpa terkendali. Bakteri ini perlahan akan menyebar ke jaringan lunak dan tulang wajah juga leher.

Bakteri masuk ke dalam pulpa gigi melalui rongga gigi atau retakan pada gigi penderita. Di dalam pulpa gigi sendiri terdapat beberapa pembuluh darah, saraf serta jaringan ikat.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan abses gigi pada seseorang menjadi lebih parah diantaranya yaitu:

  1. Konsumsi gula yang berlebihan. Gula yang dikonsumsi secara berlebihan baik yang terkandung di dalam makanan maupun minuman dapat menyebabkan gigi berlubang. Bila dibiarkan, lubang gigi akan menyebabkan abses gigi.
  2. Tidak dapat menjaga kebersihan gigi. Gigi atau gusi yang tidak dibersihkan dengan baik akan menyebabkan beberapa masalah gigi, misalnya gusi bengkak dan juga kemungkinan abses gigi.


Pengobatan dan Komplikasi Abses Gigi
Pada umumnya, bila seseorang menderita abses gigi akan diobati dengan beberapa langkah berikut ini:

  1. Membuat sayatan kecil pada benjolan yang disebabkan abses gigi. Sayatan ini akan dapat menghilangkan infeksi akibat bakteri.
  2. Pengeboran. Dokter akan mengebor ke bagian bawah gigi, mengangkat jaringan lunak yang menjadi pusat infeksi, serta mengeringkan abses. Cara ini dapat menghilangkan infeksi dan menyelamatkan gigi pasien.
  3. Konsumsi antibiotik. Antibiotik digunakan apabila infeksi akibat abses gigi telah menyebar ke gigi yang lainnya, atau sudah menimbulkan gejala lain. Penyuntikan antibiotik bertujuan agar bakteri tidak menyebar.
  4. Cabut gigi. Mencabut gigi adalah pilihan terakhir apabila gigi sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Bila tidak, maka gigi yang lain juga akan beresiko mengalami rusak yang sama.


Abses gigi yang tidak segera ditangani akan beresiko menyebabkan beberapa infeksi pada bagian rahang, leher maupun kepala. Dan yang lebih parah juga akan terkena sepsis. Infeksi mematikan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Segeralah periksakan diri anda apabila mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas. Atikel ini bukanlah diagnosis final untuk masalah gigi anda. Sehingga jangan lakukan sesuatu yang malah dapat menyebabkan masalah gigi anda menjadi semakin parah. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga: Cara menyembuhkan gusi bengkak

0 komentar

Post a Comment