Waspada!! Inilah Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan Ibu Hamil

Firdaus45.comPenyebab Janin Meninggal dalam Kandungan - Setiap ibu hamil tentu tidak akan mengharapkan terjadi sesuatu  (keguguran misalnya) terhadap janin yang dikandungnya. Akan tetapi, resiko-resiko memperoleh keguguran setiap ibu hamil berbeda-beda. Bagi ibu hamil yang memiliki kondisi fisik lemah, atau kekurangan gizi selama masa kehamilan akan lebih rentan mendapati kematian janin yang dikandungnya (Baca: Dampak KEK pada Ibu Hamil). Jika merasa kondisi fisik Anda selama masa kehamilan tidak terlalu fit, maka perlu kiranya bagi Anda untuk terus waspada dan selalu memantau bagaimana perkembangan janin yang sedang Anda kandung.

Perlu menjadi perhatian disini yaitu perbedaan antara keguguran dan janin meninggal dalam kandungan. Sebuah janin dikatakan meninggal di dalam kandungan ketika janin telah mencapai usia kehamilan lebih dari 140 hari dengan berat janin telah mencapai kurang lebih 500gr. Sedangkan jika kejadian janin meninggal terjadi ketika usia kehamilan dibawah usia trimester pertama, maka kejadian tersebut dikatakan keguguran atau abortus.

penyebab bayi meninggal dalam kandungan 9 bulan penyebab bayi meninggal dalam kandungan umur 9 bulan penyebab bayi meninggal dalam kandungan 7 bulan penyebab bayi meninggal dalam kandungan 6 bulan penyebab bayi meninggal dalam kandungan usia 6 bulan sebab janin meninggal dlm kandungan penyebab janin meninggal dlm rahim penyebab bayi mati dalam kandungan 7 bulan penyebab janin meninggal dalam kandungan apa penyebab janin meninggal dalam kandungan apa penyebab janin meninggal dlm kandungan apa sebab janin meninggal dalam kandungan apa penyebab janin meninggal dalam rahim apa penyebab janin meninggal dalam perut apa penyebab janin meninggal didalam kandungan apa penyebab bayi mati dalam kandungan apa sebab bayi meninggal dalam kandungan apa sebab janin mati dalam kandungan apa penyebab bayi mati dlm kandungan penyebab bayi meninggal dalam kandungan 8 bulan penyebab janin 7 bulan meninggal dalam kandungan penyebab janin 3 bulan meninggal dalam kandungan penyebab janin 6 bulan meninggal dalam kandungan penyebab janin meninggal didalam kandungan penyebab janin meninggal di dlm kandungan sebab janin meninggal didalam kandungan penyebab bayi meninggal d dalam kandungan penyebab janin meninggal d dalam rahim penyebab meninggalnya janin di dalam kandungan faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan faktor penyebab bayi meninggal dalam kandungan penyebab bayi meninggal dalam perut ibu makanan penyebab bayi meninggal dalam kandungan penyebab bayi meninggal dalam kandungan usia 9 bulan penyebab bayi meninggal dalam kandungan usia 8 bulan penyebab bayi meninggal dalam kandungan usia 7 bulan
Terjadinya masalah kehamilan yang berupa janin meninggal di dalam kandungan,hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang memicu kematian janin dalam kandungan bisa terjadi dari faktor luar (kondisi kesehatan sang ibu) maupun dari kondisi kesehatan janinnya itu sendiri (Baca: Tips menguatkan janin dalam kandungan). Sehingga selama masa kehamilan diperlukan perawatan yang ekstra yakni dengan memenuhi kebutuhan gizi, menjaga pola makan yang sehat, berolah raga secara teratur dan lain sebagainya.

Beikut ini artikel yangg disarankan untuk menambah wawasan tentang makanan sehat ibu hamil yang harus dipenuhi.

Membiasakan diri dengan memperhatikan gaya hidup sehat yang benar, kemungkinan besar akan mengurangi masalah kehamilan seperti janin meninggal dalam kandungan. Perlu anda ketahui, beberapa penyebab janin meninggal dalam kandungan yang sering terjadi adalah sebagai berikut.

1. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Kehamilan lewat waktu.  

Secara umum, masa kehamilan ditargetkan hingga selama 42 minggu. Jika masa kehamilan melebihi dari 42 minggu, kehamilan tersebut dinamakan hamil lewat waktu. Jika terjadi hhal demikian maka plasenta akan mengalami penuaan sehingga tidak memiliki fungsi yang tepat. Plasenta yang tidak berfungsi dengan sempurna dapat mengakibatkan janin mengalami kekurangan jumlah asupan nutrisi dan oksigen karena ibu hamil kekurangan gizi.

Selain itu, masa kehamilan yang melebihi batas waktu dari 42 minggu akan mengakibatkan cairan ketuban mengalami perubahan menjadi kental dan berwarna hijau.  Apabila air ketuban yang telah berubah mejadi kental dan berwarna hijau tersebut, terisap oleh janin dan masuk ke dalam paru-parunya dapat menyebabkan efek yang sangat berbahaya yakni janin mengalami keracunan, infeksi, hingga meninggal dunia.

2. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Gawat janin.  

Janin membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen yang  dialirkan melalui tali pusat. Akan tetapi, jika tali pusat tersebut mengalami masalah dalam meyuplai oksigen maupun nutrisi seperti  terpelintir. Hal ini akan membuat janin kesulitan menerima suplai oksigen dan nutrisi, atau bahkan tidak dapat menerima oksigen sama sekali.

Terpelintirnya tali pusat pada janin diakibatkan karena janin mengalami gerakan yang sangat berlebihan, terutama gerakan pada satu arah secara terus menerus. Selain itu, karena dipengaruhi faktor kondisi kesehatan dari ibu hamil seperti sedang menderita jenis-jenis penyakit tertentu diantaranya penyakit diabetes, jantung, dan hipertensi.

Sehingga dapat menyebabkan janin mengalami kekurangan asupan oksigen dan nutrisi janin. Atau bisa jadi karena kehabisan air ketuban dan secara otomatis membuat tali pusat terkompresi antara badan janin dengan sang ibu sehingga akan mengakibatkan janin "tercekik" karena tidak dapat menerima suplai oksigen.

3. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Penyakit ibu dan infeksi  

Ibu hamil yang mengalami gangguan penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan janin. Selain itu juga dapat menjadi pemicu penyebab janin meninggal dalam kandungan. Jenis-jenis penyakit tersebut yang secara umum sering dialami kaum ibu hamil adalah jenis penyakit diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, gangguan kekurangan gizi, dan lain sebagainya.

Jenis penyakit-penyakit tersebut dapat mengganggu dan mengurangi jumlah asupan nutrisi ke janin sehingga pertumbuhan janin tidak dapat berkembang dengan baik. Selain itu, terjadinya masalah akibat infeksi bakteri maupun virus juga dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu bahkan sampai membuat janin meninggal. 

4. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Golongan darah janin tidak cocok dengan ibu  

Perbedaan golongan darah antara ibu kandung dengan janin juga menjadi faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan. Bisa jadi perbedaan golongan  darah seperti yang dimiliki ibu misalnya golongan darah A, sedangkan yang dimilliki janin golongan darah O atau B.

Ketidakcocokan golongan darah ini akan mengakibatkan janin mengalami kesulitan dalam menerima masukan nutrisi dan oksigen dari ibu, sementara zat antibodi dari dalam darah ibu untuk sistem pertumbuhan janin akan membuat terhenti. Hal inilah yang menjadi pemicu utama janin meninggal dalam kandungan ibu.

5. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Kecelakan saat hamil

Kecelakaan yang dialami oleh Ibu hamil juga dapat menjadi pemicu gagalnya kehamilan. Benturan keras pada perut dapat mengakibatkan plasenta terlepas, robek dan terkadang benturan langsung mengenai janin. Ketika plasenta terlepas, atau robek sebagian kecil, akan tetapi jika terjadi perdarahan hebat akan menyebabkan sumber asupan oksigen dan nutrisi ke dalam tubuh janin terhenti.
 
Beberapa tanda yang diperlihatkan ketika janin meninggal akibat benturan adalah munculnya darah (Flek) yang keluar dari daerah kewanitaan. Beberapa penyebab keluarnya darah seperti darah haid selama periode kehamilan banyak sekali faktor penyebabnya. Lebih jelasnya dapat anda baca pada penyebab keluar darah (flek) saat hamil.

6. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Kelainan genetik dan bawaan

Kelainan genetik  yang berupa kelainan pada kromosom janin, dapat mengakibatkan sistem pertumbuhan janin akan terhenti. Selain itu, janin yang mengalami kelainan bawaan seperti terjadinya kelainan jantung janin yang tidak dapat tumbuh dengan sempurna, paru-paru janin tidak bisa mengembang, mengalami kebocoran,  atau jenis kelainan bawaan lainnya yang dapat mengakibatkan kematian janin.

7. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Rhesus darah tidak cocok

Rhesus darah janin dan rhesus darah ibu yang tidak cocok juga dapat menjadi pemicu kematian janin dalam kandungan. Misalnya janin mengikuti rhesus darah Ayah yang lebih dominan. Padahal, rhesus (Rh) Ayah dan Ibu mengalami perbedaan yang signifigan misalnya Ibu memiliki Rh negatif sedangkan  Ayah memiliki  Rh positif.

Perbedaan jenis Rh dapat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi kesehatan janin. Akibat tidak cocoknya jenis Rh tersebut dapat mengakibatkan janin mengalami hidropsfetalis, cairan berlebih dalam rongga perut, reaksi imunologis berlebihan yang dapat menimbulkan pembengkakan pada kulit janin, penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung sehingga membuat janin kesulitan bernafas dan  tidak dapat melangsungkan hidupnya.

Janin yang hiperaktif
Gerakan janin yang berlebihan -apalagi hanya pada satu arah saja- bisa mengakibatkan tali pusat yang menghubungkan Moms dengan janin terpelintir. Akibatnya, pembuluh darah yang mengalirkan suplai oksigen maupun nutrisi melalui plasenta ke janin akan tersumbat. Tak hanya itu, tidak menutup kemungkinan tali pusat tersebut bisa membentuk tali simpul yang mengakibatkan janin menjadi sulit bergerak. Hingga saat ini kondisi tali pusat terpelintir atau tersimpul tidak bisa terdeteksi. Sehingga, perlu diwaspadai bilamana ada gejala yang tidak biasa saat hamil.

Untuk itu sebaiknya bagi ibu hamil, selama masa kehamilan harus lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan dengan optimal. Salah satunya dengan mengkonsumsi jenis-jenis makanan yang bergizi seperti buah-buahan ataupun sayuran. (Baca: Makanan sehat ibu hamil yang wajib dipenuhi)

Haid

Kecantikan

Ibu dan Bayi

Wisata