7/27/2017

Tips Menyapih Si Kecil Agar Mau Minum Susu Lewat Botol

Firdaus45 – Anjuran agar ibu memberikan asi eksklusif adalah selama kurang lebih 2 tahun. Bila sudah melewati masa itu, biasanya seorang ibu mulai terfikirkan untuk menyapih anaknya agar mau meminum susu menggunakan botol susu ataupun gelas.

Tips Menyapih Si Kecil yang Agar Mau Minum Susu Lewat Botol

Selain itu, ada beberapa alasan yang menjadi penyebab seorang ibu ingin segera menyapih anaknya.
1. Si bayi sering menggigit putting susu ibu sampai luka
2. Factor kondisi atau penyakit
3. Dan factor lainnya

Meskipun anjuran memberikan asi eksklusif selama kurang lebih 2 tahun, namun tetap saja ada beberapa bayi yang tetap ingin menyusu pada ibunya.

Sebenarnya boleh-boleh saja bila anak anda ingin menyusu atau istilah jawanya “mentil” lebih dari 2 tahun. Bahkan ada beberapa kasus yang sampai usia 10 tahun masih saja ingin “mentil” pada saat mau tidur.

Hal ini pada umumnya karena factor kebiasaan si kecil yang suka memain-mainkan pentil ibunya bila hendak tidur. Bila hal ini dibiarkan saja maka kemungkinannya adalah anak anda tidak mau melepaskan pentil anda meskipun usianya sudah lebih dari 5 tahun.

Nah, bila hal itu terjadi tips berikut ini akan berusaha membantu anda menyapih si kecil agar mau berhenti menyusu dari susu ibu.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat kondisi anak anda, apakah dalam kondisi sehat atau tidak.  Bila henda menyapih si kecil, usahakan pada saat kondisi anak anda sedang sehat. Karena pada saat sakit, bayi membutuhkan lebih banyak dekapan. Pada saat bayi demam misalnya, beberapa dokter menyarankan agar setiap ibu memberikan asinya lebih sering.

Selain itu, menyapih bayi pada saat sedang sakit, marah, atau bahkan sedang sedih, akan membuat dirinya merasa bahwa dirinya sudah tidak lagi disayang oleh ibunya. Bila hal ini terjadi, akan membuat kondisi mental si bayi jatuh dan pada akhirnya membuat anak anda tidak lagi mau menurut dan sering membantah kata-kata anda. Meskipun factor ini pada dasarnya tidak terlalu dominan, akan tetapi alangkah baiknya bila kita memikirkan kemungkinan buruknya bagi perkembangan mental anak kita.

Baca juga:

  1. Memahami gejala depresi pada anak usia remaja
  2. Cara mencegah autis pada bayi
  3. Waspadai dampak buruk perkembangan teknologi bagi perkembangan bayi


Ke dua: Selalu berikan pengertian kepada si bayi setiap kali kita menolak memberikan asi kepada bayi kita. Biarpun kemampuan kominukasi si kecil belum sempurna namun tetaplah selalu memberikan penjelasan kepada si kecil dengan alasan yang logis dan dapat diterima olehnya. Jadi pintar-pintarlah memberikan alasan kenapa anda tidak lagi mau memberikan asi eksklusif kepada si kecil

Ke tiga: Lakukan hal ini dengan konsisten dan tegas. Bila tidak, maka ada kemungkinan si kecil akan tetap minta menyusu tiap kali mau tidur misalnya.

Ke empat: Meskipun kadang kita merasa sedih bila menolak memberikan asi kepada si kecil, tapi tetaplah lakukan hal ini demi kebaikan si kecil. Jadi jangan pernah merasa sedih atau bersalah bila anda tidak lagi mau memberikan asi. Memberikan asi eksklusif selama 2 tahun sudah lebih dari cukup. Selain itu, kebutuhan si kecil akan nutrisi harian sudah tidak lagi dapat terpenuhi hanya dengan asi eksklusif.

Ke lima: Berikan pengalih perhatian agar si kecil terlupakan oleh asi dan mau minum susu menggunakan botol susu maupun gelas.

Ke enam: Jangan pernah lagi menawarkan asi kepada si kecil, karena minat si kecil akan asi masih terlalu tinggi. Terkadang tujuan kita memberikan asi bukan agar si kecil kenyang, melainkan untuk menghibur. Oleh karena itu mulai dari sekarang berhentilah memberikan asi sebagai penghibur si kecil saat sedang menangis. Sebaiknya berikan si kecil mainan yang dapat menenangkannya.

Baca juga: Tips agar bayi cerdas sejak dalam kandungan

Itulah beberapa tips sederhana menyapih si kecil agar mau lepas dari asi ibunya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share

0 komentar

Post a Comment