5/13/2017

Sering memberikan ASI perah pada bayi? Inilah tanda asi perah basi yang harus Ibu ketahui

Firdaus45.com - Bagi seorang ibu menyusui yang sedang bekerja kantoran, memberikan asi perah kepada bayi merupakan salah satu cara agar si kecil tetap menerima asi eksklusif.

Sebuah kewajiban dan tuntutan kerja yang membuat seorang ibu menyusui terpaksa memberikan asi perah kepada bayinya. Memberikan asi perah atau dengan memompa terlebih dahulu kemudian menaruhnya di botol susu memang terdengar merepotkan.


Kita harus meluangkan waktu hanya untuk memompa asi supaya nantinya dapat disimpan kemudian diberikan kepada si kecil ketika berangkat kerja.

Sebenarnya, ASI yang disimpan dengan baik akan dapat bertahan cukup lama. Namun bila penyimpanan ASI perah tidak bagus atau asal menyimpan saja, maka akan membuat ASI perah mudah sekali basi.  Untuk itu, bagi Anda yang bekerja kantoran, sebaiknya perhatikan dengan betul bagaimana cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar agar dapat tahan lama dan kualitas tetap terjaga.

Bagaimana cara menyimpan ASI perah dapat Anda baca pada artikel cara menyimpan asi perah.

Tanda tanda asi perah basi


Ketika seorang ibu harus memberikan asi dengan cara diperah, rasa khawatir seringkali muncul. Apakah ASI yang sudah diperah masih bagus ataukah sudah basi?

Pertanyaan tersebut seringkali muncul ketika melihat barisan bobot susu yang berisi ASI perah tersimpan cukup lama di lemari pendingin.

Biarpun ASI yang ditaruh di dalam Freezer mampu bertahan selama 3 bulan, tetap saja kita harus mengetahui bagaimana tanda dan ciri asi perah yang sudah basi.

Berikut ini adalah beberapa tanda asi perah basi yang dapat dihimpun Firdaus45.com agar para Ibu dirumah dapat membedakan antara asi perah yang masih bagus dengan asi perah yang sudah basi.

Aroma
Asi yang sudah basi biasanya memiliki aroma yang tidak sedap. Seperti bau anyir sedangkan ASI yang masih bagus biasanya berbau segar dan beraroma manis.

Bila asi berbau seperti sabun, itu karena terlalu lama disimpang di lemari pendingin. Bila ASI sudah terlalu lama disimpan, terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini karena adanya perubahan struktur lemak dalam ASI akibat proses pemanasan ASI perah dengan suhu yang terlalu tinggi. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk memanaskan ASI perah menggunakan suhu yang terlalu panas.

Rasa
ASI perah yang sudah basi biasanya akan terasa tengik, pahit, dan terkadang terasa seperti sabun. Untuk mengetahui perbedaannya, ada baiknya pada saat selesai memerah ASI anda mencium atau sedikit mencicipi rasanya agar mengetahui bagaimana rasa dan aroma ASI yang masih bagus.

Perubahan rasa maupun aroma ASI perah pada umumnya disebabkan karena jumlah enzim lipase di dalam ASI jumlahnya berlebih.

Sebagai pencegahan agar ensim lipase berhenti bekerja, disarankan untuk memanaskan ASI perah hingga hampir mendidih. Pemanasan ini bertujuan untuk mencegah enzim lipase memecah lemak yang terdapat di dalam ASI.

Warna
Pada umumnya, ASI perah yang baru saja diperah memiliki warna seperti susu sapi. Ketika sudah cukup lama di masukkan ke dalam lemari pendingin, terkadang warna ASI akan berubah kekuning-kuningan.

Bila ibu mendapati ASI perah yang sudah mengalami perubahan rasa aroma ataupun warnanya, sangat disarankan untuk membuangnya.

Untuk itu, sangat disarankan bagi setiap ibu menyusui yang terkendala kerja kantoran agar menyimpan ASI perah sesuai saran dan anjuran agar ASI perah dapat bertahan lama.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Ibu yang sedang menyusui namun terkendala kerja kantoran.

Jangan lupa share agar semua ibu menyusui mengetahui hal ini. Baca juga: Tips agar bayi cerdas sejak dalam kandungan

0 komentar

Post a Comment