Punya bayi tapi kerja kantoran? Inilah Cara Menyimpan ASI perah yang harus kamu ketahui

Firdaus45.com - ASI merupakan kebutuhan pokok bayi dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saat bayi berusia 0-6 bulan, memang seharusnya tidak boleh lepas dengan ASI. Oleh karena itu, banyak ibu saat ini mulai sadar dan berlomba-lomba untuk tetap memenuhi kebutuhan ASI si kecil meskipun sedang bekerja kantoran.

Bekerja kantoran bukanlah menjadi alasan untuk tidak memberikan ASInya kepada si kecil. Karena banyak cara agar si kecil tetap meskipun sedang sibuk bekerja. Salah satunya adalah dengan menyiapkan ASI perah.


Bila Anda berniat memberikan ASI perah selama bekerja, maka yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara memijat ASI agar dapat keluar, karena tidak jarang ibu yang merasa kesulitan dalam memerah ASInya sendiri tanpa bantuan alat.

Baca juga: Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

Selain itu, cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar juga harus mendapat perhatian agar kualitas ASI perah tetap terjaga. 

Bila Anda bingung bagaimana cara melakukannya, simak penjelasan berikut ini sampai habis dan jangan terlewatkan.

1. Memerah ASI dengan tangan.
Ketika Anda ingin memerah asi dengan tangan, sebaiknya kompres payudara Anda dengan air hangat agar semua otot yang ada di payudara melunak.

Jangan lewatkan:
  1. Benjolan di payudara yang harus diwaspadai
  2. Cara mendeteksi tumor payudara sendiri
  3. Memahami bagaimana pembentukan kelenjar payudara
  4. Tips dan cara memperlancar asi
  5. Proses pembentukan ASI 

Biasakan untuk selalu mencuci bersih tangan Anda agar kuman pada tangan tidak ikut masuk ke wadah penyimpanan asi yang dapat menyebabkan si kecil diare ataupun mengalami masalah lain seperti sembelit.

Bagaimana cara memerah asi, berikut langkah-langkahnya.
  1. Pegang payudara Ibu dengan sebelah tangan lalu lakukan pemijatan dari bagian atas payudara menuju puting. Pijat menyeluruh, termasuk bagian bawah payudara.
  2. Selanjutnya, tekan perlahan-lahan pada area areola (kulit berwarnya gelap disekitar puting susu) dengan ibu jari dan telunjuk.
  3. Tekan kedua jari bersamaan, lalu tekan ke arah pucuk puting agar mengeluarkan ASI Ibu. Tekanlah sewajarnya jangan sampai puting susu terasa sakit.
  4. Bila ASI tidak keluar, kemungkinan cara memencet Anda salah. Ulangi dengan merubah letak Anda memencet areola sampai ASI benar-benar keluar. (banyak ibu yang salah memencet bagian ini sehingga pada akhirnya mereka menganggap payudara mereka tidak dapat memproduksi asi)

2. Cara Menyimpan Asi
Bila proses memerah ASI sudah selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana cara menyimpan ASI yang baik dan benar. 

Cara terbaik menyimpan asi agar dapat awet adalah dengan menaruhnya di lemari es baik di bawah freezer atau di freezernya. Bila asi sudah dihangatkan dan terdapat sisa, sebaiknya sisa asi yang sudah dihangatkan dibuang dan diganti dengan yang baru.

Alangkah baiknya untuk selalu memberikan tanggal pada setiap kemasan asi perah yang dibekukan. ASI yang diletakkan di dalam lemari pendingin dapat bertahan selama 72 jam.

Jika ASI ditempatkan di dalam freezer maka akan tahan selama 3 bulan. Tapi harus diingat, bila sudah dipanaskan dan tersisa, sebaiknya sisanya dibuang saja.

Semoga ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu semua yang selalu memperhatikan kebutuhan gizi si kecil.

No comments

Haid

Kecantikan

Ibu dan Bayi

Wisata